Kuantitas Dan Kualitas 24 November 2007
Posted by indra in : Opini, Blogging , trackback
Tertarik juga untuk membahas soal ini setelah membaca artikel-nya Pak Budi Rahardjo disini. Menurut beliau, salah satu kunci kesuksesan sebuah blog adalah dengan menulis setiap hari. Jadi kalau diterjemahkan ke teori (menurut beliau), kuantitas dahulu, kualitas belakangan. Menarik sekali.
Saya sendiri adalah salah satu pembaca setia blog-nya Pak Budi, walaupun tentu saja tidak setiap artikel saya komentari. Dan terus terang, saya memang sangat kagum dengan semangat dan passion beliau dalam nge-blog. Hampir setiap hari pasti saja ada artikel dari beliau. Bisa dilihat dari RSS feed-nya Planet Terasi yang juga saya langgani, pasti ada saja artikel dari beliau. Dan, believe it or not, hampir semua artikelnya bisa dibilang “berkualitas”, paling tidak menurut saya.
Padahal, beliau adalah orang yang tingkat kesibukannya cukup tinggi. Dari membaca artikel-artikelnya saja, kita bisa tahu kalau Pak Budi adalah orang yang super sibuk, mulai dari kesibukan dalam mengelola perusahannya sampai kesibukan dalam memberikan presentasi dalam banyak acara seminar dalam kapasitas-nya sebagai seorang pakar TI Indonesia. Namun, ternyata beliau masih mempunyai waktu untuk nge-blog, dengan frekuensi blogging yang cukup tinggi (hampir setiap hari) dengan artikel-artikel yang berkualitas. Saya menyimpulkan bahwa Pak Budi adalah orang yang mampu me-manage waktu (time management) dengan sangat baik.
Teori “kuantitas dulu, baru kualitas” ini, apakah bertentangan dengan teori “masa depan blog ada di content“-nya Pak Budi Putra? Menurut saya, tidak juga. Karena Pak Budi Putra juga sebenarnya menyarankan untuk sering menulis, keep on blogging, dalam salah satu tips-nya untuk nge-blog. Dan, dengan semakin sering menulis, kita akan terlatih untuk terus menulis content yang berkualitas. Dan ini yang dilakukan oleh Pak Budi Rahardjo. Beliau mempunyai passion dalam nge-blog, dan di sela-sela kesibukannya, beliau masih bisa menyempatkan diri untuk nge-blog hampir setiap hari. Pada akhirnya, karena terlatih untuk sering menulis, beliau akhirnya bisa mencapai dua-duanya: kuantitas *dan* kualitas.
Saya sendiri masih belum bisa (dan mungkin tidak akan pernah bisa?) seperti beliau. Salah satu alasannya mungkin karena saya tidak mempunyai “that amount of passion” untuk nge-blog sesering dan sekualitas beliau. Walaupun demikian, saran saya bagi rekan-rekan blogger, terutama blogger-blogger pemula yang ingin sukses nge-blog, contohlah beliau. Beliau bisa dijadikan panutan bagi rekan-rekan lain yang ingin sukses nge-blog. Good luck.






Comments»
sebentar mas. yang disasar oleh pak BR semata-mata adalah mengenai “keterkunjungan”. semakin sering blog diupdate semakin tinggi tingkat kunjungan.
tapi sebenarnya teori ini bisa runtuh, misalnya, dengan blognya Priyadi. Meski laju updating-nya amat “rendah”, tingkat keterkunjungan dalam tiap postingnya selalu luar biasa.
Artinya, kadang kualitas isi tetap lebih penting. IMHO.