jump to navigation

Kenapa Merdeka Dimatikan? 15 February 2009

Posted by indra in : Opini, Blogging , trackback

Walaupun saya tidak pernah menjadi anggota blog agregasi Merdeka, namun sampai sekarang, saya selalu bertanya-tanya kenapa blog agregasi tersebut dimatikan. Dan kelihatannya, I’m not the only one. Pujiono juga pernah menanyakan hal yang sama tahun lalu. Demikian pula halnya dengan Fatih, yang menanyakan hal yang sama hari ini. Malah beliau kayaknya baru tahu kalo Merdeka sebenarnya sudah lama mati, sejak Oktober tahun lalu (atau mungkin sejak akhir September, kalo menurut Pujiono).

Tidaklah mengherankan, jika banyak blogger Indonesia yang merasa “kehilangan” dengan matinya Merdeka. Pada masa jayanya dulu, Merdeka adalah salah satu blog agregasi yang populer di dunia blogosphere Indonesia. Merdeka juga adalah salah satu komunitas blogger Indonesia yang bisa dibilang cukup elit, mengingat proses penyaringan anggota Merdeka yang menggunakan sistem open submission dan voting. Basis pembacanya juga banyak. Suka atau tidak suka, Merdeka sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan blog di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak blogger Indonesia yang mempertanyakan alasan kenapa Merdeka dimatikan.

Kalo menurut komentar Andry di artikel-nya Pujiono, beliau belum ada waktu (dan tenaga) untuk re-born Merdeka. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya tidak terlalu banyak waktu dan tenaga yang diperlukan untuk me-maintain sebuah agregasi blog. If my memory didn’t fail me, seingat saya Merdeka menggunakan blog engine Wordpress dan plug-in FeedWordPress, sama dengan Planet Singapura yang saya kelola. Tidak banyak waktu dan tenaga yang diperlukan, sebenarnya, kecuali pada waktu kita ingin menambah atau menghapus dari daftar kontributor, atau jika ada masalah teknis seperti yang dialami Planet Singapura beberapa minggu yang lalu. Diluar itu, program sindikasi akan berjalan secara otomatis untuk meng-agregasi blog-blog para kontributor.

Saya mengerti kalau Andry sekarang sibuk mengurusi Blog Detik, apalagi beliau harus bekerja keras untuk menjaga uptime dan performance layanan blog tersebut, mengingat Blog Detik sangat populer dan laris digunakan banyak blogger Indonesia (termasuk saya) saat ini. Namun saya khawatir, apakah benar alasan kesibukan dan ketiadaan waktu (dan tenaga) merupakan alasan utama Merdeka dimatikan?

Di blog-nya yang dulu (yang juga sekarang sudah mati), Andry pernah menulis kalau blog sudah mati. Beliau kelihatannya berpendapat kalau blog itu sudah tidak punya masa depan. Apakah mungkin, alasan tersebut yang menyebabkan beliau tidak lagi semangat untuk mengelola Merdeka dan memutuskan untuk mematikannya? Adalah sangat disayangkan, jika sebuah komunitas blogger di Indonesia bisa hilang begitu saja, hanya karena pengelolanya kehilangan semangat nge-blog. Mudah-mudahan saya salah, I hope I was wrong.

Apapun jawabannya, saya berharap Merdeka bisa segera lahir kembali. Seperti yang ditanyakan oleh Andry di blog Pujiono, ada yang mau membantu? :)

Merdeka!  *eh belum 17 Agustus, ya?* :) :)

Comments»

1. gagahput3ra - 16 February 2009

Sayang banget Merdeka mati…saya sendiri juga lagi coba2 bikin agregasi sendiri di http://indonesiasatu.info….tapi rasanya masih gak bisa sebagus Merdeka yg dulu slogannya “where the design rocks, content kill” sama apa gitu :(

Semoga Merdeka cepet idup lagi atau domainnya diambil alih dan dibangun ulang biar bisa rame lagi agregator di Indonesia :D

2. Andika Kameswara - 16 February 2009

Saya pernah bicara sama Andry waktu bertemu dengannya di detik.com. Ia memang too busy untuk mengurusi meredeka.or.id dan akan sangat menghargai jika ada yang bisa membantunya memanage hal itu.

Saya tidak tahu apakah saat ini masih seperti itu (welcome jika ada yang mau manage) atau memang benar-benar diniatkan untuk dimatikan saja.

Seingat saya merdeka adalah salah satu blog dengan PageRank tinggi yang menunjukkan kualitasnya sendiri.

Soal tulisan “blog sudah mati”, pada hemat saya itu adalah sindiran saja, karena ia sendiri kelihatan enjoy dengan blog. Blog sudah mati karena ia tidak sempat menulis lagi.

Andry lebih tahu daripada saya sih, tapi memang dia orang hebat, qualified dengan tulisan yang cerdas.

3. galihsatria - 16 February 2009

Setelah Pak Andry menanyakan apakah ada yang mau bantu di blog Pak Pujiono itu, saya langsung mengirim email japri ke beliau menawarkan diri untuk membantu apa saja yang perlu dibantu. Sayang kalau nama besar itu harus mati, kata saya waktu itu. Namun tidak ada respon dari beliau hingga sekarang.

4. snydez - 16 February 2009

kaya’nya ngurusin agregator itu urusan mood deh ;P..
ngeliat planetkronologger agak menganeh beberapa waktu ini :P

5. dudi - 16 February 2009

salah satu kelemahannya agregasi komunitas yang dihandle oleh perorangan ya seperti itu. semua orang tau merdeka itu dibelakangnya ya si andry. andry gak bergerak, maka merdeka mati. sebenernya tinggal ditawarkan ke orang lain aja sapa yang mau kelola dan konsisten.

masalahnya apakah andry mau? dan sapa yang emang berniat untuk kelola? tinggal koordinasi aja. beres dah :D

6. Daus - 16 February 2009

Bikin yang baru aja yuk? Terjajah.com, hehe…

*Maaf nggak ngasih solusi.

7. hedi - 16 February 2009

saya sebagai anggota merdeka juga sedih, tapi karena gaptek, saya ga bisa ikut urusan teknis *ga ngerti*

8. hielmy - 16 February 2009

iya, sangat disayangkan, apalagi kalau ternyata alasannya seperti itu (semoga aja salah).

BTW planet kron juga kenapa ya? agak2 aneh juga. apa pak Indra mau gantiin om Andry untuk mengelola “merdeka return”? :D

9. Dedhi - 16 February 2009

Rasanya normal yah, semua orang kerja voluntary, pro bono, supaya sukses ngetop dan punya portflio. Setelah itu dilirik pemodal besar, dan diduitkan. Cuman sayangnya dalam proses transisi ini yang di “beli” cuman otak dari orangnya, platformnya tidak. Padahal kalo kayak kasus Thawte, Google, Yahoo etc kan platform-nya bisa dimaintain. Mungkin memang di Indonesia belum ideal kondisinya.

10. Pitra - 17 February 2009

Ikutan bersedih, krn saya pun warga Merdeka generasi ke-2. Saya juga paham kalo Andry sudah sangat sibuk, apalagi tambah bonus kesibukan keluarganya.

Sebagai orang yg jg masih terlibat aktif pro bono utk komunitas FreSh, saya jg sadar mengurusi sesuatu yg “tak berduit” itu adalah prioritas kesekian. Saya jg nggak bisa maksa Andry/Dental/Lita/siapapun yg jadi founder Merdeka utk mengaktifkannya kembali.

Namun, kalo temen2 lama di Merdeka ada yg mau menghidupkannya kembali, ya ayo aja. Kalo cuma modalin hosting aja, sih silakan. Hihi, numpang aja di hosting blog saya sekalian. Asal ada yg mo ngurusin konten dan feednya, karena jujur saja saya sendiri nggak akan sanggup utk ngurusinnya.

Saya rasa Andry nggak akan keberatan juga. Asalkan, semangat yg dibawakan di Merdeka Baru ini tetap sama.

11. ndoro kakung - 17 February 2009

andry melahirkan blogdetik tapi membunuh merdeka. ironic isn’t it?

12. Devi Girsang - 23 February 2009

yah sayang banget.. tapi sekarang kan uda mulai banyak juga blogger2 remaja yg booming, kayak yg waktu itu menang pesta blogger 2008 yah klo ga salah. mudah2an om Indra biarpun uda punya blogdetik, blog2 yg lama tetep diupdate juga :) hehehe..

13. .. Minda Indra .. » Planet Terasi Sudah Aktif Kembali - 21 July 2009

[…] Bukan apa-apa, dunia blogosphere Indonesia sudah pernah mengalami kejadian dimana sebuah situs agregasi blog terkenal, Merdeka, mati begitu saja setelah pengelola-nya sibuk dengan hal lain dan tidak ada waktu untuk mengelola situs agregasi tersebut. Rekan blogger Daus sampai khawatir kalau Planet Terasi akan mengikuti jejak Merdeka, apalagi setelah membaca twit dari Ronny yang menyatakan kalau beliau juga banyak kesibukan lain. […]

14. efendy - 12 September 2009

wah sepertinya banyak sekali yang menyesalkan matinya merdeka.
meski saya tidak tau apa-apa karena baru ingusan di dunia blog. hehe, sepertinya dengan banyaknya yang menyayangkan matinya merdeka, semakin bayak pula orang yang termotivasi untuk menghidupkannya kembali. sebagai yang awam saya hanya bisa mendoakan semoga sukses dan semoga saya bisa lebih mengerti dan memahami seluk-beluk blog. siapa tau saya nantinya bisa membantu.