Ancaman Serius Bagi Blogger Indonesia? 28 March 2008
Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru, Blogging , 17 comments
Berikut adalah tulisan dari rekan blogger Anggara yang mengatakan bahwa RUU ITE adalah ancaman serius bagi blogger Indonesia. Menarik, karena tulisan tersebut ternyata menimbulkan pro dan kontra di kalangan blogger Indonesia sendiri.
Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran RUU ITE tersebut, walaupun terus terang, saya belum membaca seluruh pasal dari RUU ITE tersebut dan hanya membaca poin-poin yang sudah diangkat oleh Anggara. Saya justru melihat aturan ini bisa membantu para blogger Indonesia untuk lebih responsible dan bertanggung jawab dalam menulis artikel di blog.
Seperti yang saya pernah tulis disini, pemerintah Indonesia sebenarnya lebih memberikan kebebasan kepada pers-nya, baik media konvensional maupun citizenship journalism (baca: blogger), untuk mengekspresikan pendapat dan pandangan mereka. Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang mengontrol pers mereka dengan ketat. Bahkan, hubungan antara pemerintah Indonesia dengan komunitas blogger Indonesia sudah semakin erat dengan diadakannya acara Pesta Blogger tahun lalu dan pencanangan Hari Blogger Nasional oleh Menkominfo Mohammad Nuh. Marilah kita memanfaatkan kebebasan pers di Indonesia ini secara bertanggung jawab (responsibly) dan seperti yang Harry bilang, jangan sampai menjadi “kebablasan pers“.
Saya sangat menyayangkan pernyataan dari Roy Suryo yang mengaitkan blogger dengan tindakan penyerangan terhadap situs Depkominfo. Tidak ada bukti bahwa tindakan hacking tersebut dilakukan oleh seorang blogger. Walaupun demikian, saya merasa tindakan ini adalah salah satu pemanfaatan kebebasan pers yang — menurut saya — terlalu kebablasan.
Alangkah baiknya jika hubungan baik antara pemerintah dan komunitas blogger Indonesia, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, bisa terus dijaga dengan baik. Kita tidak mau kontrol media yang terlalu ketat — seperti yang terjadi di Malaysia dan Singapura — juga terjadi di Indonesia, bukan?





