Bernostalgia Bersama Boyke Bader 19 February 2008
Posted by indra in : Obrolan Santai, Blogging , 1 comment so far
Satu lagi, tokoh lama BemoNet yang mulai nge-blog. Boyke Bader akhirnya memutuskan untuk mulai nge-blog, walaupun beliau masih belum bisa membedakan antara situs personal dan blog, dan masih menganggap bahwa blog adalah sebuah media narsisistik.
Saya sendiri kenal Boyke sejak kami sama-sama mengambil S1 di Universitas (dulu STMIK) Gunadarma, hampir dua dekade yang lalu. Beliau-lah yang memperkenalkan saya ke dunia BBS, BemoNet, dan kemudian, Internet. Beliau-lah yang ngomporin saya untuk membeli modem Dynalink yang pada saat itu masih berkecepatan 14.4 Kbps saja. Setelah mencoba beberapa program dial-up terminal host untuk saling men-dial, perjalanan online saya dimulai ketika Boyke memperkenalkan saya ke dunia Bulletin Board System (BBS).
Keterangan foto: Boyke dan istrinya, Dety, ketika mengunjungi rumah kami di Singapura dalam acara Hari Raya Open House tahun 2006 yang lalu.
Dari daftar nomor telepon BBS yang diberikan oleh Boyke, beberapa BBS yang sempat menjadi langganan saya pada saat itu diantaranya adalah Thunder BBS milik Leonardus Leonardi (karena lokasinya yang dekat dengan rumah saya di Cinere, dengan nomor telepon yang sama-sama berkepala 754), Hang Tuah Online milik Pak Mujaya Hertadi, Ganesha BBS milik Heryudi Ganesha, putra Pak Mujaya yang masih es-em-pe (pada saat itu), dan last but not least, BBS Pusdata (Deperin).
Sistem komunikasi e-mail antar BBS yang ternyata saling terhubung melalui jaringan BemoNet memperkenalkan saya lebih lanjut ke komunitas jaringan e-mail ala FidoNet terbesar di Indonesia tersebut. Disanalah saya berkenalan dengan banyak rekan-rekan BemoNet seperti T.A. Coen, Harry Sufehmi, Donny Hariady, si kembar Gunawan dan Kukuh T. Wicaksono dan kakak mereka Enggar Dwipeni, dan masih banyak lagi rekan-rekan lain yang daftar namanya sempat saya kumpulkan disini.
Boyke juga lah yang memperkenalkan saya ke dunia Internet. Ketika RADNET memberikan akses ujicoba Internet gratis, saya mendaftar atas rekomendasi beliau. Beliau juga sempat mengajarkan saya cara menggunakan Eudora untuk e-mail, dan Netscape Navigator untuk web browsing. Ketika beliau ditawari kerja di RADNET sebagai web developer, beliau juga mengajak saya untuk turut serta.
Kompor lain dari beliau yang saya hampir akan ikuti adalah mengambil S2 di Inggris. Sayangnya, krisis ekonomi yang melanda Indonesia (dan dunia) pada tahun 1997 dan membuat nilai rupiah menjadi tidak berharga (apalagi kalau harus dihadapkan dengan poundsterling) menggagalkan rencana saya mengikuti beliau melanjutkan studi ke Inggris. Akhirnya saya memilih untuk melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, dan setelah lulus, saya pun "terdampar" di Singapura ini.
Ah, yang namanya bernostalgia itu memang nikmat, ya…
Selamat datang di dunia blogosphere Indonesia, Boy. Semoga betah.
Link terkait:
- Boyke Bader Brillianto
- Boyke.com, artikel dari Harry Sufehmi
Wawancara RSI - Blog Bicara: Mengulas Blog JaF 7 February 2008
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan Santai, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 4 comments
Beberapa hari yang lalu, di sela-sela kesibukan di kantor, saya menerima telepon dari Efika Rosemary (Fika), salah satu penyiar Radio Singapore International (RSI) siaran bahasa Indonesia yang juga adalah rekan kerja dari JaF aka mas Rane. Kebetulan RSI Indonesia menyiarkan program baru yang dinamakan Blog Bicara, program mingguan yang membahas tentang blog dan blogging. Blog pertama yang diulas dalam program tersebut adalah blog Just Another Fool-nya mas Rane, jadilah dalam program ini, Fika mewawancarai mas Rane (penyiar mewawancarai penyiar lain).
Nah, kebetulan dalam program ini, saya diminta komentar singkat mengenai blog-nya JaF. Komentar yang cukup singkat, paling cuma 1-2 menit. Saya pikir selain dari saya, akan ada juga komentar dari rekan-rekan lain mengenai blog-nya JaF ini, ternyata hanya komentar saya (saja) yang dimasukkan.
Merasa tersanjung juga karena mas Rane menyebutkan blog saya sebagai salah satu blog favoritnya, walaupun sayangnya URL yang diberikan merujuk ke alamat blog saya yang tidak pernah saya pergunakan. Blog-blog lain yang menjadi favorit mas Rane adalah blog-nya Pak Budi Rahardjo, Priyadi, Budi Putra dan Paman Tyo.
Program acara tersebut telah disiarkan oleh RSI Indonesia pada hari Rabu (6 Februari 2008) kemarin, pada jam 21:35 waktu Singapura, atau jam 20:35 WIB. Jangan khawatir ketinggalan, podcast rekaman program acara tersebut bisa didengarkan dan di-download di link berikut:
http://indrapr.multiply.com/music/item/1
Aslinya diambil dari sini:
http://www.podcast.sg/rsi_indon/blogbicara/n080206_bb_jaf.mp3
Berikut adalah komentar saya mengenai blog JaF yang "ditayangkan" di program tersebut:
1. Beliau adalah sama-sama blogger Indonesia yang berbasis di Singapura;
2. Informasi yang menarik dan mengangkat topik-topik yang sedang hit, sebagai contoh adalah "kasus" Hady Mirza yang menjuarai Asian Idol;
3. Informasi tentang Singapura-nya juga cukup menarik dan bermanfaat; dan
4. Gaya bahasa yang asyik dibaca dan "renyah". *emangnya kue*
Untuk lebih jelasnya, silahkan dengarkan podcast-nya dengan meng-klik hyperlink diatas.
Link terkait:
Tidak Sempat Lagi Jawab Pertanyaan di Komentar 5 December 2007
Posted by indra in : Obrolan Santai, Blogging , 5 comments
Bagi rekan-rekan yang sering mengunjungi blog Minda Indra ini, terutama yang sering "nyasar" ke artikel-artikel populer seperti penginapan murah di Singapura, sewa apartemen di Singapura dan tips dan trick ke Singapura lewat Batam bagian pertama dan kedua (biasanya karena searching lewat Google), mungkin Anda melihat bahwa saya sudah lama tidak lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para pembaca blog ini, terutama pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan perjalanan ke Singapura.
Bukannya saya malas
, tapi saya benar-benar tidak mempunyai banyak waktu untuk menjawab pertanyaan rekan-rekan satu persatu. Jangankan untuk menjawab komentar, untuk blogging dan blogwalking saja kadang tidak sempat. Yah, biasanya saya suka sengaja menyiapkan waktu setengah jam hingga satu jam di kantor sebelum pulang ke rumah untuk keperluan blogging, tapi mengingat tingkat kesibukan yang cukup tinggi di kantor, kadang waktu itupun tidak sempat saya manfaatkan.
Jadi, mohon maaf bagi rekan-rekan yang sudah memberikan pertanyaan lewat komentar di beberapa artikel saya tapi belum saya jawab. Untuk pertanyaan yang sering diajukan dan bersifat umum, saya akan mencoba menjawabnya dengan menulis artikel baru, sehingga orang lain pun bisa mendapatkan manfaat dari artikel tersebut. Saya juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan seperti Divanka, Aritra dan Pak Ist yang ikut membantu menjawab pertanyaan rekan-rekan lain yang tidak sempat saya jawab, sehingga membuat kolom komentar di blog saya tersebut sebagai sebuah forum komunikasi yang bisa membantu rekan lain dalam mendapatkan informasi. Sekali lagi, terima kasih banyak dengan semangat sharing-nya.
Amazing Race Asia 2 23 November 2007
Posted by indra in : Obrolan Santai, Kejadian Terbaru, Informasi , 6 comments
Tadi malam, saya menonton episode pertama dari seri Amazing Race Asia 2 di AXN Asia. Ini adalah season kedua dari seri Amazing Race 2, salah satu acara reality show favorit saya, setelah sesi pertama-nya tahun lalu. Di season kedua ini, lombanya dimulai di Singapura, tepatnya di dekat Raffles Landing Site yang mana saya dan anak-anak baru saja jalan-jalan kesana minggu lalu (walaupun tentu saja, shooting acara tersebut tentu berlangsung jauh-jauh hari sebelumnya, mungkin awal tahun ini?). Dari sana, para peserta lomba menuju ke patung Merlion di Mount Faber. Terus terang, saya aja baru tahu kalau patung Merlion juga ada di Mount Faber.
Kirain, patung Merlion itu cuma ada di Merlion Park dan Sentosa saja…
Seperti season sebelumnya, untuk season ini ada sepuluh tim yang akan berlomba untuk memenangkan hadiah US$100,000 (seratus ribu dollar AS), atau sekitar S$144,000, atau hampir sekitar satu milyar rupiah! Wow. Seperti halnya Mardy dan Marsio di season tahun lalu, ada satu tim yang mewakili Indonesia untuk season tahun ini, model dan aktris Kinaryosih bersama partner-nya, Brett. Di episode pertama yang saya tonton tadi malam, mereka ternyata bisa mencapai urutan keempat, not bad, for a start.
Selain itu, juga ada salah satu peserta tuna rungu dari Singapura, Adrian, yang menjadikan dia sebagai peserta tuna rungu pertama dalam sejarah Amazing Race.
Dari Singapura, para peserta terbang ke Manila, Filipina, yang menjadi tempat pitstop di leg pertama tersebut. Saya kurang tahu apakah mereka akan mampir ke Indonesia di season kedua ini, mengingat di season pertama tahun lalu, mereka sudah mampir ke Indonesia, Jakarta dan Bali, tepatnya, selama dua episode. Semoga di season kedua ini, mereka juga akan mampir lagi ke Indonesia, dan kalau bisa, ke daerah lain di Indonesia (selain Jakarta dan Bali), supaya semakin banyak daerah pariwisata di Indonesia yang ter-ekspose ke mata dunia.
Jadi, mulai minggu depan, akan ada dua acara yang akan selalu saya nantikan di televisi. Yang pertama, sudah jelas, adalah acara Amazing Race Asia 2 yang disiarkan oleh AXN Asia setiap hari Kamis jam 9 malam waktu Singapura, dan yang kedua, adalah acara Amazing Race 12 yang disiarkan oleh Channel 5 setiap hari Rabu jam 11 malam waktu Singapura.
All pictures courtesy of AXN Asia.
Mana Yang Lebih Sulit… 4 November 2007
Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai, Quicklinks , 2 comments
…menyetrika atau jadi CCIE?
Menurut Himawan, salah seorang CCIE asal Indonesia yang sekarang bekerja di Cisco Systems Singapura:
“Dan ternyata nyetrika itu jauh lebih sulit ketimbang belajar CCIE.“
Saya sendiri boro-boro pernah belajar CCIE, merencanakan untuk ambil CCIE aja hanya tinggal rencana, dari dulu… tidak pernah kesampaian. Walaupun demikian, I can’t agree more with what he said…
Dari dulu ampe sekarang, ngga pernah kalo yang namanya nyetrika itu bisa bikin pakaian licin. Kalau saya disuruh nyetrika pakaian, hasilnya malah bisa jadi kebalikannya, membuat pakaian semakin kusut.
Berbahagialah bagi mereka yang dikaruniai kemampuan bisa menyetrika pakaian oleh Tuhan Yang Maha Esa…
*Pictures courtesy of Wikipedia and Cisco website.
Milis Planet Singapura 5 October 2007
Posted by indra in : Pengumuman, Komunitas Singapura, Obrolan Santai , 4 comments
Akhirnya, saya membuat sebuah mailing list untuk komunitas Planet Singapura.
Keputusan saya untuk membuat milis ini di-trigger oleh undangan kepada komunitas blogger Indonesia di Singapura untuk mengirimkan perwakilannya ke acara Pesta Blogger 2007. Undangan tersebut saya terima dari Enda melalui e-mail, mungkin dengan asumsi bahwa saya adalah pengelola Planet Singapura, aggregator blog para blogger Indonesia di Singapura. Namun, apakah Planet Singapura sendiri adalah sebuah komunitas?
Sebelum milis ini dibuat, kayaknya belum.
Seperti halnya Planet Terasi atau Planet Blogger, Planet Singapura tadinya hanya merupakan sebuah blog aggregator saja. Tidak ada interaksi yang aktif antar sesama blogger, melalu milis ataupun media lainnya, berbeda dengan Merdeka yang (katanya) mempunyai media milis internal untuk komunikasi antar member, atau Rumah Blogfam yang mempunyai media forum Blogfam sebagai media komunikasi para member Blogfam.
Nah, dengan adanya milis ini, saya berharap rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura, terutama kontributor Planet Singapura, bisa saling berinteraksi dan berkomunikasi mengenai anything about blogging. Selain itu, milis ini juga dapat digunakan oleh para kontributor Planet Singapura untuk memberikan saran, masukan, kritik dan feedback yang membangun untuk Planet Singapura, sebagai bahan acuan bagi saya untuk bisa lebih mengembangkan Planet Singapura menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Saat ini, beberapa blogger senior Indonesia di Singapura yang juga merupakan “pentolan” Planet Singapura sudah saya undang dan sudah bergabung di milis tersebut. Saya belum sempat mengundang semuanya karena saya tidak mempunyai alamat e-mail dari beberapa rekan blogger kontributor Planet Singapura, walaupun saya tahu alamat blog-nya.
Bagi rekan-rekan blogger yang merasa blog-nya di-sindikasi di Planet Singapura tapi belum bergabung ke milisnya, silahkan bergabung.
Alamat e-mail untuk subscribe: planet-sg-subscribe@yahoogroups.com
Alamat e-mail untuk mengirimkan e-mail ke milis: planet-sg@yahoogroups.com
Web interface: http://groups.yahoo.com/group/planet-sg/
Fajri sempet berkomentar, hari gini masih pake Yahoo! Groups.
Harap maklum, beliau adalah juga “pentolan” ID-Gmail yang merupakan penggemar setia Google Groups. Saya sendiri lebih memilih menggunakan Yahoo! Groups karena sudah lebih familiar dengan interface-nya.
IndraPr 25 August 2007
Posted by indra in : Obrolan IT, Obrolan Santai , 5 comments
Ikut-ikutan Koen dan Pak Budi, saya juga ingin sedikit cerita mengenai nickname yang sudah lama saya gunakan, IndraPr atau indrapr. Cerita ini dimulai pada sekitar awal tahun 1995 (atau akhir tahun 1994?), pada waktu itu lagi awal booming Internet di Indonesia dan unfortunately juga adalah menjelang akhirnya era BBS di Indonesia. Pada waktu itu, diskusi mengenai Internet lagi hangat dibahas di forum BemoNet, komunitas BBS terbesar di Indonesia saat itu. Salah seorang rekan Bemonetter, Boyke Bader, merekomendasikan RADNET (Rahajasa Media Internet) sebagai salah satu penyedia jasa Internet (ISP) yang baru dibuka dan memberikan free trial untuk jasa koneksi Internet dengan menggunakan dial-up.
Pada saat itu, saya mencoba register dengan nama account indra@rad.net.id tapi ternyata account tersebut sudah ada yang punya. Jadi terpaksa-lah (walaupun dengan berat hati) saya register dengan nama account indrap@rad.net.id, yang saya gunakan untuk koneksi dial-up ke Internet selama masa free trial tersebut. Pada masa itulah saya mulai “berkenalan” dengan e-mail client Eudora (yang masih saya gunakan hingga saat ini) dan web browser Netscape Nagivator, browser yang waktu itu paling sering digunakan sebelum Internet Explorer mulai meluncur di “pasaran”.
Entah bagaimana ceritanya, Boyke pada saat itu diterima kerja di RADNET, dan mengajak saya untuk ikut bergabung dan bekerja disana. Kebetulan pada saat itu kuliah S1 saya sudah hampir selesai, tinggal penulisan tesis saja sehingga saya bisa bekerja full-time disana. Nah, mengingat indra@rad.net.id sudah dipakai orang lain, sementara indrap@rad.net.id dipakai untuk keperluan pribadi saya untuk koneksi dial-up dari rumah (jatah dari free trial tadi), akhirnya saya menggunakan account indrapr@rad.net.id untuk keperluan pekerjaan. Dan akhirnya account “indrapr” inilah yang resmi digunakan, bukan hanya di mail server RADNET, tapi juga di banyak server-server berbasis Unix lainnya, seperti DNS server dan web server RADNET.
Penggunaan nama “indrapr” ini ternyata “menjalar” ke service-service lain yang saya gunakan diluar RADNET, termasuk untuk penggunaan nama e-mail di Yahoo! dan Hotmail (pada waktu itu belum ada Gmail), serta nama account di Blogger. Alamat blog pertama saya, Info, yang saya setup pada awal tahun 2004 dulu, juga menggunakan nama ini. Versi “uppercase” dari nama ini, IndraPr, juga sering saya gunakan sebagai nickname di berbagai forum, termasuk di milis dan IRC. Akhirnya, banyak teman-teman yang kemudian mengenali saya dengan nickname ini.
Walaupun demikian, sebenarnya masih banyak yang mengenali saya dengan nickname lain. Teman-teman Bemonetters, misalnya, lebih senang memanggil saya dengan sebutan “Ippeh”, yang berasal dari “IP”, inisial saya. Entah siapa yang pertama kali memanggil saya dengan sebutan itu, saya udah ngga inget lagi, mungkin Coen, atau Harry, atau Dodon, atau mungkin rekan Bemonet lainnya.
Masih ada juga beberapa “varian” lain dari nama itu, seperti Ippei, Ipeh dan lain sebagainya. Tentu saja, saya sama sekali tidak keberatan untuk dipanggil dengan nama itu oleh rekan-rekan Bemonetters. Sampai sekarang, beberapa nickname tersebut masih sering digunakan untuk memanggil saya di milis bemo-batavia. Senangnya mengenang masa lalu.
Membalik Monitor? Mendingan Capture terus Rotate… 5 July 2007
Posted by indra in : Obrolan Santai , 3 comments
Entah nyasar dari situs agregator mana, saya kebetulan stumble upon satu artikel unik ini. Unik, karena membacanya harus terbalik. Entah script apa yang digunakan oleh sang pemilik blog untuk meng-generate jejeran huruf-huruf aneh tersebut, katanya sih kredit diberikan kesini. Yang pasti, artikel tersebut menyarankan kita untuk membalikkan monitor kita, karena kalau kita cuma muterin kepala, bakalan bikin pusing, atau bikin leher pegel.
Masalahnya, gimana cara muterin monitor? Emangnya monitor sekarang bisa di-rotate kayak kebanyakan handphone jaman sekarang?
Apalagi saya pake laptop, gimana bisa make laptop dengan posisi terbalik, dengan keyboard menghadap ke bawah?
Sempet mikir, bisa ndak kalau dengan bantuan cermin? Tapi kayaknya, ngga bisa juga…
*tring*
Tiba-tiba, muncul ide di kepala. Kenapa ngga di-capture aja?
Gambarnya saya copy dengan menggunakan Ctrl-PrntScrn, terus saya paste ke Irfanview. Crop seperlunya (dan sedikit resize supaya lebarnya muat di blog saya…
).
Lalu, tinggal di-rotate 180 derajat. Kalau di Irfanview, tinggal pencet L atau R dua kali.
Ah, enak kan bacanya. Ndak perlu balik-balik atau muter-muter monitor (laptop), dan tidak perlu pusing dan/atau pegel leher dan pundak karena muter-muterin kepala.
Masih mau maksa balikin monitor atau muterin kepala Anda? SIlahkan baca artikel aslinya disini. Selamat berpusing-pusing, dan jangan lupa nyiapin uang untuk membayar sang tukang pijet seperti yang disarankan di artikel tersebut.
Quicklink: Tips dari Singapura ke Johor Bahru dan Jakarta 15 June 2007
Posted by indra in : Jalan-jalan, Obrolan IT, Obrolan Santai, Quicklinks, Informasi , 21 comments
Berikut adalah dua artikel yang ditulis oleh rekan blogger Ambar Briastuti, yang mungkin bermanfaat bagi rekan-rekan traveler yang ingin berkunjung ke Singapura dan Malaysia.
Nyebrang dari Singapura menuju Johor Bahru
Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pergi dari Singapura ke Johor Bahru dengan menggunakan bus atau taksi. Informasi ini juga berguna bagi mereka yang ingin meneruskan perjalanan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur.
Perlu diketahui bahwa tiket bus antarkota dari Terminal Larkin di Johor Bahru ke Kuala Lumpur jauh lebih murah dibandingkan tiket bus langsung dari Singapura ke Kuala Lumpur. Jadi banyak budget traveler yang memilih untuk menggunakan bus dari Singapura ke terminal bus Larkin di Johor Bahru, dan dari sana baru naik bus antarkota ke Kuala Lumpur.
Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pulang ke Jakarta dari Singapura dengan menggunakan pesawat semi-budget Singapura, Valuair. Penerbangan langsung ini adalah merupakan alternatif yang sering digunakan oleh para budget traveler, selain pesawat AirAsia melalui Batam. Mengingat biaya ferry Singapura-Batam yang dikenakan tax sebesar S$10 (bandingkan dengan tax Batam-Singapura yang hanya $3), banyak traveler yang memilih pergi dari Jakarta ke Singapura melalui Batam, sementara pulang ke Jakarta-nya langsung melalui bandara Changi.
Ada banyak keuntungan dengan menggunakan pesawat langsung dari Changi ke Jakarta, dibandingkan melalui Batam. Diantaranya:
- Lebih convenient, tidak perlu harus repot-repot naik ferry ke Batam terus disambung penerbangan ke Jakarta.
- Untuk para avid shopper, bisa belanja tax-free di bandara Changi.
- Bisa menikmati GST refund untuk barang-barang yang dibeli di Singapura, apalagi mengingat GST yang di Singapura yang akan naik dari 5% ke 7% mulai awal Juli 2007.
Namun, tentu saja, perlu diingat bahwa harga tiket one-way dari Singapura ke Jakarta tetap lebih mahal dibandingkan harga tiket one-way AirAsia dari Batam ke Jakarta. Selain Valuair, penerbangan yang kadang memberikan harga murah one-way dari Singapura ke Jakarta adalah Lufthansa, yang juga bisa di-book online.
Cuma Nomor Tiga 11 May 2007
Posted by indra in : Obrolan Santai , 9 comments
Ikut-ikutan nulis postingan yang narsis dan basbang.
Pertama, baca postingan Harry disini. Wah, website-nya (to be precise, weblog-nya), berada di urutan nomor satu pencarian kata “harry” di google.co.id. Hebat! Padahal nama Harry kan cukup banyak digunakan baik di Indonesia maupun di negara lain.
Kedua, baca postingan Eko disini. Wah, blog-nya beliau juga berada di urutan nomor satu pencarian kata “eko” di google.co.id. Padahal nama Eko kan termasuk banyak dipakai di Indonesia. Eh, Bi[G] juga ikut-ikutan. Beliau juga berada di urutan nomor satu untuk pencarian kata “ady” di google.co.id.
Penasaran, akhirnya saya pun mencoba search kata “indra” di google.co.id. Inget, cuma di google.co.id, bukan di google.com, google.com.sg atau di situs Google lainnya.
Hasilnya?

Tidak di nomor satu.
Rumah Indra ada di urutan ketiga. Planet Indra ada di urutan kelima. Minda Indra ada di urutan keenam. Harap maklum, saya adalah bukan blogger senior seperti ketiga teman saya yang saya sebutkan diatas.
Selain itu, nama saya juga termasuk nama yang sering digunakan di Indonesia.
Tentu saja, kalau saya search berdasarkan keyword “indra pramana”, situs saya yang akan muncul pertama, bahkan jika kita search di google.com. Itu mah jelas udah ngga aneh lagi,
yang aneh itu adalah urutannya bisa berbeda kalau kita menggunakan situs Google yang berbeda. Sebagai contoh, kalau kita search keyword “indra pramana” di google.com atau google.com.sg, website saya akan muncul duluan, walaupun masih pake alamat lama (yang memang masih aktif). Tapi kalau search keyword yang sama di google.co.id, Planet Indra yang akan muncul duluan. Kenapa bisa begitu ya?
BTW, mau tahu siapa yang nongkrong di urutan nomor satu pencarian keyword “indra” di google.co.id? Sebuah website berbahasa Spanyol, dengan nama Indra Sistemas. Loh, kok?





