jump to navigation

#IndonesiaUnite: Kronologger dan Koprol 23 July 2009

Posted by indra in : Opini, Blogging , trackback

Terkait gerakan #IndonesiaUnite pasca ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, beberapa waktu yang lalu, saya sempat prihatin melihat penggunaan Twitter yang begitu meluas di kalangan microbloggers Indonesia untuk menyebarkan gerakan #indonesiaunite, sementara Kronologger tetap adem-ayem dan semakin sepi saja. Ini berarti, rekan microbloggers Indonesia masih lebih suka menggunakan produk luar negeri seperti Twitter, Plurk dan Facebook dibandingkan produk dalam negeri seperti Kronologger. Cukup ironis, gerakan yang mengajak Indonesia untuk bersatu itu ternyata dipopulerkan dan disebarkan menggunakan platform produk luar negeri, padahal ada similar platform yang merupakan karya anak bangsa Indonesia sendiri.

Kenapa banyak kroner (sebutan untuk pengguna Kronologger) yang meninggalkan Kronologger dan berpindah ke platform lain? Mencari jaringan yang lebih luas, mungkin? Saya kurang tahu. Padahal, Kronologger sudah menyiapkan all-in-one interface yang memfasilitasi kita untuk melakukan update Kronologger, Twitter, Plurk, Facebook dan banyak situs lainnya, secara otomatis, seperti yang selama ini saya lakukan. Tapi mungkin salah satu alasannya adalah karena kurangnya inovasi dari pengelola Kronologger untuk menjadikan situs microblogging tersebut lebih aktif dan dinamis. Hal ini yang mungkin perlu di-review kembali oleh Kukuh dan Asia Blogging Network selaku pengelola situs tersebut.

Di Twitter (tuh kan, bukan di Kronologger :P ), Veta mengingatkan saya kalau produk platform microblogging Indonesia bukan hanya Kronologger, tapi juga ada Koprol. Ini adalah situs microblogging berbasis lokasi yang digagas oleh Satya bersama rekan-rekannya dari SkyEight. Saya sebenarnya sudah mendaftar ke layanan situs itu sejak beberapa waktu yang lalu, tapi baru mulai benar-benar menggunakan layanan tersebut seminggu terakhir ini. Karena saya sudah terbiasa menggunakan interface di Kronologger untuk meng-update entry saya di Kronologger, Twitter, Facebook dan Plurk sekaligus, saya bertanya ke Kukuh apakah interface Kronologger bisa sekalian untuk check-in dan update Koprol. Menurut Kukuh, Koprol belum menyediakan API untuk itu.

Waktu saya coba konfirmasi ke Satya, memang Koprol secara resmi belum menyediakan layanan API, namun mereka bisa menyediakan layanan API tersebut, dengan full support, tentunya, kepada pihak-pihak tertentu yang memang berminat untuk melakukan integrasi. Menurutnya, Ivan Lanin juga pernah menunjukkan minat yang sama. Akhirnya, dengan pengalaman saya sebagai kompor — dalam segi positif, tentu saja :) — saya mengusulkan agar Kukuh langsung mengontak Satya. Dan alhamdulillah, saya dengar Kukuh dan Satya sudah bertemu waktu makan siang tadi untuk membahas integrasi ini.

Mari kita berdoa, semoga hasil pertemuan Kukuh dan Satya tadi siang bisa menghasilkan inovasi yang menguntungkan keduanya (Kronologger dan Koprol) dan bermanfaat bagi kita semua, microbloggers Indonesia. Dan, semoga inovasi-inovasi selanjutnya dari Kronologger dan Koprol bisa menarik microbloggers Indonesia untuk kembali menggunakan produk dalam negeri.

Indonesia, Unite!!

Comments»

1. Ki Syafrudin - 23 July 2009

Apakah ini kepedulian Bung IP (sebagai mantan SysAdmin IIX :-) ) terhadap pendayagunaan jaringan dalam negeri / penghematan bandwidth ?

2. gagahput3ra - 24 July 2009

Sebenernya tergantung tujuannya juga sih mas, karena kalo di kronologger atau koprol, kemungkinan yang baca cuma orang Indonesia aja. Sementara di twitter, dengan #indonesiaunite berhasil masuk trending topics, itu dilihat orang seluruh dunia dan sempat masuk MSNBC & CNN.

Jadi ya mungkin analoginya seperti kirim paket, kalo domestik pake tiki/pos, kalo internasional mungkin ada preferensi lain lagi. :)

3. Harry - 24 July 2009

soalnya di twitter temennya lebih banyak dan bisa lebih mendunia, padahal dulunya kronologger juga rame banget, tapi beberapa bulan ini sepi poll, serasa gak ada aktivitas

4. Daus - 24 July 2009

Saya tidak ikut-ikut unite2-an mas, jadi pake Twitter cuma buat katarsis dan mencari link2 menarik, terutama seputar dunia pekerjaan saya.

5. Ja6 - 24 July 2009

Mantap pak. Emang kompor yang dahsyat. Semoga berhasil nih unite-nya

6. geblek - 25 July 2009

saya mungkin bukan salah satu penggila layanan micro blogging, bahkan fb pun hanya skedar iseng, ngekron saat baru2nya aja, twiter cuma bikin acc doang :D mungkin saya yg blm bisa ngrasain layanan micro tsb sih

7. sufehmi - 25 July 2009

excellent point :) setuju, sebetulnya kita bisa manfaatkan kronologger atau koprol.

Dg userbase twitter yg sudah terlanjur besar, ini memang akan sulit.
Tapi - bukannya mustahil. Contoh: friendster & myspace –versus– facebook :)

Nah, mudah2an sukses fb ini kemudian bisa ditiru juga oleh kron & koprol, amin!

8. indra - 26 July 2009

#1: Kang @Haydin, sebenarnya traffic microblogging yang pure text (walaupun kadang dengan image) dan dibatasi 140 karakter per pesan, tidak terlalu banyak berpengaruh ke masalah bandwidth.

Dari hasil whois, Kronologger kayaknya di-host di server luar negeri. Koprol yang di-host di Indonesia (Biznet).

BTW, apa kabar? :)

9. Ki Syafrudin - 30 July 2009

Kabar baik,
Sejak sewindu lalu pindah ke Bandung dan murni jadi pengguna akhir, pengamat kiprah teman - teman seperti Kang Ipeh ini melalui blog, sesekali naruh komentar seperti ini.
Kolaborasinya saat ini masih Intranet.

Maklum baca email gmail pun sudah prioritas ke sekian setelah email kantor habis :-)

10. 糖尿病饮食 - 26 September 2009

模板有些代码看不懂

11. Arfan - 21 October 2009

Buka http://www.indogoo.com/ dan singup ke social network asli buatan anak bangsa Indonesia.
Cintai produk dalam negeri ya! Tolong bantuannya biar Indonesia cepat maju

12. damar - 29 October 2009

ini ada nyang anyar Twitter Ala Indonesia..
http://dutablogger.com/register
di tunggu ya..