Sejak entry kron saya di Kronologger di-link ke update Twitter, Plurk dan status Facebook saya (via ping.fm), saya memang selalu nge-kron dengan menggunakan bahasa Inggris. Hal ini mengingat teman-teman saya di Twitter, Plurk dan Facebook tidak semuanya bisa mengerti bahasa Indonesia. Namun, ternyata saya juga kadang menerima “protes” dari beberapa rekan kroner yang tidak mengerti entry kron yang saya tulis.
Jadilah, sejak beberapa hari ini, selain tulisan kron saya yang berbahasa Inggris, saya juga menulis terjemahannya dalam bahasa Indonesia, yang saya masukkan ke dalam kolom komentar di entry kron tersebut. Semoga bisa membuat rekan kroner yang kurang mengerti bahasa Inggris untuk bisa memahami tulisan saya.
Ternyata, rekan kroner Vetamandra juga ikut menerjemahkan entry kron saya ke dalam bahasa Jawa. Terima kasih banyak, om Veta. :) Entry kron saya pun sekarang menjadi tri-lingual, bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa. Hmm… apa perlu saya bikinkan terjemahan dalam bahasa Sunda juga, biar jadi four-lingual?
Mari kita lihat sampai kapan om Veta bisa “kuat” menjadi penerjemah tidak resmi entry kron-kron saya, hehehe…
Omong-omong soal bahasa di Kronologger, saya mengerti kalau Kronologger memang lebih diperuntukkan bagi orang Indonesia, mengingat interface yang digunakan Kronologger semuanya berbahasa Indonesia. Apakah Kronologger mempunyai rencana untuk go global dan mengembangkan sayap dengan menyediakan interface berbahasa Inggris?
Biar menyaingi Twitter atau Plurk, gitu… :) Mungkin om Kukuh bisa komentar?
Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Login terlebih dahulu untuk memberikan rating