Walaupun saya tidak pernah menjadi anggota blog agregasi Merdeka, namun sampai sekarang, saya selalu bertanya-tanya kenapa blog agregasi tersebut dimatikan. Dan kelihatannya, I’m not the only one. Pujiono juga pernah menanyakan hal yang sama tahun lalu. Demikian pula halnya dengan Fatih, yang menanyakan hal yang sama hari ini. Malah beliau kayaknya baru tahu kalo Merdeka sebenarnya sudah lama mati, sejak Oktober tahun lalu (atau mungkin sejak akhir September, kalo menurut Pujiono).
Tidaklah mengherankan, jika banyak blogger Indonesia yang merasa “kehilangan” dengan matinya Merdeka. Pada masa jayanya dulu, Merdeka adalah salah satu blog agregasi yang populer di dunia blogosphere Indonesia. Merdeka juga adalah salah satu komunitas blogger Indonesia yang bisa dibilang cukup elit, mengingat proses penyaringan anggota Merdeka yang menggunakan sistem open submission dan voting. Basis pembacanya juga banyak. Suka atau tidak suka, Merdeka sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan blog di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak blogger Indonesia yang mempertanyakan alasan kenapa Merdeka dimatikan.
Kalo menurut komentar Andry di artikel-nya Pujiono, beliau belum ada waktu (dan tenaga) untuk re-born Merdeka. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya tidak terlalu banyak waktu dan tenaga yang diperlukan untuk me-maintain sebuah agregasi blog. If my memory didn’t fail me, seingat saya Merdeka menggunakan blog engine Wordpress dan plug-in FeedWordPress, sama dengan Planet Singapura yang saya kelola. Tidak banyak waktu dan tenaga yang diperlukan, sebenarnya, kecuali pada waktu kita ingin menambah atau menghapus dari daftar kontributor, atau jika ada masalah teknis seperti yang dialami Planet Singapura beberapa minggu yang lalu. Diluar itu, program sindikasi akan berjalan secara otomatis untuk meng-agregasi blog-blog para kontributor.
Saya mengerti kalau Andry sekarang sibuk mengurusi Blog Detik, apalagi beliau harus bekerja keras untuk menjaga uptime dan performance layanan blog tersebut, mengingat Blog Detik sangat populer dan laris digunakan banyak blogger Indonesia (termasuk saya) saat ini. Namun saya khawatir, apakah benar alasan kesibukan dan ketiadaan waktu (dan tenaga) merupakan alasan utama Merdeka dimatikan?
Di blog-nya yang dulu (yang juga sekarang sudah mati), Andry pernah menulis kalau blog sudah mati. Beliau kelihatannya berpendapat kalau blog itu sudah tidak punya masa depan. Apakah mungkin, alasan tersebut yang menyebabkan beliau tidak lagi semangat untuk mengelola Merdeka dan memutuskan untuk mematikannya? Adalah sangat disayangkan, jika sebuah komunitas blogger di Indonesia bisa hilang begitu saja, hanya karena pengelolanya kehilangan semangat nge-blog. Mudah-mudahan saya salah, I hope I was wrong.
Apapun jawabannya, saya berharap Merdeka bisa segera lahir kembali. Seperti yang ditanyakan oleh Andry di blog Pujiono, ada yang mau membantu?
Merdeka! *eh belum 17 Agustus, ya?*