Prihatin 6 August 2008
Posted by indra in : Komunitas Singapura, Opini, Kejadian Terbaru, Blogging , trackback
Saya turut prihatin setelah mendengar (red: membaca) kabar bahwa salah satu artikel dari teman saya, yang juga merupakan salah satu kontributor Planet Singapura, dibajak mentah-mentah oleh wartawan sebuah surat kabar terkemuka di Indonesia. Apalagi setelah mengetahui bahwa wartawan tersebut mendapatkan artikel tersebut melalui Planet Singapura, blog agregator yang saya kelola.
Turut prihatin karena media Planet Singapura tersebut digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk meng-copy paste sebuah artikel, lalu dipajang mentah-mentah di surat kabar tersebut, tanpa seijin pemilik artikel, dan tanpa ada proses editing lebih lanjut. Walaupun, di lain pihak, saya pun mulai menyadari power (kekuatan) dari blog aggregator ini.
Walhasil, saya pun sekarang jadi lebih berhati-hati untuk memasukkan sebuah blog ke daftar sindikasi Planet Singapura. Paling tidak, saya sekarang akan selalu memberi tahu pemilik blog bahwa blognya saya masukkan ke daftar sindikasi Planet Singapura. Dan sesuai dengan disclaimer policy Planet Singapura, bagi rekan-rekan blogger Indonesia di Singapura yang keberatan blog-nya saya sindikasikan di Planet Singapura, silahkan kontak saya. Upon request, saya akan langsung menghapus blog-nya dari daftar sindikasi, no question asked.
Hmm… kayaknya kampanye “Jangan Asal Copy Paste“-nya Pak JaF harus mulai digalakkan lagi, nih. Tidak hanya untuk para blogger, tapi juga untuk para wartawan. Apalagi wartawan yang tidak bisa membedakan antara milis dengan agregator blog.






Comments»
Hm, just curious. Chiki itu siapa ya? Kenapa berita kematian Chiki dianggap mengandung nilai berita oleh wartakota?
Digugat aja, pak
sebenarnya gampang saja agar ngga dituduh copy paste. sebutkan link saja sudah cukup. kok masih malu toh ngasih sumber berita. udah ngga jaman euy!
Maap, ikutan nimbrung…
Tapi itu copy paste dalam rangka “mengutip” atau apa ya? Mungkin kalau dikasih “blockquote”, akan beda sense-nya, walaupun misal ditambah dengan informasi asal tulisan/kuotasi akan lebih baik lagi ya?
Soalnya, kalimat setelah yang “dikutip” itu sedikit menjelaskan tentang tulisan yang diambil dari blog. Tapi ya itu, karena tidak menyertakan sumber (eh, informasi sumber tulisan cuma nama ya?), jadinya kesannya copy paste brutal kali ya?
seandainya semua itu terjadi saya pun turut prihatin, apalagi tidak menuliskan sumbernya. tapi kayanya kalau tulisan itu mencantumkan sumbernya kayanya gak apa-apa kan ?