Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Pak Harto 27 January 2008
Posted by indra in : Kejadian Terbaru , trackback
Picture courtesy of Channel NewsAsia.
Pada jam setengah tiga waktu Singapura siang tadi (atau sekitar jam 13:30 WIB), saya dan keluarga sedang menghadiri acara housewarming (ngangetin rumah baru) Bagus dan Luki di Sengkang ketika tiba-tiba Aci membaca SMS yang masuk ke handphone-nya dan mengabari kalau Pak Harto sudah meninggal, sekitar 20 menit sebelumnya. Mas Jan dan Kang Dudi yang lagi asyik nonton siaran langsung tenis Australia Open langsung memindahkan saluran televisi di rumah Bagus ke Channel NewsAsia, yang menayangkan laporan langsung yang cukup lengkap dan me-relay berita dan liputan langsung dari beberapa stasiun TV di Indonesia seperti Metro TV, Lativi dan TVRI.
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Pak Harto, dan memutuskan satu minggu masa berkabung nasional. Yudhoyono juga telah menginstruksikan seluruh kantor instansi pemerintah di Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 7 hari. Yudhoyono mendeskripsikan Pak Harto sebagai salah satu "anak bangsa" terbaik dan seorang pemimpin besar yang telah banyak memberikan dedikasinya untuk bangsa dan negara Indonesia.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar mengatakan bahwa meninggalnya Pak Harto adalah sebuah "kehilangan besar" bagi region (Asia Tenggara). Menurut beliau, mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan wakil perdana menteri Najib Razak akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto. Sementara dari Singapura, perdana menteri Lee Hsien Loong akan pergi ke Jakarta sore ini untuk memberikan penghormatan terakhirnya kepada Pak Harto, sedangkan wakil perdana menteri S Jayakumar akan menghadiri upacara pemakaman Pak Harto di Solo.
Terlepas dari pro dan kontra, serta perbedaan opini terhadap jasa-jasa beliau untuk Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Harto. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Semoga semua kesalahannya dimaafkan oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan iman.






Comments»
http://soehartoincbuster.org/2008/01/soeharto-mati-mari-menghitung-dosa-soeharto/
Bro, pak harto emang salah. Tapi sy kira jasanya masih lebih besar dari salahnya. Kondisi dan System pemerintahan waktu itu menciptakan peluang kepada SIAPAPUN yang jadi presiden waktu itu untuk melakukan kesalahn. Saya kira Soekarno melakukan hal yang sama hanya karena konsentrasi pada waktu itu bukan dibidang ekonomi maka kesalahan Soekarno adalah kesalahn (dosa) politik saja. Bro, Dijaman Reformasi yang serba transparan ini. Seorang Amin Rais yang katanya Orang PALING BERSIH (ehemm) di indonesia ini masih sempat-sempatnya menerima uang 400 jt dari sumber yg tak jelas. (belakangan ketahuan uang tsbt hasil korupsi Rokhmin dahuri. Sy kira pak harto sudah cukup mendapat hukuman mengingat jasanya yang bergerilya masuk keluar hutan merebut dan mempertahan kemerdekaan (yang Syukurlah udaranya kau dan aku bisa menghirupnya sekarang ini). Bandingkan dengan Bung Karno yang lewat jalur diplomasi (duduk dibelakang meja) saja. Apalagi Gusdur yang sama sekali tidak mau sedikit saja REPOT dengan urusan Bangsa.
Memang kalau kita melihat kesalahan orang lain lebih pintar…membicarakan aib orang lain senang bukan main….bicara keadilan tapi tidak tahu cara melakukannya cuma nuntut dan nuntut aja…saya yakin yang menghujat pak harto apabila dia menjabat pada posisinya apa yang terjadi….??….Beliau sudah berkorban untuk kita, apa pengorbanan,apa yang sudah kita berikan pada bangsa ini….???
Apakah dengan “menarik” semua kekayaan belia ,”menghukum” keluarga beliau,bangsa kita akan makmur….saya yakin hanya beberapa orang aja yang “terpuaskan”… sedang tujuan untuk kepentingan bangsa ini malah dilupakan….
Sebuah Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu bagaimana menghormati Pahlawannya, Pak Harto adalah Pahlawan yang sangat besar bagi kepentingan bangsa ini, Turut Aktif digaris Depan didalam kemerdekaan Indonesia (yang saya tidak pernah tahu belanda), Turut Menghilangkan rezim Komunis yang hampir memecah belah Bangsa Indonesia, Mencanangkan dasar kuat untuk memperoleh Pendidikan di Indonesia dengan Murah (Saya kuliah cuman bayar Rp. 21 rib/semester bandingkan dengan anak saya yang Rp. 2,3 juta di sama2 Universitas negeri) dengan ukuran Inflasipun tidak akan pernah masuk akal, apabila dilihat dari kelemahan (Manusia adalah mahluk yang Dhaif/lemah) sudah jelas semua punya kelemahan, saidina ali mengatakan jangan lihat siapa yang bicara, lihat apa yang dibicarakan, jadi! lihat sajalah apa yang baik yang telah dilakukan, yang tidak baik tentu kita tidak perlu menirunya, “Selamat jalan Bapak Bangsaku, Semoga Allah memaafkan segala kekhilafanmu, dan semua amal ibadahmu diterima disisinya…Aamiin!!)
mudah-mudahan Allah Taala mengampuni segala dosa dan ditempatkan di sisiNya. yaitu surga jannatul alim.(Ir.Suyanto-P2dtk-KM.Kab Nias Selatan)
Liputannya lebih lengkap
Saya sering bertanya dalam hati, orang-orang yang suka menghujat itu, apa iya mereka kuat jika berada di posisi terhujat? Apa iya mereka mau jika saat mereka meninggal trus orang-orang yang melayat ramai-ramai bilang “sukurin…mampus lu!”. Untuk kesalahan seberat apapun, rasanya tidak seorang pun manusia yang mau ikhlas dihujat.
Btw, di komplek perumahan saya, tetangga ngga ada yang mengibarkan bendera 1/2 tiang… hiks hiks…saya mau mengibarkan ngga berani.. takut rumahnya dilemparin batu…belum siap resiko kerusakannya. Bukannya saya penakut, tapi budget terbatas.. hehehe..