jump to navigation

Pemerintah Malaysia Meningkatkan Peringatan untuk Para Blogger 30 July 2007

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 8 comments

Picture courtesy of ChannelNewsAsia.

Pemerintah Malaysia mulai meningkatkan “peringatan” kepada para blogger di Malaysia, setelah salah seorang anggota partai berkuasa UMNO mendeskripsikan cyberspace (mungkin maksudnya adalah blogosfer) di Malaysia yang dianggap menggunakan “hukum rimba“.

Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, seperti yang dikutip oleh The Star, mengatakan bahwa blogger juga harus bertanggung jawab penuh atas tulisan yang dibuatnya, dengan level tanggung jawab yang sama seperti pers resmi.

Beliau menyarankan agar para blogger tidak kelewatan dalam menulis, terutama jika tulisan tersebut mengandung artikel yang menghina Raja Malaysia (Yang di-Pertuan Agung) dan agama Islam.

Komentar tersebut adalah sebagian dari peringatan resmi pemerintah Malaysia terhadap blogger Malaysia, setelah partai politik UMNO membuat pengaduan ke polisi mengenai salah satu website politik terkenal di Malaysia, Malaysia Today dan editornya, Raja Petra Kamarudin.

Khairy Jamaluddin, deputy chief Pemuda UMNO, mengatakan bahwa UMNO tidak bermaksud untuk meminta pemerintah melakukan sensor Internet, tapi meminta pemerintah untuk melakukan tindakan hukum terhadap blogger yang menyebarkan isu bohong dan fitnah. Pemuda UMNO bahkan menganggap blogger tersebut sebagai pengkhianat.

Datuk Seri Zainuddin Maidin, Menteri Penerangan Malaysia, juga menyarankan agar publik tidak mengindahkan blogger yang “goblok” (dengan meminjam istilah slank bahasa Indonesia tersebut) yang mau menjadi “alat” oleh orang lain untuk menghancurkan negara Malaysia.

Yang jadi pertanyaan, perlukah pemerintah Malaysia untuk berbuat sejauh itu hanya untuk “mengontrol” para blogger di negaranya?

Lee Kuan Yew: Hubungan Indonesia-Singapura Tetap Baik 29 July 2007

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 1 comment so far

Photo courtesy of ChannelNewsAsia. 

Wrapping-up kunjungan kenegaraan selama enam hari ke Indonesia, Minister Mentor Singapura, Lee Kuan Yew, mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura tetap baik. Walaupun sering “tersandung” beberapa aral halangan, seperti masalah ratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan, menurut MM Lee, halangan ini lebih disebabkan oleh “panggung sandiwara” politik di Indonesia, dan bukan karena ketidaksepakatan antara pemerintah Singapura dengan pemerintah Indonesia.

Menurut beliau, yang jadi masalah disini bukan pemerintah Singapura vs pemerintah Indonesia, tapi pemerintah Indonesia vs DPR. Lembaga parlemen Indonesia ini memang sering “berbenturan” dengan pemerintah, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terutama, mengingat Pemilu 2009 yang sudah semakin dekat. Jadi, menurut MM Lee, ketidaksetujuan DPR meratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan itu adalah sebagian dari upaya untuk menjatuhkan presiden dan pemerintah. Proses politik internal di Indonesia itu yang dianggap MM Lee sebagai “panggung sandiwara”. Jadi inget lagunya God Bless, hahaha… :)

Well, kita bisa saja setuju, ataupun tidak setuju dengan pernyataan MM Lee tersebut. Tapi, paling tidak saya sependapat bahwa, seperti yang sudah saya tulis sebagai komentar di artikel Yati disini, keberadaan lembaga legislatif tersebut di Indonesia lebih banyak mudharat-nya dibandingkan manfaatnya.

Perpanjangan Domain or.id Berhasil 20 July 2007

Posted by indra in : Teknis, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 5 comments

Alhamdulillah, akhirnya perpanjangan domain or.id saya disetujui oleh tim PANDI. Saya menerima e-mail dari tim domain .ID PANDI yang memberitahukan bahwa permohonan untuk pembaharuan domain saya sudah disetujui, pada hari Senin, 16 Juli 2007 kemarin, 6 hari setelah saya melakukan pembayaran. Dua hari kemudian, pada hari Rabu, 18 Juli 2007, saya menerima e-mail dari bagian pembayaran PANDI yang memberitahukan bahwa pembayaran yang saya lakukan sudah diterima.

Saya baru saja cek ke portal registrasi domain .ID yang beralamat di https://register.net.id/, dan nama domain saya sudah diperbaharui dan berlaku hingga tanggal 1 Juli 2008 tahun depan.

Menjawab komentar Ken Reidy disini, berdasarkan informasi prosedur perpanjangan di website PANDI, peraturan yang mengkhususkan domain or.id untuk organisasi hanya berlaku untuk pendaftaran baru. Perpanjangan domain or.id lama bisa dilakukan tanpa harus menyertakan akte notaris atau syarat-syarat lain yang diterapkan untuk pendaftaran baru domain or.id.

Bagi rekan-rekan yang belum menerima e-mail dari PANDI, silahkan bersabar dan jangan terburu-buru untuk melakukan pembayaran. Toh batas waktunya masih lama (30 September 2007 untuk domain or.id).

Selamat memperbaharui domain-domain Anda. :)

Perpanjangan Domain or.id 11 July 2007

Posted by indra in : Teknis, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 13 comments

Setelah pengelolaan CCTLD .id diserahterimakan dari Depkominfo ke PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), akhirnya saya menerima surat dari PANDI yang menyatakan bahwa satu domain saya yang berada dibawah sub-domain or.id telah habis masa berlakunya pada tanggal 1 Juli 2007, dan saya diberikan waktu hingga 1 Oktober 2007 untuk memperpanjang domain saya. Menurut website-nya PANDI, biaya untuk domain or.id adalah Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah, sekitar S$8.43 atau US$5.56) per tahun, yang menurut saya cukup murah untuk sebuah second level domain di bawah cctld .id. Sebenarnya, domain web.id lebih murah lagi, sekarang biayanya hanya Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) per tahun, namun saya sudah terlanjur menggunakan domain or.id untuk beberapa situs yang saya kelola, seperti Minda Indra, Planet Indra dan Planet Singapura.

Saya sempat kaget ketika membaca persyaratan untuk domain or.id yang juga harus menyertakan akte notaris atau SK intern organisasi, namun ternyata persyaratan ini hanya berlaku untuk pendaftaran baru saja. Alhamdulillah, jadi domain saya, yang didaftarkan sebelum peraturan baru ini mulai diimplementasikan, *seharusnya* tetap bisa diperpanjang. Kemungkinan besar peraturan baru ini diimplementasikan untuk mengkhususkan domain or.id untuk organisasi, dan bukan untuk umum. Sebelumnya, untuk mendaftarkan domain or.id, hanya dibutuhkan KTP.

Mengikuti prosedur perpanjangan yang ada di website-nya PANDI, kemarin (Selasa, 10 Juli 2007) saya sudah mentransfer uang sejumlah lima puluh ribu rupiah ke rekening BCA PANDI, melalui KlikBCA. Saya juga sudah mengirimkan e-mail ke pembayaran@pandi.or.id untuk mengkonfirmasikan pembayaran saya. Menurut informasi di website PANDI, selama masa transisi, diperlukan waktu sekitar 7 (tujuh) hari kerja untuk memproses perpanjangan domain ini. Mari kita tunggu dan lihat hasilnya. :)

Membalik Monitor? Mendingan Capture terus Rotate… 5 July 2007

Posted by indra in : Obrolan Santai , 3 comments

Entah nyasar dari situs agregator mana, saya kebetulan stumble upon satu artikel unik ini. Unik, karena membacanya harus terbalik. Entah script apa yang digunakan oleh sang pemilik blog untuk meng-generate jejeran huruf-huruf aneh tersebut, katanya sih kredit diberikan kesini. Yang pasti, artikel tersebut menyarankan kita untuk membalikkan monitor kita, karena kalau kita cuma muterin kepala, bakalan bikin pusing, atau bikin leher pegel. :)

Masalahnya, gimana cara muterin monitor? Emangnya monitor sekarang bisa di-rotate kayak kebanyakan handphone jaman sekarang? :) Apalagi saya pake laptop, gimana bisa make laptop dengan posisi terbalik, dengan keyboard menghadap ke bawah? :) Sempet mikir, bisa ndak kalau dengan bantuan cermin? Tapi kayaknya, ngga bisa juga…

*tring*

Tiba-tiba, muncul ide di kepala. Kenapa ngga di-capture aja? :) Gambarnya saya copy dengan menggunakan Ctrl-PrntScrn, terus saya paste ke Irfanview. Crop seperlunya (dan sedikit resize supaya lebarnya muat di blog saya… :P ).

Lalu, tinggal di-rotate 180 derajat. Kalau di Irfanview, tinggal pencet L atau R dua kali.

Ah, enak kan bacanya. Ndak perlu balik-balik atau muter-muter monitor (laptop), dan tidak perlu pusing dan/atau pegel leher dan pundak karena muter-muterin kepala. :)

Masih mau maksa balikin monitor atau muterin kepala Anda? SIlahkan baca artikel aslinya disini. Selamat berpusing-pusing, dan jangan lupa nyiapin uang untuk membayar sang tukang pijet seperti yang disarankan di artikel tersebut. :)

Problem Asap Kembali Lagi? 3 July 2007

Posted by indra in : Komunitas Singapura, Opini, Kejadian Terbaru , 1 comment so far

(Photo courtesy of ChannelNewsAsia)

Saya baru saja membaca artikel di Channel NewsAsia bahwa kualitas udara di Malaysia sekarang sudah mulai memburuk, karena pembakaran hutan di Sumatra, Indonesia. Katanya, sudah ada sekitar 200 titik api di Sumatra saat ini, dan arah angin menerbangkan asapnya ke Malaysia.

Walah. Mudah-mudahan kejadian buruk yang memalukan Indonesia tahun lalu tidak akan terulang lagi tahun ini. Bukankah bulan Juni lalu, sudah ada pertemuan menteri-menteri ASEAN yang membahas masalah ini? Pada waktu itu, Indonesia memasang target untuk mengurangi pembakaran hutan yang menyebabkan asap tersebut sampai setengahnya. Yah, mudah-mudahan saja target tersebut bisa tercapai.

Sementara ini sih, asapnya belum sampai ke Singapura, dan kondisi udara di Singapura saat ini masih normal. Mudah-mudahan kondisinya tidak akan separah tahun lalu. Mari kita berharap semoga pemerintah Indonesia bisa segera melakukan tindakan untuk mencegah pembakaran hutan di Sumatra dan daerah lain di Indonesia menjadi semakin meluas.

Lucunya, menurut sebuah penelitian akademis disini, datangnya asap tersebut ternyata tidak hanya merugikan, tapi juga menguntungkan. Katanya, asap tersebut bisa menahan panas matahari dan bisa mencegah suhu udara yang sangat panas menyengat Singapura. Tentu saja, “keuntungan” tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, terutama kerugian utama bagi kesehatan kita: problem pernafasan.