jump to navigation

Cimahi 26 September 2006

Posted by indra in : Obrolan Santai , 282 comments

Membaca postingannya Koen, salah seorang rekan BemoNet, mengenai Cimahi, kota kelahiran saya, membuat saya kembali membayangkan masa kecil saya selama tinggal disana. Reminiscing, kalau mau minjem istilah “keren”-nya. Sebuah kota kecil yang penuh kenangan, mengingat disanalah rumah (orang tua) saya ketika saya dilahirkan (walaupun saya sendiri lahir di sebuah rumah sakit bersalin di Bandung). Di kota itu jugalah saya menghabiskan masa kecil saya, dari sejak bayi hingga kelas 5 SD, sebelum akhirnya pindah ke Tangerang, mengikuti orang tua yang pindah kesana.

Sewaktu saya dilahirkan, orang tua saya tinggal di sebuah “gubuk” di daerah Cimareme, daerah pedesaan yang terletak di luar kota Cimahi, sebelah barat, ke arah Padalarang. Saya sendiri tidak akan ingat tepatnya dimana rumah kami itu berada, tapi yang pasti rumah itu berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan Cimahi dengan Padalarang. Tentu saja, jalan raya itu sudah tidak pernah lagi dilewati oleh banyak orang sejak dibukanya jalan tol Padalarang-Cileunyi, yang sekarang malah sudah menyambung ke Jakarta lewat jalan tol Cipularang dan Cikampek.

Keluarga kami sempat pindah rumah ke daerah Cibabat, yang terletak di dekat pusat kota Cimahi, sebelum akhirnya menetap secara lebih permanen di daerah Cimindi, yang terletak di sebelah timur pusat kota Cimahi, di antara kota Cimahi dan Bandung. Rumah kami tersebut terletak tidak jauh dari perlintasan rel kereta api, yang sekarang sudah dibuat jembatan layang melewati perlintasan tersebut, dan juga tidak jauh dari persimpangan jalan ke Gunung Batu/Pasteur dan Leuwigajah.

Saya melewati masa TK dan SD saya disana. Sekolah taman kanak-kanak (TK) saya adalah TK Bhayangkara, yang berlokasi di sebuah kompleks kantor polisi di daerah Cibabat, tidak jauh dari rumah di Cimindi pada waktu itu. Sementara sekolah dasar (SD) saya adalah SD Negeri 13, yang terletak di pusat kota Cimahi. Saya lupa nama jalannya, tapi kompleks sekolah ini terletak di belakang kantor walikota dan mesjid agung Cimahi. Jalannya sejajar dengan Jalan Pasar Atas (kalau tidak salah), dan tepat di depan sekolah, jalan tersebut menyerong ke kiri dan bergabung dengan Jalan Pasar Atas di sebelah utaranya. Pada waktu itu, SDN 13 adalah salah satu sekolah dasar favorit di Cimahi, dan kelihatannya masih sampai sekarang.

Sekarang, dengan semakin berkembangnya Bandung sebagai sebuah kota mini-metropolitan, eksistensi kota Cimahi menjadi sedikit terlupakan. Rumah di Cimindi, yang dulunya masuk wilayah kota administratif Cimahi (dulu), sekarang sudah menjadi bagian dari wilayah kotamadya Bandung. Adalah tidak aneh kalau ada orang bertanya ke saya, saya orang mana, dan saya akan menjawab orang Bandung, dan bukan orang Cimahi. Secara saya sendiri memang lahir di Bandung (rumah sakit bersalin Limijati, tempat saya lahir dulu, itu ada di pusat kota Bandung), dan juga rumah orang tua saya di Cimindi juga sekarang sudah masuk wilayah kotamadya Bandung, bukan lagi masuk wilayah Cimahi.

Jadi, apakah saya akan melupakan Cimahi? Tentu saja tidak. Ada banyak kenangan saya selama SD disana. :) Naik angkot dari Cimahi jurusan Bandung (Stasiun Hall ataupun Kebon Kelapa, pada waktu itu) untuk pulang dari sekolah ke rumah. Bernyanyi paduan suara dan bermain musik di kantor walikota Cimahi. Dan masih banyak lagi kenangan-kenangan lainnya, yang saya sendiri mungkin sudah banyak yang hampir lupa dan tidak bisa mengingat semuanya…