Komentar Anonim Dengan URL Di Blogger 3 December 2007
Posted by indra in : Teknis, Opini, Kejadian Terbaru, Blogging , 9 comments
Entah kenapa, Google sekarang menerapkan aturan hanya user Google/Blogger yang bisa memberikan komentar dengan URL di blog-blog yang di-host di Blogspot. Walaupun kita tetap bisa menulis komentar dengan menggunakan nickname atau bahkan anonymous (tergantung setting si empu-nya blog), tetapi sekarang kita tidak bisa lagi meninggalkan jejak URL situs blog kita, kecuali kalau kita login ke Blogger atau Google pada saat memberikan komentar.
Saya kurang tahu alasan mereka meng-implementasi-kan kebijakan ini, yang pasti hal ini menyulitkan pembaca untuk mengisi komentar dan ingin meninggalkan jejak URL, kecuali kalau si pembaca juga adalah pengguna Blogger. Walaupun Google sekarang sedang menguji penggunaan OpenID sebagai identitas, saya merasa hal ini tidak akan cukup banyak membantu, mengingat penggunaan OpenID masih belum terlalu popular di kalangan blogger, apalagi di kalangan pembaca blog. Ingat, tidak semua pembaca blog adalah blogger. Bahkan, banyak diantara kita yang tidak menyadari kalau kita sebenarnya punya OpenID. Saya saja baru tahu kalau account Technorati dan Wordpress.com saya ternyata juga berfungsi sebagai OpenID, setelah berkunjung ke website-nya.

OK, paling tidak hal ini memudahkan pengguna Wordpress.Com seperti Dian untuk mengisi komentar, tapi bagaimana dengan user seperti saya yang mempunyai blog utama yang di-hosting sendiri? Masak harus pake account Technorati untuk meninggalkan jejak?
Semoga Google/Blogger bisa mempertimbangkan keputusan ini kembali, dan kalau bisa, revert back ke kebijakan sebelumnya. Boleh lah kalau mau mengimplementasikan penggunaan OpenID sebagai identitas untuk menulis komentar, tapi kan tidak harus menghilangkan penggunaan URL sebagai identitas.
Budget Airline Segera Terbangi Jalur Singapura-KL 27 November 2007
Posted by indra in : Jalan-jalan, Opini, Informasi , 4 comments
Kabar baik untuk para budget traveller, budget airline akan segera diberikan "jatah" untuk menerbangi salah satu jalur penerbangan termahal di Asia: Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya. Di tahap awal implementasi kebijakan ini mulai tanggal 1 Februari 2008, jatah untuk budget airline ini akan dibatasi dulu, maksimal empat penerbangan per hari-nya, dua penerbangan untuk budget airline Singapura dan dua penerbangan untuk budget airline Malaysia. Namun, setelah bulan Desember 2008, tidak akan ada lagi pembatasan, mengingat mulai bulan tersebut, jalur penerbangan antar ibukota ASEAN akan dibuka dan tidak akan lagi dibatasi.
Hingga saat ini, jalur penerbangan Singapura-Kuala Lumpur dimonopoli oleh maskapai penerbangan nasional Singapura dan Malaysia, Singapore Airlines dan Malaysia Airlines. Karena monopoli tersebut, harga tiket Singapura-Kuala Lumpur tidak pernah murah, minimum sekitar S$400 pulang pergi, padahal penerbangan jarak pendek ini hanya memakan waktu sekitar 50 menit. Bandingkan dengan harga tiket Singapura-Jakarta yang bisa turun drastis ke sekitar S$200 pulang pergi. Dengan masuknya budget airlines di jalur ini, diharapkan kompetisi akan meningkat dan harga tiket akan menurun.
Saya memperkirakan AirAsia, budget airline terkemuka di Malaysia, akan mendapatkan jatah dua penerbangan tersebut, sedangkan dari Singapura, mungkin Tiger Airways atau JetStar yang akan menerbangi jalur ini.
Mari kita lihat nanti, sampai sejauh mana harga tiket pesawat Singapura-Kuala Lumpur bisa turun. Saya memperkirakan harganya tetap tidak akan bisa menyaingi harga tiket coach (bus) dari Singapura ke Kuala Lumpur, yang harganya untuk one-way hanya sekitar S$20 untuk bus AC biasa, dan S$50 untuk bus SVIP yang lebih mewah dan nyaman. Dengan adanya jalan tol Utara-Selatan di Malaysia, perjalanan bus dari Singapura ke Kuala Lumpur hanya memakan waktu 4-5 jam saja. Sehingga, perbedaan antara naik bus dengan naik pesawat sebenarnya tidak terlalu jauh, apalagi kalau dihitung waktu kita untuk check-in di bandara dan menunggu keberangkatan pesawat. Satu lagi, bandara internasional Kuala Lumpur (KLIA) juga terletak cukup jauh dari pusat bandar KL, sekitar 1 jam naik taksi dan mungkin lebih kalau naik bus. Jadi mungkin, bagi para backpacker, perjalanan dengan menggunakan bus masih lebih diminati.
Picture courtesy of Wikipedia.
Kuantitas Dan Kualitas 24 November 2007
Posted by indra in : Opini, Blogging , 1 comment so far
Tertarik juga untuk membahas soal ini setelah membaca artikel-nya Pak Budi Rahardjo disini. Menurut beliau, salah satu kunci kesuksesan sebuah blog adalah dengan menulis setiap hari. Jadi kalau diterjemahkan ke teori (menurut beliau), kuantitas dahulu, kualitas belakangan. Menarik sekali.
Saya sendiri adalah salah satu pembaca setia blog-nya Pak Budi, walaupun tentu saja tidak setiap artikel saya komentari. Dan terus terang, saya memang sangat kagum dengan semangat dan passion beliau dalam nge-blog. Hampir setiap hari pasti saja ada artikel dari beliau. Bisa dilihat dari RSS feed-nya Planet Terasi yang juga saya langgani, pasti ada saja artikel dari beliau. Dan, believe it or not, hampir semua artikelnya bisa dibilang “berkualitas”, paling tidak menurut saya.
Padahal, beliau adalah orang yang tingkat kesibukannya cukup tinggi. Dari membaca artikel-artikelnya saja, kita bisa tahu kalau Pak Budi adalah orang yang super sibuk, mulai dari kesibukan dalam mengelola perusahannya sampai kesibukan dalam memberikan presentasi dalam banyak acara seminar dalam kapasitas-nya sebagai seorang pakar TI Indonesia. Namun, ternyata beliau masih mempunyai waktu untuk nge-blog, dengan frekuensi blogging yang cukup tinggi (hampir setiap hari) dengan artikel-artikel yang berkualitas. Saya menyimpulkan bahwa Pak Budi adalah orang yang mampu me-manage waktu (time management) dengan sangat baik.
Teori “kuantitas dulu, baru kualitas” ini, apakah bertentangan dengan teori “masa depan blog ada di content“-nya Pak Budi Putra? Menurut saya, tidak juga. Karena Pak Budi Putra juga sebenarnya menyarankan untuk sering menulis, keep on blogging, dalam salah satu tips-nya untuk nge-blog. Dan, dengan semakin sering menulis, kita akan terlatih untuk terus menulis content yang berkualitas. Dan ini yang dilakukan oleh Pak Budi Rahardjo. Beliau mempunyai passion dalam nge-blog, dan di sela-sela kesibukannya, beliau masih bisa menyempatkan diri untuk nge-blog hampir setiap hari. Pada akhirnya, karena terlatih untuk sering menulis, beliau akhirnya bisa mencapai dua-duanya: kuantitas *dan* kualitas.
Saya sendiri masih belum bisa (dan mungkin tidak akan pernah bisa?) seperti beliau. Salah satu alasannya mungkin karena saya tidak mempunyai “that amount of passion” untuk nge-blog sesering dan sekualitas beliau. Walaupun demikian, saran saya bagi rekan-rekan blogger, terutama blogger-blogger pemula yang ingin sukses nge-blog, contohlah beliau. Beliau bisa dijadikan panutan bagi rekan-rekan lain yang ingin sukses nge-blog. Good luck.
Mana Yang Lebih Sulit… 4 November 2007
Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai, Quicklinks , 3 comments
…menyetrika atau jadi CCIE?
Menurut Himawan, salah seorang CCIE asal Indonesia yang sekarang bekerja di Cisco Systems Singapura:
“Dan ternyata nyetrika itu jauh lebih sulit ketimbang belajar CCIE.“
Saya sendiri boro-boro pernah belajar CCIE, merencanakan untuk ambil CCIE aja hanya tinggal rencana, dari dulu… tidak pernah kesampaian. Walaupun demikian, I can’t agree more with what he said…
Dari dulu ampe sekarang, ngga pernah kalo yang namanya nyetrika itu bisa bikin pakaian licin. Kalau saya disuruh nyetrika pakaian, hasilnya malah bisa jadi kebalikannya, membuat pakaian semakin kusut.
Berbahagialah bagi mereka yang dikaruniai kemampuan bisa menyetrika pakaian oleh Tuhan Yang Maha Esa…
*Pictures courtesy of Wikipedia and Cisco website.
Lee Kuan Yew: Hubungan Indonesia-Singapura Tetap Baik 29 July 2007
Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 1 comment so far

Photo courtesy of ChannelNewsAsia.
Wrapping-up kunjungan kenegaraan selama enam hari ke Indonesia, Minister Mentor Singapura, Lee Kuan Yew, mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura tetap baik. Walaupun sering “tersandung” beberapa aral halangan, seperti masalah ratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan, menurut MM Lee, halangan ini lebih disebabkan oleh “panggung sandiwara” politik di Indonesia, dan bukan karena ketidaksepakatan antara pemerintah Singapura dengan pemerintah Indonesia.
Menurut beliau, yang jadi masalah disini bukan pemerintah Singapura vs pemerintah Indonesia, tapi pemerintah Indonesia vs DPR. Lembaga parlemen Indonesia ini memang sering “berbenturan” dengan pemerintah, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terutama, mengingat Pemilu 2009 yang sudah semakin dekat. Jadi, menurut MM Lee, ketidaksetujuan DPR meratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan itu adalah sebagian dari upaya untuk menjatuhkan presiden dan pemerintah. Proses politik internal di Indonesia itu yang dianggap MM Lee sebagai “panggung sandiwara”. Jadi inget lagunya God Bless, hahaha…
Well, kita bisa saja setuju, ataupun tidak setuju dengan pernyataan MM Lee tersebut. Tapi, paling tidak saya sependapat bahwa, seperti yang sudah saya tulis sebagai komentar di artikel Yati disini, keberadaan lembaga legislatif tersebut di Indonesia lebih banyak mudharat-nya dibandingkan manfaatnya.
Problem Asap Kembali Lagi? 3 July 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Opini, Kejadian Terbaru , 1 comment so far
(Photo courtesy of ChannelNewsAsia)
Saya baru saja membaca artikel di Channel NewsAsia bahwa kualitas udara di Malaysia sekarang sudah mulai memburuk, karena pembakaran hutan di Sumatra, Indonesia. Katanya, sudah ada sekitar 200 titik api di Sumatra saat ini, dan arah angin menerbangkan asapnya ke Malaysia.
Walah. Mudah-mudahan kejadian buruk yang memalukan Indonesia tahun lalu tidak akan terulang lagi tahun ini. Bukankah bulan Juni lalu, sudah ada pertemuan menteri-menteri ASEAN yang membahas masalah ini? Pada waktu itu, Indonesia memasang target untuk mengurangi pembakaran hutan yang menyebabkan asap tersebut sampai setengahnya. Yah, mudah-mudahan saja target tersebut bisa tercapai.
Sementara ini sih, asapnya belum sampai ke Singapura, dan kondisi udara di Singapura saat ini masih normal. Mudah-mudahan kondisinya tidak akan separah tahun lalu. Mari kita berharap semoga pemerintah Indonesia bisa segera melakukan tindakan untuk mencegah pembakaran hutan di Sumatra dan daerah lain di Indonesia menjadi semakin meluas.
Lucunya, menurut sebuah penelitian akademis disini, datangnya asap tersebut ternyata tidak hanya merugikan, tapi juga menguntungkan. Katanya, asap tersebut bisa menahan panas matahari dan bisa mencegah suhu udara yang sangat panas menyengat Singapura. Tentu saja, “keuntungan” tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, terutama kerugian utama bagi kesehatan kita: problem pernafasan.
Windows Live Writer 30 June 2007
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT, Opini , 2 comments
Membaca artikel saya mengenai w.bloggar, Isman bertanya apakah ada solusi untuk incompatibility problem antara w.bloggar dengan Blogger Baru. Memang, versi terbaru dari w.bloggar adalah tertanggal 21 Maret 2006, jauh sebelum New Blogger dirilis dan dikeluarkan dari versi Beta. Dan kayaknya, tidak (belum?) ada rencana dari pembuat w.bloggar untuk membuat blogging editor tool tersebut bisa compatible dengan New Blogger.
Waktu itu, saya sempat googling untuk mencari alternatif atau workaround untuk problem tersebut, dan menemukan jawabannya disini. Jadi, bagi pengguna New Blogger yang masih tetap ingin menggunakan w.bloggar untuk nge-blog, bisa mengikuti petunjuk di URL tersebut.
Namun sekarang, terus terang, saya sudah meninggalkan w.bloggar dan telah pindah ke lain hati.
“Kepindahan” ini dimulai sejak saya membaca tulisan (lagi-lagi) MCA mengenai Windows Live Writer disini. Walaupun WLW masih dalam versi Beta, namun blogging editor tool software ini benar-benar cocok untuk saya. Konfigurasinya sangat mudah karena ada fungsi auto-detect, dan berfungsi dengan sempurna, baik untuk blog saya yang berbasis Blogger maupun Wordpress.
Jadi, bagi rekan-rekan yang sudah menggunakan w.bloggar untuk blogging editor-nya, saya sarankan untuk mencoba menggunakan Windows Live Writer. Dan yang paling penting, software tersebut (masih) gratis, dan mudah-mudahan akan terus gratis.
Prihatin dengan Situasi di Palestina 15 June 2007
Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 16 comments
Benar-benar sangat prihatin dengan situasi di Palestina saat ini, terutama di Jalur Gaza (Gaza Strip). Perang saudara (civil war) antara group Palestina yang radikal, Hamas, dengan group Palestina yang lebih moderat, Fatah, benar-benar merugikan rakyat Palestina sendiri, terutama warga sipil di Jalur Gaza yang banyak menjadi korban perang saudara tersebut. Perang saudara ini juga membuat impian rakyat Palestina untuk merdeka dan mempunyai negara Palestina sendiri yang berdaulat, menjadi semakin jauh. Bagaimana mungkin rakyat Palestina bisa memperjuangkan kemerdekaan mereka, jika mereka malah sibuk perang dengan saudara mereka sendiri?
Menurut kabar terakhir dari ChannelNewsAsia, Hamas berhasil merebut Jalur Gaza secara penuh dari kontrol Fatah pada hari Jum’at (15/1) pagi ini, setelah malam sebelumnya, markas Fatah terbesar di Gaza jatuh ke tangan Hamas. Takeover tersebut secara efektif memecah territory Palestina menjadi dua bagian yang dikuasai fraksi yang berbeda di Palestina: Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas, dan Tepi Barat (West Bank) yang tetap dikuasai oleh Fatah. Sebanyak 113 orang warga Palestina, baik dari pihak Fatah, pihak Hamas maupun warga sipil, tewas terbunuh dalam perang saudara antara Hamas dan Fatah yang berlangsung kurang dari seminggu itu.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, akhirnya memutuskan untuk membubarkan pemerintah gabungan Fatah-Hamas yang baru berumur tiga bulan, dan mendeklarasikan status emergency di Jalur Gaza dan West Bank. Sayang sekali, padahal tadinya diharapkan pemerintah gabungan Fatah-Hamas tersebut bisa “menyatukan” dua fraksi Fatah (yang lebih moderat) dan Hamas (yang lebih radikal) untuk bisa membangun sebuah “kekuatan baru” yang bisa lebih memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina untuk bisa mendapatkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, yang terlepas sepenuhnya dari “kuku” Israel. Sayangnya, kelihatannya mimpi itu akan tetap jauh dari kenyataan.
Mengapa rakyat Palestina mudah sekali untuk diadu domba? Bukankah semua “energi” (dan tumpahan darah) yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak (Fatah dan Hamas) untuk saling berperang tersebut lebih baik disalurkan untuk memperjuangkan terus kemerdekaan penuh Palestina? Tanya kenapa.
Saya melihat, Fatah, sebagai fraksi yang lebih moderat dan lebih toleran, lebih berkemampuan untuk menciptakan situasi perdamaian di Palestina. Platform Hamas yang radikal, penuh dengan aksi-aksi teror dan tidak pernah mau damai, sangat tidak membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan. Namun, ternyata banyak warga Palestina yang lebih memilih Hamas dibandingkan Fatah dalam pemilihan umum legislatif di Palestina awal tahun lalu, dan mungkin situasi sekarang ini adalah akibat yang ditimbulkannya.
PS. Saya mencoba posting artikel ini dengan menggunakan Windows Live Writer (WLW), setelah membaca artikel MCA mengenai WLW disini.
100% Bebas Asap Rokok 31 May 2007
Posted by indra in : Pengumuman, Opini , 4 comments

Kepada: pengelola tempat-tempat umum
Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.
Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.
Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.
Tertanda,
Indra Pramana
Link terkait:
- Ajakan untuk Mengikuti ‘Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2007′ dari Priyadi
- World No Tobacco Day 2007 di WHO
- WHO: Introduction: rigorous research leaves no doubt
- WHO: 100% smoke-free is the only answer
- WHO: Call for action
- WHO: Dismantling tobacco industry myths: be prepared with answers
- WHO: Not yet smoke-free? Here is what you can do…
- World No Tobacco Day di Wikipedia
- Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006, artikel tahun lalu di Minda Indra
- Tobacco: Deadly in Any Form, artikel tahun lalu di Info
- Priyadi: Aksi tahun lalu: ajakan, aksi, dan hasilnya
Gerakan “Jangan Komen di Blog Seleb” Tidak Berhasil? 21 December 2006
Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai , 20 comments
Hmm… kayaknya gerakan Jangan Komen di Blog Seleb yang “diprakarsai” (baca: “dikompori”) oleh Andry ternyata tidak berhasil ya?
Tentu saja, regardless apakah ini cuma bercanda atau bukan.
Buktinya, posting Priyadi (yang notabene adalah salah satu seleb blog Indonesia) mengenai topik ini tetap mendapatkan 122 komentar (pada saat artikel ini ditulis). Padahal saya sendiri belum naro komentar disana lho.
Saya sendiri adalah salah satu “korban” yang tadinya menyangka gerakan ini adalah gerakan beneran, dan bukan cuma bercanda. Udah siap-siap mau ngeluarin jurus-jurus bantahan dengan opini seperti “para seleb blog itu menjadi seleb karena kualitas tulisannya”, dan lain-lain. Ah, mungkin karena saya tidak tahu kalau para warga kampung Gajah memang suka serius dalam bercanda.





