Lagu-lagu Indonesia di Singapura/Malaysia 11 May 2006
Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai , 122 comments
Lagunya Ratu yang berjudul “Teman Tapi Mesra” adalah lagu yang sudah cukup lama, kalau ngga salah tahun lalu (2005) popular di Indonesia. Pada waktu itu, lagu ini belum terlalu populer di Singapura sini. Saya ingat pertama kali kenal Pak JaF, tetangga yang juga sama-sama tinggal di Singapura, adalah pada waktu saya membaca artikel mengenai lagu ini di blog-nya. Saya inget waktu itu sampai ketawa ngakak membaca artikel tersebut, saking lucunya.
Waktu itu saya ngasih komentar buat ngajak kenalan beliau sekaligus bilang, untung anak-anak saya (pada waktu) itu tidak ada yang hapal sama lagu itu, karena lagu itu (pada waktu itu) tidak populer disini. Eh, ternyata saya kecepetan ngomong.
Sejak sekitar dua bulan yang lalu, ternyata lagu ini mulai populer di kalangan masyarakat Melayu di Malaysia dan tentu saja, di Singapura sini. Lagu tersebut telah bertengger lebih dari 9 minggu di chart MTV Jus Top-5. Di Singapura sini, lagu ini sering diputar oleh Ria 89.7 FM, dan radio ini adalah radio favorit pembantu saya di rumah, sekaligus juga radio favorit sopir bus sekolah anak saya.
Akibatnya, mudah ditebak. Anak saya yang laki-laki, Irza, jadi sering terekspos dan sering mendengar lagu ini, dan pada akhirnya menyukai lagu ini.
Saya tidak bisa menyalahkan anak saya untuk menyukai lagu ini. Lagu ini iramanya enak didengar, suara si penyanyi-nya (kalau ngga salah namanya Wulan? atau Mulan?) lumayan merdu, musiknya juga enak didengar. Sampai salah satu teman kantor saya yang asli orang Melayu Singapura minta bantuan saya untuk mencarikan MP3-nya biar dia bisa pakai untuk jadi ringtone handphone-nya dia.
Untungnya, anak saya masih berusia 4.5 tahun, jadi yah dia tidak begitu mengerti dengan maksud lirik yang dinyanyikan. Walaupun dia minta lagu ini dimasukkan kompilasi CD yang saya buatkan untuk dia, saya yakin dia memang suka dengan musiknya, dan bukan dengan liriknya.
Irza memang dari kecil suka dengan lagu-lagu yang berirama cepat dan riang, dan tidak pernah suka dengan lagu-lagu yang slow dan mellow. Dan apresiasi dia terhadap musik jauh lebih tinggi dibandingkan kakaknya, Inka yang sekarang sudah berusia lebih dari 6 tahun.
Bagaimanapun, saya melihat bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini, lagu-lagu dari Indonesia mulai merajai radio-radio Melayu di Singapura dan di Malaysia. Kalau dulu, persentase antara lagu Melayu (Malaysia/Singapura) dengan lagu Indonesia yang diputar adalah 70:30, sekarang sudah hampir 50:50, bahkan mungkin 40:60. Lagu-lagu yang sering diputar dan populer disini kebanyakan adalah lagu-lagu dari group musik dan bukan individual. Sebagai contoh: Ratu, Radja, Peter Pan, Ungu dan Dewa.
Mengapa lagu-lagu Indonesia bisa menyaingi lagu-lagu Melayu yang harusnya bisa lebih merajai pasar disini? Saya melihat kreativitas dari musisi-musisi Indonesia yang menjadi kunci sukses lagu-lagu Indonesia bisa berjaya disini. Kreativitas ini menjadikan lagu baru yang ditampilkan akan selalu berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya. Bandingkan dengan lagu-lagu Melayu hasil karya artis Malaysia atau Singapura, yang kayaknya lagunya gitu-gitu aja dari dulu. Tidak ada improvisasi, kreativitas dibandingkan lagu-lagu sebelumnya.
Saya hanya bisa bilang ke artis-artis Indonesia yang bisa menembus pasar Malaysia dan Singapura: keep up the good work! Sebagai orang Indonesia, tentu saya bangga kalau lagu-lagu Indonesia bisa digemari oleh teman-teman saya yang orang Singapura. Walaupun lagu-nya berjudul “Teman Tapi Mesra”…





