jump to navigation

Kasus “Road Rage” di Jakarta 30 May 2006

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , trackback

Diambil dari milis sebelah, mengenai sebuah kasus road rage yang terjadi di lintas jalan tol di Jakarta.

Kasus road rage di Jakarta memang sudah sangat memprihatinkan, terlebih dibandingkan kota-kota besar lain di Asia Tenggara, seperti halnya Singapura, Kuala Lumpur atau Bangkok. Ada beberapa hal yang — menurut saya — menjadi penyebab banyaknya kejadian road rage di Jakarta:

Dan sayangnya, problem yang ketiga itu (moral) sudah hampir menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, tidak peduli apakah dia miskin atau kaya, apakah dia supir angkutan umum atau pejabat tinggi negara.

Tips untuk berkendaraan dengan nyaman di Jakarta, terutama bagi mereka yang terbiasa mengemudi di kota-kota yang lalu lintas-nya sudah teratur, seperti di Singapura dan Australia:

Secara umum: defensive driving adalah modal utama kita untuk menghindari road rage atau menjadi korban road rage.

Update: Priyadi menemukan bahwa kemungkinan besar nomor polisi yang dicatat si penulis e-mail adalah salah, dan penemuan dari Eko Juniarto memperkirakan bahwa mobil CR-V yang dilihat oleh si penulis e-mail adalah B 8679 BP. Namun, tentu saja, cerita ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

[English version]

—– Original Message —–
From: “djodyiklan”
Sent: Tuesday, 30 May, 2006 2:28 PM
Subject: [detikinet] B 8679 PB - Separah Inikah Mentalitas Pengemudi di Jakarta?

Jakarta Tercinta?

Teman-teman sekalian,

Saya ingin menceritakan kejadian yang sangat mengerikan yang terjadi di jalanan di kota metropolitan kita ini. Kejadian ini tidak terjadi pada saya, namun kejadian ini menimpa orang lain dan saya menyaksikan sendiri, bagaimana kejamnya hukum rimba di jalanan di kota Jakarta tercinta ini.

Mohon diingat bahwa dalam menulis ini karena hati nurani saya terketuk. Sudah separah inikah mentalitas pengemudi di Jakarta tercinta ini?

Ada dua hal yang ingin saya capai.

Pertama, adalah untuk menyadarkan sopir/pemilik mobil yang melakukan tindakan tidak berkemanusiaan ini untuk sadar. Maka dari itu saya menuliskan secara jelas pelat nomor dan deskripsi mobilnya agar yang bersangkutan tahu bahwa apa yang dilakukannya jelas salah.

Kedua, adalah untuk memberitahu rekan-rekan (dan tentunya juga mengingatkan saya sendiri) bahwa masih banyak orang-orang yang memberlakukan hukum rimba dalam berkendara. Kita (dan tentunya saya sendiri) memang harus tenang dan sabar dalam berkendara, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadiannya seperti berikut.

Tanggal 26 Mei 2006 sekitar jam 3:15 sore, saya (mengendarai Toyota Fortuner) masuk tol kota dari Rawamangun ke arah Cawang. Tujuan akhir saya adalah Cibubur.

Saat saya berkendara di jalur paling kanan segera setelah saya masuk tol. Dikaca spion saya lihat Suzuki Karimun ada dibelakang saya, dan Honda CR-V (generasi kedua CR-V sekitar tahun 2003-2004) berwarna hitam ada dibelakang Karimun.

Terlihat CR-V tersebut memakai strobe light (lampu yang berkedip cepat, seperti yang biasa digunakan pada pengawal presiden, polisi, dan lain-lain) yang diletakkan didalam grille depan, namun masih jelas terlihat cahayanya. Juga terlihat bahwa CR-V ini mempunyai tiang untuk bendera kecil (seperti yang biasa kita lihat di mobil menteri atau pengawal presiden) yang terletak persis ditengah bumper depan.

CR-V ini mengedip-ngedipkan lampu besar, selain tetap menyalakan strobe light-nya untuk meminta Karimun minggir. Sebelum sempat Karimun itu minggir, Honda CR-V ini menyalip dari samping kiri, masuk ke jalur kanan lagi dan rem mendadak. Sepertinya untuk menghukum/membuat kaget Karimun itu karena tidak memberikan jalan segera cepat. Saya melihat kejadian itu melalui spion saya. Terlintas dua kemungkinan dipikiran saya. Pertama, mobil CR-V ini sedang mengawal pejabat. Atau kedua, mungkin memang sopir mobil CR-V menyalakan strobe light hanya ini berlaku sewenang-wenang di jalan.

Saya buru-buru ambil jalur tengah, memberikan jalan untuk CR-V itu supaya saya tidak mengalami hal yang sama seperti Karimun dibelakang saya.

Setelah CR-V melewati saya, baru saya tahu bahwa ternyata CR-V ini tidak sedang mengawal pejabat. Jadi memang sopirnya berlaku arogan di jalan saja.

Yang membuat saya heran adalah, pelat nomor mobilnya adalah pelat hitam, dengan nomor polisi B 8679 PB (saya sampai ingat pelat nomor mobilnya, karena sangat sebal dengan tindakan arogan sopirnya terhadap orang lain di jalan). Saya menjadi bertanya-tanya apakah memang diperbolehkan untuk menggunakan tiang bendera kecil dan strobe light pada mobil yang berpelat hitam?

CR-V tersebut melaju dengan sangat kencang, menyalip kanan-kiri sampai akhirnya hilang dari pandangan.

Beberapa menit berlalu, saya sekarang sudah semakin dekat ke Cibubur, saya baru saja melewati exit Pondok Indah.

Beberapa saat kemudian, saya lihat CR-V yang sama ada berhenti di bahu jalan. Didepannya ada Honda City baru. Honda City tersebut parkir melintang didepan CR-V tersebut. Kelihatannya sepertinya CR-V tersebut dipaksa minggir/berhenti oleh City itu.

Saya lihat pengemudi City sudah turun dari mobil dan berada di sisi sopir CR-V. Sopir CR-V duduk didalam mobilnya. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kalau dugaan saya, sopir City mungkin sedang marah-marah kepada sopir CR-V karena sopir CR-V tersebut mengemudi dengan ugal-ugalan.

Saya tetap melaju dan sekarang saya sudah mendekati exit Cibubur yang tinggal 1 km lagi. Saya ambil jalur kiri (jalur paling kiri, bukan bahu jalan).

Dikaca spion kiri, saya lihat dikejauhan mobil hitam melaju dengan kencang sekali dibahu jalan. Saya duga mobil itu adalah mobil CR-V yang kabur dikejar City. Ternyata saya salah, karena ternyata itu adalah mobil Nissan X-Trail hitam yang sedang dikejar oleh CR-V hitam yang masih dengan strobe light yang dinyalakan dan lampu besar yang dinyalakan. Dugaan saya, sopir mobil X-Trail tersebut melakukan suatu hal yang tidak disukai oleh sopir mobil CR-V sehingga kejar-kejaran terjadi.

Saya melaju sekitar 80-100 km/jam dijalur paling kiri tersebut (jalanan memang lagi kosong) dan dugaan saya, mereka (X-Trail dan CR-V) melaju dengan kecepatan sekitar 160 km/jam dibahu jalan, menyusul saya dari kiri. Saking kencangnya dan dekatnya mereka menyusul saya (perlu diingat, bahu jalan tidak lebar), mobil Fortuner saya bisa bergeser ke kanan (seperti terasa disusul oleh bus). Jelas ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kedua mobil tersebut.

Saya lihat mereka berdua mengambil exit Cibubur juga. Saya lihat pada saat sopir X-Trail membayar tol, sopir CR-V cepat-cepat turun dan menyampiri X-Trail. Sopir CR-V tersebut menendang-nendangi pintu bagian sopir X-Trail, lalu lompat ke kap mesin X-Trail. Loncat-loncat sebentar disana, lalu sopir CR-V tersebut lompat lagi ke atap X-Trail, juga loncat-loncat sedikit disana. Sopir CR-V tersebut lalu turun, menendang pintu bagian sopir X-Trail.

Setelah puas menghukum/membalas dendam/merusak mobil orang lain, sopir CR-V tersebut masuk kembali ke mobil. Sopir X-Trail tidak melakukan apa-apa, hanya diam dimobil. Saya tidak tahu apakah sopir X-Trail itu takut/kaget sehingga tidak melakukan perlawanan apa-apa, atau mungkin sopir CR-V itu memiliki senjata (yang tentunya tidak bisa saya lihat, karena dari posisi mobil saya yang sedang antri karcis, saya tidak bisa melihat apakah ada senjata yang diselipkan dicelana atau tidak).

Saya lihat sopir CR-V ketika berjalan kembali ke mobil CR-Vnya mempunyai tinggi sekitar 165 cm, memakai kacamata hitam, rambut agak pendek (namun tidak cepak) dan berkulit sawo matang.

X-Trail lalu menuju kearah Cileungsi, dan CR-V masuk tol lagi kearah Bogor. Jadi sepertinya CR-V tersebut mengambil exit Cibubur, hanya untuk merusak/menghakimi X-Trail itu.

Terlepas dari apa salah X-Trail terhadap CR-V, saya rasa tidak benar untuk merusak properti/mobil orang lain. Apabila ada perselisihan, lebih baik panggil polisi dan selesaikan didepan polisi, secara hukum. Negara kita memiliki hukum yang pasti bukan hukum rimba.

Kalau dari apa yang saya lihat, saya mengambil pendapat bahwa CR-V tersebut sangatlah arogan dalam berkendara dijalan raya. Ada dua pesan saya terhadap CR-V hitam B 8679 PB tersebut.

Bagi yang mengemudikan CR-V tersebut pada kejadian diatas, mohon lebih sabar dalam berkendara. Tata krama tetap harus dijaga. Tindakan arogan hanya akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama. Bukanlah tindakan terpuji, dengan bermodalkan strobe light dan tiang bendera didepan lalu berlaku semena-mena terhadap orang lain dan lalu merusak properti orang lain.

Jika pemilik mobil CR-V tersebut bukan yang mengemudikan mobil itu pada saat kejadian tersebut, mohon kiranya menghukum sopir yang mengemudikan CR-V pada saat kejadian tersebut. Hukuman perlu untuk membuat efek jera.

Bagi yang mengenal sopir/pemilik mobil CR-V dengan pelat nomor B 8679 PB tersebut, mohon diingatkan bahwa berlaku arogan tidak ada positifnya. Buatlah pemilik/sopir mobil CR-V tersebut malu sehingga tersadar, bahwa apa yang dilakukannya salah dan bukanlah sesuatu yang hebat. Rasa malu memang perlu kadang-kadang untuk membuat kita tersadar dan kembali ke jalan yang benar.

Bagi para pengguna jalan sekalian, memang masih banyak orang yang tidak berperikemanusiaan, tidak berpendidikan (pendidikan hati bukan pendidikan formal), arogan dan tidak bersopan santun dijalan. Atas hal ini, kita memang musti hati-hati dalam berkendara dijalan dan lebih sabar. Jangan terpancing untuk melakukan sesuatu yang akan kita sesali.

Mohon kiranya bantuan dari teman-teman sekalian untuk menyebarluaskan E-mail ini, agar dua tujuan dari tulisan ini (seperti yang saya sebutkan diawal e-mail ini) dapat tercapai.

Hormat saya,
Jeffrey

Comments»

1. Priyadi’s Place » Blog Archive » B 8679 PB - 31 May 2006

[…] Ada sebuah surat berantai yang tersebar dari milis ke milis mengenai kelakuan ugal-ugalan pengemudi Honda CR-V di jalan tol. Contohnya bisa dilihat di blog Indra Pramana. Kelakuan pengemudi Honda CR-V tersebut sedemikian parahnya sampai merasa perlu untuk membalas dendam dengan keluar dan menendang serta menginjak-injak mobil ’saingannya’ pada pintu tol keluar Cibubur. […]

2. Lux Ferre - 31 May 2006

Separah itukah jakarta?? Berarti memang benar jika banyak yang mengatakan jika bangsa ini sebenarnya bukan bangsa yang ramah-tamah, kita ini adalah bangsa yang kejam.

3. Adham Somantrie - 31 May 2006

katanya extension plat nomornya BP yah (bukan PB), berarti salah liat dari spion =P

4. abe - 31 May 2006

napah si pemilik X-Trail gag marah atau membales yah?
atau setidaknya ngelapor?

5. Devi - 31 May 2006

Hah? saya baru tau. gila juga ya, amit2. biasanya sih klo punya strobe light pasti punya dekingan di kepolisian, jd gak takut lagi utk berbuat semena2 seperti itu.

6. indra - 1 June 2006

#2: Tentu saja kita tidak bisa menyamaratakan semua orang Indonesia seperti itu. Tapi saya yakin kasus “road rage” seperti itu sudah cukup banyak terjadi di Jakarta dan sudah sampai tahap memprihatinkan.

#3: Betul, kalau menilik penjelasan dari Eko disini, kayaknya si penulis e-mail salah mencatat nomor polisi-nya, yang benar adalah B 8679 BP bukan B 8679 PB.

#4: Mungkin takut kali. :) Seperti si penulis e-mail itu bilang, mungkin sopir CR-V nya bawa senjata?

#5: Kemungkinan besar iya, mungkin salah satu anggota kepolisian atau keluarganya.

Namun, tentu saja, cerita ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Walaupun demikian, tidak ada salahnya kita untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan, tahan emosi dan hindari perselisihan dengan sesama pengendara.

7. dian - 1 June 2006

ndra, di batam duh kurang ajar semua and gak mau ngalah. di spore masih mending ya. and pd sabar,tidak emosional kayak di indo. ketika motong dari depan jln jurong ketjil, ada mobil dari depan juga. kita yg hampir nabrak dia, dianya yg im sorry…ktnya buka jendela. kalo di indo, an*ing lu ! gak punya mata ???!!!

hehe

8. indra - 1 June 2006

#7 - Dian: Gue inget dulu waktu ke Batam sempet sport jantung waktu dibawa supir taksi ngebut dari Batam Center ke airport. :P Hehehe.. biasa kondisi lalu lintas di SG jadi agak shock. Mana jalan di Batam sempit2. :P

9. cupu - 1 June 2006

terlepas dari salah atau benarnya jenis mobil, plat nomor, dsb–seperti yg disinggung blognya priyadi, jikalau memang ada orang seperti itu. yang arogan di jalanan. itu sih udah kayak orang yang ’sakit’. mendingan gak usah dilayanin. sumpah… buang-buang waktu.

10. indra - 1 June 2006

#9 - cupu: Setuju. Jika karena suatu hal, kita terlibat dalam satu kasus road rage, menghindar dan tidak usah melayani adalah jalan terbaik. Jangan sampai kita ikut terlibat, apalagi ikut terprovokasi.

11. farokr - 5 June 2006

saya dapat informasi dari teman kuliah dulu bahwa nomor kendaraan yang menggunakan ‘BP’ dimiliki oleh anggota polisi.
teman saya ini adalah anak seorang anggota polisi yang jabatannya cukup tinggi dan menggunakan kendaraan yang menggunakan nomor kendaraan menggunakan ‘BP’.

12. tata - 5 June 2006

banyak2 baca Bismillah sama istighfar kalo lagi nyetir di jkt. terus orang2 kayak gini mah dihindarin aja…

13. indra - 6 June 2006

#11 #12: Terima kasih informasinya. :)

14. nana - 6 June 2006

thanks infonya. saya terkesan sekali dengan cara anda bercerita ttg kelakuan driver CR-V yang ugal-ugalan.seru…kayak menyaksikan film action. Saya sbg driver wanita sering ngeri juga kalo masuk jalan tol.Sendirian di tengah keramaian.hehehe….

15. Ardhy - 7 June 2006

Mungkin dia buru-buru udah kebelet pengen berak.Makanya jadi kayak ugal2an gitu dech…wakakakakakak :) )

16. indra - 11 June 2006

#14: Sebenarnya bukan saya yang “cerita”. Ceritanya saya forward dari milis sebelah. :)

#15: Mungkin juga. :D :D

17. masani - 23 June 2006

HONDA CRV Hitam B 8679 BP tersebut
Atasnama : Budi Soleh
Alamat : Jl. Swasembada Barat XII/2 RT.12/13, JakUT.
Kantor : Menara Jamsostek Tower B Lt 5
Personel : Temperamental, troublemaker, ancur, anak kolong, bapaknya polisi.

18. Franky - 21 July 2006

Kayaknya si pengemudi CRV belum ketemu batunya.
Di Jakarta jangan sok Jago, saya sudah check no telephonenya dan punya niat buat monitor and sikat abis.

Jadi yang lain jangan sakit hati, nanti ada yang balas.

19. manler - 21 July 2006

Wah bung Frangky hebat euy…
Jangan lupa ceritanya dibagi yah..

20. Samuel - 21 April 2008

Wah akhirnya ada yang membela ‘kaum lemah’ yg ga punya power utk ‘melawan’ ini!
makasih.. makasih..
Smoga bisa jd pelajaran berharga :)

21. Freddy - 25 May 2008

Bros & Sisters.
Saya sedang mencari keberadaan mobil Kijang INOVA warna silver dengan nomor polisi A 1719 Z. Bagaimana cara mencari informasi tentang mobil dengan nopol A? APa 1717 bisa?

Pengemudi mobil ini sangat2 arogan. Kejadian terjadi tadi sore (sabtu, 24 mei 2008). Saya dan keluarga sedang berjalan arah balik dari Banten menuju Jakarta lewat jalan ton. Karena ada perbaikan jalan, maka lajur yg dapat digunakan hanya satu (sempit). Kecepatan kami antara 80-90 km/jam. Normal lah karena disebelah kiri ada pembatas oranye karena ada perbaikan dan hanya satu lajur yg dapat dilalui.

Namun tepat dibelakang kami ada mobil yg tiba2 memberi lampu DIM terus menerus. Kita bertanya2. Ini orang mau kita kemana? Kekiri ada lubang sedalam 1 meter (karena ada perbaikan), kekanan ada rumput. Tepat didepan kita ada truck.

Setelah melewati perbaikan jalan itu sejauh kurang lebih 2 kilometer akhirnya si pengemudi kijang INOVA A 1719 Z ini berusaha melewati kita dari sebelah kiri. Dan ketika posisi mobil sejajar, dia sengaja dengan brutalnya membanting stir ke kanan, ke arah kami, seakan2 ingin menabrak. Dan ini terjadi ketika kami melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Terbayang bila kami panik dan akhirnya terjadi kecelakaan.

Kami berusaha mengikuti kijang INOVA A 1719 Z ini sampai ke gerbang tol (pembayaran tol) kebon jeruk. Si pengemudi rupanya mau malam mingguan. Terlihat ketika membayar tiket tol, dia menggunakan kemeja pesta dengan jam tangan mentereng. Mungkin jagoan dari Banten yg ingin liburan di daerah Mangga Dua, kota.

Hati-hati bila bertemu dengan orang gila ini di jalan. kijang INOVA A 1719 Z ini harus diberi pelajaran!

22. Jonny - 16 June 2008

Kalau saya jadi bapak, mobil akan saya jalankan lebih lambat sampai akhirnya berhenti. Toch dia gak bisa melewati kita karena dikiri ada lubang dikanan ada rumput. Trus pura2 saya buka kap mesin saya sambil melihat2 keadaan mesin. Setelah puas baru saya jalankan lagi kendaraan saya.
Kalau dia marah2 bilang aja mobil kita mogok, trus kalau dia main pukul kita lapor polisi biar jadi urusan.

23. bendot - 20 December 2008

kalo gw mah, g bnyk cincong. gw tabrak aja langsung tuh mbl. kita udah sopan di jln ,tp mlh dianiaya.

24. rusdianto - 6 June 2009

BUDI SOLEH kasubag umum kantor pelayanan pajak pratama mempawah. kpp pratama mempawah jl. sultan abdurrahman 7/6 Pontianak. Hubungi saja polisi polisi pontianak agar tangkap dia.

25. herwanto - 6 June 2009

budi soleh pegawai kantor pelayanan pajak mempawah jl. sultan abdurrahman 7/6 pontianak kalbar. hubungi saja kakanwil pajak kalimantan barat biar di proses secara hukum.

26. Marisi - 7 August 2009

Pada ngomongin budsol yah? pada dendam yah? memang org ini gak ada kapok2 nya udah di lempar ke KPP mempawah masih suka berulah juga…untuk Kakanwil Pajak KalBar ato apalah….KITSDA kek juga boleh…proses aja nih orang….

27. santy - 8 October 2009

setujuuu….emank anjriiit tuh orang,mgkn budsol tuh msi turunan org yahudi kalee yee. kalo tuh org d aniaya kyknya kita dpt pahala deh…..mampusin skalian otaknya udh saraf

28. abdul - 9 October 2009

saya ber do`a cepat2 lah KITSDA datang dan bisa peroses tu orang udah pratama dari pertama masuk hingga pd hari ini absen aja dia masih banyak bolong.apalagi penampilan di kantor kayak preman pasar.klu gak percaya tanya aja karyawan kantor.atau satpam .banyak org yg gak suka sama dia,menurut saya orang ini sudah gak layak lagi bekerja…..

29. Han - 14 January 2010

Ya beginilah mental “kampungan”… ah tapi itu berarti malah ngehina orang kampung, karena mereka rata2 lebih sopan meski agak gaptek :)

saya sendiri pernah ngadepin kasus kya gini… malah baru beberapa hari lalu. di daerah jakarta-kuningan, rasuna said!! coba bayangin di tempat serame itu ada aja yang lagaknya kya jagoan!

kalau kasus saya malah cuman gara-gara klakson!

ceritanya gini:
Seperti biasa kuningan di sore hari macet terutama yang kearah buncit. Pas lagi mengantri macet menjelang u-turn terakhir sebelum lampu merah kearah buncit, saya mendengar panggilan “bos.. bos” saya kira siapa?
tidak tahunya saya langsung kena jontos dan kacamata saya terlempar ke kursi sebelah!!
memang salah saya juga membuka kaca lebar-lebar karena saya lagi merokok… >,