Nge-Restore Planet Singapura 7 February 2009
Posted by indra in : Teknis, Kejadian Terbaru, Blogging , 6 comments
Saya baru nyadar kalo udah lebih dari tiga bulan, saya tidak meng-update blog ini. Ini berarti, sudah lebih dari tiga bulan saya tidak lagi mengikuti perkembangan dunia blog dan event-event-nya di Indonesia. Pesta Blogger, WordCamp Indonesia, semua lewat.
Jangankan menghadiri (yang sebenarnya sulit juga dilakukan mengingat posisi saya yang tidak berada di Indonesia), “memantau” atau menulis artikel di blog mengenai acara-acara tersebut juga engga sempet. Parah nih…
Saya baru sempat memperbaiki situs Planet Singapura saya yang sempat down beberapa hari terakhir ini (sebenarnya, tepatnya sekitar sepuluh hari, mengingat artikel terakhir yang di-agregasi Planet Singapura sebelum down tertanggal 27 Januari 2009), karena MySQL database-nya corrupted. Problem-nya mirip dengan masalah yang dialami oleh Planet Indra bulan Oktober yang lalu. Entah apa yang menyebabkan database-nya corrupted seperti itu.
Saya terpaksa me-restore database-nya dari backup yang saya punya dulu, yang udah lamaaa banget (beberapa tahun yang lalu). Walhasil, daftar blog yang di-sindikasi juga masih daftar lama, jadi mau ngga mau harus update ulang daftar sindikasi-nya. *sigh* Mohon maaf kalo ada beberapa blog yang saya missed out pada waktu re-entry datanya.
Ada dua blog, punya-nya mas Didik dan mbak Hera, yang tidak bisa saya re-add ke daftar sindikasi, karena judul blog-nya yang mengandung tanda ‘. Sebagai contoh, ini pesan error yang diberikan oleh plug-in FeedWordPress pada saya coba masukkan blog-nya mas Didik ke daftar sindikasi:
WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax. Check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ’s sanctuary’, ‘’, ‘’, ‘Array’, ‘’, ‘Y’, ‘1′, ‘0′, ‘’, ‘’, ‘http]
INSERT INTO wp_links (link_url, link_name, link_image, link_target, link_category, link_description, link_visible, link_owner, link_rating, link_rel, link_notes, link_rss) VALUES('http://achmadi.net','achmadi's sanctuary', '', '', 'Array', '', 'Y', '1', '0', '', '', 'http://achmadi.net/feed/')There was a problem adding the newsfeed. [SQL: You have an error in your SQL syntax. Check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ’s sanctuary’, ‘’, ‘’, ‘Array’, ‘’, ‘Y’, ‘1′, ‘0′, ‘’, ‘’, ‘http]
Ada yang tahu gimana cara ngakalinnya?
Tim Navigasi.Net Meluncurkan Peta GPS Indonesia Baru 18 August 2008
Posted by indra in : Teknis, Kejadian Terbaru, Informasi, GPS , 22 comments
Tim mappers Navigasi.Net yang dikomandoi oleh seorang GPS-geek Indonesia, Buyung Akram, meluncurkan peta GPS wilayah Indonesia yang baru, tepat pada hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia, 17 Agustus 2008 kemarin. Dan peta baru yang cukup comprehensive dan menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia ini tersedia secara gratis (free) bagi seluruh pengguna GPS di Indonesia.
Berikut adalah komentar dari RC, seorang GPS-geek luar negeri yang juga membuat peta GPS gratis untuk daerah Selandia Baru, mengenai peta baru tersebut, di forum Malsingmaps:
This map is awesome - covers most of the major islands and very detailed at city level.
I managed to download this early this morning at 0900 hrs (GMT+12) when most of Indonesia was asleep. Later on today, it seems that that site has crashed!
Be patient and try again another time.
Thanks to the guys at Navigasi - sorry couldn’t log into your site to thank you properly!
Saya sendiri mengalami kesulitan ketika mencoba men-download file peta yang tersedia gratis tersebut. Kelihatannya server navigasi.net kewalahan menerima request dari banyak pengguna GPS di Indonesia yang ingin mengunduh file tersebut. Saya sendiri baru bisa men-download-nya dari situs mirror alternatif yang disediakan.
Ucapan selamat dan terima kasih untuk team Navigasi juga datang bertubi-tubi dari banyak pengguna GPS di Indonesia, melalui milis id-gps, yang kebanyakan memuji semangat dari tim map-developers Navigasi yang bertekad untuk menjadikan peta Indonesia tersebut tersedia secara gratis untuk digunakan oleh semua orang.
Bagi rekan-rekan yang berada di Singapura dan kesulitan mengunduh peta tersebut dari server Navigasi, bisa klik disini untuk download dari server lokal di Singapura. Ada dua versi, versi GMAPSUPP yang bisa langsung di-save ke perangkat GPS berbasis Garmin, dan versi MapSource yang bisa dibuka dengan menggunakan perangkat lunak MapSource dari Garmin. Menurut Pak Buyung di milis id-gps, peta ini boleh didistribusikan dengan bebas selama tidak dijual dan tidak dirubah atau diutak-atik.
Benar-benar merupakan kado terindah bagi Indonesia dalam rangka perayaan hari ulang tahun kemerdekaan kita. Merdeka!
Nge-Kron Sekaligus Nge-Twit dan Nge-Plurk 23 July 2008
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Blogging , 6 comments
![]()
![]()
![]()
Satu lagi terobosan baru dari Kronologger. Sekarang kita bisa nge-kron dan sekaligus update Twitter dan Plurk pada saat yang bersamaan, terima kasih kepada script baru yang dibuat oleh Kukuh TW, "otak" di belakang Kronologger. Teman saya sejak jaman BemoNet ini memang kayaknya tidak pernah "kehabisan bensin" untuk terus menuangkan ide-idenya dalam banyak proyek-proyeknya, seperti Kumpul Blogger dan Lokasi Jakarta.
Saya dari dulu memang "mendambakan" untuk bisa melakukan microblogging ke beberapa layanan sekaligus. Dari beberapa situs microblogging yang ada, saya paling sering menggunakan Twitter dan Kronologger. Saya biasa nge-twit dengan menggunakan bahasa Inggris, sementara nge-kron dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tapi ya karena kadang males dan tidak ada waktu untuk posting ke kedua situs tersebut, akhirnya saya lebih sering posting di Twitter saja. Yang di Kronologger jadi agak sedikit terbengkalai.
Belum lagi, sekarang lagi musim plurking. Hampir semua pada nanya: "are you plurking yet?". Iya, saya udah daftar ke layanan Plurk, tapi ya belum aktif nge-plurk. Lha wong update Twitter dan Kronologger aja udah repot, apalagi kalo musti nambah lagi yang harus di-update. Micro-blogging itu kan biasa dilakukan on-the-go, jadi kadang waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk itu.
Dari mas Budi Putra, saya sempat mendapatkan informasi tentang ping.fm, yang katanya bisa melakukan update ke beberapa layanan social network sekaligus, seperti Twitter, Jaiku, Plurk dan Facebook. Sayangnya karena masih beta, saya membutuhkan beta code untuk bisa daftar ke layanan ping.fm tersebut. Ngga jadi daftar, deh…
Oleh karena itu, fasilitas all-in-one baru yang dibuat Kukuh ini serasa menjadi air segar di tengah gurun pasir untuk saya. Dengan sekali posting di Kronologger, saya bisa nge-kron, nge-twit, nge-plurk dan sekaligus meng-update status Facebook saya, karena Twitter saya juga sudah tersinkronisasi dengan status Facebook saya. Walaupun memang, saya harus memasukkan username dan password Twitter dan Plurk saya, setiap kali saya melakukan all-in-one posting ini. Tidak mengapa, saya merasa metode ini lebih aman dibandingkan kalo saya harus menyimpan data password Twitter dan Plurk saya di database Kronologger.
GPS Receiver 18 April 2008
Posted by indra in : Teknis, GPS , 7 comments
Sempet senyum-senyum saya pas membaca kalo tetangga Iko dan Hera kadang suka nyasar pas nyetir di Singapura.
Kota kecil gini, kok masih bisa nyasar?
Walaupun kotanya kecil, tapi disini memang agak susah nyari jalan kalau kita belum hapal jalan, karena jalan utama dan expressway yang kadang membingungkan, apalagi dari satu titik A ke titik B itu bisa ada beberapa alternatif jalan yang kelihatannya sama dekatnya. Lebih lagi, lalu lintas yang teratur membuat kita agak sulit untuk menepi dan mencari jalan (atau melihat peta) tanpa menghalangi lalu lintas, beda dengan di Jakarta yang tinggal minggirin mobil keluar jalan.
Makanya disini, planning rute itu sebenarnya perlu. Kecuali kalau kita udah hapal, lebih baik kita cek dulu ke peta mengenai jalan yang akan kita ambil ke tempat tujuan. Jangan berangkat dulu baru bingung cari-cari jalan. Sekali belokan atau putaran yang kita akan gunakan terlewat, muternya bisa lebih jauh dan waktu 10-15 menit pun akan terbuang untuk setiap belokan yang terlewat. Apalagi kalau waktu peak hour yang kadang macetnya sudah menyaingi Kuala Lumpur atau Jakarta.
Nah, bagi yang males atau kurang mahir baca peta, penggunaan GPS bisa menjadi alternatif. Apalagi, kalau kita udah punya smartphone atau PDA, baik yang berbasis Windows Mobile maupun Symbian, kita tinggal beli GPS receiver yang di-pair ke handphone kita dengan menggunakan fasilitas bluetooth. Jadi tidak perlu beli GPS device yang harganya selangit itu. Karena saya sudah punya handphone Dopod 818 Pro yang berbasis Windows Mobile 5.0 (belum sempet upgrade ke 6.0 nih), saya memilih GPS 10x receiver merk Garmin yang memang merupakan market leader-nya di bidang GPS. Harganya S$190, saya beli di toko Perfect Watch di Sim Lim Square lantai 1. Kalau mau GPS receiver yang lebih murah, katanya sih merk Holux juga bagus. Salah satu model GPS receiver Holux yang popular adalah tipe M-1000, harganya S$129 dan bisa dibeli di East Gear. Walaupun demikian, model tersebut adalah model lama yang sekarang sudah digantikan oleh beberapa model baru seperti M-1200 dan M-241 yang juga berfungsi sebagai logger dan katanya harganya sekarang juga sudah semakin murah (saya belum sempet cek harganya). Jadi sebenarnya, kita hanya butuh biaya sekitar S$100-S$190 saja untuk menjadikan PDA kita sebagai alat navigasi GPS.
Setelah GPS receiver tersebut di-pair ke handphone kita dengan menggunakan bluetooth, baru kita install software untuk navigasi dan peta-nya. Karena saya menggunakan GPSr Garmin, saya memilih untuk menggunakan software Garmin Mobile XT yang bisa kita download (walaupun tidak secara utuh) di website-nya Garmin. Tadinya saya menggunakan software Garmin Que, tapi ternyata software ini kurang stabil dijalankan di PDA saya, sehingga saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Garmin Mobile XT.
Kalau software navigasi-nya pakai Garmin, maka peta-nya juga harus pake peta versi Garmin. Untungnya, peta versi Garmin ini banyak tersedia dan merupakan versi standar kebanyakan peta yang digunakan oleh pengguna GPS. Peta versi Garmin untuk wilayah Singapura (dan Malaysia) saya download secara gratis dari situs Malsingmaps. Bagi rekan-rekan yang membutuhkan peta Jawa, Bali dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, peta-nya juga bisa di-download secara gratis di situs Navigasi.Net. Selain versi Garmin, software navigasi dan peta lainnya yang cukup terkenal adalah versi Mapking. Tapi sayangnya software ini tidak gratis, kita harus membeli software Mapking-nya dulu walaupun peta-nya bisa kita dapatkan secara gratis.
Perlu diketahui bahwa software Garmin Mobile XT hanya bisa digunakan dengan GPS receiver merk Garmin. Kalau kita menggunakan GPS receiver merk lain (misalnya Holux), kita harus menggunakan software Garmin Que ditambah software GPSProxy supaya Que-nya bisa berkomunikasi dengan GPS receiver-nya. Nanti kalau sempat, saya akan tulis lebih detail mengenai step-by-step bagaimana saya melakukan instalasi Garmin Que dan Garmin Mobile XT beserta peta-nya ke PDA saya yang berbasis Windows Mobile. Saya banyak mendapatkan informasi berguna mengenai serba-serbi GPS dari situs wiki-nya Malsingmaps.
Jadilah, sekarang saya menggunakan GPS untuk bepergian keliling Singapura. Minggu lalu saya juga mencoba untuk menjajal GPS-nya ke Johor, Malaysia, dan ternyata peta yang saya dapat dari Malsingmaps cukup akurat dan bisa diandalkan.
Agregasi Blog: Perlukah Meminta Ijin Kepada Pemilik Blog? 29 February 2008
Posted by indra in : Teknis, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Opini, Blogging , 5 comments
Artikel Mbak Hany tentang aggregator (yang tanggal posting-nya masih dimundurkan beberapa hari, hehehe…) mengingatkan saya dengan wawancara saya dengan RSI Indonesia mengenai Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dalam wawancara tersebut, Fika memberikan pertanyaan yang cukup menarik:
Apakah kita perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum mengagregasikan blog-nya di situs agregasi yang kita kelola?
Saya waktu itu menjelaskan bahwa berdasarkan best practice para pengelola situs agregasi blog, kita tidak perlu meminta ijin kepada pemilik blog untuk mengagregasikan blog-nya ke situs agregasi yang kita kelola. Untuk kasus Planet Singapura, saya biasanya akan memberi tahu pemilik blog yang bersangkutan bahwa blog-nya saya masukkan ke daftar sindikasi, walaupun memang saya tidak minta ijin sebelumnya kalau blog-nya mau saya masukkan.
Salah seorang blogger senior Indonesia, Priyadi, juga mengatakan bahwa blog beliau saat ini diagregasi oleh sekitar selusin situs agregasi blog, dan hanya situs agregasi Merdeka yang meng-agregasi blog Priyadi atas permintaan beliau sendiri. Yang lainnya memasukkan blog beliau atas inisiatif pengelola situs agregasi itu sendiri, dan umumnya tanpa sepengetahuan beliau.
Walaupun demikian, saya mengerti bahwa ada beberapa blogger yang membuat blog-nya untuk konsumsi pribadi, atau mungkin hanya untuk konsumsi teman-teman dekatnya saja, dan untuk blog-blog seperti ini, biasanya saya akan meminta ijin dulu kepada pemilik blog, sebelum saya menambahkan blog-nya ke situs agregasi yang saya kelola.
Khusus untuk Planet Singapura, saya membuat disclaimer di halaman About Planet Singapura sebagai berikut:
From time to time, I might be adding new relevant interesting blogs to be syndicated here, upon my discretion. Please do not hesitate to contact me if you specifically do not want your blog to be syndicated here, and I shall remove it from the syndication list.
Alhamdulillah, hingga saat ini, saya belum pernah menerima komplain atau protes dari kontributor Planet Singapura yang ingin blog-nya dihapus dari daftar sindikasi. Yang pernah saya terima justru adalah beberapa e-mail dari blogger Indonesia di Singapura yang meminta blog-nya dimasukkan ke daftar kontributor Planet Singapura.
Biasanya, selama blog-nya memenuhi kriteria (blog milik blogger Indonesia yang tinggal di Singapura), akan langsung saya masukkan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa rekan blogger, situs agregasi justru membantu blog tersebut menjadi semakin ramai dikunjungi orang.
Back to the original question, bagaimana menurut pendapat Anda? Berdasarkan etika, apakah perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum blog-nya dimasukkan ke situs agregasi blog yang kita kelola?
Link terkait:
Tidak Bisa Mengakses BlogDetik (dan BlogSpot) 28 February 2008
Posted by indra in : Teknis, Blogging , 3 comments
Sejak tadi malam hingga pagi ini, saya tidak bisa mengakses blog saya di BlogDetik, entah kenapa. Padahal, saya baru saja memasukkan blog tersebut ke situs Planet Indra saya. Blog saya di Dagdigdug malah lebih stabil.
Saya tidak bisa melakukan ping ke server tersebut, dan bahkan tidak bisa mengakses server tersebut di port 80.
[indra@ns2 indra]$ ping indra.blogdetik.com
PING indra.blogdetik.com (202.158.66.212) from 202.157.131.245 : 56(84) bytes of data.
— indra.blogdetik.com ping statistics —
5 packets transmitted, 0 packets received, 100% packet loss
[indra@ns2 indra]$ telnet indra.blogdetik.com 80
Trying 202.158.66.212…
[indra@ns2 indra]$
Dan pagi ini, saya juga melihat bahwa blog-blog saya yang di-host di Blog*Spot juga down. Tapi paling tidak, ada pengumuman yang mengatakan bahwa server-nya lagi dalam perbaikan.
Oh well…
Kategori Tertentu untuk Agregasi 26 February 2008
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT, Opini, Blogging , 10 comments
Blog engine Wordpress memberikan fasilitas RSS feed untuk setiap kategori yang ada di blog kita. Sebagai contoh, kategori Teknis di blog Minda Indra saya mempunyai RSS feed tersendiri yang bisa diambil disini. Saya kurang tahu apakah fasilitas ini hanya untuk blog Wordpress dengan themes tertentu, atau berlaku untuk semua blog berbasis Wordpress, regardless of themes yang dipakai.
Situs agregator seperti Planet Singapura, Planet Terasi, Planet Blogger dan Rumah Blogfam memanfaatkan fasilitas RSS feed setiap blog untuk melakukan agregasi. Sehingga, secara teknis, dimungkinkan untuk mengagregasi kategori tertentu dalam sebuah blog, dengan menggunakan RSS feed dari kategori tersebut, dan bukan RSS feed seluruh blog.
Terkait dengan polemik antara Pak Budi Rahardjo, Adinoto dan Eep yang berlanjut dengan petisi yang meminta blog Pak Budi dikeluarkan dari situs agregat Planet Terasi, saya mengusulkan bagaimana kalau hanya kategori Teknologi Informasi dari blog Pak Budi yang diagregasikan ke Planet Terasi. RSS feed-nya bisa diambil disini.
Dengan demikian, tulisan-tulisan Pak Budi yang berkaitan dengan IT tetap dapat dinikmati oleh pembaca Planet Terasi, dan Pak Budi juga masih bisa bebas menulis topik-topik lain yang tidak berkaitan dengan IT di blog yang sama, dan tulisan-tulisan non-IT tersebut tidak akan muncul di Planet Terasi.
Setahu saya, Harry Sufehmi sudah melakukan hal ini. Beliau sudah membuat arrangement dengan Ronny Haryanto agar Planet Terasi hanya menampilkan artikel di kategori Teknoblogia-nya saja. Mungkin inhabitant Planet Terasi yang lain (termasuk saya) juga mau menyusul dan melakukan hal yang sama?
Gimana, mas Ronny?
PS. Tulisan ini terinspirasi oleh komentar Boy Avianto disini.
Link terkait:
- To Adinoto dan Eep
- Intimidasi Blog dan Multi Dimensi
- Soal Petisi Planet Terasi itu
- Bola Liar "To Adinoto dan Eep"
- Keluarkan Blogs Milik Budi Rahardjo dari Planet Terasi?
- Jawaban Untuk Bapak Budi Rahardjo
- Independensi Blog
- Petisi Pecas Ndahe
- Budi Rahardjo, Planet Terasi dan Petisi
Komentar Anonim Dengan URL Di Blogger 3 December 2007
Posted by indra in : Teknis, Opini, Kejadian Terbaru, Blogging , 9 comments
Entah kenapa, Google sekarang menerapkan aturan hanya user Google/Blogger yang bisa memberikan komentar dengan URL di blog-blog yang di-host di Blogspot. Walaupun kita tetap bisa menulis komentar dengan menggunakan nickname atau bahkan anonymous (tergantung setting si empu-nya blog), tetapi sekarang kita tidak bisa lagi meninggalkan jejak URL situs blog kita, kecuali kalau kita login ke Blogger atau Google pada saat memberikan komentar.
Saya kurang tahu alasan mereka meng-implementasi-kan kebijakan ini, yang pasti hal ini menyulitkan pembaca untuk mengisi komentar dan ingin meninggalkan jejak URL, kecuali kalau si pembaca juga adalah pengguna Blogger. Walaupun Google sekarang sedang menguji penggunaan OpenID sebagai identitas, saya merasa hal ini tidak akan cukup banyak membantu, mengingat penggunaan OpenID masih belum terlalu popular di kalangan blogger, apalagi di kalangan pembaca blog. Ingat, tidak semua pembaca blog adalah blogger. Bahkan, banyak diantara kita yang tidak menyadari kalau kita sebenarnya punya OpenID. Saya saja baru tahu kalau account Technorati dan Wordpress.com saya ternyata juga berfungsi sebagai OpenID, setelah berkunjung ke website-nya.

OK, paling tidak hal ini memudahkan pengguna Wordpress.Com seperti Dian untuk mengisi komentar, tapi bagaimana dengan user seperti saya yang mempunyai blog utama yang di-hosting sendiri? Masak harus pake account Technorati untuk meninggalkan jejak?
Semoga Google/Blogger bisa mempertimbangkan keputusan ini kembali, dan kalau bisa, revert back ke kebijakan sebelumnya. Boleh lah kalau mau mengimplementasikan penggunaan OpenID sebagai identitas untuk menulis komentar, tapi kan tidak harus menghilangkan penggunaan URL sebagai identitas.
A 7 November 2007
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT , add a comment
Yup, that’s right. Hanya satu huruf “A” saja yang muncul di sebagian artikel yang muncul di Planet Singapura. Dan saya lihat, artikel-artikel yang hanya memunculkan satu huruf “A” itu di-sindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com. Sebagai contoh, adalah artikel Pak JaF mengenai Pak Harto, Bush, Paus, Ratu Inggris dan iPod itu. Walaupun feed yang disindikasi menampilkan paling tidak paragraf pertama dari artikelnya, entah kenapa setelah diproses ama FeedWordPress yang keluar malah cuma satu huruf “A” itu saja.
Herannya, hanya artikel yang disindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com aja yang mengalami masalah ini. Blog-blog Wordpress lain yang di-hosting sendiri atau di provider lain (misalnya BlogSome) tidak mengalami masalah yang sama. Saya sendiri kurang tahu apakah ini masalah di FeedWordPress-nya atau di wordpress.com-nya. Tapi saya cek RSS feed yang disuplai sama wordpress.com valid kok.
Jadi inget dulu waktu Planet Singapura mengalami masalah yang mirip waktu Blogger upgrade ke New Blogger. Waktu itu, semua artikel dari blog yang di-host di Blogspot cuma ditampilkan judulnya aja. Pada waktu itu, masalahnya ternyata adalah incompatibility dari FeedWordPress dalam membaca feed Atom-nya New Blogger. Waktu itu masalah dituntaskan setelah saya upgrade FeedWordPress-nya Planet Singapura ke versi lebih baru.
Saya lihat pada waktu yang hampir bersamaan, Pak Budi juga mengalami masalah yang juga hampir mirip, walaupun dalam hal ini, bukan content-nya yang hilang, tapi judulnya yang berubah pada saat blog-nya di-agregasi di Planet Terasi. Tapi Planet Terasi menggunakan PlanetPlanet dan bukan FeedWordPress, jadi mungkin ini bukan masalah yang sama. Tapi kok waktunya hampir bersamaan, dan sama-sama berhubungan dengan blog yang di-host di wordpress.com.
Hmm.. mungkin sudah waktunya untuk saya meng-upgrade FeedWordPress di Planet Singapura ke versi terbaru?
Perpanjangan Domain or.id Berhasil 20 July 2007
Posted by indra in : Teknis, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 5 comments
Alhamdulillah, akhirnya perpanjangan domain or.id saya disetujui oleh tim PANDI. Saya menerima e-mail dari tim domain .ID PANDI yang memberitahukan bahwa permohonan untuk pembaharuan domain saya sudah disetujui, pada hari Senin, 16 Juli 2007 kemarin, 6 hari setelah saya melakukan pembayaran. Dua hari kemudian, pada hari Rabu, 18 Juli 2007, saya menerima e-mail dari bagian pembayaran PANDI yang memberitahukan bahwa pembayaran yang saya lakukan sudah diterima.
Saya baru saja cek ke portal registrasi domain .ID yang beralamat di https://register.net.id/, dan nama domain saya sudah diperbaharui dan berlaku hingga tanggal 1 Juli 2008 tahun depan.
Menjawab komentar Ken Reidy disini, berdasarkan informasi prosedur perpanjangan di website PANDI, peraturan yang mengkhususkan domain or.id untuk organisasi hanya berlaku untuk pendaftaran baru. Perpanjangan domain or.id lama bisa dilakukan tanpa harus menyertakan akte notaris atau syarat-syarat lain yang diterapkan untuk pendaftaran baru domain or.id.
Bagi rekan-rekan yang belum menerima e-mail dari PANDI, silahkan bersabar dan jangan terburu-buru untuk melakukan pembayaran. Toh batas waktunya masih lama (30 September 2007 untuk domain or.id).
Selamat memperbaharui domain-domain Anda.





