Oggix Implementasi Anti Spam Code 30 June 2006
Posted by indra in : Pengumuman, Teknis, Kejadian Terbaru , 9 comments
Saya mendapat laporan dari teman saya Tata bahwa beliau tidak bisa mengisi entry di shoutbox saya, katanya disuruh masukin anti-spam terus. Saya kemudian mencoba test mengisi entry di shoutbox Oggix saya, dan memang benar, setelah saya coba masukin entry, dia akan meminta saya memasukkan code berupa tiga angka yang ditampilkan disitu, untuk memastikan bahwa entri ini dilakukan oleh orang dan bukan oleh automated script yang biasa digunakan untuk nyepam.
Masalahnya, walaupun saya udah memasukkan angka yang benar, selalu dianggap salah. Sudah saya coba berkali-kali, ternyata masih dianggap salah. Setelah coba-coba, akhirnya kode yang saya masukkan bisa diterima setelah saya mengisi satu spasi sebelum tiga angka yang dimasukkan. Jadi misalnya kode yang harus dimasukkan adalah “466” (tanpa tanda kutip), kita harus mengetikkan “ 466” (ada spasi sebelum angka 4), baru entri kita bisa diterima.
Mungkin ini adalah salah satu bug dari script antispam-nya yang masih harus diperbaiki oleh pengelola Oggix. Nanti saya akan coba kontak Ogi (pengelola Oggix) mengenai hal ini. Untuk sementara waktu, jika Anda ingin mengisi komentar di shoutbox saya, jangan lupa untuk menambahkan awalan spasi pada waktu memasukkan kode antispam-nya.
Update - 2 Juli 2006: Untuk sementara waktu, Ogi sudah mematikan fitur kode antispam-nya sampai bug-nya selesai diperbaiki. Oh iya, bagi mereka yang juga ingin memberikan feedback ke Ogi, bisa ke forum-nya Oggix yang beralamat di http://www.oggix.com/forums/. Terima kasih, Gi.
Penginapan Murah di Singapura 28 June 2006
Posted by indra in : Jalan-jalan , 503 comments
Setelah saya menulis tips dan trick perjalanan ke Singapura melalui Batam disini dan disini, cukup banyak pertanyaan yang saya terima mengenai penginapan yang murah dan bagus di Singapura. Hal ini cukup dimengerti, mengingat banyak para backpacker Indonesia, yang sudah mengirit dengan pergi ke Singapura lewat Batam dibandingkan langsung, juga ingin mengirit dengan menginap di hotel yang murah. Toh kebanyakan waktu para backpacker tersebut akan lebih banyak untuk jalan-jalan, sehingga tidak perlu untuk menginap di hotel yang mahal.
Penginapan Murah
Ada dua jenis penginapan murah di Singapura. Yang pertama adalah backpacker hostel, atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan losmen. Hotel-hotel ini biasanya murah, tidak ber-AC dan kadang kamar mandi-nya tidak ada di setiap kamar, tapi di-share (shared bathroom). Hotel-hotel seperti ini cocok untuk individual backpacker yang ingin mengirit, tapi tidak cocok untuk keluarga, apalagi yang membawa anak-anak. Biasanya harga per malam-nya berkisar mulai dari S$20 sampai S$50. Biasanya hostel-hostel seperti itu tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, melainkan hanya menerima cash. Sehingga beberapa hostel mengharuskan kita untuk membayar deposit (diatas harga kamar) sebagai garansi, dan deposit itu akan dikembalikan sewaktu kita check-out dan mengembalikan kunci ke reception.
Yang kedua adalah hotel kelas menengah ke bawah, yang cukup banyak di sekitar Little India, Bugis dan sekitarnya. Harganya berkisar antara S$60 sampai S$100. Memang lebih mahal dibandingkan backpacker hostel, tapi lebih nyaman terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Kamar mandi biasanya ada di setiap kamar, walaupun service yang disediakan standar. Beberapa hotel, terutama yang kelas menengah, menerima pembayaran dengan kartu kredit.
Perlu diketahui bahwa banyak hotel-hotel kelas menengah ke bawah ini cukup banyak bertebaran di sekitar Geylang, namun disarankan untuk menghindari daerah tersebut, terutama bagi keluarga yang mempunyai anak. Hal ini disebabkan Geylang adalah daerah red light district-nya Singapura, dimana banyak aktivitas prostitusi yang menjamur di daerah itu. Dan kebanyakan mereka menggunakan hotel-hotel kelas menengah ke bawah itu untuk aktivitas mereka. Jadi, walaupun Anda mungkin tidak menggunakan “jasa” mereka, namun tetap Anda harus berpapasan dengan mereka di lobby hotel, jadi environment-nya tidak begitu nyaman, terutama untuk anak-anak.
Beberapa hostel backpacker yang terkenal di Singapura adalah InnCrowd Hotel dan Fragrance Backpacker Hostel yang berlokasi di Little India, dan New Seventh Storey (NSS) Hotel yang berlokasi di Bugis. Sedangkan beberapa hotel kelas menengah di Singapura adalah Hotel 81 dan Fragrance Hotel yang memiliki banyak cabang di beberapa tempat di Singapura. Beberapa cabang Hotel 81 dan Fragrance juga menyediakan tarif murah untuk backpackers. Hotel Supreme adalah salah satu hotel kelas menengah termurah di daerah Orchard. Sedikit ke arah timur, Strand Hotel di Bencoleen Street juga tidak terlalu jauh dari Dhoby Ghaut dan Plaza Singapura. Park View Hotel juga lumayan bagus dan murah.
Transportasi ke Hotel
Kebanyakan backpackers dari Indonesia kemungkinan akan memilih jalur Batam untuk menuju Singapura, mengingat tiket pesawat Jakarta-Batam yang jauh lebih murah dibandingkan tiket pesawat langsung Jakarta-Singapura. Ferry dari Batam akan berlabuh di Harbourfront Centre. Dari sana, kereta api (MRT) adalah mode transportasi cepat dan murah untuk sampai ke hotel. Sebenarnya, naik bus bisa lebih murah, namun lebih lambat dan cukup repot kalau kita membawa banyak koper.
Untuk tujuan hotel-hotel di sekitar Little India (seperti InnCrowd), Dhoby Ghaut (Supreme, Strand) dan Chinatown, Anda cukup naik kereta api sekali dari stasiun MRT Harbourfront ke stasiun MRT Little India, Dhoby Ghaut dan Chinatown. Namun jika hotel ada berada di daerah Bugis, maka Anda perlu turun di Outram Park, lalu pindah kereta api yang ke arah Pasir Ris dan turun di stasiun MRT Bugis.
Perlu diketahui bahwa untuk ganti kereta api ini, Anda tidak perlu keluar stasiun. Sehingga di Harbourfront, Anda bisa membeli tiket kereta api langsung ke Bugis atau Orchard misalnya, walaupun perjalanan ke sana mengharuskan Anda untuk pindah kereta api di stasiun interchange tertentu (misalnya di Outram Park jika Anda ingin ke Bugis, atau di Dhoby Ghaut jika Anda ingin ke Orchard).
Jika Anda membawa banyak koper dan agak repot kalau naik kereta api, Anda bisa naik taksi. Biaya taksi dari Harbourfront Centre ke Little India atau Bugis mungkin sekitar S$6-S$8, tapi yang pasti tidak akan lebih dari S$10.
Instalasi FeedWordPress untuk “Planet Singapura” 15 June 2006
Posted by indra in : Pengumuman, Teknis, Komunitas Singapura , 11 comments
Kalau bulan lalu saya mencoba melakukan instalasi Gregarius untuk agregasi blog saya di Planet Indra, hari ini saya mencoba melakukan instalasi plug-in Wordpress bernama FeedWordPress untuk membuat situs agregasi blog baru, Planet Singapura. Planet Singapura adalah situs agregasi blog yang saya buat untuk komunitas Indonesia di Singapura, dengan menampilkan agregasi dari para blogger Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura.
Berbeda dengan Gregarius yang berupa program stand-alone, FeedWordpress adalah plug-in dari Wordpress sehingga tidak akan jalan tanpa Wordpress itu sendiri. Untuk keperluan ini, saya melakukan instalasi Wordpress seperti yang pernah saya lakukan dulu, tentu saja setelah men-download versi Wordpress terbaru, yaitu versi 2.0.3. Seperti biasa, saya harus membuat database baru untuk Wordpress baru ini, dan mengikuti petunjuk yang tersedia disini untuk melakukan instalasi Wordpress-nya.
Setelah Wordpress ter-install, kemudian saya men-download FeedWordPress disini, dan mengikuti petunjuk yang tertera di README.text file-nya untuk meng-copy file-file *.php ke directory Wordpress yang ditentukan. Setelah itu, saya bisa mengaktifkan plug-in tersebut dari dashboard Wordpress saya.
Setelah plugin-nya aktif, saya bisa melakukan konfigurasi plug-in tersebut di opsi Links –> Syndicated pada dashboard Wordpress saya, untuk memasukkan semua list blog yang mau saya agregasikan di blog ini. Setelah semuanya terdaftar, saya akses update-feeds.php nya dari browser, dan voila, semua blog-blog yang saya daftarkan tadi teragregasi di blog sindikasi tersebut. Hasilnya bisa dilihat disini.
Sementara ini, saya baru memasukkan beberapa blog teman saya di Singapura, seperti Inong, JaF, Hany dan Renatha. Mohon maaf kepada teman-teman yang merasa blog-nya di-sindikasi tanpa ijin.
Jika Anda adalah warga negara Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura, Anda bisa meminta saya untuk memasukkan blog Anda ke daftar sindikasi Planet Singapura. Silahkan kontak saya atau isi komentar di artikel ini.
Seperti yang Anda lihat, komentar di Planet Singapura dimatikan. Hal ini untuk menghindari pembaca mengisi komentar tentang suatu artikel di blog sindikasi tersebut, bukan di blog asli kontributornya. Jika Anda ingin menulis komentar mengenai salah satu artikel di Planet Singapura, silahkan Anda tulis komentar di blog asli kontributornya.
Ada yang bersedia membuatkan logo Planet Singapura?
Saya tidak jago desain grafis, euy.
Ngurus SIM di Polres Depok 13 June 2006
Posted by indra in : Opini, Pengalaman , 50 comments
Mengingat kejadian tidak menyenangkan yang saya alami dalam perjalanan saya ke Mangga Dua pada tanggal 3 Juni 2006 yang lalu, saya mulai merasakan perlu-nya memperpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi) saya yang sudah expired beberapa tahun yang lalu. Walaupun saya punya Singapore Driving License dan International Driving Permit yang dikeluarkan oleh AAS, tetap saja saya merasa kurang “sreg” dan “aman” berkendaraan di Jakarta tanpa SIM Indonesia yang resmi. Kebetulan ibu saya juga SIM-nya sudah expired, sehingga akhirnya pada tanggal 5 Juni 2006 yang lalu, kita berdua pergi ke Polres Depok untuk mengurus SIM. Mengingat KTP saya beralamat di rumah orang tua saya di Cinere, yang sekarang sudah masuk Kota Depok, pengurusan SIM dilakukan di Polres Depok.
Kita sampai ke Polres Depok sekitar jam 9:30 WIB pagi. Saya ingat pada tahun 1998 yang lalu, saya juga pernah ke tempat ini untuk mengurus SIM saya yang dulu, dan pada waktu itu, saya sudah disamperin seorang oknum polisi pas baru mau melewati gerbang kompleks Polres, menawari untuk ngurusin semua urusan pendaftaran SIM untuk saya. Kali ini, saya dan ibu saya sama sekali tidak didatangi oleh para oknum, malah kita yang harus nanya-nanya ke petugas yang jaga di depan, kemana harus mengurus SIM. Oleh petugas yang jaga di depan, kita diarahkan ke bagian belakang gedung.
Di loket pendaftaran SIM, terpampang dengan jelas diagram berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan SIM. Di bagian atas loket juga ada spanduk yang saya tidak ingat persis kata-katanya, tapi bunyinya kira-kira sebagai berikut: “Jika Mengikuti Prosedur dan Persyaratan, Bikin SIM Sendiri Itu Mudah Kok”. Tidak ada lagi calo-calo yang berkeliaran mencari mangsa, beda dengan 8 tahun yang lalu. Bravo!
Kita harus menyiapkan dua lembar fotokopi KTP, satu untuk pemeriksaan kesehatan dan satu lagi untuk pendaftaran. Kalau bisa, siapkan dua lembar fotokopi KTP sebelumnya, atau Anda bisa memfotokopi KTP Anda di ruang fotokopi di dalam kompleks Polres Depok.
Langkah pertama, adalah pemeriksaan kesehatan. Saya dan ibu saya langsung ke gedung bagian kesehatan yang berlokasi agak terpencil di bagian atas bangunan, di sebelah kiri jalan yang menurun ke bawah ke belakang. Disitu kita cukup naro fotokopi KTP, lalu menunggu nama kita dipanggil. Yang dites adalah ketajaman mata membaca huruf-huruf kecil, mirip dengan tes yang dilakukan optik untuk mencek mata, juga tes ishihara untuk mencek buta warna. Biayanya Rp 15 ribu per orang.
Setelah kita mendapatkan kertas kuning tanda lulus tes kesehatan, kita langsung datang ke bagian pendaftaran untuk mengajukan permohonan pembuatan SIM. Persyaratannya adalah fotokopi KTP dan hasil tes kesehatan tadi. Biayanya Rp 75 ribu untuk SIM baru, dan Rp 60 ribu untuk perpanjangan. Perlu diketahui bahwa perpanjangan SIM hanya bisa dilakukan jika SIM lama kita masih berlaku. Jika SIM kita sudah habis masa berlakunya, maka pengajuan SIM baru akan dianggap pendaftaran baru, bukan perpanjangan. Artinya, biaya pendaftarannya Rp 15 ribu lebih mahal, dan kita harus mengikuti kembali ujian teori dan praktek mengemudi.
Setelah membayar biaya pendaftaran, kita diberikan beberapa formulir yang harus kita isi nanti. Dari situ kita langsung ke bawah dan mengantri untuk membayar asuransi, sebesar Rp 15 ribu per orang. Setelah itu, kita harus mengisi semua formulir yang ada, dan memasukannya ke bagian pendaftaran sambil menunggu dipanggil untuk ujian teori.
Ujian teori-nya berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 soal, dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua soalnya adalah 15 menit. Jadi ya target setiap soal harus bisa diselesaikan dalam waktu 30 detik. Pengisian di lembar jawaban harus menggunakan pensil, tidak boleh menggunakan pulpen. Kalau tidak punya, pensil bisa dibeli di kaunter asuransi. Dari 30 soal itu, minimum 20 soal harus benar untuk bisa lulus. Jadi kalau ada salah lebih dari 10 jawaban, tidak akan lulus dan ujian teori harus diulangi lagi dua minggu setelahnya (tidak bisa langsung hari itu juga). Petugasnya akan memeriksa hasil jawaban kita langsung setelah kita menyerahkan jawabannya. Alhamdulillah, saya lulus walaupun ternyata saya menjawab 7 soal salah.
Masih mendingan ibu saya yang cuma salah 6.
Setelah lulus ujian teori, kita naik lagi ke atas untuk ujian praktek mengemudikan mobil. Untuk di Polres Depok ini, yang di-tes adalah mengendarai sebuah minibus Suzuki Carry lama (transmisi manual, tentu saja) naik ke jalanan menanjak, berhenti, lalu maju lagi tanpa mundur dulu. Disini, keahlian menggunakan rem tangan dan kopling sangat diperlukan. Setelah itu, kita harus memundurkan mobil tersebut dan membelokkan mobil tersebut secara mundur masuk kembali ke tempat parkir, dengan ban tidak boleh menyentuh dua garis di kiri dan kanan lot parkir. Alhamdulillah, saya dan ibu saya juga lulus.
Setelah lulus ujian praktek, kita ke ruang photo untuk membuat foto, dan SIM baru kita akan langsung tercetak segera setelah proses foto dilakukan. Hanya sekitar 5 menit setelah saya difoto, saya sudah langsung dipanggil dan mendapatkan SIM baru saya, sekitar jam 1 siang. Itu pun karena kita harus menunggu petugasnya makan siang dan sholat dulu sebelum kita bisa foto. Total jenderal waktu yang dibutuhkan untuk membuat SIM baru tersebut hanya setengah hari! Benar-benar mengagumkan dan tergolong efisien (untuk ukuran Indonesia, tentu saja). Bandingkan dengan dulu yang bisa membutuhkan waktu seharian, atau bahkan berhari-hari untuk bisa mendapatkan SIM. Total biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan SIM ini juga tidak lebih dari Rp 110 ribu per orang. Bandingkan kalau menggunakan biro jasa yang men-charge Rp 600 ribu per orang untuk pengurusan SIM.
Valuair 6 June 2006
Posted by indra in : Jalan-jalan, Opini , 34 comments
Dalam perjalanan saya ke Jakarta bulan Juni tahun ini, saya berkesempatan mencoba (lagi) budget airline Singapore, Valuair. Valuair tadinya memposisikan mereka sebagai semi-budget airline dengan pelayanan sedikit diatas budget airline seperti AirAsia atau Tiger Airways, walaupun masih dibawah full service airline seperti Singapore Airlines atau Garuda. Jadi harganya pun (dulunya) sedikit lebih mahal dibandingkan budget airline lain, walaupun masih lebih murah dibandingkan full service airline. Mirip lah seperti konsep bisnisnya Lion Air dan Adam Air.
Ternyata, konsep bisnis-nya yang setengah budget, setengah full-service itu menjadi bumerang, penerbangan mereka kurang terlalu diminati, sehingga perusahaan penerbangan tersebut hampir bangkrut sebelum akhirnya diakuisisi oleh JetStarAsia, budget airline lain berbasis di Singapura yang merupakan anak perusahaan dari Qantas, perusahaan penerbangan utama Australia. Walaupun sekarang sudah diakuisisi oleh JetStarAsia dan berada di bawah naungan manajemen yang sama, tapi Valuair tetap menggunakan logo dan kode penerbangan sendiri.
Valuair, seperti AirAsia, menggunakan sistem tanpa tiket. Pembelian tiket pesawat dilakukan melalui Internet di website-nya: http://www.valuair.com.sg/ atau bisa juga ke website parent company-nya, http://www.jetstarasia.com/, dengan pembayaran dilakukan secara online dengan menggunakan kartu kredit. Tiket kemudian dikirim melalui e-mail dalam format PDF (Adobe Acrobat) yang bisa kita print. Hasil print tiket tersebut yang digunakan untuk check-in, sambil memperlihatkan paspor. Sangat efisien.
Pelayanan Valuair ternyata juga bagus, dan dua hal yang membuat Valuair sedikit diatas AirAsia dalam hal pelayanan adalah (1) tempat duduk yang di-assigned pada waktu check-in; dan (2) snack, air putih dan teh/kopi disediakan secara cuma-cuma.. Lainnya, secara keseluruhan service-nya hamper sama dengan AirAsia. Makanan yang dijual diatas pesawat sedikit lebih mahal dibandingkan AirAsia. Penerbangannya pada waktu itu juga tepat waktu, lepas landas di Changi airport tepat jam 8:40 pagi dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta jam 9:15 pagi, 5 menit lebih cepat dari jadwal. Oh iya, kali ini para pramugari-pramugara-nya tidak nyanyi seperti tahun lalu waktu saya pernah naik pesawat yang sama.
Upgrade ke Wordpress 2.0.3 3 June 2006
Posted by indra in : Pengumuman, Teknis , 6 comments
Wordpress baru saja merilis versi stabil terbaru-nya di seri 2.0, Wordpress 2.0.3. Versi terbaru ini dirilis untuk mengatasi security bug yang dibahas di Bugtraq beberapa hari yang lalu (tepatnya sekitar seminggu yang lalu). Security bug ini mempengaruhi Wordpress versi 2.0.2 (yang saya gunakan) dan versi sebelumnya. Two thumbs up buat Wordpress yang langsung ngeluarin security release baru hanya beberapa hari setelah topik vulnerability-nya dibahas. Padahal waktu saya coba search di SecurityFocus, host-nya Bugtraq, vulnerability-nya belum sempet di-list, mungkin karena masih baru.
Mengingat saya yang mau “semi-hiatus” selama seminggu mulai besok karena mau berlibur pulang ke Jakarta, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba upgrade dulu. Ini adalah pertama kalinya saya coba upgrade Wordpress sejak versi 2.0.2-nya saya install bulan April lalu.
Upgrade Wordpress ternyata cukup rumit untuk seorang amatir seperti saya. Hal ini karena file-file Wordpress-nya harus di-replace secara manual, tidak ada script otomatis yang membuat kita bisa duduk tenang sambil menunggu proses upgrade selesai.
Walaupun setelah hati-hati mengikuti semua petunjuk upgrade yang ada disini, saya sempet panik ketika semua halaman-halaman permalinks saya tiba-tiba langsung keluar 404 Error! Untungnya setelah dicek lagi, baru ketahuan itu karena file .htaccess-nya yang ter-delete. Setelah file .htaccess-nya di-restore, halaman-halaman permalinks saya akhirnya bisa muncul kembali. *lega* Ndak lucu kan saya semi-hiatus sambil meninggalkan server blog yang down.
Selain itu, saya tidak mengalami masalah berarti selama proses upgrade, kecuali sedikit masalah kecil waktu melakukan mysqldump untuk mem-backup database Wordpress saya. Bagi rekan-rekan yang juga hendak melakukan upgrade, disarankan untuk membaca dengan seksama petunjuk upgrade yang ada disini, dan jangan lupa untuk membuat backup dari semua file-file Wordpress Anda sebelum di-replace.





