jump to navigation

Turut berduka cita untuk korban gempa di Yogya 27 May 2006

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , trackback

Indonesia kembali lagi harus menghadapi bencana alam, kali ini, gempa berkekuatan 5.9 dalam skala richter menurut perhitungan BMG (6.2 menurut perhitungan badan meteorologi internasional, peta pusat gempa bisa dilihat disini atau lihat gambar di bawah). Dilihat dari peta tersebut, pusat gempa terletak di dasar laut samudera Indonesia, sebelah selatan propinsi Yogyakarta, sehingga sempat terjadi kepanikan isu tsunami. Walaupun tidak terbukti kebenarannya, isu ini sempat membuat kepanikan warga sekitar yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Peta gempa Yogyakarta

Picture courtesy of USGS

Menurut Priyadi, dua saudara Eko Juniarto meninggal dunia karena musibah ini. Channelnewsasia juga melaporkan bahwa hingga saat ini, korban tewas telah mencapai 161 orang, dan hitungan ini terus bertambah. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan turut berduka cita dan ikut berbela sungkawa untuk semua korban yang meninggal karena musibah yang menyedihkan ini.

Gempa kuat ini mengakibatkan saluran telekomunikasi di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi lumpuh, dan bandar udara Adisucipto juga harus ditutup karena gempa tersebut menyebabkan landasan (runway) bandara retak-retak. Akibatnya, penerbangan dari dan ke Yogyakarta, yang kebanyakan dari dan ke bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terpaksa dibatalkan. Kerusakan saluran telekomunikasi ini juga yang menyebabkan orang tua saya di Jakarta masih belum mendapat kabar dari saudara dekat kami yang tinggal di Yogyakarta. Semoga Mang Yayan, Bi Iin dan keluarga di Yogyakarta baik-baik saja dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Pacific Ring of Fire

Picture courtesy of Wikipedia

Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatra, berada dalam jalur Pacific Ring of Fire, dimana dua “lempengan” benua saling beradu, mengakibatkan daerah tersebut sering mengalami gempa, baik tektonik maupun vulkanik (lihat peta di atas). Walaupun gempa ini waktunya kebetulan bersamaan dengan semakin aktifnya aktivitas gunung Merapi, namun para analis mengatakan bahwa gempa ini bukan disebabkan oleh aktivitas gunung Merapi. Namun, dikhawatirkan bahwa gempa ini akan mempengaruhi dan meningkatkan aktivitas gunung Merapi. Menurut laporan pandangan mata, aktivitas gunung Merapi meningkat setelah kejadian gempa ini, dibuktikan dengan munculnya awan panas terbesar selama aktifnya gunung Merapi dalam sebulan terakhir ini.

Comments»

1. iwok - 27 May 2006

Duka untuk Yogya! Semoga diberikan ketabahan untuk mereka yang menjadi korban dan kehilangan.
Setitik doa kita bagi mereka.

2. indra - 30 May 2006

#1: Aamiin.

3. ma'ruf - 12 June 2006

Kapan realisasi dana untuk para korban yang kehilangan rumah yang dijanjikan oleh pemerintah ya….kira-kira?

4. indra - 13 June 2006

#3: semoga secepatnya. :)

5. orang bijak - 26 April 2007

oy bentar lagi setaon pasca gempa…..