Akses Internet di Singapura Lambat karena Gempa Bumi Taiwan 28 December 2006
Posted by indra in : Teknis, Komunitas Singapura, Obrolan IT, Kejadian Terbaru , trackback
Saat ini, semua pengguna Internet di Singapura merasakan apa yang dinamakan fakir bandwidth™ (minjem istilah blogger Indonesia).
Sebuah gempa berkekuatan skala 7.1 mengguncang selatan Taiwan dini hari kemarin, dan selain korban 2 orang meninggal dan 42 orang luka-luka, gempa tersebut juga “mengorbankan” beberapa kabel bawah laut yang menghubungkan daratan Asia dengan Amerika Serikat, mengakibatkan terganggunya koneksi Internet antara Amerika Serikat dengan negara-negara di Asia, termasuk Singapura, Hong Kong, Indonesia, China dan Taiwan.
Saya, yang bekerja di sebuah perusahaan jasa hosting Internet dengan POP di beberapa negara Asia, merasakan sekali akibat yang ditimbulkan oleh masalah ini. Banyak pelanggan yang berada di Amerika Serikat dan luar Asia yang komplen karena mereka tidak bisa mengakses server mereka yang di-host di Singapura, Hong Kong dan China. Demikian juga pelanggan yang berada di Singapura yang kesulitan mengakses server mereka yang di-host di Amerika Serikat. Jadilah hari Rabu kemarin adalah salah satu hari tersibuk saya di minggu terakhir tahun 2006 yang seharusnya adem ayem ini. Kesibukan ini saya perkirakan akan berlanjut ke beberapa hari ke depan, mengingat kerusakan kabel bawah laut seperti itu biasanya akan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk diperbaiki.
Saat ini, beberapa ISP di Singapura seperti Starhub dan Pacific Internet sudah melakukan optimisasi routing mereka, dengan melewatkan traffic ke beberapa jalur alternatif, seperti melalui Australia atau Jepang, untuk mencapai Amerika Serikat. Sehingga saat ini, koneksi Internet dari Singapura ke Amerika Serikat sudah lebih baik dibandingkan pagi tadi, walaupun tentu saja latency dan packet loss masih lebih tinggi dibandingkan normal. Lucunya, koneksi antara Singapura dan Australia, yang sebenarnya tidak berhubungan dengan problem kabel bawah laut di Taiwan, juga menjadi lebih lambat, karena banyak ISP di Singapura yang menggunakan Australia sebagai gateway untuk koneksi ke Amerika Serikat.
SingTel, ISP terbesar di Singapura, justru menjadi korban terparah kejadian ini. Kelihatannya, mengingat SingTel adalah salah satu anggota konsorsium pemilik kabel bawah laut yang “terkorban” gempa, jaringan SingTel dan SingNet sangat tergantung kepada kabel tersebut, sehingga ketika kabel tersebut bermasalah, koneksi dari jaringan SingTel ke Amerika Serikat langsung putus total dan tidak ada (atau sangat sedikit sekali) backup link. Hal ini berbeda dengan Starhub atau Pacific Internet yang bisa langsung melakukan optimisasi routing ke jalur alternatif yang mereka miliki. Buktinya, hingga saat ini, koneksi Internet rumah saya yang menggunakan SingNet broadband, masih kesulitan (baca: hampir tidak bisa) mengakses situs-situs di luar negeri (terutama Amerika Serikat dan Eropa), sedangkan koneksi kantor saya yang menggunakan Starhub dan Pacific Internet sudah bisa kembali mengakses situs-situs luar negeri, walaupun memang masih lebih lambat dibandingkan biasanya. Kantor cabang di Hongkong, yang kebetulan juga menggunakan SingTel di Hong Kong, juga masih belum bisa mengakses situs-situs luar negeri, koneksi Internet ke Amerika Serikat masih terputus, dan hanya bisa mengakses situs-situs lokal Asia saja.
Menurut berita terakhir yang saya baca disini, saat ini upaya perbaikan sudah mulai dilakukan dengan mengirimkan kapal ke lokasi kabel yang terputus. Kabel yang terputus itu diantaranya adalah kabel SMW3, APCN2, C2C, FLAG dan EAC. Diperkirakan kapal tersebut baru akan sampai ke tempat lokasi hari Selasa depan, dan perbaikan bisa memakan waktu sampai tiga minggu.
Jadi, bagi rekan-rekan di Singapura (terutama yang menggunakan SingNet) dan rekan-rekan lain di Indonesia dan negara Asia lainnya, selamat menikmati lambatnya Internet selama tiga minggu ke depan.
Berita terkait:






Comments»
Internet di sini sudah cukup cepat loh
. Tadi download dari situs luar stabil di 15KB/sec, ya lumayan lah untuk koneksi Indonesia hehehe
sabar sabar..
iya nih gue gak bisa akses website Indonesia. Kompas.com aja gak diupdate 2 hari terakhir ini
Iya.. semoga pingsannya ngga lama2..
Aamiin.
jabon
mungkin kabelnya banyak yang putus…