jump to navigation

Ngurus SIM di Polres Depok 13 June 2006

Posted by indra in : Opini, Pengalaman , trackback

Mengingat kejadian tidak menyenangkan yang saya alami dalam perjalanan saya ke Mangga Dua pada tanggal 3 Juni 2006 yang lalu, saya mulai merasakan perlu-nya memperpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi) saya yang sudah expired beberapa tahun yang lalu. Walaupun saya punya Singapore Driving License dan International Driving Permit yang dikeluarkan oleh AAS, tetap saja saya merasa kurang “sreg” dan “aman” berkendaraan di Jakarta tanpa SIM Indonesia yang resmi. Kebetulan ibu saya juga SIM-nya sudah expired, sehingga akhirnya pada tanggal 5 Juni 2006 yang lalu, kita berdua pergi ke Polres Depok untuk mengurus SIM. Mengingat KTP saya beralamat di rumah orang tua saya di Cinere, yang sekarang sudah masuk Kota Depok, pengurusan SIM dilakukan di Polres Depok.

Kita sampai ke Polres Depok sekitar jam 9:30 WIB pagi. Saya ingat pada tahun 1998 yang lalu, saya juga pernah ke tempat ini untuk mengurus SIM saya yang dulu, dan pada waktu itu, saya sudah disamperin seorang oknum polisi pas baru mau melewati gerbang kompleks Polres, menawari untuk ngurusin semua urusan pendaftaran SIM untuk saya. Kali ini, saya dan ibu saya sama sekali tidak didatangi oleh para oknum, malah kita yang harus nanya-nanya ke petugas yang jaga di depan, kemana harus mengurus SIM. Oleh petugas yang jaga di depan, kita diarahkan ke bagian belakang gedung.

Di loket pendaftaran SIM, terpampang dengan jelas diagram berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan SIM. Di bagian atas loket juga ada spanduk yang saya tidak ingat persis kata-katanya, tapi bunyinya kira-kira sebagai berikut: “Jika Mengikuti Prosedur dan Persyaratan, Bikin SIM Sendiri Itu Mudah Kok”. Tidak ada lagi calo-calo yang berkeliaran mencari mangsa, beda dengan 8 tahun yang lalu. Bravo!

Kita harus menyiapkan dua lembar fotokopi KTP, satu untuk pemeriksaan kesehatan dan satu lagi untuk pendaftaran. Kalau bisa, siapkan dua lembar fotokopi KTP sebelumnya, atau Anda bisa memfotokopi KTP Anda di ruang fotokopi di dalam kompleks Polres Depok.

Langkah pertama, adalah pemeriksaan kesehatan. Saya dan ibu saya langsung ke gedung bagian kesehatan yang berlokasi agak terpencil di bagian atas bangunan, di sebelah kiri jalan yang menurun ke bawah ke belakang. Disitu kita cukup naro fotokopi KTP, lalu menunggu nama kita dipanggil. Yang dites adalah ketajaman mata membaca huruf-huruf kecil, mirip dengan tes yang dilakukan optik untuk mencek mata, juga tes ishihara untuk mencek buta warna. Biayanya Rp 15 ribu per orang.

Setelah kita mendapatkan kertas kuning tanda lulus tes kesehatan, kita langsung datang ke bagian pendaftaran untuk mengajukan permohonan pembuatan SIM. Persyaratannya adalah fotokopi KTP dan hasil tes kesehatan tadi. Biayanya Rp 75 ribu untuk SIM baru, dan Rp 60 ribu untuk perpanjangan. Perlu diketahui bahwa perpanjangan SIM hanya bisa dilakukan jika SIM lama kita masih berlaku. Jika SIM kita sudah habis masa berlakunya, maka pengajuan SIM baru akan dianggap pendaftaran baru, bukan perpanjangan. Artinya, biaya pendaftarannya Rp 15 ribu lebih mahal, dan kita harus mengikuti kembali ujian teori dan praktek mengemudi.

Setelah membayar biaya pendaftaran, kita diberikan beberapa formulir yang harus kita isi nanti. Dari situ kita langsung ke bawah dan mengantri untuk membayar asuransi, sebesar Rp 15 ribu per orang. Setelah itu, kita harus mengisi semua formulir yang ada, dan memasukannya ke bagian pendaftaran sambil menunggu dipanggil untuk ujian teori.

Ujian teori-nya berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 soal, dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua soalnya adalah 15 menit. Jadi ya target setiap soal harus bisa diselesaikan dalam waktu 30 detik. Pengisian di lembar jawaban harus menggunakan pensil, tidak boleh menggunakan pulpen. Kalau tidak punya, pensil bisa dibeli di kaunter asuransi. Dari 30 soal itu, minimum 20 soal harus benar untuk bisa lulus. Jadi kalau ada salah lebih dari 10 jawaban, tidak akan lulus dan ujian teori harus diulangi lagi dua minggu setelahnya (tidak bisa langsung hari itu juga). Petugasnya akan memeriksa hasil jawaban kita langsung setelah kita menyerahkan jawabannya. Alhamdulillah, saya lulus walaupun ternyata saya menjawab 7 soal salah. :P Masih mendingan ibu saya yang cuma salah 6. :D

Setelah lulus ujian teori, kita naik lagi ke atas untuk ujian praktek mengemudikan mobil. Untuk di Polres Depok ini, yang di-tes adalah mengendarai sebuah minibus Suzuki Carry lama (transmisi manual, tentu saja) naik ke jalanan menanjak, berhenti, lalu maju lagi tanpa mundur dulu. Disini, keahlian menggunakan rem tangan dan kopling sangat diperlukan. Setelah itu, kita harus memundurkan mobil tersebut dan membelokkan mobil tersebut secara mundur masuk kembali ke tempat parkir, dengan ban tidak boleh menyentuh dua garis di kiri dan kanan lot parkir. Alhamdulillah, saya dan ibu saya juga lulus.

Setelah lulus ujian praktek, kita ke ruang photo untuk membuat foto, dan SIM baru kita akan langsung tercetak segera setelah proses foto dilakukan. Hanya sekitar 5 menit setelah saya difoto, saya sudah langsung dipanggil dan mendapatkan SIM baru saya, sekitar jam 1 siang. Itu pun karena kita harus menunggu petugasnya makan siang dan sholat dulu sebelum kita bisa foto. Total jenderal waktu yang dibutuhkan untuk membuat SIM baru tersebut hanya setengah hari! Benar-benar mengagumkan dan tergolong efisien (untuk ukuran Indonesia, tentu saja). Bandingkan dengan dulu yang bisa membutuhkan waktu seharian, atau bahkan berhari-hari untuk bisa mendapatkan SIM. Total biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan SIM ini juga tidak lebih dari Rp 110 ribu per orang. Bandingkan kalau menggunakan biro jasa yang men-charge Rp 600 ribu per orang untuk pengurusan SIM.

Comments»

1. mbu - 14 June 2006

whew… BRAVO.. BRAVO..

hampir tidak percaya saat baca postingan ini.. but i guess, we’re moving somewhere better.. :)

2. indra - 14 June 2006

#1 - mbu: Yup, I was also pleasantly surprised with the service provided. Much better. :)

3. firman firdaus - 14 June 2006

almost unbelievable. istri saya sudah tiga kali ngurus sim, ujung2nya disuruh ke ‘loket khusus’, bayar 200.000 karena nggak lulus ujian teori. padahal kata dia, ujian teori gampang banget, dan diulang2 setiap dia ngurus.

kayaknya memang sudah ada perbaikan ya…

4. indra - 15 June 2006

#3 - firman: Memang banyak soal-soal di ujian teori yang “menjebak”, kelihatannya gampang padahal sebenarnya susah. Saya juga waktu ngerjain ujian teori yakin semua jawaban udah bener, ternyata setelah diperiksa ternyata salah 7 (tujuh). :)

5. dian - 16 June 2006

ah, cuma 110 ribu ya totalnya…di batam, 4 th lalu aja diminta 750 rb ama calo. untung banyak euy

tapi, temanku nembak sim karena gak bisa markir heheh apalagi mobil manual transmission, pasti gak lulus mereka. ada juga yg gak bisa nyetir, tapi punya sim A. hanya karena gratis dibikinin cowoknya

6. indra - 16 June 2006

#5 - dian: walah kalo gak bisa nyetir, buat apa punya SIM? :)

7. Wati - 18 June 2006

Ndra, makasih infonya ya… SIM ku juga udah habis thn 2000 nih! jadi musti bikin SIM baru ya?… kapan ya bisa mudik lagi…

8. indra - 19 June 2006

#7 - Wati - iya, kalau udah expired, harus apply SIM baru. Harus ikut ujian teori dan praktek, kecuali kalau pengurusan lewat biro jasa (alias nembak).

9. triples - 22 June 2006

kok aku masih bisa bikin sim nembak ya? aku buatnya tgl 15 mei 2006, bayar 195.000 :D . cuma butuh waktu 4 jam.

Sebenarnya maunya gak nembak sih, tp kata tetangga dia dipersulit sampai harus ngulang 3kali dan gak efisien banget. jadi nembak dech… he he he

10. paling - 22 June 2006

asik yah, murah gitu
gimana kalo di dki, apa sama aja atau enggak?
ada yang punya info?

11. nuar - 22 June 2006

yup pelayanan di depok makin bagus.
januari kemaren gw juga perpanjang sim. cuma 1 jam.

di samsat juga kalo bayar pajak lebih simpel. jadi cepat. ga sampe 1 jam malah.

bravo depok deh.

12. indra - 22 June 2006

#9: Kalau mau, nembak juga masih bisa. Lewat biro jasa juga bisa kalau mau skip ujian teori dan praktek. Cuma paling tidak sekarang kita dikasih kesempatan untuk ikut jalur normal. Kalau dulu kan baru nyampe gerbang polsek, udah didatangin oknum polisi yang nawarin jalur cepat dan kita tidak berani nolak. :P

Sebenarnya ngga dipersulit kok, selama kita bisa lulus ujiannya. Mungkin tetangganya ndak lulus ujian teori dan prakteknya karena ndak persiapan (e.g. ngga belajar dulu sebelum ujian). :)

#10, #11: Mungkin di DKI sama aja kali ya, saya kurang tahu. :) Mudah2an tempat lainnya juga sama ya, ngga cuma di Depok aja. :)

13. WishKnew - 6 July 2006

Beda jauh ama Tangerang!!

14. indra - 6 July 2006

#13: ah masa? :)

15. haikal - 9 August 2006

serius nih?????????

16. indra - 10 August 2006

#15: Serius. :)

17. Irsan Nasution - 15 August 2006

bung Indra, saya boleh bagi pengalaman ya. pada hari jumat tgl 12 agt 2006 saya juga ngurus pembuatan sim C di polres depok.Sebenarnya SIM saya belum mati,tp krn sebelumnya dibuat di propinsi yg lain, jd hrs mengikuti proses pembuatan baru. Memang pelayanan dalam hal administrasi cukup memuaskan walaupun tidak jarang terdengar sedikit bentakan ala militer dalam setiap proses. namun ada satu hal yang sudah terkesan “lumrah” tapi jg cukup menjengkelkan. Ketika selesai mengikuti ujian teori dan dinyatakan lulus, saya bersama 4 orang lainnya yang telah selesai duluan diarahkan ke lt 2 utk ujian praktek yang materinya mengendarai motor mengikuti rute zigzag yang di kanan-kirinya terdapat semacam balok yg tingginya kira2 30 cm. Sebelum ujian praktek dilakukan test drive oleh salah seorang panitia yang dengan gampang dpt melewati rute tersebut. Namun ketika nama saya dipanggil untuk melakukan ujian, si pengemudi test drive tadi terlihat menggeser dua dari beberapa balok rintangan agar rute menjadi lebih sempit & balok akan jatuh. Dan ternyata benar saja saya gagal melewati rintangan dan balok jatuh persis pada balok yang telah digeser sebelumnya. ternyata lagi dari 5 orang yang mengikuti tes semuanya gagal dan diminta utk ke ruangan pendaftaran ujian praktek. Disitu saya diberitahu oleh panitia kalo saya gak lulus & diharuskan mengulang 14 hr kemudian, TAPI kl mau tetap lanjut untuk foto SIM hingga selesai “ditawari” utk membayar 100 ribu (angka ditulis dalam selembar amplop berwarna coklat dgn tulisan tangan). Mengingat saya gak punya waktu pada hari yang lain sampe akhirnya bolos ngantor, akhirnya saya penuhi tawaran tersebut, hingga akhirnya setelah proses foto, SIM telah ada di tangan saya. Memang bung Indra pengurusan SIM di Polres Depok benar-benar mengagumkan! Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati ngurus SIM di Polres Depok

18. indra - 16 August 2006

#17 - Pak Irsan: Terima kasih atas tambahan informasinya. :)

19. iwok - 21 August 2006

Wah, pencarian saya tentang tarif SIM di google ternyata membawa ke sini Ndra! hehehe lengkap banget euy prosedurnya. thanks Ndra, saya butuh info tarif nih buat keperluan sesuatu. hehehe

20. indra - 22 August 2006

#19 - Kang Iwok: Keperluan “sesuatu” apa nih Kang? :) Mau jadi ahli biro jasa pengurusan SIM? Hahaha. :)

21. RICHIE - 6 November 2006

ADA YANG PNY PENGALAMAN DI DAERAH TANGGERANG GA.?????

22. boy - 12 December 2006

gwe mo bikin SIM baru di de
pok..tapi mau NEMBAK gituu lhoo gimana yaa? alamatnya ke mana yaa..HELPP dong

23. Triya - 16 December 2006

Saya juga search di google untuk pengurusan SIM ketemunya site ini. SIM saya Bandung, tapi sekarang KTP Jakarta. Apa harus buat SIM dari awal lagi ya? Ada yang punya pengalaman sama?

24. Triya - 16 December 2006

Kalau daerah Jakarta Selatan - Kebayoran, apa artinya ujian SIM-nya di DAAN MOGOT, atau ada tempat lain? Adakah yang punya pengalaman ujian SIM (baru) di DAAN MOGOT

25. Rudi - 19 December 2006

Sekarang ngurus SIM memang sudah tidak ada calo berkeliaran, tetapi sekarang malah oknum polisi yang bermain sendiri dan uda biasa makan duit gede
SIM C saya baru jadi tgl 18 Desember kmrn, itu juga dengan terpaksa bayar Rp.150rb gara2 gagal ujian praktek dan gak punya waktu buat ngulang lg (uda bolos 2x). Sebelumnya saya uda punya SIM A dan C dari daerah Medan, tp berhubung uda pindah dan uda punya KTP Jakarta jadi ya sekalian bikin baru di DAAN MOGOT.
2 minggu yg lalu gagal ujian teori (padahal soalnya gampang abis n uda ada coretan jawaban pd soal) dan ngulang pd tgl 18 Desember 2006 sekalian iseng mengajukan permohonan SIM A. Pas ngulang iseng saya selipin 20rb di dlm kertas jawaban, eh malah dikembalikan dengan hasil teori SIM C lulus dan SIM A gagal (pd waktu itu sy sempat berpikiran ternyata uda mulai bersih KKN, tp ternyata dugaan saya salah total!!!), saya lanjut ke lapangan untuk ujian praktek SIM C, sekilas saya liat materi ujiannya dan ada org lain yg lagi ujian jg, gak mungkin bs lulus dgn mudah meskipun sudah pengalaman naik motor bertahun2 (emank sengaja dipersulit, bahkan ada yang mengaku sengaja menghentikan motornya di depan patok dan mendapati lebar pijakan motor melebihi lebar batas patok!!!) Belum lg kondisi motor ujian yg sudah tidak layak. Dan benar saja sy tidak lulus, meskipun uda 6 tahun nyelap nyelip di jalanan Jakarta. Saya iseng menanyakan ke salah satu petugas apa bisa dibantu dan ternyata saya mendapati saya bukan satu2nya yang bertanya seperti itu, dan oknum tsb lgsg buka harga 150rb dan kita di pihak yang tidak bs bernego, karena “Loe gak mau, yang lain msh pd ngantri”. Dalam batin pantesan duit 20rb saya dikembalikan, ternyata bukan karena uda bersih, melainkan uda biasa makan ikan kakap, ikan tongkol ya otomatis nolak, untuk SIM A saya berniat mencoba ujian lg karena memang awalnya cm iseng dan sy blom punya mobil di Jakarta.

26. RICHIE - 19 January 2007

gw baru nyampe di polres tanggerang
baru aja parkir udah ditwarin sm calo..? belaga jd tkg parkir
ah.trnyata tarif dg calo maupun dg aparat(org dalm) pada bae.

27. sri - 19 January 2007

saya ibu sri dari medan. saya mau ngurus SIM ,.tanpa harus belajar sblmnya. ktp saya sudah mati. saya skrg tinggal di malaysia dgn keluarga. saya mau punya SIM dari medan, utk saya bisa mengemudi mobil di malaysia. di mana saya bisa mengurusnya di daerah medan. dan berap biaya nya jika harus tembak je

mohon bantuannya segera. email, sriyuni@gmail.com
sbb bln peb tgl 17.2007,..saya dtg ke medan utk urusan lesen.

tq

28. wahyu - 14 March 2007

wah… makasih banget info temen2. Saya malah barusan aja bikin SIM C baru di Polres Depok, Semua Prosedur saya ikuti, dan cepet sampai di ujian teori. Saat itu, Petugas di dalam bilang, ujiannya gampang, malah sudah ada jawabnnya kok, jadi cepet.
Oke, walau sudah ada jawaban, saya ga langsung coret2 saja, saya baca dengan teliti karena takut itu jebakan.
Tapi ? Ternyata ujian teori saya gagal, masak salahnya dibilang sampai 12 soal. (Bukan maksud saya sombong, tapi anak SMA yang biasa naik motor di jalan raya kayaknya tahu deh jawaban dari soal2 itu). Apalagi kalau dijalanan, saya malah yang sering ngingetin suami kalau ada rambu2.
Saya diminta balik lagi di hari lain, atau kalau mau cepet silahkan bayar 150 ribu, maka SIM anda segera jadi.
Spontan saya kaget, mahal banget Pak ?
Eh terus teman (polisi) yang disampingnya bilang, ya udah Mbak kembali lagi saja nanti untuk ujian, 150 ribunya buat jajan saja mbak… (?????)

Saya benar2 kecewa, ketika saya tanya teman2 saya, mereka bilang ngapain sih repot2 sesuai prosedur, nembak saja malah lebih murah kok …!
Masya ALlah…. kapan negara ini akan maju, kalau korupsi masih terus dijalankan ???

Masih bersyukur, Depok belum kena Azab.. padahal bencana2 yang terjadi di negeri kita sekarang ini, karena ulah manusia.
Sadar Pak Polisi… sadar…. :(

29. indra - 14 March 2007

#21: Kurang begitu tahu untuk daerah Tangerang, maaf.

#22: Mungkin bisa coba lewat agen. Tapi jadi lebih mahal.

#23: Biasanya harus dari awal lagi bikin SIM-nya.

#25: Terima kasih atas tambahan informasinya.

#27: Mohon maaf, saya kurang tahu untuk daerah Medan.

#28 : Terima kasih atas sharing informasinya. :)

30. Alwi - 22 May 2007

Setelah membaca forum ini akhirnya saya memberanikan diri, buat bikin sim dgn cara sesuai prosedur di polres depok, tapi bener apa yang dibilang saudari wahyu, saya gagal dalam test teori dan akhirnya “dengan berat hati (berat dompet juga .he..he…) membayar uang “bantuan” 150 ribu dan langsung jadi hari itu juga.

sekian sharing dari saya.

31. phillip - 27 May 2007

#21 tangerang?
saya sih ujian jujur (pertama kali) 80 rb. tapi tahun 2002/03 klo ga salah..
itu pun pake mobil sendiri, habisnya mobil polisis dari sananya jelek abis, mana berat bgt lagi,, ;p
tapi akhirnya sukses deh,,

kasian yg lain klo inget waktu itu…

32. Linttho Pippo Inzaghi - 15 September 2007

Kalo ga salah tahun 2006 itu Kasat Lantas Polres Depok bernama INDRA JAFAR apakah itu nama aslinya Mas Indra? Kalo benar pantas saja Mas Indra mengaraumkan nama kesatuannya sendiri. Kalo salah berarti hanya kebetulan saja. Bener ga mas Indra?

33. indra - 16 September 2007

#32: Bukan, itu bukan nama asli saya. :) Saya belum pernah menjabat jadi polisi. :)

34. =gOn= - 22 October 2007

sharing:

http://hannyks.multiply.com/journal/item/50/SOAL_Ujian_Teori_SIM._Seberapa_sulit

Mengerjakan soal-soal ujian teori SIM sungguh gampang-gampang susah. Memang, kelihatannya soalnya mudah dan kita yakin njawab seluruhnya benar. Tapi hati-hati, beberapa pertanyaan ada jebakannya loh.

Pengalaman saya ikut ujian teori SIM di SATPAS Daan Mogot Jakarta memberikan hasil gagal di ujian manual pertama (Cuma bener 15, sementara syarat minimal adalah benar 18 ke atas dari 30 soal). Lalu ikut ujian kedua, kali ini via computer, hasilnya lebih akurat, karena kelulusan langsung diketahui saat itu juga, begitu selesai jawab semua soal.

Tips dari saya: sebaiknya Anda ngotot utk ujian di ruang computer, karena berdasarkan pengalaman, selalu saja diarahkan oleh petugas utk ke ujian manual, yang kelulusannya bisa dimainin sama oknum di sana……

Artikel ini khusus buat Anda yang mengurus SIM sendiri ya, tanpa calo, yang harus melalui prosedur alur pembuatan SIM.

Nah, prosedur bikin SIM sesuai brosur yg saya dapat di SATPAS Daan Mogot Jakarta adl sbb:

Contoh soal ujian teori SIM sbb:

1. Sebagai pengemudi yang baik anda harus mampu :

a. Mengendarai mobil dengan hati-hati

b. Mengendarai mobil dengan ketrampilan dan kecepatan yang tinggi

c. Dapat mengendalikan diri,tidak cepat naik darah /emosi ,sabardan telti dalam segala situasi serta memiliki ketrampilan mengemudi yang memadai

2. Sebagai pemilik SIM –A,anda dapat mengemudikan :

a. Mobil penumpang dan kendaraan roda dua

b. Mobil beban dan mobil Bis yang beratnya 3500 Kg

c. Mobil beban dan mobil Bis dengan jumlah beratnya yang diperbolehkan kurang dari 3500 Kg serta mobil penumpang

3. Pada umumnya apabila tidak ditentukan lain, kecepatan maksimum yang berlaku di dalam daerah perumahan/kota adalah :

a. 40 km/jam

b. 60 km/jam

c. 50 km/jam

4. Pernyataan di bawah ini mana yang paling benar disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan No. 14 th.1992 :

a. Bagi pengemudi dan penumpang yang duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk pengaman

b. hanya bagi pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk keselamatan.

c. Semua penumpang termasuk pengemudi kendaraan bermotor beroda empat wajib memakai sabauk pengaman

5. Ukuran maksimum tinggi dan lebar kendaraan ditentukan oleh Peraturan Pemerintah tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan yaitu :

a. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.

b. Tinggi maksimum tidak melebihi 3500 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak elebihi 2500 milimeter.

c. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter tanpa kecuali sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.

Ada juga contoh soal ujian teori SIM berupa rambu-rambu dan gambar sbb:

35. =gOn= - 22 October 2007

Sharing:

http://hannyks.multiply.com/journal/item/51/Ujian_Praktek_SIM_A._Seberapa_Sulit

Prosedur bikin SIM baru harus melalui uji praktek. Berikut yang dapat saya rangkum berdasarkan pengalaman sendiri. Kebetulan lokasi cerita berdasarkan test di SATPAS Daan Mogot Jakarta. Tapi untuk daerah lain, mestinya sih sama2 aja, paling beda2 dikit.
Menurut informasi yang Saya dapat, dan juga googling sana-sini, ujian praktek tuh cukup sulit untuk dilalui. Apalagi banyak oknum petugas yang rese’ shg Anda selalu saja dinyatakan tidak lulus. Subyektif. Tapi kalo Anda beruntung dapet petugas yang bersih, tidak mustahil Anda lulus uji praktek dgn sukses pada kali pertama. (FYI, kemungkinannya keciiiiiiiiill).
Sebagian besar uji praktek pada kali pertama tidak lulus. sebagian emang karena oknum2 petugas test yang rese’ karena Anda tidak melalui calo (artinya tdk ada uang buat dia), atau juga karena Anda emang bener2 melanggar rambu2 selama test. Biasanya Anda diminta datang 2 minggu lagi.
Artikel ini khusus buat Anda yang buat SIM A ngurus sendiri ya. Kalo via calo/perantara mah cuma formalitas dowank….. gak bisa nyetir pun lolos. Tapi biayanya khan juga lebih mahal…
Anda ingin coba dahulu agar ujian praktek SIM A bisa lulus? Simak yang berikut ini:
1. Umumnya mobil yang digunakan Toyota Kijang transmisi manual. Ya iya lah, kalo matic enak benerrr….
2. Naik mobil jangan lupa langsung pasang Seatbelt sebelum nyalain mesin. (banyak kasus kelupaan nih pasang seatbelt krn tdk terbiasa. kebetulan saya sudah terbiasa selalu pasang seatbelt sejak dulu kerja di area pertambangan dengan standar safety sangat ketat. jadi tangan udah otomatis langsung narik seatbelt). Kalau Anda lupa, kayaknya sdh dipastikan Anda tidak lulus…..
3. Duduk. Sebelum hidupin mesin, jalan jangan lupa atur posisi Anda. Atur posisi tempat duduk sesuai kebiasaan kaki Anda. Liat kaca spion kiri kanan, bila belum sesuai, bila perlu Anda turun untuk mbetulin spion (terutama yg kiri). Ini penting untuk test parkir……
4. Cek gigi netral, lalu nyalakan mesin.
5. Sebelum bergerak. Anda HARUS nyalain sein ke kanan. Kalao lupa, sudah 1 kesalahan lagi Anda langgar. Aturannya katanya : “Sebelum bergerak, kendaraan harus menyalakan lampu sein”.
6. Jalan, pelan2 aja. Paling enak cukup pake gigi 2.
7. Perhatikan marka jalan, jangan sampe memotong cat garis yg tidak putus2. Kalau yg putus2, Anda boleh pindah jalur. Kalau petugas iseng nyuruh ke kanan, jangan langsung di iya in. Balik tanya, “Pak, ini kan marka jalan gak boleh pindah lajur?” gitu. kalau diijinin baru deh laksanakan.
8. Kalau Anda menemukan rambu STOP, baik itu berupa tiang ataupun ada tulisan cat di jalan, sebaiknya anda STOP (stop artinya stop ya, bukannya masih jalan pelan) sebentar. lalu jalan lagi. Biasanya ada di sebelum belokan, dan ada 2 di tanjakan & turunan…
9. Setiap ambil belokan, jangan sampai Anda memotong jalur lawan. Nanti pasti disalahin. Beloklah sesuai jalur belok Anda.JANGAN LUPA SELALU NYALAIN SEIN SEBELUMNYA!
10. Di sana ceritanya ada perlintasan KA (tapi boong2an). Jgn lupa untuk berhenti. Hati2, tandanya bukan berupa rambu tanda XX di sebelah kiri ya, tapi ada tanda cat tanda XX di jalan, trus ada cat2 kayak gambar rel di depannya. Saya aja miss nih di sini…..
11. Trus ada juga lampu merah beneran. Hati2, jgn sampe gak lihat. Kalo letemu pas merah, ya stop dulu….
12. Trus, ada tes tanjakan. Anda mesti stop di tanda STOP. hand brake, pindahin ke gigi satu. Jalan lagi. Ingat! Jangan sampai mundur!. Biarpun sedikit aja mundurnya, pasti disalahin…. Dan juga jangan jangan sampe mati mesinnya, lebih parah lagi kesalahannya….trus pas turunan ada lagi tanda cat STOP di jalan. Stop dulu bentar baru jalan lagi.
13. Test parkir mundur. Nah yang ini harus berada di dalam dua garis seperti umumnya tempat parkir. Sebaiknya langsung pas. LURUS. miring dikit aja biasanya disalahin. Juga jangan kebanyakan maju mundur lagi. Tips: gak usah buru2, pelan2 aja liat spion kiri/kanan. Yg penting lurus.
14. Test parkir paralel. Ini rada susah. masalahnya panjang tempat parkirnya pendek sekaleee…. saya sempet protes juga “kok pendek banget ya pak”. “emang segini kok”. Nah Anda cuma dikasih kesempatan DUA KALI maju/mundur. tips: buat yg biasa nyetir pasti tahu kalo parkir paralel tuh jangan hidung mobil maju duluan, bakalan susah. Tapi anda lewatin dulu duh tempat parkir sambil ancang2 mundur. lalu mundur ambil maksimum jangkauan. lihat spion kiri kanan. mundur sampe pol. Hati2, mentok di belakang. Lalu maju dikit2 sambil nglurusin. Sebaiknya bener2 lurus dan di dalam garis, kalo gak disalahin tuh…..
15. Ada juga marka zebra cross. Sebaiknya pelan2 lewatinnya, kalo kebeneran ada orang nyebrang. Stop dulu.
16. Di daerah lain, setau saya ada tes maju zig-zag nglewatin patok dan juga mundur zig-zag ngelewatin patok. Patoknya tuh biasanya deket2 bgt loh ya jaraknya. Nah disini keahlian ngeliat spion mesti lihayy. Kalau maju sih mungkin Anda bisa. Tapi pas mundur… hhmmm mesti ada tips : mundur pelan2, begitu anda liat patok kanan usahakan sedekat mungkin dgn body belakang kanan. lihat spion kanan, begitu udah lewat +- 1/2 body, langsung banting abisin stir ke kanan. trus sambil lihat2 patok kiri, lakukan hal yg sama. Tips : jgn terlalu jauh kelewatan patoknya baru banting stir, pasti tekor…. gak nyampe buat patok selanjutnya.
Kira2 segitu deh testnya. Kalau ternyata Anda dinyatakan tetap gak lulus meskipun udah coba berkali2. Wah berarti Anda emang sedang dalam permainan oknum2 petugas. Kalau Anda berani ngotot untuk minta ketemu PAUR UJI Praktek, biasanya oknum petugas tuh agak2 takut.
Tapi kalo Anda tidak punya waktu luang, setelah Anda dinyatakan tidak lulus, yah terpaksa cari jalan belakang deh. Kisarannya 100 s/d 150rb. Kertas tidak lulus Anda, pasti diganti jadi Lulus. Ajaib. puffff….Indonesia.
Selamat mencoba.

36. lukman - 7 November 2007

jasa bikin sim khusus pelajar atau mahasiswa Rp 400rb jakarta
via sms or tlp serah
08999315303

37. Jatmiko - 21 January 2008

Ujung Ujungnya Ya Duit…Murah tp lama buanget Mahal dikit tp cuepett.Pilih yg mana ayo….?Selanjutnya trserah anda!!:d

38. Jatmiko - 21 January 2008

Ujung Ujungnya Ya Duit…Murah tp lama buanget Mahal dikit tp cuepett.Pilih yg mana ayo….?Selanjutnya trserah anda!! Wekekekek

39. fahmi - 27 March 2008

Ada calo nembak ga buat SIM A dan C di depok. Berapa?

40. rastaphara - 22 April 2008

contoh soal sim c nya koq ga ad???????
mnta dunk

41. Lucky - 1 July 2008

Tes lisannya mengenai apa?

42. tonny wk - 28 July 2008

Coba smua orang mulai skrg,hari ni,detik ni jgn membiasakan diri menyelesaikan smua mslh dgn dwt jadi klo ggl test cari sim ya udah klo di srh dtg lagi ya dtg trs smpe lulus n dpt sim klo ditawarin jalur cpt jgn mau(biar nyaho tu OKNUM yg mo coba2 nakal cari ksmptan)
maaf ya pa(ptgs) klo metode ini bisa ngurangi incom nantinya

43. No Name - 3 August 2008

kesel saya…lagi tes teori ada cewe disamping saya eeeh dia dikasih tau semua jawabannya gmana ga curang tuh…!
dah gitu gua kaga lulus lagi…!

padahal tu jawaban dari temen sebelah w itu yang dikasih tau sama polisinya..!

n masih ada aja ga lulus malah LEWAT BELAKANG..

harus ditindak lagi nih

44. diana - 16 October 2008

saya mau bikin sim c baru nich ceritanya. gimana yach caranya yang lebih bagus? saya tinggal di daerah depok..??? hub saya di 081318915535

45. SUle - 10 November 2008

seminggu yang lau aku gagal TES teori ujian SIM, di ulang 2 minggu lagi, maju terus biayanya murah kok cuma 100 000, murah kan ngapain juga pake calo.. :)

best regards
http://sulhadi.co.cc

46. reza - 1 December 2008

mau tanya nih, SIM saya jakarta tp sekarang ktp saya cinere.. kalo mau perpanjang sim apakah bisa langsung? atau saya harus urus baru lagi? dan bisakah saya mengurusnya di bandung?
terimakasih yaa kalau ada yang bisa bantu jawab

47. Mas Budi AFI 354 - 16 December 2008

Kemaren tgl 13 Desember 2008 saya baru saja perpanjang SIM C yang habis tanggal 7 Des 08, karena waktu itu mesin cetak SIM nya rusak saya baru bisa perpanjang seminggu kemudian. Ternyata sekarang gampang kok, kali ini saya coba tidak melalui Calo maupun Oknum Petugas. Saya pingin tahu persis berapa biaya dan prosedurnya. Saya lihat dipasang poster berfigura prosedur dan tata cara pembuatan SIM baik yang baru dan perpanjang, mutasi SIM dan penggantian SIM hilang atau rusak. Di cantumkan di poster berfigura tersebut baik untuk baru / perpanjang, mutasi atau penggantian SIM Hilang / Rusak masing2 Biaya Administrasinya Rp60,000,- dan dikolom kanan paling bawah tertulis ” Jangan Lewat Calo “. Waktu itu pertama kali saya KIR / Periksa Kesehatan dulu di klinik Polres bayar Rp20,000,- ( kalau mau lebih murah bisa periksa di Puskesmas saja , paling Rp 5 ribu ) kemudian selembar foto kopy KTP dan surat kesehatan tadi diserahkan ke bagian Pendaftaran SIM, selanjutnya diminta ngisi formulir dan bayar Rp 60,000,- serta asuransi RP15,000,- Jadi Total semuanya habis Rp95,000,- plus plastik Rp1,000,- :)
Saya lihat dimasing2 Poster baik untuk baru dan perpanjang ataupun penggantian SIM , biaya Administrasinya Rp60,000,- Kalau dengan test teori atau prakteknya saya kurang tahu persis biayanya.
Tapi yang jelas sekarang lebih mudah dan lebih gampang kok, meskipun tetap terasa ada perbedaan waktu antara yang nitip ke Oknum dengan di urusin sendiri, saya melihat yang mengurus lewat Oknum giliran difotonya lebih cepat, orang-orang yang datang dibelakang saya bisa difoto dan jadi lebih cepat. Namun tidak masalah… akhirnya jam 9,15 menit SIM saya jadi juga, padahal datang dan ngantrinya jam 07.30 dan baru buka layanan jam 8.

Oh, iya… bagi para pembaca yang sedang kurang enak badan dan menderita sakit, ataupun keluarga dan saudaranya sedang sakit dan ingin Terapi untuk menjadi Sehat Secara Alami dgn menggunakan Energi FIR Matahari dengan bantuan Alat Kesehatan Kalung Biofir, saya bisa bantu Saudara2 dengan Kalung Biofir Asli dengan Harga Agen saya. Sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga dipasaran yang rata2 dijual Rp1,3jt s.d 1,9jt. Kami menolong Saudara2 dengan Harga Agen plus ongkos kirim 1 set Biofir ( 1 gelang & 1 Kalung ) = Rp1,100,000,- dalam jawa, dan Rp1,150,000,- untuk luar jawa.
Untuk informasi lebih lengkap silahkan akses :
www.biofir-354.com atau www.biofir.com/jateng-diy
Insyaalloh kwalitas produk sudah teruji dan terbukti ampuh membantu mengatasi berbagai penyakit berat dan ringan.
Silahkan kontak kami : mas Budi AFI di
0888 134 0354 ( FREN ) atau 0818 024 91244 ( XL )
Semoga Bermanfaat……………

48. omen - 20 February 2009

mau tanya hari ini sim a saya habis masanya dgn alamat di kebayoran baru dan saya ingin perpanjangan namun ktp saya sudah berbeda dgn data yg ada di sim waktu dulu karena di ktp yg baru saya sudah tinggal di cikarang kemana saya harus perpanjang sim dan gimana prosedurnya. terima kasih

49. yanto - 11 July 2009

mo punya sim aja ribet, mending naek angkot aja dah. itung2 ngurangin polusi ma kemacetan di jalan.

50. rezki - 18 February 2010

untuk yg dan mogot apakah da lebih baik blm ya

51. DWI UTAMI - 16 July 2011

wah keren bgt ni postingan nya mksh bnyk ya atas info nya ini penting bgt bwt ak yg br mau bikin SIM

52. ibon Ranoediredjo (FB) - 28 March 2012

Untuk wilayah Tangerang…sy sebagai biro jasa, kayaknya gak semahal itu ya untuk membantu perpanjangan atau pembuatan SIM baru. sy selalu transparan untuk masalah harga. Malah, kalau bisa kita sebagai biro..memnunjukan bukti semua administrasi yg ada. Tinggal selebihnya kebijakan dr konsumen atas pelayanan kita. Bisa 100 atau lebih. gak smpai 600 rb.