jump to navigation

Budget Airline Segera Terbangi Jalur Singapura-KL 27 November 2007

Posted by indra in : Jalan-jalan, Opini, Informasi , 4 comments

Kabar baik untuk para budget traveller, budget airline akan segera diberikan "jatah" untuk menerbangi salah satu jalur penerbangan termahal di Asia: Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya. Di tahap awal implementasi kebijakan ini mulai tanggal 1 Februari 2008, jatah untuk budget airline ini akan dibatasi dulu, maksimal empat penerbangan per hari-nya, dua penerbangan untuk budget airline Singapura dan dua penerbangan untuk budget airline Malaysia. Namun, setelah bulan Desember 2008, tidak akan ada lagi pembatasan, mengingat mulai bulan tersebut, jalur penerbangan antar ibukota ASEAN akan dibuka dan tidak akan lagi dibatasi.

Hingga saat ini, jalur penerbangan Singapura-Kuala Lumpur dimonopoli oleh maskapai penerbangan nasional Singapura dan Malaysia, Singapore Airlines dan Malaysia Airlines. Karena monopoli tersebut, harga tiket Singapura-Kuala Lumpur tidak pernah murah, minimum sekitar S$400 pulang pergi, padahal penerbangan jarak pendek ini hanya memakan waktu sekitar 50 menit. Bandingkan dengan harga tiket Singapura-Jakarta yang bisa turun drastis ke sekitar S$200 pulang pergi. Dengan masuknya budget airlines di jalur ini, diharapkan kompetisi akan meningkat dan harga tiket akan menurun.

Saya memperkirakan AirAsia, budget airline terkemuka di Malaysia, akan mendapatkan jatah dua penerbangan tersebut, sedangkan dari Singapura, mungkin Tiger Airways atau JetStar yang akan menerbangi jalur ini.

Mari kita lihat nanti, sampai sejauh mana harga tiket pesawat Singapura-Kuala Lumpur bisa turun. Saya memperkirakan harganya tetap tidak akan bisa menyaingi harga tiket coach (bus) dari Singapura ke Kuala Lumpur, yang harganya untuk one-way hanya sekitar S$20 untuk bus AC biasa, dan S$50 untuk bus SVIP yang lebih mewah dan nyaman. Dengan adanya jalan tol Utara-Selatan di Malaysia, perjalanan bus dari Singapura ke Kuala Lumpur hanya memakan waktu 4-5 jam saja. Sehingga, perbedaan antara naik bus dengan naik pesawat sebenarnya tidak terlalu jauh, apalagi kalau dihitung waktu kita untuk check-in di bandara dan menunggu keberangkatan pesawat. Satu lagi, bandara internasional Kuala Lumpur (KLIA) juga terletak cukup jauh dari pusat bandar KL, sekitar 1 jam naik taksi dan mungkin lebih kalau naik bus. Jadi mungkin, bagi para backpacker, perjalanan dengan menggunakan bus masih lebih diminati.

Picture courtesy of Wikipedia.

Quicklink: Tips dari Singapura ke Johor Bahru dan Jakarta 15 June 2007

Posted by indra in : Jalan-jalan, Obrolan IT, Obrolan Santai, Quicklinks, Informasi , 21 comments

Berikut adalah dua artikel yang ditulis oleh rekan blogger Ambar Briastuti, yang mungkin bermanfaat bagi rekan-rekan traveler yang ingin berkunjung ke Singapura dan Malaysia.

Nyebrang dari Singapura menuju Johor Bahru

Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pergi dari Singapura ke Johor Bahru dengan menggunakan bus atau taksi. Informasi ini juga berguna bagi mereka yang ingin meneruskan perjalanan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur.

Perlu diketahui bahwa tiket bus antarkota dari Terminal Larkin di Johor Bahru ke Kuala Lumpur jauh lebih murah dibandingkan tiket bus langsung dari Singapura ke Kuala Lumpur. Jadi banyak budget traveler yang memilih untuk menggunakan bus dari Singapura ke terminal bus Larkin di Johor Bahru, dan dari sana baru naik bus antarkota ke Kuala Lumpur.

Smarter Way to Jakarta

Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pulang ke Jakarta dari Singapura dengan menggunakan pesawat semi-budget Singapura, Valuair. Penerbangan langsung ini adalah merupakan alternatif yang sering digunakan oleh para budget traveler, selain pesawat AirAsia melalui Batam. Mengingat biaya ferry Singapura-Batam yang dikenakan tax sebesar S$10 (bandingkan dengan tax Batam-Singapura yang hanya $3), banyak traveler yang memilih pergi dari Jakarta ke Singapura melalui Batam, sementara pulang ke Jakarta-nya langsung melalui bandara Changi.

Ada banyak keuntungan dengan menggunakan pesawat langsung dari Changi ke Jakarta, dibandingkan melalui Batam. Diantaranya:

  1. Lebih convenient, tidak perlu harus repot-repot naik ferry ke Batam terus disambung penerbangan ke Jakarta.
  2. Untuk para avid shopper, bisa belanja tax-free di bandara Changi.
  3. Bisa menikmati GST refund untuk barang-barang yang dibeli di Singapura, apalagi mengingat GST yang di Singapura yang akan naik dari 5% ke 7% mulai awal Juli 2007.

Namun, tentu saja, perlu diingat bahwa harga tiket one-way dari Singapura ke Jakarta tetap lebih mahal dibandingkan harga tiket one-way AirAsia dari Batam ke Jakarta. Selain Valuair, penerbangan yang kadang memberikan harga murah one-way dari Singapura ke Jakarta adalah Lufthansa, yang juga bisa di-book online.

Kutipan Artikel Sewa Apartemen dari Wiki Indo-Sing 7 May 2007

Posted by indra in : Jalan-jalan, Informasi , 137 comments

Mengingat situs Wiki Indo-Sing yang sering down, sementara artikel saya mengenai Sewa Apartemen di Singapura nge-link kesana, jadi banyak pembaca blog saya yang “protes” karena tidak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan. :) Untuk memudahkan, berikut adalah kutipannya mengenai informasi sewa apartemen harian di Singapura, terima kasih kepada Google’s cached pages.

Mudah-mudahan situs wiki Indo-Sing bisa segera up lagi. *lirik-lirik om Emir Faisal dan om Polar Bear yang lagi pada sibuk* :) :)

Sewa Apartemen
From Indo-Sing Wiki

Berikut adalah informasi sewa apartemen harian di sekitar Orchard, Chinatown dan daerah lain di Singapura. Artikel ini lebih dikhususkan untuk orang Indonesia yang sedang berkunjung ke Singapura, baik untuk tujuan wisata maupun berobat, yang membutuhkan kamar yang bisa disewa harian/mingguan. Secara umum, harga sewa kamar ini lebih murah dibandingkan menyewa kamar di hotel.

Artikel ini mengutip dari berbagai sumber, dan dikumpulkan oleh Indra Pramana. Perlu diketahui bahwa sumber artikel tersebut sudah ditulis cukup lama, jadi mungkin harga yang tertera di bawah sudah tidak relevan lagi. Silahkan telepon untuk kepastian harganya.

Contents

* 1 Daerah Orchard Road / Mount Elizabeth Hospital
* 2 Daerah Chinatown / Singapore General Hospital
* 3 Daerah Buona Vista / National University Hospital
* 4 Daerah Lainnya di Singapura
* 5 Sumber Artikel

Daerah Orchard Road / Mount Elizabeth Hospital

Lucky Plaza-Orchard $ 40-60. dekat Mount Elizabeth Hospital

1) Ibu Maria #18-02: 9673 7590 / 6738 8190

2) Madam Soh (katanya punya 4 unit) #23-02 : 6736 1306/9639 1586

3) Madam Lie (adiknya Madam Soh) : 6732 5629

4) Lucky Plaza #20-03 : 6737 1003

5) Lily (katanya paling bersih)#21-01 : 6732 9876/9003 0863

Lucky Plaza #20-01: 62386078, 67379128 - Ibu Frieda / pembantunya Mbak Ati

1. Mdm. Wong 94570490 (maid: Umi/Ati 67387515)

Yani 68352014/67363901, atau langsung ke HPnya Umi (90680061) Room rate 50 dole 1 malam/room, kalo lagi peak period jadi 55 dole, boleh ikut masak di dapur, kamar mandi 2, setiap hari ada yg bersiin, aircon. Mdm Wong ini punya beberapa unit. Ada 1 unit yg harganya 150 dole, ini whole apt, nggak sharing, kamar mandi 2, dapur, 2 bedroom, kamarnya lumayan luas (1 queen + 1 single bed). Kamarnya lebih luas dibanding yg 50 dole.

Yg di Lucky Plaza saya pernah lihat, ya nggak lux sih, tapi lumayan aja, mana posisinya itu lho di Lucky Plaza, convenient banget

2. Rumah Tinggal yg kamar2nya disewain, ini share sama yg lain. Di Jalan Lada Puteh, belakang Lucky Plaza deket Mount E. Hospital. Harga kamar variatif tergantung kecil besarnya, ada yg 80, 90, 60 SGD/night. Contact Person Kartini ato Leni (67356437 ato 67379029). Ini belum pernah lihat sendiri, tapi pas telpon yg ngangkat tamu disitu, dia bilangnya ok, bersih dan enak, dia lagi berobat di Mount E.

Location : Elizabeth Towers, Tower A (dpn Mount Elizabeth Hospital) Dengan: FONDA Contact: 94566708 / 0811962288 Detail info: www.friendster.com/fondarwis

Daerah Chinatown / Singapore General Hospital

Chinatown $ 40-60, dekat Singapore General Hospital

1) Mrs Foo/mbak Atun pembantunya :

People Park Centre # 17-05, #16-02 cari Mrs Foo atau mbak Atun (pembantunya): 62250442/6330316

2) Ee In : People Park Centre #24-04 : 6535 2118

3) Elly/Lily (orang palembang) : 9690 8230

Punya studio $70 bisa diisi 8 orang !

Daerah Buona Vista / National University Hospital

1) Isaapartment : 6253 8884

Biasanya condo/apartment 1 unit, bukan kamar jadi lebih mahal.

Daerah Lainnya di Singapura

Paya Lebar/Pebble Lane:

Gerizimindo - mevie 93868423

Sumber Artikel

* Mailing list Indo-Sing
* Blog IndoSing-Mums

Retrieved from “http://wiki.indo-sing.org/index.php/Sewa_Apartemen”

Category: Properti

APRICOT 2007 di Bali Resmi Dibuka 27 February 2007

Posted by indra in : Jalan-jalan, Obrolan IT, Kejadian Terbaru, APRICOT 2007 , add a comment

Walaupun acara workshop dan tutorial APRICOT 2007 sudah dimulai sejak pertengahan minggu lalu, tapi baru hari ini (Selasa, 27 Februari 2007) konferensi APRICOT 2007 di Bali resmi dibuka. Opening ceremony APRICOT 2007 ditandai dengan pemukulan (atau pembunyian?) gong oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Sofyan Djalil, setelah sebelumnya ada opening speech dari Sylvia Sumarlin, Ketua Umum APJII dan Gaurab Uphadaya, chairman APIA. APJII dan APIA adalah dua dari beberapa organisasi yang mendukung terselenggaranya APRICOT 2007 di Bali.

Pagi tadi, saya mengikuti tutorial BGP Deployment and Best Practices oleh Philip Smith. Kebetulan saya ketemu lagi dengan Deny dan Nyoman dari RADNET, jadi kita menghadiri tutorial bersama-sama. Waktu acara makan siang, saya berkesempatan untuk bertemu dengan Pak Sanjaya, salah seorang mantan aktivis APJII yang sekarang bekerja untuk APNIC, dan Pak Roy Rahajasa Yamin, mantan bos saya di RADNET. Sewaktu acara plenary session, saya juga sempat bertemu dengan Pak Yulianus, admin jaringan Indosat.

Malamnya, saya menghadiri acara APRICOT Opening Social Event yang diadakan di samping kolam renang di Westin Resort hotel. Sempat bertemu dengan teman-teman dari Starhub dan berkenalan dengan beberapa rekan dari Equinix, Singapura. Saya duduk semeja dengan Pak Toto (R. Santoso), admin IptekNet/BPPT dan mantan admin go.id, dan kita pun asyik berdiskusi sekaligus mengenang masa-masa lalu (caela!). Bill Fridini pun sempat ikut join ngobrol.

Foto-foto selama hari kedua saya di acara konferensi APRICOT bisa dilihat disini, sementara foto-foto selama acara konferensi APRICOT secara keseluruhan bisa dilihat disini. Berikut beberapa foto-fotonya.

Sewa Apartemen di Singapura 12 December 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan, Informasi , 376 comments

Menyusul postingan saya mengenai penginapan murah di Singapura disini, banyak sekali pengunjung blog saya yang menanyakan informasi mengenai sewa kamar jangka pendek (harian atau mingguan) di apartemen-apartemen di Singapura. Hal ini dikarenakan, secara umum, harga sewa kamar di apartemen seperti ini lebih murah dibandingkan menyewa kamar di hotel.

Biasanya, apartemen-apartemen tersebut dimiliki oleh individual (perorangan) dan bukan dimiliki oleh pengelola gedung. Hal ini berbeda dengan kamar hotel, yang dikelola oleh hotel yang bersangkutan. Salah satu apartemen yang paling banyak disewa oleh pengunjung dari Indonesia adalah apartemen Lucky Plaza. Apartemen yang terletak satu kompleks dengan pusat perbelanjaan Lucky Plaza ini terletak di jantung-nya Orchard Road, pusat belanja-nya Singapura. Selain itu, lokasi apartemennya juga tidak jauh dari Mount Elizabeth Hospital, sebuah rumah sakit yang terkenal sering dikunjungi oleh orang-orang Indonesia.

Banyak sekali unit-unit di apartemen Lucky Plaza tersebut dimiliki oleh orang Indonesia di Singapura. Kalaupun unit apartemen tersebut dimiliki oleh orang Singapura, biasanya mereka memiliki pembantu orang Indonesia yang ikut membantu mengelola unit apartemen tersebut. Selain itu, banyak sekali restoran-restoran Indonesia yang sekarang “bertebaran” di pusat perbelanjaan Lucky Plaza, seperti Ayam Penyet Ria, Kantin Aneka, Es Teler 77 dan Ayam Bakar Ojolali, membuat Lucky Plaza sudah serasa “dimiliki” oleh orang Indonesia (dan orang Filipina, tentu saja, mengingat juga banyak sekali kios-kios orang Filipina disana).

Biaya sewa satu kamar di unit-unit apartemen tersebut berkisar antara $60-$80. Kalau sedang musim rame seperti akhir tahun, harganya bisa melambung ke $100 atau lebih, sementara kalau lagi sepi, harga bisa turun ke $40 (tapi ini dua tahun yang lalu, sekarang mungkin udah susah nyari harga segitu). Ada dua tipe kamar: master bedroom dan common room. Master bedroom adalah kamar utama di unit apartemen tersebut, dan biasanya mempunyai kamar mandi sendiri di dalam. Sedangkan common room adalah kamar lainnya di unit apartemen tersebut, dan tidak mempunyai kamar mandi sendiri jadi harus sharing dengan orang lain yang menyewa common room lain di unit apartemen tersebut. Harga master bedroom tentu saja biasanya lebih mahal dibandingkan harga common room, biasanya terpaut $20-$30.

Saya baru saja mengumpulkan informasi mengenai daftar apartemen yang dimiliki oleh orang Indonesia (atau dimiliki oleh orang Singapura dengan pembantu orang Indonesia), yang bisa disewa harian berikut kontak-nya, tidak hanya di Lucky Plaza, tapi juga di daerah Orchard lainnya, di Chinatown, dan juga di daerah lain di Singapura. Informasi tersebut saya simpan di database wiki Indo-Sing, dan bisa diakses disini. Saya menyimpannya di wiki Indo-Sing, dan bukan di blog ini langsung, sehingga kalau ada tambahan atau perubahan, bisa dengan mudah saya update. Informasi tersebut saya dapat dari mailing list Indo-Sing dan juga dari blog komunitas IndoSing-Mums.

Semoga bermanfaat. :)

Update on 7 May 2007, 01:10hrs: Mengingat situs Wiki Indo-Sing yang sering down, saya membuat kutipan artikel-nya yang bisa diakses disini.

Mudik, Akses Internet Terbatas 30 November 2006

Posted by indra in : Teknis, Jalan-jalan, Kejadian Terbaru , 15 comments

Saya sudah berada di Jakarta sejak tanggal 25 November 2006 yang lalu, dan baru kali ini saya bisa mendapatkan akses Internet. Harap maklum, rumah orang tua dan mertua saya tidak mempunyai akses Internet, dan akses dial-up dengan menggunakan account roaming SingNet saya, yang seharusnya bisa digunakan di banyak Internet Service Provider (ISP) di Indonesia yang tergabung dengan jaringan iPass, tidak bisa digunakan. Biasanya, saya bisa menggunakan account SingNet saya untuk login ke nomor ISP lokal di Jakarta, biasanya saya menggunakan nomor dial-up Centrin atau RADNET.

Namun entah kenapa, sekarang saya tidak bisa lagi connect dengan menggunakan account SingNet saya. Saya juga sudah mencoba beberapa nomor dial-up provider lain seperti CBN dan IndoNet, tapi tetap juga tidak bisa. Apakah SingNet sudah tidak lagi tergabung ke jaringan iPass? Kayaknya nggak deh, tidak pernah ada pengumuman dari SingNet mengenai hal ini. Atau mungkin karena saya tidak menggunakan software iPassConnectDialer yang digunakan?

Saat ini, kebetulan saya sedang berada di rumah adik saya yang mempunyai akses Internet broadband dari Telkom Speedy. Koneksi Internet lumayan cepat, tapi sayangnya routing ke network kantor di Singapura harus lewat Amerika Serikat dulu. Kelihatannya Telkom tidak mempunyai koneksi langsung ke Singapura, tidak seperti halnya dengan Indosat yang mempunyai koneksi peering ke SingTel Internet Exchange.

Mengingat koneksi Internet saya yang terbatas, saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang sudah menuliskan komentar dan/atau pertanyaan di blog saya, tapi belum sempat saya balas. Dan saya juga mohon maaf kepada rekan-rekan blogger lainnya, karena terbatasnya akses Internet menyebabkan saya tidak sempat untuk berkunjung ke blog-blog rekan-rekan. Insya Allah semua pertanyaan dan komentar rekan-rekan akan saya jawab setelah saya pulang kembali ke Singapura minggu depan (6 Desember 2006).

Mohon maaf juga karena kesibukan saya selama di Jakarta, saya masih belum bisa memenuhi janji saya ke rekan-rekan di Jakarta, terutama rekan-rekan di komunitas Blogfam, untuk melakukan temu darat dengan rekan-rekan blogger di Jakarta. Mudah-mudahan janji saya ini bisa terpenuhi di kunjungan mudik saya berikutnya *sambil sungkem ke para ratu kopdar Blogfam Jakarta: Linda dan Dahlia, maaf ya Lin, Day, next time yaaa…* :)   Liputan mudik nanti (kalau sempat) akan saya tulis di blog Rumah Indra.

Hoax: Lewat Batam Bisa Bebas Fiskal? 9 November 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan, Kejadian Terbaru , 100 comments

Hoax: Lewat Batam Bisa Bebas Fiskal? 

Saat ini, banyak sekali e-mail yang beredar di milis-milis, yang mengatakan bahwa mulai tanggal 1 November 2006, pemegang paspor Indonesia dari daerah manapun (tidak hanya Batam, Sumatra atau Kalimantan) bisa mendapatkan bebas fiskal jika berangkat ke luar negeri melalui Batam, dengan persyaratan fotokopi paspor. E-mail yang beredar tersebut “dikuatkan” dengan surat keputusan dari Kantor Pelayanan Pajak Batam (dengan dua versi: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).

Tentu saja, “kabar gembira” tersebut disambut dengan hangat oleh kebanyakan warga negara Indonesia, dan banyak sekali rekan-rekan yang menanyakan tentang kebenaran hal ini dengan menuliskan komentar di blog saya.

Salah seorang rekan saya di komunitas Indo-Sing, Kiky, yang juga adalah bos Ayam Bakar Ojolali dan sering melakukan perjalanan Singapura-Batam pp, menulis di milis Indo-Sing:

Rekan2,
Tadi saya ke SG via batu ampar, mendapatkan kabar bahwa free fiskal TIDAK berlaku utk paspor jkt. Bahkan petinggi pajak batam yang saya temui cukup heran melihat adanya surat edaran dalam bahasa inggris. Ini pasti buatan orang iseng katanya.

Bagi mereka yang berpaspor batam seperti saya cukup dicatat namanya saja tanpa perlu fotokopi.

Jadi, sudah dikonfirmasikan oleh rekan saya itu bahwa berita tentang bebas fiskal di Batam yang beredar di banyak mailing list itu adalah bohong belaka. Sayang ya. :(   Kalau ternyata bener, kan asyik juga tuh. ;) :D

Ferry Wavemaster sekarang ke Batu Ampar

Rekan saya itu juga melaporkan bahwa ferry Wavemaster sudah tidak lagi melayani rute Harbourfront Centre (Singapore) - Batam Centre, melainkan sekarang melayani rute Harbourfront Centre - Batu Ampar, pelabuhan lama yang ternyata sekarang sudah dibuka kembali. Jadi saat ini, hanya ferry Penguin dan beberapa ferry lainnya yang melayani rute ke Batam Centre.

Menurut beliau, lewat Batu Ampar ternyata enak juga, perjalanan ferry lebih pendek (40 menit, dibandingkan dengan 1 jam ke Batam Centre) dan jetty-nya modern. Kelebihan lain dari pelabuhan Batu Ampar adalah lokasinya yang lebih dekat ke pusat kota Nagoya dan Baloi, walaupun Batam Centre tetap lebih dekat ke bandara Hang Nadim dan, tentu saja, Mega Mall yang nyaman dan tepat hanya di seberang pelabuhan. :)

Saya sendiri belum pernah mencoba ferry yang ke Batu Ampar. Mungkin saya akan mencobanya untuk next trip saya ke Batam. :)

Update at 15:00hrs SGT:

Informasi tambahan dari rekan saya itu:

Bukan direnovasi, tapi lokasi baru namanya Harbour Bay. Lebih modern, lebih bagus, lebih keren …  Lokasi dekat sekali dengan nagoya, tepatnya ini di jodoh. Tidak jauh dengan BCA jodoh +- 1km. Naik taxi juga lebih murah asal pintar2 nawar, tapi kalau ke airport mendingan lewat batam center.

Menurut beliau, Wavemaster itu sebenarnya bangkrut, lalu kapal-kapalnya diambil alih oleh Citra-Berlian. Harga tiket pp-nya kalau dari Harbour Bay ke Harbourfront adalah $19 plus $3 seaport tax, total $22. Sedangkan Harga tiket pp Penguin dari Batam Center ke Harbourfront adalah $17 (naik $2 dari harga pas saya terakhir kesana) plus $3 seaport tax, total $20. Jadi ferry dari Harbour Bay ke Singapore ini memang $2 lebih mahal dibandingkan ferry dari Batam Center.

Berita mengenai pelabuhan baru Harbour Bay tersebut juga bisa dilihat disini. Katanya, pelabuhan megah tersebut berada di kawasan terpadu, yang didalamnya tersedia fasilitas hotel, apartemen, mal, tempat rekreasi, bisnis, dan lainnya. Namun, saya tidak tahu apakah fasilitas lainnya (selain fasilitas pelabuhan) sudah siap atau masih dibangun.

Dari Batam Ke Bintan Resort 8 September 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan , 40 comments

Ada pengunjung blog saya yang menanyakan transportasi dari Batam ke Bintan, dan kebetulan saya baru saja mengumpulkan informasi mengenai transportasi dari Batam ke Bintan, tepatnya ke Bintan Resort/Lagoi. Kebanyakan pengunjung Bintan Resort adalah warga Singapura, sehingga mereka rata-rata berangkat ke Bintan dari pelabuhan feri Tanah Merah di Singapura. Bagaimana dengan warga Indonesia yang datang melalui Batam?

Saya sempat menghubungi pihak Bintan Resort Ferries cabang Batam, dan ternyata memang ada ferry langsung yang berangkat dari pelabuhan Telaga Punggur, Batam langsung ke pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Resort. Jadi tidak harus lewat Tanjung Pinang. Ferry berangkat tiga kali dalam sehari, dan mengingat keterbatasan tempat duduk (ferry yang digunakan adalah ferry kecil), reservasi sebelumnya sangat dianjurkan. Perjalanan ferry dari Telaga Punggur ke Bandar Bentan Telani akan memakan waktu sekitar 45 menit ke 1 jam.

Informasi lebih detail bisa dilihat dibawah. Perlu diketahui bahwa ini adalah informasi yang saya terima dari pihak BRF Batam, saya sendiri belum pernah ke Bintan.

Jadual:

Telaga Punggur (Batam) - Bandar Bentan Telani (Bintan Resort): 07:30, 11:30, 16:30
Bandar Bentan Telani (Bintan Resort) - Telaga Punggur (Batam): 08:30, 14:30, 17:30

Harga tiket, dalam rupiah:

Dewasa (13 tahun keatas):
- One way: 100.000
- Return: 170.000

Anak-anak (3-12 tahun):
- One way: 50.000
- Return: 90.000

Bayi (0-2 tahun):
- One way: 20.000
- Return: 30.000

Transfer service:

Mereka juga menyediakan layanan tambahan berupa transfer service (penjemputan dari bandara Hang Nadim ke pelabuhan Telaga Punggur, dan sebaliknya), namun biaya-nya cukup mahal. Berikut detailnya:

Reservasi:

Reservasi bisa dengan menggunakan email ke brf_batam@telkom.net atau brf_batam@yahoo.com.sg atau facsimile ke +62-778-479 163.

Karena keterbatasan tempat (kapasitas speedboat 56 seats) serta untuk kenyamanan dan kelancaran perjalanan, sangat dianjurkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan. Reservasi tidak dapat dilakukan secara lisan melalui telepon.

Adapun data yang mereka butuhkan untuk memudahkan proses reservasi adalah sebagai berikut:

Untuk setiap reservasi yang diproses dengan status confirmed, kode konfirmasi akan dikirimkan.

Check-in:

Cara Pembayaran:

Pembayaran dapat dilakukan secara tunai pada saat check-in di counter, atau melalui transfer ke rekening mereka. Apabila, anda/tamu anda memilih pembayaran melalui transfer ke rekening kami, berikut informasi yang dibutuhkan:

Nama pemilik: PT BINTAN RESORT FERRIES
Nama bank: LIPPO BANK
Nomor account: IDR 794 30 04420 3
Alamat bank: Komplek Lumbung Rejeki, Jl Abdul Rahman, Blok G No 6-8, Nagoya – Batam

Pembayaran sudah harus diterima, minimal 2 hari sebelum tanggal keberangkatan dan bukti transfer difax ke +62-778-479163. Mereka akan menerbitkan tanda terima resmi sebagai bukti bahwa pembayaran sudah diterima.

Dari Batam ke Tanjung Pinang

Banyak ferry reguler yang melayani jalur Telaga Punggur, Batam ke Tanjung Pinang, Bintan. Diantaranya adalah ferry MV Sentosa yang harganya cuma 20 ribu rupiah (tahun lalu, menurut Mbak Hany). Lama waktu tempuh dari Telaga Punggur ke Tanjung Pinang adalah 50 menit. Selain itu, juga ada kapal yang melayani jalur Telaga Punggur ke Tanjung Uban, tapi kapalnya jenis speedboat yang lebih kecil, waktu tempuhnya lebih cepat.

Penginapan Murah di Singapura 28 June 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan , 503 comments

NSS Hotel, SingaporeSetelah saya menulis tips dan trick perjalanan ke Singapura melalui Batam disini dan disini, cukup banyak pertanyaan yang saya terima mengenai penginapan yang murah dan bagus di Singapura. Hal ini cukup dimengerti, mengingat banyak para backpacker Indonesia, yang sudah mengirit dengan pergi ke Singapura lewat Batam dibandingkan langsung, juga ingin mengirit dengan menginap di hotel yang murah. Toh kebanyakan waktu para backpacker tersebut akan lebih banyak untuk jalan-jalan, sehingga tidak perlu untuk menginap di hotel yang mahal.

Penginapan Murah

Ada dua jenis penginapan murah di Singapura. Yang pertama adalah backpacker hostel, atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan losmen. Hotel-hotel ini biasanya murah, tidak ber-AC dan kadang kamar mandi-nya tidak ada di setiap kamar, tapi di-share (shared bathroom). Hotel-hotel seperti ini cocok untuk individual backpacker yang ingin mengirit, tapi tidak cocok untuk keluarga, apalagi yang membawa anak-anak. Biasanya harga per malam-nya berkisar mulai dari S$20 sampai S$50. Biasanya hostel-hostel seperti itu tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, melainkan hanya menerima cash. Sehingga beberapa hostel mengharuskan kita untuk membayar deposit (diatas harga kamar) sebagai garansi, dan deposit itu akan dikembalikan sewaktu kita check-out dan mengembalikan kunci ke reception.

Yang kedua adalah hotel kelas menengah ke bawah, yang cukup banyak di sekitar Little India, Bugis dan sekitarnya. Harganya berkisar antara S$60 sampai S$100. Memang lebih mahal dibandingkan backpacker hostel, tapi lebih nyaman terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Kamar mandi biasanya ada di setiap kamar, walaupun service yang disediakan standar. Beberapa hotel, terutama yang kelas menengah, menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Perlu diketahui bahwa banyak hotel-hotel kelas menengah ke bawah ini cukup banyak bertebaran di sekitar Geylang, namun disarankan untuk menghindari daerah tersebut, terutama bagi keluarga yang mempunyai anak. Hal ini disebabkan Geylang adalah daerah red light district-nya Singapura, dimana banyak aktivitas prostitusi yang menjamur di daerah itu. Dan kebanyakan mereka menggunakan hotel-hotel kelas menengah ke bawah itu untuk aktivitas mereka. Jadi, walaupun Anda mungkin tidak menggunakan “jasa” mereka, namun tetap Anda harus berpapasan dengan mereka di lobby hotel, jadi environment-nya tidak begitu nyaman, terutama untuk anak-anak.

Beberapa hostel backpacker yang terkenal di Singapura adalah InnCrowd Hotel dan Fragrance Backpacker Hostel yang berlokasi di Little India, dan New Seventh Storey (NSS) Hotel yang berlokasi di Bugis. Sedangkan beberapa hotel kelas menengah di Singapura adalah Hotel 81 dan Fragrance Hotel yang memiliki banyak cabang di beberapa tempat di Singapura. Beberapa cabang Hotel 81 dan Fragrance juga menyediakan tarif murah untuk backpackers. Hotel Supreme adalah salah satu hotel kelas menengah termurah di daerah Orchard. Sedikit ke arah timur, Strand Hotel di Bencoleen Street juga tidak terlalu jauh dari Dhoby Ghaut dan Plaza Singapura. Park View Hotel juga lumayan bagus dan murah.

Transportasi ke Hotel

Kebanyakan backpackers dari Indonesia kemungkinan akan memilih jalur Batam untuk menuju Singapura, mengingat tiket pesawat Jakarta-Batam yang jauh lebih murah dibandingkan tiket pesawat langsung Jakarta-Singapura. Ferry dari Batam akan berlabuh di Harbourfront Centre. Dari sana, kereta api (MRT) adalah mode transportasi cepat dan murah untuk sampai ke hotel. Sebenarnya, naik bus bisa lebih murah, namun lebih lambat dan cukup repot kalau kita membawa banyak koper.

Untuk tujuan hotel-hotel di sekitar Little India (seperti InnCrowd), Dhoby Ghaut (Supreme, Strand) dan Chinatown, Anda cukup naik kereta api sekali dari stasiun MRT Harbourfront ke stasiun MRT Little India, Dhoby Ghaut dan Chinatown. Namun jika hotel ada berada di daerah Bugis, maka Anda perlu turun di Outram Park, lalu pindah kereta api yang ke arah Pasir Ris dan turun di stasiun MRT Bugis.

Perlu diketahui bahwa untuk ganti kereta api ini, Anda tidak perlu keluar stasiun. Sehingga di Harbourfront, Anda bisa membeli tiket kereta api langsung ke Bugis atau Orchard misalnya, walaupun perjalanan ke sana mengharuskan Anda untuk pindah kereta api di stasiun interchange tertentu (misalnya di Outram Park jika Anda ingin ke Bugis, atau di Dhoby Ghaut jika Anda ingin ke Orchard).

Jika Anda membawa banyak koper dan agak repot kalau naik kereta api, Anda bisa naik taksi. Biaya taksi dari Harbourfront Centre ke Little India atau Bugis mungkin sekitar S$6-S$8, tapi yang pasti tidak akan lebih dari S$10.

Valuair 6 June 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan, Opini , 34 comments

Dalam perjalanan saya ke Jakarta bulan Juni tahun ini, saya berkesempatan mencoba (lagi) budget airline Singapore, Valuair. Valuair tadinya memposisikan mereka sebagai semi-budget airline dengan pelayanan sedikit diatas budget airline seperti AirAsia atau Tiger Airways, walaupun masih dibawah full service airline seperti Singapore Airlines atau Garuda. Jadi harganya pun (dulunya) sedikit lebih mahal dibandingkan budget airline lain, walaupun masih lebih murah dibandingkan full service airline. Mirip lah seperti konsep bisnisnya Lion Air dan Adam Air.

Ternyata, konsep bisnis-nya yang setengah budget, setengah full-service itu menjadi bumerang, penerbangan mereka kurang terlalu diminati, sehingga perusahaan penerbangan tersebut hampir bangkrut sebelum akhirnya diakuisisi oleh JetStarAsia, budget airline lain berbasis di Singapura yang merupakan anak perusahaan dari Qantas, perusahaan penerbangan utama Australia. Walaupun sekarang sudah diakuisisi oleh JetStarAsia dan berada di bawah naungan manajemen yang sama, tapi Valuair tetap menggunakan logo dan kode penerbangan sendiri.

Valuair, seperti AirAsia, menggunakan sistem tanpa tiket. Pembelian tiket pesawat dilakukan melalui Internet di website-nya: http://www.valuair.com.sg/ atau bisa juga ke website parent company-nya, http://www.jetstarasia.com/, dengan pembayaran dilakukan secara online dengan menggunakan kartu kredit. Tiket kemudian dikirim melalui e-mail dalam format PDF (Adobe Acrobat) yang bisa kita print. Hasil print tiket tersebut yang digunakan untuk check-in, sambil memperlihatkan paspor. Sangat efisien.

Pelayanan Valuair ternyata juga bagus, dan dua hal yang membuat Valuair sedikit diatas AirAsia dalam hal pelayanan adalah (1) tempat duduk yang di-assigned pada waktu check-in; dan (2) snack, air putih dan teh/kopi disediakan secara cuma-cuma.. Lainnya, secara keseluruhan service-nya hamper sama dengan AirAsia. Makanan yang dijual diatas pesawat sedikit lebih mahal dibandingkan AirAsia. Penerbangannya pada waktu itu juga tepat waktu, lepas landas di Changi airport tepat jam 8:40 pagi dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta jam 9:15 pagi, 5 menit lebih cepat dari jadwal. Oh iya, kali ini para pramugari-pramugara-nya tidak nyanyi seperti tahun lalu waktu saya pernah naik pesawat yang sama. :)

[English version]