Pak Harto Tidak Mendapatkan Penghargaan Yang Layak Dia Dapatkan 13 January 2008
Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , trackback
Picture courtesy of Channel NewsAsia.
Minister Mentor Singapura Lee Kuan Yew mengunjungi mantan presiden Indonesia Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina hari ini (13/1). Saat ini, Pak Harto masih dalam kondisi kritis setelah beberapa organ tubuhnya tidak berfungsi.
Lee Kuan Yew, yang mengadakan konferensi pers dengan media Singapura setelah kunjungan tersebut, memuji Pak Harto yang telah memberikan kemajuan dan pembangunan bagi Indonesia, dan stabilitas ke wilayah Asia Tenggara. Menurut beliau, saat ini mantan presiden Indonesia tersebut tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan, mengingat sampai menjelang akhir hayatnya pun, Pak Harto terus dikritik mengenai korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya selama 32 tahun beliau berkuasa.
Mr. Lee adalah (mantan) kepala negara sahabat pertama yang mengunjungi Pak Harto sejak beliau mulai dirawat di rumah sakit sekitar seminggu yang lalu. Tim dokter yang menangani Pak Harto memberikan sedikit penjelasan kepada Mr. Lee mengenai kondisi kesehatan Pak Harto saat ini. Menurut Mr. Lee, beliau datang menjenguk Pak Harto dalam kapasitas sebagai teman lama.
Menurut Mr. Lee: "Saya sangat sedih melihat seorang teman lama — yang saya pernah bekerja bersama-sama dengannya selama 30 tahun — tidak mendapatkan penghargaan yang patut dia dapatkan. Dia patut mendapatkan penghargaan atas apa yang telah dia lakukan. Dan generasi muda sekarang — baik di Indonesia maupun di dunia — tidak lagi ingat apa yang telah dia lakukan dulu saat dia mulai membangun Indonesia. Saya ingat. Itulah sebabnya saya datang menjenguk dia."
"Dia telah berikan Indonesia kemajuan dan pembangunan. Dia mendidik bangsa Indonesia. Dia membangun jalan-jalan dan infrastruktur. Setelah kebijakan-kebijakan luar negeri mantan presiden Soekarno lainnya yang kadang ‘keterlaluan’ seperti konfrontasi, Pak Harto pada saat itu menstabilkan hubungan internasional, bekerja sama di ASEAN dan membuat ASEAN lebih berhasil dibandingkan SARC (sekarang bernama SAARC) di Asia Selatan. Dan sekarang, kita mempunyai Asia Tenggara yang stabil."
Menurut Mr. Lee: "Betul, memang ada korupsi. Betul, dia lebih memberikan kemudahan kepada keluarga dan teman dekatnya. Tapi, pada waktu itu, ada perkembangan yang nyata, dan pembangunan yang nyata. Saya rasa, rakyat Indonesia sangat beruntung. Mereka mempunyai jenderal yang berkuasa, dengan tim administrasi yang kompeten dan tim ekonom yang baik untuk membangun negara Indonesia."
Pak Harto melepas tampuk kepemimpinan di Indonesia pada tahun 1998, setelah krisis finansial Asia menjatuhkan ekonomi Indonesia, dan banyak yang menyalahkan Pak Harto atas jatuhnya ekonomi Indonesia tersebut. Namun, Mr. Lee menyatakan bahwa jatuhnya ekonomi Indonesia pada saat itu adalah bukan kesalahan Pak Harto.
Mr. Lee juga membandingkan Pak Harto dengan mantan pemimpin Burma (sekarang Myanmar) Ne Win, yang juga mulai berkuasa pada waktu yang hampir bersamaan dengan Pak Harto. Menurut beliau, Indonesia sekarang jauh lebih maju dibandingkan Myanmar karena kepemimpinan Pak Harto.
"Pada tahun 1960-an, Burma juga mengalami kudeta yang sama dengan jenderal Ne Win mengambil alih pimpinan. Dia tidak mempunyai tim ekonom sebaik Indonesia. Dia lebih memilih cara dia sendiri — sosialisme ala Burma — dan jika kita membandingkan Burma dengan Indonesia sekarang, kita bisa melihat perbedaan apa yang Pak Harto telah berikan."
"Saya sangat sedih melihat Pak Harto sekarang menjelang ajalnya tanpa kemuliaan yang dia patut dapatkan. Sangat sedikit sekali orang-orang seusia dia dan seusia saya yang masih ingat masa yang lalu. Dan jika mereka bisa mengingat masa lalu, mereka akan ingat bahwa pada tahun 1960-an, Indonesia berada dalam masa ekonomi yang sangat sulit, hyper-inflasi seperti Zimbabwe sekarang."
I can’t agree more with him. Mari kita lihat berita-berita di media, baik media dalam negeri seperti Detik maupun media luar negeri, yang selalu mengingat Pak Harto dengan kasus korupsi dan pelanggaran HAM-nya, dibandingkan jasa-jasanya dalam membangun bangsa dan negara Indonesia selama 30 tahun terakhir. Nobody is perfect, dan kita tidak bisa mengingat orang hanya dari kesalahannya dan melupakan semua kebaikannya. Apakah kita mau dicap sebagai bangsa yang tidak berterima kasih kepada mantan pemimpin kita?






Comments»
nice one !
setuju dengan mr. Lee…i cant agree more with him, too….
http://soehartoincbuster.org/
Mungkin kalau anda bertanya pada orang-orang yang kehilangan saudara atau temannya pada jaman Suharto berkuasa, orang-orang yang selama jaman Suharto mengalami penyiksaan fisik maupun mental, orang-orang yang selama jaman Suharto selalu ketakutan karena mereka berpendapat berbeda dengan Suharto maka pendapatnya bisa berbeda. Apa jawaban yang anda bisa tawarkan pada mereka?
Memaafkan Suharto sebagai seorang manusia tentunya harus dilakukan semua orang termasuk para korbannya - Tuhan saja mau memaafkan hambanya bila hambanya tobat - tapi apakah Suharto pernah minta maaf pada orang-orang yang pernah dia tindas dan zalimi? Proses hukumnya harus jalan terus karena kalau sampai berhenti disini saja maka akan ada preseden bahwa korupsi dan pelanggaran HAM di Indonesia tidak akan mendapatkan sangsi, cukup mati tua saja dan selesai urusan.
Melakukan korupsi dan pelanggaran HAM selama 32 TANPA PERNAH MEMINTA MAAF bukanlah contoh pemimpin yang baik…
the two father of nations with never ending friendship. nice one..
mau dpt penghargaan apa lagi ??? para pejabat hingga presiden udah berlomba lomba ngebesuk. airport satu2xnya di solo bakalan ditutup untuk kepentingan harto dan keluarganya plus kroninya. belom lg yg zikiran disana sini untuk mendoakan dia.masih lebih baguslah dibanding kelakuan dia terhadap mantan presiden sukarno dulu.
and udah untung keluarga yg diculik and dibunuh dia gak datang rame2x ngebalas dendam
[…] http://ip.sg.or.id/2008/01/13/pak-harto-tidak-mendapatkan-penghargaan-yang-layak-dia-dapatkan/#comment-108910 […]
hehe… yang dibilang Lee Kuan Yew sebagai “jasa-jasa” bukankah itu memang yang seharusnya dilakukan seorang pemimpin?
mosok mau minta balas jasa? piye tokh…
Iya betul itu pak. Kita rakyat biasa nggak pernah bersyukur merasakan punya pemimpin yang berusaha memikirkan kesejahteraan 240 juta orang selama 32 tahun. Dikiranya gampang apa jadi orang kayak gitu ? Kita baru mikirin anak buah beberapa gelintir aja sudah capek.
Coba anda cari orang sedunia mana yang sudah pernah bikin 1000 masjid di seluruh Indonesia, bahkan malah pernah bikin masjid di Bosnia ? Ketika tahun 90′an Pak Harto memberi angin kepada Islam untuk berkembang, dan mulai pada waktu itulah Indonesia dilihat sebagai ancaman oleh luar. Sangat tidak boleh terjadi sebuah negara dengan 200 juta umat Islam memiliki pemimpin sekuat dan sehebat beliau. Itulah salah satu sebab kenapa Pak Harto berusaha diturunkan, dan akhirnya sukses.
Media mana pernah meliput fakta-fakta ini, lha wong di belakang media itu adalah musuh2 Pak Harto semua.
Kalau ada yg tanya, kapan Pak Harto meninggalnya, ya nanti kalau semua dosa-dosa beliau sudah ditransfer ke kita2 semua yang ngerasani dia, barulah dia bisa pergi dengan khusnul khotimah, sementara kita entah nasibnya gimana. Pak Harto disakitkan oleh Tuhan saya kira itu penghapusan dosa beliau.
lha, kalo dibutakan sama “jasa2nya”, trus gimana dengan tinggalan utangnya+ribuan nyawa korban tumbal kekuasaannya? mau dibiarin gitu aja?
Yang berhak memaafkan adalah yang menjadi korban kebijakan-kebijakan di masanya, yang mengalami masa diskriminasi, yang hak-haknya disangkal oleh para PNS di masa beliau.
Eyang gak pernah punya dosa denganku, untuk apa aku harus memaafkan dia?
Tapi aku punya kawan-kawan yang jadi korban Eyang.. Kalau aku mengatakan ‘memaafkan Eyang’, atau mendoakan Eyang, berarti aku munafik, berlidah dua. Mengatakan saya ‘memaafkan Eyang’ atau ‘mendoakan Eyang’, berarti perasaan saya tidak sensitif terhadap kawan-kawan saya.
Itu saja kita masih belum bicara tentang pengisolasian Bung Karno di akhir hayat beliau. Kalau menurut Eyang Lee, Pak Harto tidak mendapatkan penghargaan yang layak di usia senja, bagaimana dengan Bung Karno yang dia isolasi sedemikian rupa sehingga banyak yang takut untuk datang mengunjungi Bung Karno?
Maaf…
saya tidak akan mendoakan Eyang..
Saya juga tidak akan mengutuk Eyang, karena Eyang tidak punya dosa pada saya..
Tetapi jangan paksa saya perduli pada Eyang yang sedang meregang nyawa sementara ratusan nyawa lain juga sekarat karena kemiskinan.
ole! betul, mas narpati…betul!
http://id.wikipedia.org/wiki/Qishash
http://thkamus.blogspot.com/2007/12/memahami-ditetapkannya-hukum-qishash.html
@Affan - itu sudah kewajiban sebagai pemimpin.
Karena itu para sahabat dulu biasanya saling menolak menjadi pemimpin. Habisan, nasibnya seperti orang IT sih — kalau kerjanya beres tidak ada yang berterimakasih, kalau ada kekeliruan dicaci maki, padahal tidak mungkin menyenangkan semua pihak, dan tanggung jawabnya sangat besar, padahal gajinya pas-pasan
Insentifnya yang paling menarik baru bisa dinikmati setelah wafat.
Jadi, kalau pada berlomba-lomba berterimakasih kepada pak Harto, ini sama saja seperti berterimakasih kepada matahari karena sudah menyinari bumi = perbuatan yang sia-sia.
Lebih baik kita rayakan Sysadmin Day saja **lho ndak nyambung**
Quick Link : Polemik Seputar Pak Harto…
Bukan karena piagam penghargaan dari Pak Harto semasa saya SD sehingga saya memandang bahwa Pak Harto patut mendapat maaf dan didoakan. Tentu ada salah dan khilaf, namun siapa didunia ini yang lepas dari salah dan khilaf ? Saya memandang, para penghuja…
ah, lee memang suka campur urusan dalam negeri indonesia. mendingan tutup mulut saja lee. dan rasanya ini bukan sekadar memaafkan atau tidak, tapi bagaimana penyelesaian kasus hukum soeharto.
after I read this article I think we should
hmm,…. start sm’thing new ?
forgiveness & sincerity is not easy,
Even God mercyfull to his creature….
U…? just human with nothing…
Now, it is our duty to prevent something like that not happen again in the future,…if don’t,.. well my friends there is no ending line, and we are not go forward just never ending disscussion and restless with that, and others nation just laugh to watching we are not moving… you can learn more from RRT how to war corruption,….
lebih baik kita ngaca jangan mencaci maki orang.
apakah kalian nggak punya dosa?
allah udah melarang kalian berbohong !!
kenapa kalian berbohong pdahal udah jelas di larang?
berfikirlah !!!
indonesia hanya bisa mencaci maki dan mencari kesalahan orang lain
pak suharto saat ini terbaring di rumah sakit, dia pernah memimpin kita lebih dari 30 tahun. benyak korupsi dan banyak juga berjasa.
pilihan yang sulit
netral saja deh
[…] Terlepas dari pro dan kontra, serta perbedaan opini terhadap jasa-jasa beliau untuk Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Harto. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Semoga semua kesalahannya dimaafkan oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan iman. […]
Sebaiknya kalo kita menilai seseorang harus dengan cara berpikir obyektif dan tidak picik!!!!
Pesan buat Anda-Anda yang gampang terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya (kredibitas dan pengabdian terhadap negara belum terbukti)\
Tetapi fakta yang menyedihkan adalah sebagian dari kita tidak mampu berpikir rasional dan ilmiah alias masih dungu
kalau tidak mau disebut dungu, maka perbaikilah cara berpikir Anda!!!
Misal: Kalau bicara pelanggaran HAM masa orde baru, kemarin pun terjadi atas diri Munir yang terjadi pada masa bukan lagi ORBA, tapi apakah yang bertanggung jawab dan yang melakukannya presiden SBY.
Jadi apa yang dituduhkan tersebut tidak rasional tetapi lebih cenderung emosional
Masalah korupsi misalnya, yang Anda terima dan yakini sebagai bukti selama ini adalah hanya sekedar isu yang beredar yang belum terbukti kebenarannya akan tetapi sikap yang Anda tunjukkan overreactive dan mengorbankan hak asasi Pak Harto dengan difitnah secara keji
Dungukah kita????
Dari orang yang hanya mencoba berpikir obyektif dan risau dengan dampak dan korban dari cara berpikir dungu (tidak obyektif)
Selamat jalan bapak pembangunan indonesia….
Banyak orang yang menguhjat beliau dimasa hidupnya….
tapi setlah beliau wafat,beliau bagaikan seorang pahlawan yang besar….
bukan bagaikan,,,tapi belaiu memang seorang pahlawan yang besar…..
pahlawan pembangunan…..
Selamat jalan bapak H.Muhammad Soeharto..
Semoga Allah mengampuni segala dosa mu…..
Semoga Allah membalas amal baikmu….
Dari kami…Rakyat yang mencintaimu……..
setuju sekali mr lee nobody is perfect “kuman di seberang laut tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak”
itulah yang perlu kita sadari…..merdeka
Bagi yang tak sepaham dan pernah disakiti, ada dua pilihan, memaafkan atau tidak. Kalau tidak memaafkan, silahkan bawa sakit hati sampai ke liang lahat. Silahkan caci maki. Anda berhak karena anda pernah disakiti. Tapi itu tidak akan pernah membuat anda menjadi manusia yang lebih baik.
Bagi yang merasakan keuntungan dan fasilitas dari kedekatan dengan pak harto, anda seharusnya tidak menjepit ekor dan sembunyi manakala dia dicaci maki.
Saya sendiri berada di tempat netral, mungkin begitu juga kebanyakan rakyat Indonesia, hanya bisa melihat secara jujur bahwa ada kesalahan yang pernah pak harto lakukan dan ada lebih banyak lagi jasanya bagi rakyat dan negara. Saya menghargainya sebagai salah satu pemimpin negara yang pernah membawa kejayaan bagi negeri ini.
Saya merindukan pemimpin yang bisa membawa negara ini ke tingkat yang lebih tinggi dibanding jaman orde baru. Saya tidak butuh pemimpin yang hanya bisa mengecam dan menghabiskan energi untuk dendam. Buktikan dengan tindakan. Menjadi pemimpin di negara sebesar ini tidak mudah kawan. Apalagi dengan banyaknya orang yang berambisi memimpin. Peace….
Pak Harto, karena dia, uang sekolahku dulu murah..
Pak Harto, karena dia, uang sekolah anakku sekarang mahal banget..
Mbah Lee Kuan Yew, aku gak ada urusan sama dia, mau ngomong apa aja terserah..
Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Wordpress dengan installasi mudah. Salam!
http://www.lintasberita.com/Lokal/Pak_Harto_Tidak_Mendapatkan_Penghargaan_Yang_Layak_Dia_Dapatkan/