jump to navigation

Cimahi 26 September 2006

Posted by indra in : Obrolan Santai , 251 comments

Membaca postingannya Koen, salah seorang rekan BemoNet, mengenai Cimahi, kota kelahiran saya, membuat saya kembali membayangkan masa kecil saya selama tinggal disana. Reminiscing, kalau mau minjem istilah “keren”-nya. Sebuah kota kecil yang penuh kenangan, mengingat disanalah rumah (orang tua) saya ketika saya dilahirkan (walaupun saya sendiri lahir di sebuah rumah sakit bersalin di Bandung). Di kota itu jugalah saya menghabiskan masa kecil saya, dari sejak bayi hingga kelas 5 SD, sebelum akhirnya pindah ke Tangerang, mengikuti orang tua yang pindah kesana.

Sewaktu saya dilahirkan, orang tua saya tinggal di sebuah “gubuk” di daerah Cimareme, daerah pedesaan yang terletak di luar kota Cimahi, sebelah barat, ke arah Padalarang. Saya sendiri tidak akan ingat tepatnya dimana rumah kami itu berada, tapi yang pasti rumah itu berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan Cimahi dengan Padalarang. Tentu saja, jalan raya itu sudah tidak pernah lagi dilewati oleh banyak orang sejak dibukanya jalan tol Padalarang-Cileunyi, yang sekarang malah sudah menyambung ke Jakarta lewat jalan tol Cipularang dan Cikampek.

Keluarga kami sempat pindah rumah ke daerah Cibabat, yang terletak di dekat pusat kota Cimahi, sebelum akhirnya menetap secara lebih permanen di daerah Cimindi, yang terletak di sebelah timur pusat kota Cimahi, di antara kota Cimahi dan Bandung. Rumah kami tersebut terletak tidak jauh dari perlintasan rel kereta api, yang sekarang sudah dibuat jembatan layang melewati perlintasan tersebut, dan juga tidak jauh dari persimpangan jalan ke Gunung Batu/Pasteur dan Leuwigajah.

Saya melewati masa TK dan SD saya disana. Sekolah taman kanak-kanak (TK) saya adalah TK Bhayangkara, yang berlokasi di sebuah kompleks kantor polisi di daerah Cibabat, tidak jauh dari rumah di Cimindi pada waktu itu. Sementara sekolah dasar (SD) saya adalah SD Negeri 13, yang terletak di pusat kota Cimahi. Saya lupa nama jalannya, tapi kompleks sekolah ini terletak di belakang kantor walikota dan mesjid agung Cimahi. Jalannya sejajar dengan Jalan Pasar Atas (kalau tidak salah), dan tepat di depan sekolah, jalan tersebut menyerong ke kiri dan bergabung dengan Jalan Pasar Atas di sebelah utaranya. Pada waktu itu, SDN 13 adalah salah satu sekolah dasar favorit di Cimahi, dan kelihatannya masih sampai sekarang.

Sekarang, dengan semakin berkembangnya Bandung sebagai sebuah kota mini-metropolitan, eksistensi kota Cimahi menjadi sedikit terlupakan. Rumah di Cimindi, yang dulunya masuk wilayah kota administratif Cimahi (dulu), sekarang sudah menjadi bagian dari wilayah kotamadya Bandung. Adalah tidak aneh kalau ada orang bertanya ke saya, saya orang mana, dan saya akan menjawab orang Bandung, dan bukan orang Cimahi. Secara saya sendiri memang lahir di Bandung (rumah sakit bersalin Limijati, tempat saya lahir dulu, itu ada di pusat kota Bandung), dan juga rumah orang tua saya di Cimindi juga sekarang sudah masuk wilayah kotamadya Bandung, bukan lagi masuk wilayah Cimahi.

Jadi, apakah saya akan melupakan Cimahi? Tentu saja tidak. Ada banyak kenangan saya selama SD disana. :) Naik angkot dari Cimahi jurusan Bandung (Stasiun Hall ataupun Kebon Kelapa, pada waktu itu) untuk pulang dari sekolah ke rumah. Bernyanyi paduan suara dan bermain musik di kantor walikota Cimahi. Dan masih banyak lagi kenangan-kenangan lainnya, yang saya sendiri mungkin sudah banyak yang hampir lupa dan tidak bisa mengingat semuanya…

Kudeta di Thailand 20 September 2006

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 6 comments

Militer di Thailand telah melakukan kudeta dan mengambil alih kekuasaan dari perdana minister Thaksin Shinawatra tadi malam (Selasa, 19 September 2006). Kudeta berlangsung secara damai dan tanpa pertumpahan darah. Thaksin sendiri sedang berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri acara Sidang Umum PBB. Militer juga mengumumkan bahwa hari Rabu ini adalah hari libur nasional di Thailand. Dilaporkan bahwa pimpinan militer Jenderal Sonthi Boonyaratglin telah bertemu dengan Raja Bhumibol Adulyadej tadi malam, setelah mengumumkan adanya kudeta tersebut. Wakil Perdana Menteri Chidchai Vanasathidya juga sudah ditahan oleh pihak militer subuh tadi.

Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan dan Australia, melalui menteri luar negeri Alexander Downer, mengkritik kudeta tersebut sebagai cara yang tidak bisa dibenarkan untuk mengambil alih kekuasaan. Sementara, Thaksin Shinawatra sendiri membatalkan rencana pidatonya di Sidang Umum PBB dan mempersiapkan diri untuk meninggalkan Amerika Serikat menuju sebuah tempat yang dirahasiakan.

Jendral Sonthi hari ini mengumumkan bahwa pihak militer perlu mengambil alih kekuasaan untuk “mempersatukan” negara Thailand setelah beberapa bulan terakhir ini situasi politik di Thailand tidak menentu, terutama setelah Thaksin dianggap banyak melakukan tindakan korupsi dan nepotisme selama beliau berkuasa di Thailand.

Hingga saat ini, proses kudeta berjalan dengan damai. Tidak ada pertumpahan darah sama sekali. Walaupun ada beberapa negara, seperti Australia, yang memberikan travel advisory bagi para warga negaranya untuk menghindari Thailand, kelihatannya suasana di Bangkok hingga saat ini masih aman-aman saja. Singapura sendiri hingga saat ini belum memberikan travel advisory yang melarang warga negaranya untuk mengunjungi Thailand, namun mereka menyarankan agar mereka yang hendak pergi ke Thailand, terutama Bangkok, untuk terus memonitor perkembangan terakhir disana.

Link terkait:

Halal Guide Directory 11 September 2006

Posted by indra in : Quicklinks, Kejadian Terbaru , 6 comments

Saya baru baca disini kalau LPPOM-MUI membuat sebuah situs yang berisikan pusat informasi halal dari produk-produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika serta rumah makan. Situs itu beralamat di http://halalguide.info/ dan dilengkapi dengan sebuah search engine yang dinamakan Halal Guide Directory.Saya tadi mencoba search engine-nya dan ternyata informasi yang diberikan oleh directory tersebut cukup lengkap, termasuk nomor sertifikasi halal dan masa berlaku sertifikasi. Ini hasilnya ketika saya coba mencari kata “breadtalk” disana:

Sertifikat Halal diterbitkan oleh LP.POM-MUI PUSAT, dengan nomor sertifikat halal 00160036550905, berlaku hingga 15 January 2008. Produk ini diproduksi oleh Breadtalk (Talkindo Selaksa Anugrah).

Kelompok Restoran & Katering - Restoran.

Bar search engine-nya pun bisa diintegrasikan ke browser Firefox kita walaupun saya tidak mencobanya.Informasi yang cukup bermanfaat untuk para Muslim yang tinggal di Indonesia, hampir mirip-lah dengan directory halal-nya MUIS di Singapura.

Bravo untuk MUI atas peluncuran directory ini.

Dari Batam Ke Bintan Resort 8 September 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan , 42 comments

Ada pengunjung blog saya yang menanyakan transportasi dari Batam ke Bintan, dan kebetulan saya baru saja mengumpulkan informasi mengenai transportasi dari Batam ke Bintan, tepatnya ke Bintan Resort/Lagoi. Kebanyakan pengunjung Bintan Resort adalah warga Singapura, sehingga mereka rata-rata berangkat ke Bintan dari pelabuhan feri Tanah Merah di Singapura. Bagaimana dengan warga Indonesia yang datang melalui Batam?

Saya sempat menghubungi pihak Bintan Resort Ferries cabang Batam, dan ternyata memang ada ferry langsung yang berangkat dari pelabuhan Telaga Punggur, Batam langsung ke pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Resort. Jadi tidak harus lewat Tanjung Pinang. Ferry berangkat tiga kali dalam sehari, dan mengingat keterbatasan tempat duduk (ferry yang digunakan adalah ferry kecil), reservasi sebelumnya sangat dianjurkan. Perjalanan ferry dari Telaga Punggur ke Bandar Bentan Telani akan memakan waktu sekitar 45 menit ke 1 jam.

Informasi lebih detail bisa dilihat dibawah. Perlu diketahui bahwa ini adalah informasi yang saya terima dari pihak BRF Batam, saya sendiri belum pernah ke Bintan.

Jadual:

Telaga Punggur (Batam) - Bandar Bentan Telani (Bintan Resort): 07:30, 11:30, 16:30
Bandar Bentan Telani (Bintan Resort) - Telaga Punggur (Batam): 08:30, 14:30, 17:30

Harga tiket, dalam rupiah:

Dewasa (13 tahun keatas):
- One way: 100.000
- Return: 170.000

Anak-anak (3-12 tahun):
- One way: 50.000
- Return: 90.000

Bayi (0-2 tahun):
- One way: 20.000
- Return: 30.000

Transfer service:

Mereka juga menyediakan layanan tambahan berupa transfer service (penjemputan dari bandara Hang Nadim ke pelabuhan Telaga Punggur, dan sebaliknya), namun biaya-nya cukup mahal. Berikut detailnya:

Reservasi:

Reservasi bisa dengan menggunakan email ke brf_batam@telkom.net atau brf_batam@yahoo.com.sg atau facsimile ke +62-778-479 163.

Karena keterbatasan tempat (kapasitas speedboat 56 seats) serta untuk kenyamanan dan kelancaran perjalanan, sangat dianjurkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan. Reservasi tidak dapat dilakukan secara lisan melalui telepon.

Adapun data yang mereka butuhkan untuk memudahkan proses reservasi adalah sebagai berikut:

Untuk setiap reservasi yang diproses dengan status confirmed, kode konfirmasi akan dikirimkan.

Check-in:

Cara Pembayaran:

Pembayaran dapat dilakukan secara tunai pada saat check-in di counter, atau melalui transfer ke rekening mereka. Apabila, anda/tamu anda memilih pembayaran melalui transfer ke rekening kami, berikut informasi yang dibutuhkan:

Nama pemilik: PT BINTAN RESORT FERRIES
Nama bank: LIPPO BANK
Nomor account: IDR 794 30 04420 3
Alamat bank: Komplek Lumbung Rejeki, Jl Abdul Rahman, Blok G No 6-8, Nagoya – Batam

Pembayaran sudah harus diterima, minimal 2 hari sebelum tanggal keberangkatan dan bukti transfer difax ke +62-778-479163. Mereka akan menerbitkan tanda terima resmi sebagai bukti bahwa pembayaran sudah diterima.

Dari Batam ke Tanjung Pinang

Banyak ferry reguler yang melayani jalur Telaga Punggur, Batam ke Tanjung Pinang, Bintan. Diantaranya adalah ferry MV Sentosa yang harganya cuma 20 ribu rupiah (tahun lalu, menurut Mbak Hany). Lama waktu tempuh dari Telaga Punggur ke Tanjung Pinang adalah 50 menit. Selain itu, juga ada kapal yang melayani jalur Telaga Punggur ke Tanjung Uban, tapi kapalnya jenis speedboat yang lebih kecil, waktu tempuhnya lebih cepat.

Quicklink: Selamat Jalan, Inong… 1 September 2006

Posted by indra in : Pengumuman, Quicklinks, Kejadian Terbaru , 3 comments

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun…

Baru saja dapat kabar dari Mbak Hany, bahwa Inong sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga Haris, Zidan, Syifa dan semua keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan iman. Informasi lebih lengkap bisa dilihat disini.

Update lebih lanjut dari saya akan diposting disini.