jump to navigation

Mari Kita Flag Saja Blognya 30 November 2007

Posted by indra in : Blogging , 10 comments

Sebagai bangsa Indonesia, apa reaksi Anda ketika pertama kali membuka blog ini?

Marah? Kesal? Malu? Pengen ngamuk? :) :)

Tenang… tenang…  Mari kita menenangkan diri, dinginkan kepala. Blog tersebut di-host di Blogspot, dan Google menyediakan fasilitas "Flag Blog" yang akan memberikan notifikasi kepada Blogger mengenai objectionable content di blog tersebut.

Daripada "menyerang" pemilik blog tersebut dengan komentar, apalagi sampai menebar perang di dunia maya, lebih baik kita flag blog tersebut agar segera ditutup oleh Blogger/Google. Bukankah kita adalah bangsa yang cinta damai? :)

PS. Link didapat dari Andry.

Magnet Multiply 29 November 2007

Posted by indra in : Obrolan IT, Blogging , 7 comments

Sedikit iseng, karena melihat banyak blogger yang sekarang lebih suka update situs Multiply-nya dibandingkan situs blog “utama”-nya (baik yang di-hosting di Blogspot, Wordpress ataupun hosting sendiri), sekitar sebulan yang lalu saya coba lempar pertanyaan ini: kenapa banyak yang suka pindah rumah ke MP? Ternyata, saya mendapatkan jawaban yang cukup beragam. Berikut rangkumannya.

Bagi beberapa pengguna Multiply seperti Teh Coni, Jeng Epha, Mbak Ati dan Jeng Hera, nge-blog di Multiply lebih seru karena lebih rame, respon-nya (dalam bentuk komentar) lebih cepat datang, dan minjem istilah-nya jeng Epha: “kayak ceting”. :) Padahal mereka juga sebenarnya mempunyai situs blog juga (kebanyakan di Blogspot kecuali Teh Coni yang di-hosting sendiri menggunakan Wordpress). Bahkan Mbak Hany-pun, yang notabene adalah salah satu blogger senior Indonesia di Singapura, “menuduh” kalo rekan-rekannya udah males komen di blog-nya yang sudah banyak hit-nya itu. :)

Terlepas dari diskusi mengenai pentingnya komentar dalam nge-blog, kenapa di Multiply bisa lebih rame? :) Seperti yang dibilang oleh Richoz dan Wisnu, di Multiply ada fitur “My Multiply” yang membantu para MP-ers untuk keep track postingan dari kontak-kontak Multiply mereka. Menurut Richoz, fitur tersebut mirip RSS reader, tapi lebih spesifik, khusus untuk kontak di MP. Ah ya, satu lagi, di Multiply ada sistem “pertemanan” atau kontak seperti di Friendster, membuat jalinan komunitas terasa lebih “dekat” dibandingkan sistem blog biasa yang hanya mengandalkan “saling isi komentar” dan komunitas blog/aggregator.

Kalo menurut Teh Wiwie yang ngaku-nya “gaptek abis”, nge-MP itu benar-benar dimanjain, serba gampang. Dan mengingat komunitas Multiply dan komunitas blogger secara umum itu berbeda (walaupun banyak orangnya yang sama), banyak juga blogger yang me-maintain kedua situsnya: situs blog dan situs Multiply-nya. Ambar adalah salah satunya, dan beliau sangat menghargai dan memanfaatkan fasilitas cross-posting Multiply ke blog-blog yang berbasis Blogger, sehingga pada saat yang bersamaan, beliau bisa update situs Multiply dan Blogspot-nya sekaligus.

Tentu saja, karena pertanyaan itu saya lempar di situs Multiply saya, kebanyakan jawaban saya dapatkan dari pengguna setia Multiply, sehingga terasa kesan subyektifitas-nya. :) Apalagi, beberapa pengguna Multiply seperti Wisnu, Ria dan Laila adalah pengguna setia Multiply yang (kayaknya) tidak menggunakan platform blog lain selain Multiply (please correct me if I’m wrong). :) Nah, bagaimana feedback dari rekan-rekan yang masih setia dengan platform blog utamanya?

Yanti, salah seorang blogger senior Indonesia yang terkenal dengan situs Celoteh Jalan Kenangan-nya, tetap setia dengan blog-nya dan belum mau pindah. Beliau berpendapat bahwa blog dengan domain sendiri itu lebih umum dan mudah di-customize. Yang komen bisa siapa aja, dan nggak harus daftar dulu, walaupun memang tetap ada resiko kena comment spam. Sedangkan mengenai keep track postingan dari blogger lain, Yanti tetap mengandalkan RSS reader, yang meskipun tidak integrated seperti “My Multiply”, tapi lebih bersifat umum (general).

Dian, salah seorang blogger senior Indonesia yang sekarang bermukim di Amerika Serikat, malahan bilang kalau beliau buka account Multiply karena dipaksa teman. :) Beliau malah sekarang resmi memindahkan blog-nya ke wordpress.com, dan bukan ke Multiply. Hal yang sama juga dirasakan oleh Jeng Endang dan Mei Che, yang merasa kalau bikin account Multiply itu adalah “terpaksa”. :)

Bagaimana dengan Anda? :)

Budget Airline Segera Terbangi Jalur Singapura-KL 27 November 2007

Posted by indra in : Jalan-jalan, Opini, Informasi , 4 comments

Kabar baik untuk para budget traveller, budget airline akan segera diberikan "jatah" untuk menerbangi salah satu jalur penerbangan termahal di Asia: Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya. Di tahap awal implementasi kebijakan ini mulai tanggal 1 Februari 2008, jatah untuk budget airline ini akan dibatasi dulu, maksimal empat penerbangan per hari-nya, dua penerbangan untuk budget airline Singapura dan dua penerbangan untuk budget airline Malaysia. Namun, setelah bulan Desember 2008, tidak akan ada lagi pembatasan, mengingat mulai bulan tersebut, jalur penerbangan antar ibukota ASEAN akan dibuka dan tidak akan lagi dibatasi.

Hingga saat ini, jalur penerbangan Singapura-Kuala Lumpur dimonopoli oleh maskapai penerbangan nasional Singapura dan Malaysia, Singapore Airlines dan Malaysia Airlines. Karena monopoli tersebut, harga tiket Singapura-Kuala Lumpur tidak pernah murah, minimum sekitar S$400 pulang pergi, padahal penerbangan jarak pendek ini hanya memakan waktu sekitar 50 menit. Bandingkan dengan harga tiket Singapura-Jakarta yang bisa turun drastis ke sekitar S$200 pulang pergi. Dengan masuknya budget airlines di jalur ini, diharapkan kompetisi akan meningkat dan harga tiket akan menurun.

Saya memperkirakan AirAsia, budget airline terkemuka di Malaysia, akan mendapatkan jatah dua penerbangan tersebut, sedangkan dari Singapura, mungkin Tiger Airways atau JetStar yang akan menerbangi jalur ini.

Mari kita lihat nanti, sampai sejauh mana harga tiket pesawat Singapura-Kuala Lumpur bisa turun. Saya memperkirakan harganya tetap tidak akan bisa menyaingi harga tiket coach (bus) dari Singapura ke Kuala Lumpur, yang harganya untuk one-way hanya sekitar S$20 untuk bus AC biasa, dan S$50 untuk bus SVIP yang lebih mewah dan nyaman. Dengan adanya jalan tol Utara-Selatan di Malaysia, perjalanan bus dari Singapura ke Kuala Lumpur hanya memakan waktu 4-5 jam saja. Sehingga, perbedaan antara naik bus dengan naik pesawat sebenarnya tidak terlalu jauh, apalagi kalau dihitung waktu kita untuk check-in di bandara dan menunggu keberangkatan pesawat. Satu lagi, bandara internasional Kuala Lumpur (KLIA) juga terletak cukup jauh dari pusat bandar KL, sekitar 1 jam naik taksi dan mungkin lebih kalau naik bus. Jadi mungkin, bagi para backpacker, perjalanan dengan menggunakan bus masih lebih diminati.

Picture courtesy of Wikipedia.

Kuantitas Dan Kualitas 24 November 2007

Posted by indra in : Opini, Blogging , 1 comment so far

Tertarik juga untuk membahas soal ini setelah membaca artikel-nya Pak Budi Rahardjo disini. Menurut beliau, salah satu kunci kesuksesan sebuah blog adalah dengan menulis setiap hari. Jadi kalau diterjemahkan ke teori (menurut beliau), kuantitas dahulu, kualitas belakangan. Menarik sekali. :)

Saya sendiri adalah salah satu pembaca setia blog-nya Pak Budi, walaupun tentu saja tidak setiap artikel saya komentari. Dan terus terang, saya memang sangat kagum dengan semangat dan passion beliau dalam nge-blog. Hampir setiap hari pasti saja ada artikel dari beliau. Bisa dilihat dari RSS feed-nya Planet Terasi yang juga saya langgani, pasti ada saja artikel dari beliau. Dan, believe it or not, hampir semua artikelnya bisa dibilang “berkualitas”, paling tidak menurut saya.

Padahal, beliau adalah orang yang tingkat kesibukannya cukup tinggi. Dari membaca artikel-artikelnya saja, kita bisa tahu kalau Pak Budi adalah orang yang super sibuk, mulai dari kesibukan dalam mengelola perusahannya sampai kesibukan dalam memberikan presentasi dalam banyak acara seminar dalam kapasitas-nya sebagai seorang pakar TI Indonesia. Namun, ternyata beliau masih mempunyai waktu untuk nge-blog, dengan frekuensi blogging yang cukup tinggi (hampir setiap hari) dengan artikel-artikel yang berkualitas. Saya menyimpulkan bahwa Pak Budi adalah orang yang mampu me-manage waktu (time management) dengan sangat baik.

Teori “kuantitas dulu, baru kualitas” ini, apakah bertentangan dengan teori “masa depan blog ada di content“-nya Pak Budi Putra? Menurut saya, tidak juga. Karena Pak Budi Putra juga sebenarnya menyarankan untuk sering menulis, keep on blogging, dalam salah satu tips-nya untuk nge-blog. Dan, dengan semakin sering menulis, kita akan terlatih untuk terus menulis content yang berkualitas. Dan ini yang dilakukan oleh Pak Budi Rahardjo. Beliau mempunyai passion dalam nge-blog, dan di sela-sela kesibukannya, beliau masih bisa menyempatkan diri untuk nge-blog hampir setiap hari. Pada akhirnya, karena terlatih untuk sering menulis, beliau akhirnya bisa mencapai dua-duanya: kuantitas *dan* kualitas.

Saya sendiri masih belum bisa (dan mungkin tidak akan pernah bisa?) seperti beliau. Salah satu alasannya mungkin karena saya tidak mempunyai “that amount of passion” untuk nge-blog sesering dan sekualitas beliau. Walaupun demikian, saran saya bagi rekan-rekan blogger, terutama blogger-blogger pemula yang ingin sukses nge-blog, contohlah beliau. Beliau bisa dijadikan panutan bagi rekan-rekan lain yang ingin sukses nge-blog. Good luck. :)

Amazing Race Asia 2 23 November 2007

Posted by indra in : Obrolan Santai, Kejadian Terbaru, Informasi , 7 comments

Tadi malam, saya menonton episode pertama dari seri Amazing Race Asia 2 di AXN Asia. Ini adalah season kedua dari seri Amazing Race 2, salah satu acara reality show favorit saya, setelah sesi pertama-nya tahun lalu. Di season kedua ini, lombanya dimulai di Singapura, tepatnya di dekat Raffles Landing Site yang mana saya dan anak-anak baru saja jalan-jalan kesana minggu lalu (walaupun tentu saja, shooting acara tersebut tentu berlangsung jauh-jauh hari sebelumnya, mungkin awal tahun ini?). Dari sana, para peserta lomba menuju ke patung Merlion di Mount Faber. Terus terang, saya aja baru tahu kalau patung Merlion juga ada di Mount Faber. :) Kirain, patung Merlion itu cuma ada di Merlion Park dan Sentosa saja… :)

Seperti season sebelumnya, untuk season ini ada sepuluh tim yang akan berlomba untuk memenangkan hadiah US$100,000 (seratus ribu dollar AS), atau sekitar S$144,000, atau hampir sekitar satu milyar rupiah! Wow. Seperti halnya Mardy dan Marsio di season tahun lalu, ada satu tim yang mewakili Indonesia untuk season tahun ini, model dan aktris Kinaryosih bersama partner-nya, Brett. Di episode pertama yang saya tonton tadi malam, mereka ternyata bisa mencapai urutan keempat, not bad, for a start. :) Selain itu, juga ada salah satu peserta tuna rungu dari Singapura, Adrian, yang menjadikan dia sebagai peserta tuna rungu pertama dalam sejarah Amazing Race.

Dari Singapura, para peserta terbang ke Manila, Filipina, yang menjadi tempat pitstop di leg pertama tersebut. Saya kurang tahu apakah mereka akan mampir ke Indonesia di season kedua ini, mengingat di season pertama tahun lalu, mereka sudah mampir ke Indonesia, Jakarta dan Bali, tepatnya, selama dua episode. Semoga di season kedua ini, mereka juga akan mampir lagi ke Indonesia, dan kalau bisa, ke daerah lain di Indonesia (selain Jakarta dan Bali), supaya semakin banyak daerah pariwisata di Indonesia yang ter-ekspose ke mata dunia.

Jadi, mulai minggu depan, akan ada dua acara yang akan selalu saya nantikan di televisi. Yang pertama, sudah jelas, adalah acara Amazing Race Asia 2 yang disiarkan oleh AXN Asia setiap hari Kamis jam 9 malam waktu Singapura, dan yang kedua, adalah acara Amazing Race 12 yang disiarkan oleh Channel 5 setiap hari Rabu jam 11 malam waktu Singapura.

All pictures courtesy of AXN Asia.

[English version]

A 7 November 2007

Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT , add a comment

Yup, that’s right. Hanya satu huruf “A” saja yang muncul di sebagian artikel yang muncul di Planet Singapura. Dan saya lihat, artikel-artikel yang hanya memunculkan satu huruf “A” itu di-sindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com. Sebagai contoh, adalah artikel Pak JaF mengenai Pak Harto, Bush, Paus, Ratu Inggris dan iPod itu. Walaupun feed yang disindikasi menampilkan paling tidak paragraf pertama dari artikelnya, entah kenapa setelah diproses ama FeedWordPress yang keluar malah cuma satu huruf “A” itu saja.

Herannya, hanya artikel yang disindikasi dari blog yang di-host di wordpress.com aja yang mengalami masalah ini. Blog-blog Wordpress lain yang di-hosting sendiri atau di provider lain (misalnya BlogSome) tidak mengalami masalah yang sama. Saya sendiri kurang tahu apakah ini masalah di FeedWordPress-nya atau di wordpress.com-nya. Tapi saya cek RSS feed yang disuplai sama wordpress.com valid kok.

Jadi inget dulu waktu Planet Singapura mengalami masalah yang mirip waktu Blogger upgrade ke New Blogger. Waktu itu, semua artikel dari blog yang di-host di Blogspot cuma ditampilkan judulnya aja. Pada waktu itu, masalahnya ternyata adalah incompatibility dari FeedWordPress dalam membaca feed Atom-nya New Blogger. Waktu itu masalah dituntaskan setelah saya upgrade FeedWordPress-nya Planet Singapura ke versi lebih baru.

Saya lihat pada waktu yang hampir bersamaan, Pak Budi juga mengalami masalah yang juga hampir mirip, walaupun dalam hal ini, bukan content-nya yang hilang, tapi judulnya yang berubah pada saat blog-nya di-agregasi di Planet Terasi. Tapi Planet Terasi menggunakan PlanetPlanet dan bukan FeedWordPress, jadi mungkin ini bukan masalah yang sama. Tapi kok waktunya hampir bersamaan, dan sama-sama berhubungan dengan blog yang di-host di wordpress.com.

Hmm.. mungkin sudah waktunya untuk saya meng-upgrade FeedWordPress di Planet Singapura ke versi terbaru?

Mana Yang Lebih Sulit… 4 November 2007

Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai, Quicklinks , 3 comments

menyetrika atau jadi CCIE? :)

Menurut Himawan, salah seorang CCIE asal Indonesia yang sekarang bekerja di Cisco Systems Singapura:

Dan ternyata nyetrika itu jauh lebih sulit ketimbang belajar CCIE.

Saya sendiri boro-boro pernah belajar CCIE, merencanakan untuk ambil CCIE aja hanya tinggal rencana, dari dulu… tidak pernah kesampaian. Walaupun demikian, I can’t agree more with what he said…

Dari dulu ampe sekarang, ngga pernah kalo yang namanya nyetrika itu bisa bikin pakaian licin. Kalau saya disuruh nyetrika pakaian, hasilnya malah bisa jadi kebalikannya, membuat pakaian semakin kusut.

Berbahagialah bagi mereka yang dikaruniai kemampuan bisa menyetrika pakaian oleh Tuhan Yang Maha Esa…

*Pictures courtesy of Wikipedia and Cisco website.