jump to navigation

Rakyat Sipil Menjadi Korban Kekejaman Serangan Israel 14 July 2006

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 18 comments

Serangan ke bandara internasional Beirut28 (dua puluh delapan) rakyat sipil Lebanon, termasuk 10 anak-anak, tewas setelah Israel menyerang Bandar Udara Internasional Rafiq Hariri di Lebanon, Beirut. Berita lengkapnya bisa dilihat disini, terima kasih kepada Channel NewsAsia. Serangan ini dilakukan hanya karena militan Hizbullah yang memang berbasis di Lebanon menangkap dua orang tentara Israel.

Selain itu, juga diberitakan bahwa seorang sheik Muslim Shiite beserta istri dan delapan orang anaknya, juga tewas setelah misil Israel menghancurkan rumah mereka di kawasan desa Dweir, dekat kota Nabatiyeh. Selain itu, juga ada keluarga dengan tujuh anggota keluarga, termasuk seorang bayi berusia 10 bulan, yang tewas karena serangan Israel di desa Baflay, dekat kota Tyre.

Saya benar-benar tidak habis pikir, mengapa Israel harus membunuh banyak rakyat sipil yang tidak berdosa, termasuk banyak anak-anak, hanya karena ingin menyelamatkan dua tentara mereka yang ditangkap oleh militan Hizbullah. Mengapa mereka tidak menyerang saja komplotan militan tersebut, kalaupun mereka memang bersalah? Kenapa harus rakyat sipil dan anak-anak yang harus menjadi korban???

Kenapa negara-negara di dunia tidak segera mengecam tindakan biadab tersebut? Ketika Korea Utara melakukan show-off dengan meluncurkan misil-misilnya, banyak negara yang langsung mengecam (condemn) tindakan Korea Utara tersebut. Ketika teroris melakukan aksi pemboman di banyak kereta api di Mumbai, semua negara langsung mengecam. Mengapa hingga saat ini, tidak ada satu pun negara yang mengecam serangan Israel ke Gaza dan Beirut?

Semoga masyarakat internasional bisa segera memberikan perhatian terhadap masalah ini, dan semoga serangan Israel yang tidak beradab itu bisa segera dihentikan, agar tidak lebih banyak lagi rakyat sipil yang menjadi korban.

Semoga…

Update - 15 July 2006: Indonesia telah mengecam serangan Israel terhadap Lebanon tersebut, sedangkan Filipina hanya mengeluarkan larangan pergi ke Lebanon untuk warga negaranya. Dewan Keamanan PBB juga tidak berhasil mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan tersebut, tentu saja karena veto dari Amerika Serikat. Duh. :(

[English version]