jump to navigation

Gempa dan Merapi 27 May 2006

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 6 comments

Astaghfirullah, kabar terakhir saya baca dari CNA dan Detik bahwa korban yang meninggal akibat gempa di Yogyakarta sudah berjumlah lebih dari 2700 orang. Bahkan, saya baru saja melihat berita di Channel 5, katanya korban meninggal sudah lebih dari 2900 orang, dan masih terus bertambah). Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Saya benar-benar tidak menyangka begitu dahsyatnya gempa yang melanda Yogyakarta ini. Saya juga membaca bahwa Candi Prambanan, salah satu candi kebanggaan Indonesia, juga turut rusak akibat gempa tersebut.

Menurut laporan dari CNA, daerah Yogyakarta yang baru saja dilanda musibah gempa, masih terancam oleh bahaya lain yang tidak kalah dahsyatnya, yaitu kemungkinan meletusnya gunung Merapi, yang sudah meningkatkan aktivitasnya dalam sebulan terakhir ini.

Walaupun gempa yang melanda Yogyakarta tersebut bukan merupakan akibat dari letusan gunung Merapi, namun kedua bencana alam tersebut (gempa dan letusan gunung Merapi) sebenarnya berkaitan. Menurut Giuseppe Arduino, seorang geologist UNESCO yang berbasis di Indonesia, “walaupun bukan Merapi yang menyebabkan gempa, tapi meningkatnya aktivitas tektonik, yang mengakibatkan letusan gunung Merapi, juga merupakan penyebab terjadinya gempa ini.

Dua lempeng benua: Indo-Australian dan Eurasian, bertemu di garis Pacific Ring of Fire yang melalui Sumatra dan Jawa, dan benturan kedua lempeng benua inilah yang menyebabkan gempa yang terjadi pagi ini. Benturan tersebut mengakibatkan tekanan terhadap permukaan bumi yang mengakibatkan gempa, dan juga memberikan tekanan kepada lapisan permukaan bagian bawah bumi untuk menekan magma ke atas.

Semoga gunung Merapi tidak akan menambah daftar bencana alam yang harus dialami oleh rekan-rekan kita di Yogyakarta. Tentu saja, selain meletusnya gunung Merapi, gempa susulan juga sangat mungkin terjadi. Semoga rekan-rekan kita di Yogyakarta tetap waspada dengan kemungkinan bencana alam susulan yang mungkin terjadi, dan tetap tabah menghadapi semua cobaan ini.

Turut berduka cita untuk korban gempa di Yogya

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 5 comments

Indonesia kembali lagi harus menghadapi bencana alam, kali ini, gempa berkekuatan 5.9 dalam skala richter menurut perhitungan BMG (6.2 menurut perhitungan badan meteorologi internasional, peta pusat gempa bisa dilihat disini atau lihat gambar di bawah). Dilihat dari peta tersebut, pusat gempa terletak di dasar laut samudera Indonesia, sebelah selatan propinsi Yogyakarta, sehingga sempat terjadi kepanikan isu tsunami. Walaupun tidak terbukti kebenarannya, isu ini sempat membuat kepanikan warga sekitar yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Peta gempa Yogyakarta

Picture courtesy of USGS

Menurut Priyadi, dua saudara Eko Juniarto meninggal dunia karena musibah ini. Channelnewsasia juga melaporkan bahwa hingga saat ini, korban tewas telah mencapai 161 orang, dan hitungan ini terus bertambah. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan turut berduka cita dan ikut berbela sungkawa untuk semua korban yang meninggal karena musibah yang menyedihkan ini.

Gempa kuat ini mengakibatkan saluran telekomunikasi di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi lumpuh, dan bandar udara Adisucipto juga harus ditutup karena gempa tersebut menyebabkan landasan (runway) bandara retak-retak. Akibatnya, penerbangan dari dan ke Yogyakarta, yang kebanyakan dari dan ke bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terpaksa dibatalkan. Kerusakan saluran telekomunikasi ini juga yang menyebabkan orang tua saya di Jakarta masih belum mendapat kabar dari saudara dekat kami yang tinggal di Yogyakarta. Semoga Mang Yayan, Bi Iin dan keluarga di Yogyakarta baik-baik saja dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Pacific Ring of Fire

Picture courtesy of Wikipedia

Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatra, berada dalam jalur Pacific Ring of Fire, dimana dua “lempengan” benua saling beradu, mengakibatkan daerah tersebut sering mengalami gempa, baik tektonik maupun vulkanik (lihat peta di atas). Walaupun gempa ini waktunya kebetulan bersamaan dengan semakin aktifnya aktivitas gunung Merapi, namun para analis mengatakan bahwa gempa ini bukan disebabkan oleh aktivitas gunung Merapi. Namun, dikhawatirkan bahwa gempa ini akan mempengaruhi dan meningkatkan aktivitas gunung Merapi. Menurut laporan pandangan mata, aktivitas gunung Merapi meningkat setelah kejadian gempa ini, dibuktikan dengan munculnya awan panas terbesar selama aktifnya gunung Merapi dalam sebulan terakhir ini.

Blog Indo-Sing

Posted by indra in : Komunitas Singapura , 7 comments

Komunitas indo-sing, yang merupakan komunitas orang Indonesia yang bermukim di Singapura (lihat posting saya yang ini), sekarang sudah punya blog sendiri. Blog ini menggunakan fasilitas Wordpress gratis dari Blogsome, dan beralamat di http://indosing.blogsome.com/ . Isi postingannya (seharusnya) merupakan hasil kontribusi dari semua para anggota milis yang sudah dibuatkan account-nya disana untuk posting.

Blog ini akan berisikan banyak informasi yang diharapkan bisa berguna bukan hanya untuk komunitas indo-sing sendiri, namun juga buat orang Indonesia lainnya yang tinggal di Singapura ataupun yang merencanakan untuk pindah ke Singapura, baik untuk tujuan kerja maupun sekolah/kuliah. Kebanyakan informasi yang disajikan akan diambil dari rangkuman diskusi para anggota indo-sing di mailing list.

Semoga bermanfaat. :)

[English version]