Rencana Kopdar Blogger Indonesia di Singapura dengan Budi Rahardjo 30 December 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Kejadian Terbaru , 6 comments
Hari Jum’at (28/12) kemarin, mendadak terima pesan YM dari Fajri: BR lagi di Singapura tuh! Langsung saya meluncur ke blog beliau, dan membaca kalau beliau sudah sampai di Changi. Saya kemudian ingat bahwa saya masih punya booking BBQ pit untuk acara nyate komunitas Indo-Sing yang tidak jadi diadakan, dan booking-an nya belum sempet di-cancel. Saya kemudian mengusulkan ke Fajri apakah kita mau mengundang Pak Budi untuk kopdar sekaligus BBQ-an dengan blogger-blogger Indonesia di Singapura.
Fajri ternyata menyambut baik usulan tersebut. Beliau segera mengirimkan e-mail ke Pak Budi, untuk mengundang beliau datang ke acara BBQ tersebut, sekaligus menghubungi beberapa rekan blogger dan profesional IT Indonesia lainnya di Singapura. Gayung bersambut, ternyata Pak Budi membalas e-mail Fajri tersebut, menyatakan bersedia untuk hadir.
Saya segera mengontak beberapa rekan blogger lain, seperti JaF aka Pak Rane dan Andri Setiawan, sementara Fajri juga mengontak rekan-rekan profesional TI Indonesia di Singapura seperti Roni Subrata , Dedhi Sujatmiko dan Judhi Prasetyo. Fajri juga mengirimkan e-mail ke rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura lainnya yang tergabung di komunitas Planet Singapura. Responnya ternyata positif, mungkin karena banyak juga rekan blogger Indonesia di Singapura yang merupakan fans berat Pak BR?
Beberapa blogger Indonesia di Singapura lainnya yang sudah mengkonfirmasi Insya Allah bisa datang (selain yang sudah saya sebutkan diatas) diantaranya adalah Goyo, Indi dan Rani, Arief, Didik dan Hany.
Acaranya Insya Allah akan diadakan hari Senin (31 Desember 2007) besok, tepat pas di malam pergantian tahun. Mudah-mudahan tidak hujan. Bagi rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura, ataupun rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan sedang berada di Singapura, silahkan bergabung. Acaranya bersifat semi-potluck, jadi walaupun tuan rumah mengusahakan untuk menyediakan makanan dan minuman seadanya, sumbangan makanan dan minuman dari rekan-rekan juga akan diterima dengan senang hati.
Silahkan kontak saya jika ingin ikut bergabung.
Doakan semoga acaranya berjalan dengan sukses. Sampai ketemu hari Senin besok.
Subsidi Kesehatan Untuk Foreigner Non-PR di Singapura Akan Dihapus 8 December 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Kejadian Terbaru , 3 comments
Baru saja baca di Channel NewsAsia, mulai 1 Januari 2008 subsidi pelayanan kesehatan untuk foreigner yang bukan permanent resident (PR) di Singapura akan dihapuskan. Ini berarti, biaya pelayanan kesehatan seperti poliklinik atau rumah sakit untuk foreigner yang bukan PR seperti pemegang employment pass (EP), dependant’s pass (DP) atau work permit (WP) akan sama dengan biaya untuk tourist.
Subsidi untuk PR sendiri sekarang juga sudah mulai dikurangi kalau dibandingkan subsidi untuk warga negara Singapura. Kalau dulu, subsidi untuk PR dan warga negara Singapura sama, sekarang subsidi untuk PR dikurangi 5%. Dan pada bulan Juli 2008 nanti, subsidi untuk PR akan dikurangi lagi 5%, sehingga perbedaan subsidi antara PR dan warga negara Singapura akan menjadi 10%.
Langkah pemerintah Singapura ini adalah untuk lebih membedakan benefit kesehatan antara warga negara Singapura, PR dan non-PR (EP, DP, WP). Tentu saja, langkah ini diterapkan setelah mendapatkan banyak masukan dari warganya, yang mungkin merasa diperlakukan kurang fair jika pemegang PR mendapatkan benefit yang sama dengan warga negara Singapura.
Bagi rekan-rekan yang tinggal di Singapura tapi masih belum mengambil PR, mungkin sudah mulai harus mempertimbangkan untuk apply PR, terutama jika memang merencanakan untuk tinggal long term di Singapura.
Milis Planet Singapura 5 October 2007
Posted by indra in : Pengumuman, Komunitas Singapura, Obrolan Santai , 4 comments
Akhirnya, saya membuat sebuah mailing list untuk komunitas Planet Singapura.
Keputusan saya untuk membuat milis ini di-trigger oleh undangan kepada komunitas blogger Indonesia di Singapura untuk mengirimkan perwakilannya ke acara Pesta Blogger 2007. Undangan tersebut saya terima dari Enda melalui e-mail, mungkin dengan asumsi bahwa saya adalah pengelola Planet Singapura, aggregator blog para blogger Indonesia di Singapura. Namun, apakah Planet Singapura sendiri adalah sebuah komunitas?
Sebelum milis ini dibuat, kayaknya belum.
Seperti halnya Planet Terasi atau Planet Blogger, Planet Singapura tadinya hanya merupakan sebuah blog aggregator saja. Tidak ada interaksi yang aktif antar sesama blogger, melalu milis ataupun media lainnya, berbeda dengan Merdeka yang (katanya) mempunyai media milis internal untuk komunikasi antar member, atau Rumah Blogfam yang mempunyai media forum Blogfam sebagai media komunikasi para member Blogfam.
Nah, dengan adanya milis ini, saya berharap rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura, terutama kontributor Planet Singapura, bisa saling berinteraksi dan berkomunikasi mengenai anything about blogging. Selain itu, milis ini juga dapat digunakan oleh para kontributor Planet Singapura untuk memberikan saran, masukan, kritik dan feedback yang membangun untuk Planet Singapura, sebagai bahan acuan bagi saya untuk bisa lebih mengembangkan Planet Singapura menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Saat ini, beberapa blogger senior Indonesia di Singapura yang juga merupakan “pentolan” Planet Singapura sudah saya undang dan sudah bergabung di milis tersebut. Saya belum sempat mengundang semuanya karena saya tidak mempunyai alamat e-mail dari beberapa rekan blogger kontributor Planet Singapura, walaupun saya tahu alamat blog-nya.
Bagi rekan-rekan blogger yang merasa blog-nya di-sindikasi di Planet Singapura tapi belum bergabung ke milisnya, silahkan bergabung.
Alamat e-mail untuk subscribe: planet-sg-subscribe@yahoogroups.com
Alamat e-mail untuk mengirimkan e-mail ke milis: planet-sg@yahoogroups.com
Web interface: http://groups.yahoo.com/group/planet-sg/
Fajri sempet berkomentar, hari gini masih pake Yahoo! Groups.
Harap maklum, beliau adalah juga “pentolan” ID-Gmail yang merupakan penggemar setia Google Groups. Saya sendiri lebih memilih menggunakan Yahoo! Groups karena sudah lebih familiar dengan interface-nya.
Buka Puasa Kroner/Blogger Singapura Bersama Budi Putra 28 September 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 4 comments
Hari Rabu (26/9) malam kemarin, saya berkesempatan untuk, sekali lagi, bertemu dengan Budi Putra, full-time blogger Indonesia pertama yang juga merupakan founder dan CEO dari Asia Blogging Network (ABN). Kebetulan Pak Budi sedang dalam “perjalanan dinas” ke Singapura, sehingga saya bersama Pak Rane/JaF “mengorganisir” sebuah acara buka puasa bersama kecil-kecilan di Lau Pa Sat, sebuah tempat makan yang terletak tidak jauh dari patung Merlion dan stasiun MRT Raffles Place. Tadinya kita merencanakan acara buka puasa bersama tersebut di restoran halal Evertop Hainanese Chicken Rice yang terletak di daerah Clementi, dekat tempat kediamannya Pak Rane, tapi ternyata restoran tersebut tutup setiap hari Rabu. Sehingga akhirnya kita memilih buka puasa di Lau Pa Sat, yang terletak tidak jauh dari hotel Swissotel the Stamford tempat Pak Budi menginap.
Walaupun tadinya acara ini merupakan acara buka puasa kroner (pengguna layanan micro-blogging Kronologger) Singapura bersama Budi Putra, pada akhirnya beberapa rekan blogger yang belum aktif kronning juga ikut bergabung. Selain Andri, salah seorang kroner aktif dari Singapura yang alhamdulillah bisa bergabung, saya juga berhasil mengajak Fajri, blogger Indonesia yang terkenal di komunitas ID-Gmail sebagai seorang “Pria Penipuh”
, untuk ikut bergabung. Pak Rane juga mengajak salah seorang rekan kerja-nya di RSI Indonesia, Aji Rokhadi, untuk ikutan.
Topik yang dibahas juga beragam. Mulai dari Kronologger, sejarahnya dari mulai dibikin sama Kukuh sampai diintegrasikan ke ABN. Juga dibahas tentang ABN itu sendiri, dimulai dari bentuk organisasinya, strategi bisnisnya (e.g. nyari revenue dari mana), dan lain-lain. Pak Budi cukup terbuka dalam sharing visi dan misinya di ABN, dan saya bersama rekan-rekan lainnya banyak belajar dan mendapatkan banyak ilmu dan informasi yang sangat berguna dalam diskusi tersebut.
Selain itu, juga dibahas mengenai rencana Pesta Blogger 2007 yang akan diadakan bulan depan, di Jakarta. Dalam kesempatan itu, saya membahas tentang undangan untuk para blogger Indonesia di Singapura untuk menghadiri acara Pesta Blogger 2007 tersebut. Undangan tersebut saya terima dari Enda via e-mail. Dalam kesempatan itu, dibahas juga mengenai komunitas blogger Indonesia di Singapura, yang walaupun sudah mempunyai blog aggregator Planet Singapura, namun masih belum mempunyai media komunikasi yang cukup memadai untuk saling bertukar informasi. Pada akhirnya, diusulkan untuk membuat sebuah milis untuk media komunikasi para blogger Indonesia di Singapura, khususnya kontributor Planet Singapura.
Tanpa terasa, obrolan yang seru membuat waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah hampir midnight dan Andri udah ketar-ketir takut ketinggalan kereta api (MRT) terakhir ke Jurong. Walaupun demikian, Pak Budi tidak lupa memberikan oleh-oleh berupa mug Kronologger asal Jogja yang di-desain oleh Thomas. Kelihatan kalo mug ini “asli Jogja” karena kertas koran yang dipakai untuk membungkus adalah koran daerah asal Jogja (saya kurang tahu nama korannya apa).
Wah, merupakan kehormatan tersendiri bisa mendapatkan mug ini, mengingat Kukuh sendiri katanya sampai sekarang masih belum mendapatkan mug tersebut.
Mengingat sebagian dari blogger yang mengikuti acara tersebut juga berjiwa kroner, live reporting termasuk skrinsyut acara tersebut langsung di-update ke Kronologger. Foto-foto lainnya bisa dilihat disini atau disini. Mohon maaf, kualitas foto-nya kurang bagus karena dibuat dengan menggunakan kamera HP dan diset resolusinya kecil supaya bisa langsung di-post ke Kronologger.
Problem Asap Kembali Lagi? 3 July 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Opini, Kejadian Terbaru , 1 comment so far
(Photo courtesy of ChannelNewsAsia)
Saya baru saja membaca artikel di Channel NewsAsia bahwa kualitas udara di Malaysia sekarang sudah mulai memburuk, karena pembakaran hutan di Sumatra, Indonesia. Katanya, sudah ada sekitar 200 titik api di Sumatra saat ini, dan arah angin menerbangkan asapnya ke Malaysia.
Walah. Mudah-mudahan kejadian buruk yang memalukan Indonesia tahun lalu tidak akan terulang lagi tahun ini. Bukankah bulan Juni lalu, sudah ada pertemuan menteri-menteri ASEAN yang membahas masalah ini? Pada waktu itu, Indonesia memasang target untuk mengurangi pembakaran hutan yang menyebabkan asap tersebut sampai setengahnya. Yah, mudah-mudahan saja target tersebut bisa tercapai.
Sementara ini sih, asapnya belum sampai ke Singapura, dan kondisi udara di Singapura saat ini masih normal. Mudah-mudahan kondisinya tidak akan separah tahun lalu. Mari kita berharap semoga pemerintah Indonesia bisa segera melakukan tindakan untuk mencegah pembakaran hutan di Sumatra dan daerah lain di Indonesia menjadi semakin meluas.
Lucunya, menurut sebuah penelitian akademis disini, datangnya asap tersebut ternyata tidak hanya merugikan, tapi juga menguntungkan. Katanya, asap tersebut bisa menahan panas matahari dan bisa mencegah suhu udara yang sangat panas menyengat Singapura. Tentu saja, “keuntungan” tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, terutama kerugian utama bagi kesehatan kita: problem pernafasan.
Ngobrol dengan Budi Putra dan Rane Hafied 13 January 2007
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT, Obrolan Santai, Pengalaman , 8 comments
Pada tanggal 31 Desember 2006, tepat pada Hari Raya Idul Adha, saya menerima SMS dari Rane “JaF” Hafied, teman blogger di Singapura. Beliau mengucapkan Selamat Idul Adha, sekalian memberitahukan kalau Budi Putra, seorang blogger senior Indonesia yang juga adalah wartawan Tempo, akan datang ke Singapura pada tanggal 7 Januari 2007. Setelah nomor saya diteruskan oleh Pak Rane ke Pak Budi, tidak lama kemudian muncul SMS dari Pak Budi, yang mengajak saya dan Pak Rane untuk bertemu di hotel tempat beliau menginap di seputar Orchard.
Hari Minggu, 7 Januari 2006, saya menuju ke hotel Meritus Mandarin di seputar Orchard, tempat Pak Budi menginap. Sampai kesana sudah jam 8:45pm, telat 15 menit dari jadwal. Pak Rane ternyata sudah datang duluan, dan sempat mengobrol dengan Pak Budi di lobby hotel sebelum kemudian mereka menyambut kedatangan saya. Kita bertiga pun menyeberang Orchard Road menuju kafe Starbucks yang berlokasi tepat di seberang hotel.
Ditemani beberapa gelas kopi untuk Pak Budi dan Pak Rane, serta satu gelas ice chocolate untuk saya (yang memang tidak suka kopi), kita bertiga langsung terlibat dalam diskusi yang asyik, tentang blogging dan dunia blogosphere Indonesia. Sebagai seorang blogger pemula, saya benar-benar mendapatkan banyak ilmu dan informasi dari obrolan kita bertiga yang sangat fruitful itu. Pak Budi juga sharing tip dan trik-nya bagaimana untuk lebih “serius” dalam nge-blog, diantaranya adalah dengan menulis content yang bagus, dengan tema yang spesifik ke bidang yang memang kita kuasai, dan juga dengan penggunaan nama domain sendiri (tidak menggunakan blogspot.com atau wordpress.com, misalnya).
Obrolan juga terus berlanjut dengan diskusi mengenai dunia blog Indonesia pada umumnya, dari diskusi mengenai acara Blog Fun Day yang diadakan di Bandung bulan lalu, satpam yang ikutan nge-blog, sampai kasus seleb blog dan jablai blog yang mewarnai blogosphere Indonesia selama sebulan terakhir. Tak terasa, lebih dari dua jam kita ngobrol disana, sampai tidak terasa waktu sudah sangat larut malam, dan sudah waktunya saya pamit untuk menjemput istri yang baru selesai shopping di Paragon.
Kita masih menyempatkan untuk mampir kembali ke hotel, dan Pak Budi memberikan kenang-kenangan kepada saya dan Pak Rane, berupa sebuah buku berjudul “Planet Digital, Manuver CDMA di Indonesia“. Buku ini adalah buku kelima yang ditulis oleh Pak Budi, dan merupakan buku ketiga dari e-triloginya stelah Planet Seluler (2004) dan Planet Internet (2005). Pak Rane pun memberikan kenang-kenangan kepada saya dan Pak Budi, berupa sebuah buku agenda dari MediaCorp Radio, tempat Pak Rane bekerja.
Benar-benar merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. We really had a fruitful and refreshing discussion, indeed. Sayang saking asyiknya ngobrol, jadi tidak sempat berfoto-foto dan bikin skrinsyut. Padahal udah bela-belain bawa kamera.
Akses Internet di Singapura Lambat karena Gempa Bumi Taiwan 28 December 2006
Posted by indra in : Teknis, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Kejadian Terbaru , 6 comments
Saat ini, semua pengguna Internet di Singapura merasakan apa yang dinamakan fakir bandwidth™ (minjem istilah blogger Indonesia).
Sebuah gempa berkekuatan skala 7.1 mengguncang selatan Taiwan dini hari kemarin, dan selain korban 2 orang meninggal dan 42 orang luka-luka, gempa tersebut juga “mengorbankan” beberapa kabel bawah laut yang menghubungkan daratan Asia dengan Amerika Serikat, mengakibatkan terganggunya koneksi Internet antara Amerika Serikat dengan negara-negara di Asia, termasuk Singapura, Hong Kong, Indonesia, China dan Taiwan.
Saya, yang bekerja di sebuah perusahaan jasa hosting Internet dengan POP di beberapa negara Asia, merasakan sekali akibat yang ditimbulkan oleh masalah ini. Banyak pelanggan yang berada di Amerika Serikat dan luar Asia yang komplen karena mereka tidak bisa mengakses server mereka yang di-host di Singapura, Hong Kong dan China. Demikian juga pelanggan yang berada di Singapura yang kesulitan mengakses server mereka yang di-host di Amerika Serikat. Jadilah hari Rabu kemarin adalah salah satu hari tersibuk saya di minggu terakhir tahun 2006 yang seharusnya adem ayem ini. Kesibukan ini saya perkirakan akan berlanjut ke beberapa hari ke depan, mengingat kerusakan kabel bawah laut seperti itu biasanya akan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk diperbaiki.
Saat ini, beberapa ISP di Singapura seperti Starhub dan Pacific Internet sudah melakukan optimisasi routing mereka, dengan melewatkan traffic ke beberapa jalur alternatif, seperti melalui Australia atau Jepang, untuk mencapai Amerika Serikat. Sehingga saat ini, koneksi Internet dari Singapura ke Amerika Serikat sudah lebih baik dibandingkan pagi tadi, walaupun tentu saja latency dan packet loss masih lebih tinggi dibandingkan normal. Lucunya, koneksi antara Singapura dan Australia, yang sebenarnya tidak berhubungan dengan problem kabel bawah laut di Taiwan, juga menjadi lebih lambat, karena banyak ISP di Singapura yang menggunakan Australia sebagai gateway untuk koneksi ke Amerika Serikat.
SingTel, ISP terbesar di Singapura, justru menjadi korban terparah kejadian ini. Kelihatannya, mengingat SingTel adalah salah satu anggota konsorsium pemilik kabel bawah laut yang “terkorban” gempa, jaringan SingTel dan SingNet sangat tergantung kepada kabel tersebut, sehingga ketika kabel tersebut bermasalah, koneksi dari jaringan SingTel ke Amerika Serikat langsung putus total dan tidak ada (atau sangat sedikit sekali) backup link. Hal ini berbeda dengan Starhub atau Pacific Internet yang bisa langsung melakukan optimisasi routing ke jalur alternatif yang mereka miliki. Buktinya, hingga saat ini, koneksi Internet rumah saya yang menggunakan SingNet broadband, masih kesulitan (baca: hampir tidak bisa) mengakses situs-situs di luar negeri (terutama Amerika Serikat dan Eropa), sedangkan koneksi kantor saya yang menggunakan Starhub dan Pacific Internet sudah bisa kembali mengakses situs-situs luar negeri, walaupun memang masih lebih lambat dibandingkan biasanya. Kantor cabang di Hongkong, yang kebetulan juga menggunakan SingTel di Hong Kong, juga masih belum bisa mengakses situs-situs luar negeri, koneksi Internet ke Amerika Serikat masih terputus, dan hanya bisa mengakses situs-situs lokal Asia saja.
Menurut berita terakhir yang saya baca disini, saat ini upaya perbaikan sudah mulai dilakukan dengan mengirimkan kapal ke lokasi kabel yang terputus. Kabel yang terputus itu diantaranya adalah kabel SMW3, APCN2, C2C, FLAG dan EAC. Diperkirakan kapal tersebut baru akan sampai ke tempat lokasi hari Selasa depan, dan perbaikan bisa memakan waktu sampai tiga minggu.
Jadi, bagi rekan-rekan di Singapura (terutama yang menggunakan SingNet) dan rekan-rekan lain di Indonesia dan negara Asia lainnya, selamat menikmati lambatnya Internet selama tiga minggu ke depan.
Berita terkait:
- Asian Internet Access Disrupted!
- Akses Internet dari Indonesia Nyaris Mati Total
- Taiwan Disaster and Asia’s Internet Meltdown
- Asia quakes damage cables; Internet, banks affected
- Internet Sekarat di Asia Tenggara
- Gempa Taiwan
Wireless Internet Gratis Selama 2 Tahun di Singapura 11 October 2006
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT, Opini, Kejadian Terbaru , 38 comments
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengumumkan bahwa mulai Januari tahun depan, pemerintah Singapura akan memberikan akses wireless Internet gratis di banyak tempat umum di Singapura, selama dua tahun. Layanan baru yang dinamakan Wireless@SG ini akan menggunakan teknologi wireless (Wi-Fi) dengan koneksi broadband, dan akan dirilis pada bulan Januari 2007. Selain layanan basic yang gratis ini, juga akan disediakan layanan premium dengan kecepatan akses lebih tinggi, walaupun harus bayar.
Jaringan hotspot-nya akan dibuat menjangkau hampir seluruh daerah pusat kota Singapura (downtown) dan beberapa town centre, tempat rekreasi seperti East Coast Park, dan tempat-tempat umum seperti perpustakaan dan restoran fast food. Untuk membangun infrastruktur ini, pemerintah Singapura bekerja sama dengan tiga operator wireless: iCELL Network, QMax Communications dan SingTel.
Ini adalah berita yang cukup menggembirakan, paling tidak saya jadi bisa akses Internet dengan menggunakan Dopod 818 Pro saya dimana aja, dengan gratis… paling tidak sampai akhir tahun 2008.
Biasanya saya menggunakan fasilitas Wi-Fi dari SingTel dan harus bayar, walaupun memang connection charge-nya cukup murah.
Kapan ya, pemerintah kita bisa memberikan fasilitas seperti ini di Indonesia?
Asap di Singapura Memburuk 7 October 2006
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Opini, Kejadian Terbaru , 13 comments

Channel NewsAsia memberitakan bahwa situasi udara di Singapura mulai memasuki level “tidak sehat” sejak pagi tadi (Sabtu, 7 Oktober 2006). Level PSI di Singapura (Pollutant Standards Index) mulai memasuki level “tidak sehat” pada jam 8 pagi sewaktu mencapai level 101, dan sempat naik hingga ke level 130 pada jam 10 pagi tadi, sebelum akhirnya turun ke level 105 pada jam 12 siang.
National Environmental Agency (NEA) Singapura melaporkan bahwa asap yang masuk ke Singapura semakin memburuk semalam, dan arah angin mengakibatkan asap dari bagian selatan Sumatera (Riau, Jambi, Sumatera Selatan) mengarah ke Singapura.
Problem yang sama juga dialami oleh Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, mengharuskan banyak warga Malaysia untuk tinggal di rumah. Kabut asap tersebut juga telah menyebar ke seluruh wilayah Asia Tenggara, dan bahkan sampai ke Pasifik. Hari Kamis lalu, asap dari Kalimantan bahkan telah mencapai negara-negara kepulauan di Pasifik Barat.
Titik api yang disebabkan oleh pembakaran hutan dan ladang di Sumatera dan Kalimantan adalah penyebab utama kabut asap yang menyelimuti wilayah Asia Tenggara. Bukan hanya banyak blogger Singapura dan Malaysia yang mengeluarkan suara protes yang menghujat Indonesia, beberapa blogger Singapura di Indonesia juga menyuarakan keprihatinan mereka.
Nisa, seorang blogger Indonesia di Singapura, menulis:
Benar-benar tidak nyaman hidup dengan udara seperti ini. Dan semuanya ini hanya disebabkan beberapa orang di negara kita (Indonesia) yang membakar pepohonan untuk keuntungan mereka sendiri. Benar-benar rakus dan egois.
dan:
Tolong, pemerintah (Indonesia), bukan hanya kalian harus melakukan apa saja yang harus dilakukan (untuk menyelesaikan masalah ini), tapi juga ambil langkah-langkah yang lebih serius terhadap orang-orang yang rakus tersebut.
Rani, blogger Indonesia di Singapura lainnya, menulis:
Dan kita ini berada ribuan kilometer dari pusat asap tersebut. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya sekarang tinggal di Pekanbaru atau di kota lain di Sumatera.
Efek dari kabut asap ini benar-benar serius. Saya setuju dengan pendapat Nisa yang mengatakan bahwa kita tidak seharusnya bercanda dalam hal ini. Masalah ini telah membuat nama Indonesia semakin jelek di mata negara-negara tetangganya. Pemerintah Indonesia seharusnya mengambil langkah-langkah dengan lebih serius untuk mengatasi masalah ini.
Update - 8 Oktober 2006, 05:57 pagi:
Situasi kabut asap di Singapura semakin memburuk tadi malam, dengan level PSI mencapai 150 pada jam 9 malam kemarin. Saat ini, PSI berada di level 128.
Pemerintah Singapura telah menyatakan keprihatinannya ke pemerintah Indonesia dengan situasi yang semakin memburuk ini, menekankan bahwa masalah pembakaran hutan dan ladang yang menyebabkan kabut asap tersebut harus segera diatasi. Menteri Senior Goh Chok Tong mengatakan: “Saya berharap bahwa tahun depan, Indonesia bisa mengerti tentang keprihatinan kita dan bisa melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah kabut asap ini.”
Pemerintah Singapura juga telah menawarkan bantuan ke Indonesia untuk mengatasi masalah itu, termasuk membantu dalam pembuatan awan buatan untuk memancing hujan. “Tergantung Indonesia, apakah mau menerima bantuan tersebut atau tidak,” kata Yacoob Ibrahim, menteri lingkungan hidup Singapura. Apakah pemerintah Indonesia mau menerima bantuan tersebut?
Sementara itu, wakil perdana menteri Malaysia Najib Tun Rajak mengatakan bahwa negara-negara ASEAN harus bersama-sama mengatasi masalah ini, diantaranya adalah menyediakan dana yang cukup besar untuk mengatasi masalah pembakaran ladang yang menjadi sumber masalah asap tersebut. Pernyataan ini secara tidak langsung menunjukkan ketidakmampuan pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah ini, paling tidak menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia bahkan tidak mampu mencegah para petani di Sumatra (dan Kalimantan) untuk membakar ladang mereka.
Sungguh memalukan.
Quicklink: Masih Tentang (Almh.) Inong 2 October 2006
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Quicklinks, Kejadian Terbaru , 4 comments
Haris, ayah dari Zidan dan Syifa dan suami dari almarhumah Inong, telah membuat blog baru untuk melanjutkan cerita almarhumah tentang kedua anak mereka. Blog tersebut sudah saya masukkan ke daftar kontributor Planet Singapura. Selamat datang di dunia blogosphere, Mas Haris.
Hany juga memberitakan bahwa Kompas memuat sebuah artikel mengenai almarhumah Inong di koran Kompas hari ini, di halaman 44. Versi online-nya bisa dilihat disini.





