Nge-Kron Sekaligus Nge-Twit dan Nge-Plurk 23 July 2008
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Blogging , 6 comments
![]()
![]()
![]()
Satu lagi terobosan baru dari Kronologger. Sekarang kita bisa nge-kron dan sekaligus update Twitter dan Plurk pada saat yang bersamaan, terima kasih kepada script baru yang dibuat oleh Kukuh TW, "otak" di belakang Kronologger. Teman saya sejak jaman BemoNet ini memang kayaknya tidak pernah "kehabisan bensin" untuk terus menuangkan ide-idenya dalam banyak proyek-proyeknya, seperti Kumpul Blogger dan Lokasi Jakarta.
Saya dari dulu memang "mendambakan" untuk bisa melakukan microblogging ke beberapa layanan sekaligus. Dari beberapa situs microblogging yang ada, saya paling sering menggunakan Twitter dan Kronologger. Saya biasa nge-twit dengan menggunakan bahasa Inggris, sementara nge-kron dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tapi ya karena kadang males dan tidak ada waktu untuk posting ke kedua situs tersebut, akhirnya saya lebih sering posting di Twitter saja. Yang di Kronologger jadi agak sedikit terbengkalai.
Belum lagi, sekarang lagi musim plurking. Hampir semua pada nanya: "are you plurking yet?". Iya, saya udah daftar ke layanan Plurk, tapi ya belum aktif nge-plurk. Lha wong update Twitter dan Kronologger aja udah repot, apalagi kalo musti nambah lagi yang harus di-update. Micro-blogging itu kan biasa dilakukan on-the-go, jadi kadang waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk itu.
Dari mas Budi Putra, saya sempat mendapatkan informasi tentang ping.fm, yang katanya bisa melakukan update ke beberapa layanan social network sekaligus, seperti Twitter, Jaiku, Plurk dan Facebook. Sayangnya karena masih beta, saya membutuhkan beta code untuk bisa daftar ke layanan ping.fm tersebut. Ngga jadi daftar, deh…
Oleh karena itu, fasilitas all-in-one baru yang dibuat Kukuh ini serasa menjadi air segar di tengah gurun pasir untuk saya. Dengan sekali posting di Kronologger, saya bisa nge-kron, nge-twit, nge-plurk dan sekaligus meng-update status Facebook saya, karena Twitter saya juga sudah tersinkronisasi dengan status Facebook saya. Walaupun memang, saya harus memasukkan username dan password Twitter dan Plurk saya, setiap kali saya melakukan all-in-one posting ini. Tidak mengapa, saya merasa metode ini lebih aman dibandingkan kalo saya harus menyimpan data password Twitter dan Plurk saya di database Kronologger.
Perampingan Planet Singapura 24 June 2008
Posted by indra in : Pengumuman, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Blogging , 4 comments
Saya baru saja melakukan “perampingan” terhadap Planet Singapura dengan menghapus beberapa blog dari daftar kontributor. Perampingan ini terpaksa saya lakukan karena sistem update agregasi blog yang seharusnya berjalan otomatis, ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya terpaksa harus melakukan proses update secara manual dari dashboard satu persatu.
Saya tidak tahu penyebab utama dari masalah ini, tapi saya perkirakan ini karena jumlah blog yang diagregasi terlalu banyak. Agregasi blog saya yang lain — dengan daftar kontributor lebih sedikit — tidak mengalami masalah ini. Sebelum perampingan, ada sekitar lebih dari 70 blog yang diagregasi di Planet Singapura, dan beberapa dari blog tersebut sudah tidak aktif dan bahkan ada beberapa yang sudah tidak ada lagi (sudah dihapus). Sehingga saya memutuskan untuk melakukan “perampingan” dan menyeleksi lagi blog-blog yang diagregasi di Planet Singapura.
Dengan sangat menyesal, saya terpaksa menghapus beberapa blog dari daftar kontributor Planet Singapura. Tidak ada kriteria baku yang saya gunakan untuk menentukan blog-blog yang saya hapus, tapi secara umum blog-blog yang dihapus tersebut adalah:
- Blog yang dimiliki blogger Indonesia yang sudah tidak lagi tinggal di Singapura;
- Blog yang tidak aktif dan tidak ada update terakhir di tahun ini (2008), kecuali untuk beberapa blog tertentu yang saya sengaja ingin keep di daftar sindikasi (e.g. blog almarhumah Bunda Inong); dan
- Blog yang isinya redundan dengan blog lain milik blogger yang sama, yang juga sudah tersindikasi di Planet Singapura (e.g. Multiply dan Blogger).
Khusus untuk blog-blog saya, saya sendiri sudah menghapus semua blog saya dari daftar kontributor, dan hanya memasukkan RSS feed Planet Indra (agregasi blog-blog saya) ke dalam daftar kontributor, untuk menghemat jumlah list sindikasi.
Sewaktu menghapus sebuah blog dari daftar sindikasi, saya memilih option ini:
Delete this syndicated link, but keep posts that were syndicated from it (as if they were authored locally).
Ini berarti walaupun blog-nya dihapus dari daftar sindikasi, artikel-artikel sebelumnya yang sudah tersindikasi tidak akan dihapus dari situs Planet Singapura. Saat ini, jumlah blog yang teragregasi di Planet Singapura setelah proses perampingan menjadi sekitar 40-an.
Saya meminta maaf kepada rekan-rekan yang blog-nya terhapus dari daftar kontributor setelah proses perampingan ini.
Catatan:
- Jika ada rekan-rekan yang juga menggunakan FeedWordPress dan menghadapi masalah yang mirip dengan yang saya alami diatas, apalagi jika Anda mempunyai solusinya, silahkan kontak saya.
Any help is really appreciated.
- Jangan segan-segan juga untuk mengontak saya kalau ada yang ingin protes kenapa blog-nya dihapus dari daftar sindikasi Planet Singapura. Segala bentuk komplain akan saya terima dengan senang hati.
Agregasi Blog: Perlukah Meminta Ijin Kepada Pemilik Blog? 29 February 2008
Posted by indra in : Teknis, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Opini, Blogging , 5 comments
Artikel Mbak Hany tentang aggregator (yang tanggal posting-nya masih dimundurkan beberapa hari, hehehe…) mengingatkan saya dengan wawancara saya dengan RSI Indonesia mengenai Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dalam wawancara tersebut, Fika memberikan pertanyaan yang cukup menarik:
Apakah kita perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum mengagregasikan blog-nya di situs agregasi yang kita kelola?
Saya waktu itu menjelaskan bahwa berdasarkan best practice para pengelola situs agregasi blog, kita tidak perlu meminta ijin kepada pemilik blog untuk mengagregasikan blog-nya ke situs agregasi yang kita kelola. Untuk kasus Planet Singapura, saya biasanya akan memberi tahu pemilik blog yang bersangkutan bahwa blog-nya saya masukkan ke daftar sindikasi, walaupun memang saya tidak minta ijin sebelumnya kalau blog-nya mau saya masukkan.
Salah seorang blogger senior Indonesia, Priyadi, juga mengatakan bahwa blog beliau saat ini diagregasi oleh sekitar selusin situs agregasi blog, dan hanya situs agregasi Merdeka yang meng-agregasi blog Priyadi atas permintaan beliau sendiri. Yang lainnya memasukkan blog beliau atas inisiatif pengelola situs agregasi itu sendiri, dan umumnya tanpa sepengetahuan beliau.
Walaupun demikian, saya mengerti bahwa ada beberapa blogger yang membuat blog-nya untuk konsumsi pribadi, atau mungkin hanya untuk konsumsi teman-teman dekatnya saja, dan untuk blog-blog seperti ini, biasanya saya akan meminta ijin dulu kepada pemilik blog, sebelum saya menambahkan blog-nya ke situs agregasi yang saya kelola.
Khusus untuk Planet Singapura, saya membuat disclaimer di halaman About Planet Singapura sebagai berikut:
From time to time, I might be adding new relevant interesting blogs to be syndicated here, upon my discretion. Please do not hesitate to contact me if you specifically do not want your blog to be syndicated here, and I shall remove it from the syndication list.
Alhamdulillah, hingga saat ini, saya belum pernah menerima komplain atau protes dari kontributor Planet Singapura yang ingin blog-nya dihapus dari daftar sindikasi. Yang pernah saya terima justru adalah beberapa e-mail dari blogger Indonesia di Singapura yang meminta blog-nya dimasukkan ke daftar kontributor Planet Singapura.
Biasanya, selama blog-nya memenuhi kriteria (blog milik blogger Indonesia yang tinggal di Singapura), akan langsung saya masukkan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa rekan blogger, situs agregasi justru membantu blog tersebut menjadi semakin ramai dikunjungi orang.
Back to the original question, bagaimana menurut pendapat Anda? Berdasarkan etika, apakah perlu meminta ijin kepada pemilik blog sebelum blog-nya dimasukkan ke situs agregasi blog yang kita kelola?
Link terkait:
Wawancara RSI: Blog Bicara - Planet Singapura dan Situs Agregasi Blog 28 February 2008
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Blogging , 5 comments
Program acara “Blog Bicara” di Radio Singapore International (RSI) versi bahasa Indonesia selalu saya tunggu. Hal ini dikarenakan, sejak siaran perdana-nya sekitar tiga minggu yang lalu hingga sekarang, program acara radio yang membahas tentang blog dan blogging tersebut selalu menampilkan rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan berada di Singapura dan tercatat sebagai salah satu kontributor Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dimulai dari ulasan mengenai blog-nya JaF aka mas Rane, lebih dekat dengan blog Indrani-nya Indi dan Rani, dan yang terakhir minggu lalu membahas cerita fiksi di blog-nya Renatha aka Dodol Surodol.
Lagi penasaran kira-kira blog siapa lagi yang akan dibahas minggu ini, tiba-tiba Fika dari RSI telepon, meminta saya menjadi nara sumber untuk program acara Blog Bicara minggu ini. Halah.
Dalam wawancara ini, beliau ingin saya membahas mengenai agregasi blog, dan secara lebih spesifik, Planet Singapura, yang saya kelola. Mungkin karena kebetulan topik mengenai agregasi blog ini sedang hangat dibicarakan di blogosphere Indonesia?
Wawancara dilakukan kemarin (27/2) siang, dan disiarkan malamnya. Gerak cepat juga.
Dalam wawancara tersebut, saya membahas mengenai definisi dan fungsi dari agregasi blog, dan bagaimana cara membuat agregasi blog (secara teknis). Dalam kesempatan itu juga saya menceritakan tentang visi dan misi Planet Singapura sebagai situs agregasi blogger Indonesia di Singapura, dimana tujuan saya membuat Planet Singapura adalah:
- Untuk memberikan gambaran kepada pembaca Planet Singapura mengenai kehidupan orang Indonesia yang tinggal di Singapura; dan
- Untuk menjadikan Planet Singapura sebagai media (atau wadah) bagi komunitas blogger Indonesia di Singapura.
Saya juga sharing mengenai situs-situs agregasi lainnya yang cukup populer di blogosphere Indonesia, seperti Planet Terasi, Merdeka, Planet Kronologger dan Rumah Blogfam. Fika juga memberikan pertanyaan yang cukup menarik: apakah kita perlu meminta ijin dulu kepada pemilik blog sebelum kita mengagregasikan blognya ke situs agregasi yang kita kelola. Saya kurang tahu apakah ini berhubungan dengan postingan saya mengenai Ikatan Blogger Takut Aggregator (IBTA), hahaha.
Jawaban saya? Silahkan saja dengarkan file podcast-nya yang bisa diambil dan didengarkan disini (sumber aslinya diambil dari sini).
Link terkait:
Kategori Tertentu untuk Agregasi 26 February 2008
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT, Opini, Blogging , 10 comments
Blog engine Wordpress memberikan fasilitas RSS feed untuk setiap kategori yang ada di blog kita. Sebagai contoh, kategori Teknis di blog Minda Indra saya mempunyai RSS feed tersendiri yang bisa diambil disini. Saya kurang tahu apakah fasilitas ini hanya untuk blog Wordpress dengan themes tertentu, atau berlaku untuk semua blog berbasis Wordpress, regardless of themes yang dipakai.
Situs agregator seperti Planet Singapura, Planet Terasi, Planet Blogger dan Rumah Blogfam memanfaatkan fasilitas RSS feed setiap blog untuk melakukan agregasi. Sehingga, secara teknis, dimungkinkan untuk mengagregasi kategori tertentu dalam sebuah blog, dengan menggunakan RSS feed dari kategori tersebut, dan bukan RSS feed seluruh blog.
Terkait dengan polemik antara Pak Budi Rahardjo, Adinoto dan Eep yang berlanjut dengan petisi yang meminta blog Pak Budi dikeluarkan dari situs agregat Planet Terasi, saya mengusulkan bagaimana kalau hanya kategori Teknologi Informasi dari blog Pak Budi yang diagregasikan ke Planet Terasi. RSS feed-nya bisa diambil disini.
Dengan demikian, tulisan-tulisan Pak Budi yang berkaitan dengan IT tetap dapat dinikmati oleh pembaca Planet Terasi, dan Pak Budi juga masih bisa bebas menulis topik-topik lain yang tidak berkaitan dengan IT di blog yang sama, dan tulisan-tulisan non-IT tersebut tidak akan muncul di Planet Terasi.
Setahu saya, Harry Sufehmi sudah melakukan hal ini. Beliau sudah membuat arrangement dengan Ronny Haryanto agar Planet Terasi hanya menampilkan artikel di kategori Teknoblogia-nya saja. Mungkin inhabitant Planet Terasi yang lain (termasuk saya) juga mau menyusul dan melakukan hal yang sama?
Gimana, mas Ronny?
PS. Tulisan ini terinspirasi oleh komentar Boy Avianto disini.
Link terkait:
- To Adinoto dan Eep
- Intimidasi Blog dan Multi Dimensi
- Soal Petisi Planet Terasi itu
- Bola Liar "To Adinoto dan Eep"
- Keluarkan Blogs Milik Budi Rahardjo dari Planet Terasi?
- Jawaban Untuk Bapak Budi Rahardjo
- Independensi Blog
- Petisi Pecas Ndahe
- Budi Rahardjo, Planet Terasi dan Petisi
Magnet Multiply 29 November 2007
Posted by indra in : Obrolan IT, Blogging , 7 comments
Sedikit iseng, karena melihat banyak blogger yang sekarang lebih suka update situs Multiply-nya dibandingkan situs blog “utama”-nya (baik yang di-hosting di Blogspot, Wordpress ataupun hosting sendiri), sekitar sebulan yang lalu saya coba lempar pertanyaan ini: kenapa banyak yang suka pindah rumah ke MP? Ternyata, saya mendapatkan jawaban yang cukup beragam. Berikut rangkumannya.
Bagi beberapa pengguna Multiply seperti Teh Coni, Jeng Epha, Mbak Ati dan Jeng Hera, nge-blog di Multiply lebih seru karena lebih rame, respon-nya (dalam bentuk komentar) lebih cepat datang, dan minjem istilah-nya jeng Epha: “kayak ceting”.
Padahal mereka juga sebenarnya mempunyai situs blog juga (kebanyakan di Blogspot kecuali Teh Coni yang di-hosting sendiri menggunakan Wordpress). Bahkan Mbak Hany-pun, yang notabene adalah salah satu blogger senior Indonesia di Singapura, “menuduh” kalo rekan-rekannya udah males komen di blog-nya yang sudah banyak hit-nya itu.
Terlepas dari diskusi mengenai pentingnya komentar dalam nge-blog, kenapa di Multiply bisa lebih rame?
Seperti yang dibilang oleh Richoz dan Wisnu, di Multiply ada fitur “My Multiply” yang membantu para MP-ers untuk keep track postingan dari kontak-kontak Multiply mereka. Menurut Richoz, fitur tersebut mirip RSS reader, tapi lebih spesifik, khusus untuk kontak di MP. Ah ya, satu lagi, di Multiply ada sistem “pertemanan” atau kontak seperti di Friendster, membuat jalinan komunitas terasa lebih “dekat” dibandingkan sistem blog biasa yang hanya mengandalkan “saling isi komentar” dan komunitas blog/aggregator.
Kalo menurut Teh Wiwie yang ngaku-nya “gaptek abis”, nge-MP itu benar-benar dimanjain, serba gampang. Dan mengingat komunitas Multiply dan komunitas blogger secara umum itu berbeda (walaupun banyak orangnya yang sama), banyak juga blogger yang me-maintain kedua situsnya: situs blog dan situs Multiply-nya. Ambar adalah salah satunya, dan beliau sangat menghargai dan memanfaatkan fasilitas cross-posting Multiply ke blog-blog yang berbasis Blogger, sehingga pada saat yang bersamaan, beliau bisa update situs Multiply dan Blogspot-nya sekaligus.
Tentu saja, karena pertanyaan itu saya lempar di situs Multiply saya, kebanyakan jawaban saya dapatkan dari pengguna setia Multiply, sehingga terasa kesan subyektifitas-nya.
Apalagi, beberapa pengguna Multiply seperti Wisnu, Ria dan Laila adalah pengguna setia Multiply yang (kayaknya) tidak menggunakan platform blog lain selain Multiply (please correct me if I’m wrong).
Nah, bagaimana feedback dari rekan-rekan yang masih setia dengan platform blog utamanya?
Yanti, salah seorang blogger senior Indonesia yang terkenal dengan situs Celoteh Jalan Kenangan-nya, tetap setia dengan blog-nya dan belum mau pindah. Beliau berpendapat bahwa blog dengan domain sendiri itu lebih umum dan mudah di-customize. Yang komen bisa siapa aja, dan nggak harus daftar dulu, walaupun memang tetap ada resiko kena comment spam. Sedangkan mengenai keep track postingan dari blogger lain, Yanti tetap mengandalkan RSS reader, yang meskipun tidak integrated seperti “My Multiply”, tapi lebih bersifat umum (general).
Dian, salah seorang blogger senior Indonesia yang sekarang bermukim di Amerika Serikat, malahan bilang kalau beliau buka account Multiply karena dipaksa teman.
Beliau malah sekarang resmi memindahkan blog-nya ke wordpress.com, dan bukan ke Multiply. Hal yang sama juga dirasakan oleh Jeng Endang dan Mei Che, yang merasa kalau bikin account Multiply itu adalah “terpaksa”.
Bagaimana dengan Anda?
A 7 November 2007
Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT , add a comment
Yup, that’s right. Hanya satu huruf “A” saja yang muncul di sebagian artikel yang muncul di Planet Singapura. Dan saya lihat, artikel-artikel yang hanya memunculkan satu huruf “A” itu di-sindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com. Sebagai contoh, adalah artikel Pak JaF mengenai Pak Harto, Bush, Paus, Ratu Inggris dan iPod itu. Walaupun feed yang disindikasi menampilkan paling tidak paragraf pertama dari artikelnya, entah kenapa setelah diproses ama FeedWordPress yang keluar malah cuma satu huruf “A” itu saja.
Herannya, hanya artikel yang disindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com aja yang mengalami masalah ini. Blog-blog Wordpress lain yang di-hosting sendiri atau di provider lain (misalnya BlogSome) tidak mengalami masalah yang sama. Saya sendiri kurang tahu apakah ini masalah di FeedWordPress-nya atau di wordpress.com-nya. Tapi saya cek RSS feed yang disuplai sama wordpress.com valid kok.
Jadi inget dulu waktu Planet Singapura mengalami masalah yang mirip waktu Blogger upgrade ke New Blogger. Waktu itu, semua artikel dari blog yang di-host di Blogspot cuma ditampilkan judulnya aja. Pada waktu itu, masalahnya ternyata adalah incompatibility dari FeedWordPress dalam membaca feed Atom-nya New Blogger. Waktu itu masalah dituntaskan setelah saya upgrade FeedWordPress-nya Planet Singapura ke versi lebih baru.
Saya lihat pada waktu yang hampir bersamaan, Pak Budi juga mengalami masalah yang juga hampir mirip, walaupun dalam hal ini, bukan content-nya yang hilang, tapi judulnya yang berubah pada saat blog-nya di-agregasi di Planet Terasi. Tapi Planet Terasi menggunakan PlanetPlanet dan bukan FeedWordPress, jadi mungkin ini bukan masalah yang sama. Tapi kok waktunya hampir bersamaan, dan sama-sama berhubungan dengan blog yang di-host di wordpress.com.
Hmm.. mungkin sudah waktunya untuk saya meng-upgrade FeedWordPress di Planet Singapura ke versi terbaru?
Hari Blogger Nasional 28 October 2007
Posted by indra in : Obrolan IT, Kejadian Terbaru , 5 comments
Dalam acara Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, kemarin, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh mendeklarasikan tanggal 27 Oktober 2007 tersebut sebagai Hari Blogger Nasional.
Pesta Blogger sendiri adalah sebuah acara gathering para blogger Indonesia yang dihadiri hampir 500 orang perwakilan dari banyak komunitas blogger Indonesia, termasuk komunitas blogger Indonesia di Singapura yang tergabung di Planet Singapura, yang mengirimkan dua orang perwakilannya (JaF aka Rane dan Ambar Briastuti) ke acara tersebut. Acara yang mengusung tema “Suara Baru Indonesia” tersebut diorganisir oleh Maverick Indonesia bersama Bubu Internet, dan didukung oleh Departmen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Beberapa blogger senior Indonesia yang memprakarsai acara tersebut diantaranya adalah Enda Nasution, Ong Hock Chuan, Budi Putra, Lita Mariana, Priyadi Iman Nurcahyo, Ndoro “Wicaksono” Kakung dan Wimar Witoelar, dengan Hanny Kusumawati sebagai pesta manager.
Saya sendiri, yang tidak bisa mengikuti acara tersebut secara langsung, mengikuti jalannya acara tersebut secara virtual melalui jaringan internet relay chat (IRC) allnetwork.org dan Yahoo Messenger (YM). Liputan acara Pesta Blogger 2007 lewat IRC di-handle oleh Richoz sedangkan liputan lewat YM di-handle oleh Be Samyono (Sam). Sayangnya software YM saya sedang bermasalah sehingga koneksi saya ke jaringan conference room yang digunakan untuk liputan acara tersebut terputus, dan tidak bisa masuk kembali walaupun sudah berkali-kali di-invite oleh host Sam. Setelah saya restart software YM saya, baru saya bisa join liputan tersebut, terima kasih kepada Fa yang sudah berbaik hati untuk mencoba re-invite saya berkali-kali. Sayangnya hanya bagian akhir conference yang bisa saya ikuti. Sayang juga, padahal liputan via YM ini lengkap dengan webcam dan voice reporting. Walaupun demikian, saya cukup puas dengan liputan Richoz di channel IRC yang cukup lengkap, dan liputan tersebut langsung saya relay ke Kronologger. Salinan dari liputan Richoz di IRC bisa dilihat disini dan disini.
Liputan yang juga cukup lengkap dari salah satu perwakilan komunitas Indonesia di Singapura, Ambar Briastuti, bisa dilihat disini.
Kedekatan hubungan antara komunitas blogger Indonesia dengan pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Depkominfo, ternyata cukup membuat iri rekan-rekan blogger di Malaysia. Hubungan antara blogger Malaysia dengan pemerintah mereka memang tidak terlalu baik belakangan ini, dengan adanya blogger Malaysia yang dituntut di pengadilan, seorang menteri di Malaysia yang menuduh kebanyakan blogger wanita (termasuk blogger Indonesia, Nila Tanzil) sebagai pembohong, beberapa blogger Malaysia yang dilaporkan ke polisi, bahkan ditangkap tanpa alasan yang jelas, dan lain-lain. Semoga pemerintah Malaysia bisa “berkaca” kepada pemerintah Indonesia dalam menangani para blogger dan citizen journalism di negaranya.
Berbahagialah kita para blogger Indonesia yang bisa menjalin hubungan baik dengan pemerintah, dan tentu saja dalam hal ini kita harus banyak berterima kasih kepada para organiser Pesta Blogger 2007 atas usaha mereka dalam menjalin dan menjaga hubungan baik ini. Semoga kita, para blogger Indonesia, bisa menjaga hubungan baik ini dengan terus menjaga dunia blogosfer Indonesia yang kondusif dengan content yang mencerdaskan bangsa, dan bukan sebaliknya, seperti yang telah disinggung oleh Cahyana Atmadjajadi, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo.
Hidup Blogger Indonesia.
Buka Puasa Kroner/Blogger Singapura Bersama Budi Putra 28 September 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 4 comments
Hari Rabu (26/9) malam kemarin, saya berkesempatan untuk, sekali lagi, bertemu dengan Budi Putra, full-time blogger Indonesia pertama yang juga merupakan founder dan CEO dari Asia Blogging Network (ABN). Kebetulan Pak Budi sedang dalam “perjalanan dinas” ke Singapura, sehingga saya bersama Pak Rane/JaF “mengorganisir” sebuah acara buka puasa bersama kecil-kecilan di Lau Pa Sat, sebuah tempat makan yang terletak tidak jauh dari patung Merlion dan stasiun MRT Raffles Place. Tadinya kita merencanakan acara buka puasa bersama tersebut di restoran halal Evertop Hainanese Chicken Rice yang terletak di daerah Clementi, dekat tempat kediamannya Pak Rane, tapi ternyata restoran tersebut tutup setiap hari Rabu. Sehingga akhirnya kita memilih buka puasa di Lau Pa Sat, yang terletak tidak jauh dari hotel Swissotel the Stamford tempat Pak Budi menginap.
Walaupun tadinya acara ini merupakan acara buka puasa kroner (pengguna layanan micro-blogging Kronologger) Singapura bersama Budi Putra, pada akhirnya beberapa rekan blogger yang belum aktif kronning juga ikut bergabung. Selain Andri, salah seorang kroner aktif dari Singapura yang alhamdulillah bisa bergabung, saya juga berhasil mengajak Fajri, blogger Indonesia yang terkenal di komunitas ID-Gmail sebagai seorang “Pria Penipuh”
, untuk ikut bergabung. Pak Rane juga mengajak salah seorang rekan kerja-nya di RSI Indonesia, Aji Rokhadi, untuk ikutan.
Topik yang dibahas juga beragam. Mulai dari Kronologger, sejarahnya dari mulai dibikin sama Kukuh sampai diintegrasikan ke ABN. Juga dibahas tentang ABN itu sendiri, dimulai dari bentuk organisasinya, strategi bisnisnya (e.g. nyari revenue dari mana), dan lain-lain. Pak Budi cukup terbuka dalam sharing visi dan misinya di ABN, dan saya bersama rekan-rekan lainnya banyak belajar dan mendapatkan banyak ilmu dan informasi yang sangat berguna dalam diskusi tersebut.
Selain itu, juga dibahas mengenai rencana Pesta Blogger 2007 yang akan diadakan bulan depan, di Jakarta. Dalam kesempatan itu, saya membahas tentang undangan untuk para blogger Indonesia di Singapura untuk menghadiri acara Pesta Blogger 2007 tersebut. Undangan tersebut saya terima dari Enda via e-mail. Dalam kesempatan itu, dibahas juga mengenai komunitas blogger Indonesia di Singapura, yang walaupun sudah mempunyai blog aggregator Planet Singapura, namun masih belum mempunyai media komunikasi yang cukup memadai untuk saling bertukar informasi. Pada akhirnya, diusulkan untuk membuat sebuah milis untuk media komunikasi para blogger Indonesia di Singapura, khususnya kontributor Planet Singapura.
Tanpa terasa, obrolan yang seru membuat waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah hampir midnight dan Andri udah ketar-ketir takut ketinggalan kereta api (MRT) terakhir ke Jurong. Walaupun demikian, Pak Budi tidak lupa memberikan oleh-oleh berupa mug Kronologger asal Jogja yang di-desain oleh Thomas. Kelihatan kalo mug ini “asli Jogja” karena kertas koran yang dipakai untuk membungkus adalah koran daerah asal Jogja (saya kurang tahu nama korannya apa).
Wah, merupakan kehormatan tersendiri bisa mendapatkan mug ini, mengingat Kukuh sendiri katanya sampai sekarang masih belum mendapatkan mug tersebut.
Mengingat sebagian dari blogger yang mengikuti acara tersebut juga berjiwa kroner, live reporting termasuk skrinsyut acara tersebut langsung di-update ke Kronologger. Foto-foto lainnya bisa dilihat disini atau disini. Mohon maaf, kualitas foto-nya kurang bagus karena dibuat dengan menggunakan kamera HP dan diset resolusinya kecil supaya bisa langsung di-post ke Kronologger.
Kronologger 16 September 2007
Posted by indra in : Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Informasi , 5 comments

Sejak terintegrasi ke jaringan Asia Blogging Network (ABN) dan berubah nama dari Kronologis ke Kronologger, jaringan komunitas microblogging Indonesia pertama hasil karya Kukuh TW tersebut semakin ramai dan terus berkembang. “Keramaian” komunitas tersebut bisa dilihat dari jumlah kroner yang semakin bertambah. Jumlah entry kron dari para kroner bisa muncul hampir beberapa menit sekali, pace-nya jauh lebih cepat dari blog aggregator manapun. Saya aja pernah posting satu entry kron dan tiga komentar langsung muncul dalam waktu satu menit!
Selain itu, saya melihat komunitas Kronologger juga semakin berkembang dengan memberikan fitur-fitur dan fasilitas tambahan untuk para kroner. Dari tampilan yang sederhana untuk pengguna mobile internet, Kronologger sekarang juga mempunyai situs full version untuk pengguna PC. Walaupun desain tampilan utama Kronologger dibuat oleh Thomas Arie, tapi para kroner bisa membuat themes sendiri untuk tampilan Kronologger mereka, thanks to the power of CSS. Para kroner bahkan bisa menyumbang themes hasil karya mereka untuk digunakan oleh kroner lain. Bahkan, perlombaan membuat themes Kronologger juga pernah (atau sedang?) diselenggarakan. Selain itu, Kronologger juga memberikan fitur untuk mem-posting gambar dan bukan hanya teks, membuat Kronologger menjadi, IMHO, a cut above the rest dibandingkan layanan microblogging popular lain seperti Twitter dan Jaiku.
Tidak hanya itu, situs Wiki Kronologger juga diluncurkan. Berisi semua informasi all what you need to know tentang Kronologger, mulai dari sejarah Kronologger, daftar istilah-istilah yang digunakan oleh para kroner, sampai ke profil para kroner. Terima kasih kepada sistem wiki yang memudahkan para kroner untuk meng-update sendiri content wiki-nya, mereka-mereka yang narsis-pun diberikan kesempatan untuk memasang profile (baca: mejeng) di situs tersebut.
Selain itu, blog Kronologger juga dibuat oleh pengelola Kronologger untuk mengumumkan fitur-fitur terbaru atau update termutakhir mengenai Kronologger. Tidak puas hanya sampai situ, para kroner juga meluncurkan situs Planet Kronologger (sekarang masih pending DNS update), sebuah blog aggregator yang meng-aggregasi blog-blog para kroner. Situs Planet Kronologger tersebut di-maintain oleh Vavai dengan menggunakan Serendipity, dan di-hosting di tempatnya Andri.
Ada lagi? Yup. Menyambut kedatangan bos ABN Budi Putra ke Singapura, para kroner yang berdomisili di Singapura merencanakan untuk mengadakan acara buka puasa bersama Pak Budi pada hari Rabu, tanggal 26 September 2007, sekitar jam 8 malam. Selain saya, rekan kroner Singapura JaF aka Rane dan teladan98 aka Andri juga sudah confirm Insya Allah akan hadir. Lokasi tentatif di restoran halal Evertop Hainanese Chicken Rice yang berlokasi di Clementi, tidak jauh dari tempat kediaman Pak Rane. Saat ini saya masih menunggu konfirmasi dari Pak Rane apakah restoran tersebut buka pada hari Rabu. Update selanjutnya mengenai rencana acara buka puasa bersama tersebut akan saya post disini. Bagi rekan-rekan kroner atau blogger yang berada di Singapura atau kebetulan akan berada di Singapura pada tanggal tersebut, silahkan bergabung.
Memang benar seperti kata beberapa rekan kroner, kalau sudah mencoba micro-blogging apalagi pake Kronologger, bakalan kecanduan.
Yang lebih parah lagi, khusus untuk kasus saya, blog-blog saya pun menjadi “terbengkalai” karena saya lebih sering posting kron di Kronologger dibandingkan meng-update blog-blog saya. Halah.
Update 18 September 2007, 10:15am SGT: Update terakhir dari Vavai, Planet Kronologger sekarang menggunakan domain baru: http://planet.kronologger.net/ karena ada masalah dengan setting DNS A record untuk planet.kronologger.org. Blogroll saya sudah di-update *lapor ke boss Vavai*.
Update 26 September 2007, 11:25am SGT: Mengingat restoran halal Evertop Hainanese Chicken Rice tutup pada hari Rabu, tadi malam saya sudah berdiskusi dengan Pak JaF, dan kita telah memutuskan bahwa acara buka puasa kroner Singapura bersama Pak Budi Putra malam ini akan diadakan di Lau Pa Sat, yang terletak tidak jauh dari stasiun MRT Raffles Place, mulai dari jam 8pm (waktu Singapura).





