Netralitas Orang Indonesia 30 July 2006
Posted by indra in : Opini , 15 comments
Saya sangat tertarik dengan ulasan Fatih Syuhud mengenai netralitas orang Indonesia dalam melihat peta politik internasional. Beliau membandingkan masyarakat Indonesia dengan masyarakat India yang dianggap bisa lebih “netral” dalam mengkaji dan mengomentari situasi politik internasional.
Sebagai contoh, mengenai situasi terakhir perkembangan di Timur Tengah, dimana Israel sama sekali tidak menghentikan, bahkan lebih meningkatkan, serangan mereka ke Lebanon, menurut Fatih, opini masyarakat Indonesia lebih “terbelah” dalam melihat isu tersebut, dan perbedaannya tergantung kepada agama yang dianut oleh oleh orang tersebut. Menurut Fatih, kebanyakan orang Muslim di Indonesia tidak setuju dan mengecam tindakan Israel tersebut, sedangkan kebanyakan orang non-Muslim di Indonesia menganggap tindakan Israel tersebut sebagai tindakan “bela diri” atas serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris Hizbullah ke Israel.
Entah kenapa, saya tidak melihat kenyataan di lapangan seperti itu, terutama bagi teman-teman Indonesia yang tinggal di Singapura. Disini, banyak teman-teman saya yang non-Muslim, yang sependapat dengan saya dan tidak setuju dengan serangan Israel ke Lebanon. Saya, dan teman-teman saya tersebut, lebih melihat ini sebagai sebuah tindakan agresi yang mengorbankan banyak rakyat sipil yang tak berdosa. Tidak peduli agama apa yang dianut oleh mereka, tindakan agresi seperti ini jelas tidak bisa dibenarkan.
Mungkin Fatih melihat “perbedaan” tersebut setelah melihat komentar dari Patung, yang memang menurut saya, tingkat anti-Islam beliau cukup tinggi. Namun, perlu diingat, tidak semua rekan-rekan non-Muslim kita seperti itu, dan tidaklah fair bagi kita untuk meng-generalisir dan menganggap semua rekan-rekan non-Muslim kita mempunyai pandangan seperti beliau.
Menurut saya, kebanyakan masyarakat Indonesia, baik yang Muslim maupun yang non-Muslim, sepakat untuk tidak mentolerir kekerasan dan terorisme. Kita melihat banyak (bahkan bisa dibilang hampir semua) orang Muslim di Indonesia yang tidak setuju dan mengecam tindakan terorisme yang dilancarkan oleh kelompok Jemaah Islamiyah, dan kita juga banyak melihat orang non-Muslim di Indonesia yang tidak setuju dengan agresi Amerika Serikat ke Irak. Jadi, ini bukan semata-mata karena masalah perbedaan agama.
Memang perlu diakui, ada orang Muslim di Indonesia yang terlalu fanatik dan membenci orang non-Muslim dan agama lain selain Islam, dan ada juga orang non-Muslim di Indonesia yang juga terlalu fanatik dan membenci orang Muslim dan agama Islam. Kepada mereka lah kita harus berhati-hati, karena orang-orang seperti mereka lah yang bisa mengancam kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia.
23 Juli 2006: Hari Tanpa TV 21 July 2006
Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 2 comments
Hanya sekedar membantu untuk menyebarluaskan program Kidia - Kritis! Media Untuk Anak untuk mengkampanyekan Hari Tanpa TV pada tanggal 23 Juli 2006. Saya tidak janji bisa ikutan berpartisipasi mengingat anak-anak yang kadang sudah terbiasa dengan prinsip “tiada hari tanpa TV”… *keluh*
Link terkait:
Tidak terkait:
- Apakah saya orang paling keren? Kayaknya engga, ya? *ngibrit*
Rakyat Sipil Menjadi Korban Kekejaman Serangan Israel 14 July 2006
Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 18 comments
28 (dua puluh delapan) rakyat sipil Lebanon, termasuk 10 anak-anak, tewas setelah Israel menyerang Bandar Udara Internasional Rafiq Hariri di Lebanon, Beirut. Berita lengkapnya bisa dilihat disini, terima kasih kepada Channel NewsAsia. Serangan ini dilakukan hanya karena militan Hizbullah yang memang berbasis di Lebanon menangkap dua orang tentara Israel.
Selain itu, juga diberitakan bahwa seorang sheik Muslim Shiite beserta istri dan delapan orang anaknya, juga tewas setelah misil Israel menghancurkan rumah mereka di kawasan desa Dweir, dekat kota Nabatiyeh. Selain itu, juga ada keluarga dengan tujuh anggota keluarga, termasuk seorang bayi berusia 10 bulan, yang tewas karena serangan Israel di desa Baflay, dekat kota Tyre.
Saya benar-benar tidak habis pikir, mengapa Israel harus membunuh banyak rakyat sipil yang tidak berdosa, termasuk banyak anak-anak, hanya karena ingin menyelamatkan dua tentara mereka yang ditangkap oleh militan Hizbullah. Mengapa mereka tidak menyerang saja komplotan militan tersebut, kalaupun mereka memang bersalah? Kenapa harus rakyat sipil dan anak-anak yang harus menjadi korban???
Kenapa negara-negara di dunia tidak segera mengecam tindakan biadab tersebut? Ketika Korea Utara melakukan show-off dengan meluncurkan misil-misilnya, banyak negara yang langsung mengecam (condemn) tindakan Korea Utara tersebut. Ketika teroris melakukan aksi pemboman di banyak kereta api di Mumbai, semua negara langsung mengecam. Mengapa hingga saat ini, tidak ada satu pun negara yang mengecam serangan Israel ke Gaza dan Beirut?
Semoga masyarakat internasional bisa segera memberikan perhatian terhadap masalah ini, dan semoga serangan Israel yang tidak beradab itu bisa segera dihentikan, agar tidak lebih banyak lagi rakyat sipil yang menjadi korban.
Semoga…
Update - 15 July 2006: Indonesia telah mengecam serangan Israel terhadap Lebanon tersebut, sedangkan Filipina hanya mengeluarkan larangan pergi ke Lebanon untuk warga negaranya. Dewan Keamanan PBB juga tidak berhasil mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan tersebut, tentu saja karena veto dari Amerika Serikat. Duh.
FeedWordPress dan Recent Comments 6 July 2006
Posted by indra in : Pengumuman, Teknis , 11 comments
Migrasi Planet Indra ke FeedWordPress

Setelah saya coba melakukan instalasi FeedWordPress untuk Planet Singapura dan puas dengan kemampuan dan fleksibilitas dari FeedWordPress ini, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti Planet Indra dengan plug-in yang sama. Jadi sekarang, Planet Indra sudah menggunakan FeedWordPress juga. Planet Indra yang lama, yang menggunakan Gregarius, masih tetap ada tapi alamatnya digusur ke http://ip.sg.or.id/gregarius/, sementara Planet Indra yang baru, yang menggunakan FeedWordPress, menggunakan alamat utama Planet Indra, http://planet.indra.sg.or.id/.
Menurut saya, keunggulan FeedWordPress dibandingkan Gregarius cukup banyak, tapi yang paling terasa keunggulannya adalah:
- FeedWordPress menyediakan RSS feed untuk blog agregasinya, sedangkan Gregarius tidak menyediakan RSS feed. Jadi sekarang, Planet Indra punya RSS feed sendiri di http://planet.indra.sg.or.id/?feed=rss2.
- Karena tetap berbasis WordPress, kita bisa menggunakan theme WordPress kesukaan kita untuk blog agregasi ini. Untuk Gregarius sendiri, pilihan theme nya sangat terbatas.
Sayangnya, theme Blue Horizon yang saya gunakan untuk Planet Indra sekarang kayaknya masih banyak kekurangannya. Mungkin kalau sempat nanti saya akan coba ganti theme baru.
Fitur “Recent Comments” untuk Minda Indra dan Rumah Indra
Saya juga sudah menambahkan fitur “Recent Comments” (atau “Komentar Terakhir”) untuk Minda Indra, blog saya yang berbasis Wordpress. Fitur ini ditambahkan di bagian kanan sidebar dan menampilkan komentar terakhir dari seluruh artikel yang ada di blog tersebut.
Fitur ini menggunakan sebuah plug-in Wordpress yang bernama Simple Recent Comments, dibuat oleh Raoul. Instalasinya cukup mudah, kita tinggal download plug-in tersebut (yang sebenarnya hanya merupakan sebuah file .php yang di-zip), kemudian copy file .php (yang sudah di-unzip) tersebut ke directory wp-content/plugins di Wordpress kita, aktifkan plug-in nya di Dashboard > Plugins, lalu masukkan tag template-nya di sidebar kita (sidebar.php). Langsung deh keluar kolom Recent Comments-nya di sidebar kita. Praktis sekali.
Saya juga menambahkan fitur yang sama di Rumah Indra. Mengingat blog itu berbasis Blogger, saya mengikuti petunjuk yang ada disini untuk menambahkan fitur “Recent Comments” tersebut. Berbeda dengan plugin Wordpress yang lebih praktis, modifikasi file template di Blogger ini cukup njelimet, dan harus dilakukan dengan hati-hati. Dan tampilannya bisa dilihat di sidebar sebelah kanan Rumah Indra sekarang.
Namun sayangnya, urutan tampilannya kadang suka ngaco, jadi komentar terakhir tidak muncul di atas tapi kadang suka di tengah-tengah. Sampai sekarang saya tidak tahu kenapa dan bagaimana cara mengakalinya. Mungkin ada rekan-rekan yang tahu cara mengakalinya?





