jump to navigation

Prihatin dengan Situasi di Palestina 15 June 2007

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 15 comments

Benar-benar sangat prihatin dengan situasi di Palestina saat ini, terutama di Jalur Gaza (Gaza Strip). Perang saudara (civil war) antara group Palestina yang radikal, Hamas, dengan group Palestina yang lebih moderat, Fatah, benar-benar merugikan rakyat Palestina sendiri, terutama warga sipil di Jalur Gaza yang banyak menjadi korban perang saudara tersebut. Perang saudara ini juga membuat impian rakyat Palestina untuk merdeka dan mempunyai negara Palestina sendiri yang berdaulat, menjadi semakin jauh. Bagaimana mungkin rakyat Palestina bisa memperjuangkan kemerdekaan mereka, jika mereka malah sibuk perang dengan saudara mereka sendiri?

Menurut kabar terakhir dari ChannelNewsAsia, Hamas berhasil merebut Jalur Gaza secara penuh dari kontrol Fatah pada hari Jum’at (15/1) pagi ini, setelah malam sebelumnya, markas Fatah terbesar di Gaza jatuh ke tangan Hamas. Takeover tersebut secara efektif memecah territory Palestina menjadi dua bagian yang dikuasai fraksi yang berbeda di Palestina: Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas, dan Tepi Barat (West Bank) yang tetap dikuasai oleh Fatah. Sebanyak 113 orang warga Palestina, baik dari pihak Fatah, pihak Hamas maupun warga sipil, tewas terbunuh dalam perang saudara antara Hamas dan Fatah yang berlangsung kurang dari seminggu itu.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, akhirnya memutuskan untuk membubarkan pemerintah gabungan Fatah-Hamas yang baru berumur tiga bulan, dan mendeklarasikan status emergency di Jalur Gaza dan West Bank. Sayang sekali, padahal tadinya diharapkan pemerintah gabungan Fatah-Hamas tersebut bisa “menyatukan” dua fraksi Fatah (yang lebih moderat) dan Hamas (yang lebih radikal) untuk bisa membangun sebuah “kekuatan baru” yang bisa lebih memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina untuk bisa mendapatkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, yang terlepas sepenuhnya dari “kuku” Israel. Sayangnya, kelihatannya mimpi itu akan tetap jauh dari kenyataan.

Mengapa rakyat Palestina mudah sekali untuk diadu domba? Bukankah semua “energi” (dan tumpahan darah) yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak (Fatah dan Hamas) untuk saling berperang tersebut lebih baik disalurkan untuk memperjuangkan terus kemerdekaan penuh Palestina? Tanya kenapa. :(

Saya melihat, Fatah, sebagai fraksi yang lebih moderat dan lebih toleran, lebih berkemampuan untuk menciptakan situasi perdamaian di Palestina. Platform Hamas yang radikal, penuh dengan aksi-aksi teror dan tidak pernah mau damai, sangat tidak membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan. Namun, ternyata banyak warga Palestina yang lebih memilih Hamas dibandingkan Fatah dalam pemilihan umum legislatif di Palestina awal tahun lalu, dan mungkin situasi sekarang ini adalah akibat yang ditimbulkannya.

PS. Saya mencoba posting artikel ini dengan menggunakan Windows Live Writer (WLW), setelah membaca artikel MCA mengenai WLW disini.

Quicklink: Tips dari Singapura ke Johor Bahru dan Jakarta

Posted by indra in : Jalan-jalan, Obrolan IT, Obrolan Santai, Quicklinks, Informasi , 21 comments

Berikut adalah dua artikel yang ditulis oleh rekan blogger Ambar Briastuti, yang mungkin bermanfaat bagi rekan-rekan traveler yang ingin berkunjung ke Singapura dan Malaysia.

Nyebrang dari Singapura menuju Johor Bahru

Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pergi dari Singapura ke Johor Bahru dengan menggunakan bus atau taksi. Informasi ini juga berguna bagi mereka yang ingin meneruskan perjalanan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur.

Perlu diketahui bahwa tiket bus antarkota dari Terminal Larkin di Johor Bahru ke Kuala Lumpur jauh lebih murah dibandingkan tiket bus langsung dari Singapura ke Kuala Lumpur. Jadi banyak budget traveler yang memilih untuk menggunakan bus dari Singapura ke terminal bus Larkin di Johor Bahru, dan dari sana baru naik bus antarkota ke Kuala Lumpur.

Smarter Way to Jakarta

Artikel ini berisikan tips dan tricks untuk pulang ke Jakarta dari Singapura dengan menggunakan pesawat semi-budget Singapura, Valuair. Penerbangan langsung ini adalah merupakan alternatif yang sering digunakan oleh para budget traveler, selain pesawat AirAsia melalui Batam. Mengingat biaya ferry Singapura-Batam yang dikenakan tax sebesar S$10 (bandingkan dengan tax Batam-Singapura yang hanya $3), banyak traveler yang memilih pergi dari Jakarta ke Singapura melalui Batam, sementara pulang ke Jakarta-nya langsung melalui bandara Changi.

Ada banyak keuntungan dengan menggunakan pesawat langsung dari Changi ke Jakarta, dibandingkan melalui Batam. Diantaranya:

  1. Lebih convenient, tidak perlu harus repot-repot naik ferry ke Batam terus disambung penerbangan ke Jakarta.
  2. Untuk para avid shopper, bisa belanja tax-free di bandara Changi.
  3. Bisa menikmati GST refund untuk barang-barang yang dibeli di Singapura, apalagi mengingat GST yang di Singapura yang akan naik dari 5% ke 7% mulai awal Juli 2007.

Namun, tentu saja, perlu diingat bahwa harga tiket one-way dari Singapura ke Jakarta tetap lebih mahal dibandingkan harga tiket one-way AirAsia dari Batam ke Jakarta. Selain Valuair, penerbangan yang kadang memberikan harga murah one-way dari Singapura ke Jakarta adalah Lufthansa, yang juga bisa di-book online.