jump to navigation

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 31 May 2006

Posted by indra in : Pengumuman, Opini , 1 comment so far

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Indra Pramana

Link terkait:

[English version]

Kasus “Road Rage” di Jakarta 30 May 2006

Posted by indra in : Opini, Kejadian Terbaru , 30 comments

Diambil dari milis sebelah, mengenai sebuah kasus road rage yang terjadi di lintas jalan tol di Jakarta.

Kasus road rage di Jakarta memang sudah sangat memprihatinkan, terlebih dibandingkan kota-kota besar lain di Asia Tenggara, seperti halnya Singapura, Kuala Lumpur atau Bangkok. Ada beberapa hal yang — menurut saya — menjadi penyebab banyaknya kejadian road rage di Jakarta:

Dan sayangnya, problem yang ketiga itu (moral) sudah hampir menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, tidak peduli apakah dia miskin atau kaya, apakah dia supir angkutan umum atau pejabat tinggi negara.

Tips untuk berkendaraan dengan nyaman di Jakarta, terutama bagi mereka yang terbiasa mengemudi di kota-kota yang lalu lintas-nya sudah teratur, seperti di Singapura dan Australia:

Secara umum: defensive driving adalah modal utama kita untuk menghindari road rage atau menjadi korban road rage.

Update: Priyadi menemukan bahwa kemungkinan besar nomor polisi yang dicatat si penulis e-mail adalah salah, dan penemuan dari Eko Juniarto memperkirakan bahwa mobil CR-V yang dilihat oleh si penulis e-mail adalah B 8679 BP. Namun, tentu saja, cerita ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

[English version]

—– Original Message —–
From: “djodyiklan”
Sent: Tuesday, 30 May, 2006 2:28 PM
Subject: [detikinet] B 8679 PB - Separah Inikah Mentalitas Pengemudi di Jakarta?

Jakarta Tercinta?

Teman-teman sekalian,

Saya ingin menceritakan kejadian yang sangat mengerikan yang terjadi di jalanan di kota metropolitan kita ini. Kejadian ini tidak terjadi pada saya, namun kejadian ini menimpa orang lain dan saya menyaksikan sendiri, bagaimana kejamnya hukum rimba di jalanan di kota Jakarta tercinta ini.

Mohon diingat bahwa dalam menulis ini karena hati nurani saya terketuk. Sudah separah inikah mentalitas pengemudi di Jakarta tercinta ini?

Ada dua hal yang ingin saya capai.

Pertama, adalah untuk menyadarkan sopir/pemilik mobil yang melakukan tindakan tidak berkemanusiaan ini untuk sadar. Maka dari itu saya menuliskan secara jelas pelat nomor dan deskripsi mobilnya agar yang bersangkutan tahu bahwa apa yang dilakukannya jelas salah.

Kedua, adalah untuk memberitahu rekan-rekan (dan tentunya juga mengingatkan saya sendiri) bahwa masih banyak orang-orang yang memberlakukan hukum rimba dalam berkendara. Kita (dan tentunya saya sendiri) memang harus tenang dan sabar dalam berkendara, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadiannya seperti berikut.

Tanggal 26 Mei 2006 sekitar jam 3:15 sore, saya (mengendarai Toyota Fortuner) masuk tol kota dari Rawamangun ke arah Cawang. Tujuan akhir saya adalah Cibubur.

Saat saya berkendara di jalur paling kanan segera setelah saya masuk tol. Dikaca spion saya lihat Suzuki Karimun ada dibelakang saya, dan Honda CR-V (generasi kedua CR-V sekitar tahun 2003-2004) berwarna hitam ada dibelakang Karimun.

Terlihat CR-V tersebut memakai strobe light (lampu yang berkedip cepat, seperti yang biasa digunakan pada pengawal presiden, polisi, dan lain-lain) yang diletakkan didalam grille depan, namun masih jelas terlihat cahayanya. Juga terlihat bahwa CR-V ini mempunyai tiang untuk bendera kecil (seperti yang biasa kita lihat di mobil menteri atau pengawal presiden) yang terletak persis ditengah bumper depan.

CR-V ini mengedip-ngedipkan lampu besar, selain tetap menyalakan strobe light-nya untuk meminta Karimun minggir. Sebelum sempat Karimun itu minggir, Honda CR-V ini menyalip dari samping kiri, masuk ke jalur kanan lagi dan rem mendadak. Sepertinya untuk menghukum/membuat kaget Karimun itu karena tidak memberikan jalan segera cepat. Saya melihat kejadian itu melalui spion saya. Terlintas dua kemungkinan dipikiran saya. Pertama, mobil CR-V ini sedang mengawal pejabat. Atau kedua, mungkin memang sopir mobil CR-V menyalakan strobe light hanya ini berlaku sewenang-wenang di jalan.

Saya buru-buru ambil jalur tengah, memberikan jalan untuk CR-V itu supaya saya tidak mengalami hal yang sama seperti Karimun dibelakang saya.

Setelah CR-V melewati saya, baru saya tahu bahwa ternyata CR-V ini tidak sedang mengawal pejabat. Jadi memang sopirnya berlaku arogan di jalan saja.

Yang membuat saya heran adalah, pelat nomor mobilnya adalah pelat hitam, dengan nomor polisi B 8679 PB (saya sampai ingat pelat nomor mobilnya, karena sangat sebal dengan tindakan arogan sopirnya terhadap orang lain di jalan). Saya menjadi bertanya-tanya apakah memang diperbolehkan untuk menggunakan tiang bendera kecil dan strobe light pada mobil yang berpelat hitam?

CR-V tersebut melaju dengan sangat kencang, menyalip kanan-kiri sampai akhirnya hilang dari pandangan.

Beberapa menit berlalu, saya sekarang sudah semakin dekat ke Cibubur, saya baru saja melewati exit Pondok Indah.

Beberapa saat kemudian, saya lihat CR-V yang sama ada berhenti di bahu jalan. Didepannya ada Honda City baru. Honda City tersebut parkir melintang didepan CR-V tersebut. Kelihatannya sepertinya CR-V tersebut dipaksa minggir/berhenti oleh City itu.

Saya lihat pengemudi City sudah turun dari mobil dan berada di sisi sopir CR-V. Sopir CR-V duduk didalam mobilnya. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kalau dugaan saya, sopir City mungkin sedang marah-marah kepada sopir CR-V karena sopir CR-V tersebut mengemudi dengan ugal-ugalan.

Saya tetap melaju dan sekarang saya sudah mendekati exit Cibubur yang tinggal 1 km lagi. Saya ambil jalur kiri (jalur paling kiri, bukan bahu jalan).

Dikaca spion kiri, saya lihat dikejauhan mobil hitam melaju dengan kencang sekali dibahu jalan. Saya duga mobil itu adalah mobil CR-V yang kabur dikejar City. Ternyata saya salah, karena ternyata itu adalah mobil Nissan X-Trail hitam yang sedang dikejar oleh CR-V hitam yang masih dengan strobe light yang dinyalakan dan lampu besar yang dinyalakan. Dugaan saya, sopir mobil X-Trail tersebut melakukan suatu hal yang tidak disukai oleh sopir mobil CR-V sehingga kejar-kejaran terjadi.

Saya melaju sekitar 80-100 km/jam dijalur paling kiri tersebut (jalanan memang lagi kosong) dan dugaan saya, mereka (X-Trail dan CR-V) melaju dengan kecepatan sekitar 160 km/jam dibahu jalan, menyusul saya dari kiri. Saking kencangnya dan dekatnya mereka menyusul saya (perlu diingat, bahu jalan tidak lebar), mobil Fortuner saya bisa bergeser ke kanan (seperti terasa disusul oleh bus). Jelas ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kedua mobil tersebut.

Saya lihat mereka berdua mengambil exit Cibubur juga. Saya lihat pada saat sopir X-Trail membayar tol, sopir CR-V cepat-cepat turun dan menyampiri X-Trail. Sopir CR-V tersebut menendang-nendangi pintu bagian sopir X-Trail, lalu lompat ke kap mesin X-Trail. Loncat-loncat sebentar disana, lalu sopir CR-V tersebut lompat lagi ke atap X-Trail, juga loncat-loncat sedikit disana. Sopir CR-V tersebut lalu turun, menendang pintu bagian sopir X-Trail.

Setelah puas menghukum/membalas dendam/merusak mobil orang lain, sopir CR-V tersebut masuk kembali ke mobil. Sopir X-Trail tidak melakukan apa-apa, hanya diam dimobil. Saya tidak tahu apakah sopir X-Trail itu takut/kaget sehingga tidak melakukan perlawanan apa-apa, atau mungkin sopir CR-V itu memiliki senjata (yang tentunya tidak bisa saya lihat, karena dari posisi mobil saya yang sedang antri karcis, saya tidak bisa melihat apakah ada senjata yang diselipkan dicelana atau tidak).

Saya lihat sopir CR-V ketika berjalan kembali ke mobil CR-Vnya mempunyai tinggi sekitar 165 cm, memakai kacamata hitam, rambut agak pendek (namun tidak cepak) dan berkulit sawo matang.

X-Trail lalu menuju kearah Cileungsi, dan CR-V masuk tol lagi kearah Bogor. Jadi sepertinya CR-V tersebut mengambil exit Cibubur, hanya untuk merusak/menghakimi X-Trail itu.

Terlepas dari apa salah X-Trail terhadap CR-V, saya rasa tidak benar untuk merusak properti/mobil orang lain. Apabila ada perselisihan, lebih baik panggil polisi dan selesaikan didepan polisi, secara hukum. Negara kita memiliki hukum yang pasti bukan hukum rimba.

Kalau dari apa yang saya lihat, saya mengambil pendapat bahwa CR-V tersebut sangatlah arogan dalam berkendara dijalan raya. Ada dua pesan saya terhadap CR-V hitam B 8679 PB tersebut.

Bagi yang mengemudikan CR-V tersebut pada kejadian diatas, mohon lebih sabar dalam berkendara. Tata krama tetap harus dijaga. Tindakan arogan hanya akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama. Bukanlah tindakan terpuji, dengan bermodalkan strobe light dan tiang bendera didepan lalu berlaku semena-mena terhadap orang lain dan lalu merusak properti orang lain.

Jika pemilik mobil CR-V tersebut bukan yang mengemudikan mobil itu pada saat kejadian tersebut, mohon kiranya menghukum sopir yang mengemudikan CR-V pada saat kejadian tersebut. Hukuman perlu untuk membuat efek jera.

Bagi yang mengenal sopir/pemilik mobil CR-V dengan pelat nomor B 8679 PB tersebut, mohon diingatkan bahwa berlaku arogan tidak ada positifnya. Buatlah pemilik/sopir mobil CR-V tersebut malu sehingga tersadar, bahwa apa yang dilakukannya salah dan bukanlah sesuatu yang hebat. Rasa malu memang perlu kadang-kadang untuk membuat kita tersadar dan kembali ke jalan yang benar.

Bagi para pengguna jalan sekalian, memang masih banyak orang yang tidak berperikemanusiaan, tidak berpendidikan (pendidikan hati bukan pendidikan formal), arogan dan tidak bersopan santun dijalan. Atas hal ini, kita memang musti hati-hati dalam berkendara dijalan dan lebih sabar. Jangan terpancing untuk melakukan sesuatu yang akan kita sesali.

Mohon kiranya bantuan dari teman-teman sekalian untuk menyebarluaskan E-mail ini, agar dua tujuan dari tulisan ini (seperti yang saya sebutkan diawal e-mail ini) dapat tercapai.

Hormat saya,
Jeffrey

Gempa dan Merapi 27 May 2006

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 6 comments

Astaghfirullah, kabar terakhir saya baca dari CNA dan Detik bahwa korban yang meninggal akibat gempa di Yogyakarta sudah berjumlah lebih dari 2700 orang. Bahkan, saya baru saja melihat berita di Channel 5, katanya korban meninggal sudah lebih dari 2900 orang, dan masih terus bertambah). Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Saya benar-benar tidak menyangka begitu dahsyatnya gempa yang melanda Yogyakarta ini. Saya juga membaca bahwa Candi Prambanan, salah satu candi kebanggaan Indonesia, juga turut rusak akibat gempa tersebut.

Menurut laporan dari CNA, daerah Yogyakarta yang baru saja dilanda musibah gempa, masih terancam oleh bahaya lain yang tidak kalah dahsyatnya, yaitu kemungkinan meletusnya gunung Merapi, yang sudah meningkatkan aktivitasnya dalam sebulan terakhir ini.

Walaupun gempa yang melanda Yogyakarta tersebut bukan merupakan akibat dari letusan gunung Merapi, namun kedua bencana alam tersebut (gempa dan letusan gunung Merapi) sebenarnya berkaitan. Menurut Giuseppe Arduino, seorang geologist UNESCO yang berbasis di Indonesia, “walaupun bukan Merapi yang menyebabkan gempa, tapi meningkatnya aktivitas tektonik, yang mengakibatkan letusan gunung Merapi, juga merupakan penyebab terjadinya gempa ini.

Dua lempeng benua: Indo-Australian dan Eurasian, bertemu di garis Pacific Ring of Fire yang melalui Sumatra dan Jawa, dan benturan kedua lempeng benua inilah yang menyebabkan gempa yang terjadi pagi ini. Benturan tersebut mengakibatkan tekanan terhadap permukaan bumi yang mengakibatkan gempa, dan juga memberikan tekanan kepada lapisan permukaan bagian bawah bumi untuk menekan magma ke atas.

Semoga gunung Merapi tidak akan menambah daftar bencana alam yang harus dialami oleh rekan-rekan kita di Yogyakarta. Tentu saja, selain meletusnya gunung Merapi, gempa susulan juga sangat mungkin terjadi. Semoga rekan-rekan kita di Yogyakarta tetap waspada dengan kemungkinan bencana alam susulan yang mungkin terjadi, dan tetap tabah menghadapi semua cobaan ini.

Turut berduka cita untuk korban gempa di Yogya

Posted by indra in : Kejadian Terbaru , 5 comments

Indonesia kembali lagi harus menghadapi bencana alam, kali ini, gempa berkekuatan 5.9 dalam skala richter menurut perhitungan BMG (6.2 menurut perhitungan badan meteorologi internasional, peta pusat gempa bisa dilihat disini atau lihat gambar di bawah). Dilihat dari peta tersebut, pusat gempa terletak di dasar laut samudera Indonesia, sebelah selatan propinsi Yogyakarta, sehingga sempat terjadi kepanikan isu tsunami. Walaupun tidak terbukti kebenarannya, isu ini sempat membuat kepanikan warga sekitar yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Peta gempa Yogyakarta

Picture courtesy of USGS

Menurut Priyadi, dua saudara Eko Juniarto meninggal dunia karena musibah ini. Channelnewsasia juga melaporkan bahwa hingga saat ini, korban tewas telah mencapai 161 orang, dan hitungan ini terus bertambah. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan turut berduka cita dan ikut berbela sungkawa untuk semua korban yang meninggal karena musibah yang menyedihkan ini.

Gempa kuat ini mengakibatkan saluran telekomunikasi di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi lumpuh, dan bandar udara Adisucipto juga harus ditutup karena gempa tersebut menyebabkan landasan (runway) bandara retak-retak. Akibatnya, penerbangan dari dan ke Yogyakarta, yang kebanyakan dari dan ke bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, terpaksa dibatalkan. Kerusakan saluran telekomunikasi ini juga yang menyebabkan orang tua saya di Jakarta masih belum mendapat kabar dari saudara dekat kami yang tinggal di Yogyakarta. Semoga Mang Yayan, Bi Iin dan keluarga di Yogyakarta baik-baik saja dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Pacific Ring of Fire

Picture courtesy of Wikipedia

Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatra, berada dalam jalur Pacific Ring of Fire, dimana dua “lempengan” benua saling beradu, mengakibatkan daerah tersebut sering mengalami gempa, baik tektonik maupun vulkanik (lihat peta di atas). Walaupun gempa ini waktunya kebetulan bersamaan dengan semakin aktifnya aktivitas gunung Merapi, namun para analis mengatakan bahwa gempa ini bukan disebabkan oleh aktivitas gunung Merapi. Namun, dikhawatirkan bahwa gempa ini akan mempengaruhi dan meningkatkan aktivitas gunung Merapi. Menurut laporan pandangan mata, aktivitas gunung Merapi meningkat setelah kejadian gempa ini, dibuktikan dengan munculnya awan panas terbesar selama aktifnya gunung Merapi dalam sebulan terakhir ini.

Blog Indo-Sing

Posted by indra in : Komunitas Singapura , 7 comments

Komunitas indo-sing, yang merupakan komunitas orang Indonesia yang bermukim di Singapura (lihat posting saya yang ini), sekarang sudah punya blog sendiri. Blog ini menggunakan fasilitas Wordpress gratis dari Blogsome, dan beralamat di http://indosing.blogsome.com/ . Isi postingannya (seharusnya) merupakan hasil kontribusi dari semua para anggota milis yang sudah dibuatkan account-nya disana untuk posting.

Blog ini akan berisikan banyak informasi yang diharapkan bisa berguna bukan hanya untuk komunitas indo-sing sendiri, namun juga buat orang Indonesia lainnya yang tinggal di Singapura ataupun yang merencanakan untuk pindah ke Singapura, baik untuk tujuan kerja maupun sekolah/kuliah. Kebanyakan informasi yang disajikan akan diambil dari rangkuman diskusi para anggota indo-sing di mailing list.

Semoga bermanfaat. :)

[English version]

Problem dengan AirAsia? 22 May 2006

Posted by indra in : Jalan-jalan, Quicklinks , 53 comments

Hmmm baru tau saya kalau AirAsia, budget airline yang terkenal paling efisien, ternyata bisa punya problem seperti ini juga. Terus terang, ini kali pertama saya mendengar (langsung, dari orang pertama) pengalaman buruk mengenai AirAsia. Selama ini saya sudah beberapa kali naik penerbangan AirAsia (dulu dari Johor Bahru ke Jakarta pulang pergi, dan juga dari Batam ke Jakarta pulang pergi), dan selama ini saya tidak pernah merasakan pengalaman buruk seperti yang dialami oleh Cin, salah satu anggota MAX, tersebut: penerbangan yang tertunda beberapa jam karena mesin pesawat rusak.

Mungkin ini hanya sekedar masalah luck (keberuntungan)? :) Atau mungkin karena ini adalah Indonesia AirAsia, bukan Malaysia AirAsia? :)

Wawancara dengan RSI (lagi) 21 May 2006

Posted by indra in : Komunitas Singapura, Obrolan IT , 2 comments

Hari Sabtu (20/5) kemarin, saya berkesempatan lagi untuk diwawancara oleh Radio Singapore International (RSI), untuk menjadi nara sumber dalam acara acara “Kutak Kutik IT”, salah satu program mingguan RSI Indonesia. Berbeda dengan wawancara terdahulu yang dilakukan melalui telepon, wawancara ini dilakukan langsung di studio RSI di Caldecott Broadcast Centre-nya Mediacorp di Andrew Road.

Seperti sebelumnya, wawancara ini dilakukan oleh teman blogger saya yang juga staf RSI Indonesia, Rane “JaF” Hafied. Berkat undangan dari beliau untuk datang berkunjung ke studio RSI, saya berkesempatan untuk melihat secara lebih “dalam” kompleks Caldecott Broadcast Centre-nya Mediacorp yang luas dengan fasilitas lengkap itu. Perlu diketahui bahwa seluruh siaran TV dan radio dari seluruh saluran Mediacorp disiarkan dari sini.

Seperti wawancara terdahulu, topik IT yang dibicarakan juga cukup mendasar. Pada kesempatan itu, topik yang dibahas adalah seputar search engine dan blog. Khusus mengenai blog, topik yang dibahas adalah mengenai apa itu blog, bagaimana cara membuat blog dan apa sebenarnya fungsi dan manfaat dari blog. Cukup nervous juga mengingat saya sendiri termasuk pendatang baru di dunia blogging. :) Selain itu, juga kita sempat membahas dan menjawab beberapa pertanyaan dari para pendengar mengenai topik yang dibahas dalam wawancara sebelumnya, yaitu e-mail.

Benar-benar merupakan suatu pengalaman yang berharga bagi saya. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Rane atas kesempatan yang telah diberikan. :)

[English version]

Lagu-lagu Indonesia di Singapura/Malaysia 11 May 2006

Posted by indra in : Opini, Obrolan Santai , 117 comments

Lagunya Ratu yang berjudul “Teman Tapi Mesra” adalah lagu yang sudah cukup lama, kalau ngga salah tahun lalu (2005) popular di Indonesia. Pada waktu itu, lagu ini belum terlalu populer di Singapura sini. Saya ingat pertama kali kenal Pak JaF, tetangga yang juga sama-sama tinggal di Singapura, adalah pada waktu saya membaca artikel mengenai lagu ini di blog-nya. Saya inget waktu itu sampai ketawa ngakak membaca artikel tersebut, saking lucunya.

Waktu itu saya ngasih komentar buat ngajak kenalan beliau sekaligus bilang, untung anak-anak saya (pada waktu) itu tidak ada yang hapal sama lagu itu, karena lagu itu (pada waktu itu) tidak populer disini. Eh, ternyata saya kecepetan ngomong. :P

Sejak sekitar dua bulan yang lalu, ternyata lagu ini mulai populer di kalangan masyarakat Melayu di Malaysia dan tentu saja, di Singapura sini. Lagu tersebut telah bertengger lebih dari 9 minggu di chart MTV Jus Top-5. Di Singapura sini, lagu ini sering diputar oleh Ria 89.7 FM, dan radio ini adalah radio favorit pembantu saya di rumah, sekaligus juga radio favorit sopir bus sekolah anak saya.

Akibatnya, mudah ditebak. Anak saya yang laki-laki, Irza, jadi sering terekspos dan sering mendengar lagu ini, dan pada akhirnya menyukai lagu ini. :)

Saya tidak bisa menyalahkan anak saya untuk menyukai lagu ini. Lagu ini iramanya enak didengar, suara si penyanyi-nya (kalau ngga salah namanya Wulan? atau Mulan?) lumayan merdu, musiknya juga enak didengar. Sampai salah satu teman kantor saya yang asli orang Melayu Singapura minta bantuan saya untuk mencarikan MP3-nya biar dia bisa pakai untuk jadi ringtone handphone-nya dia. :)

Untungnya, anak saya masih berusia 4.5 tahun, jadi yah dia tidak begitu mengerti dengan maksud lirik yang dinyanyikan. Walaupun dia minta lagu ini dimasukkan kompilasi CD yang saya buatkan untuk dia, saya yakin dia memang suka dengan musiknya, dan bukan dengan liriknya. :) Irza memang dari kecil suka dengan lagu-lagu yang berirama cepat dan riang, dan tidak pernah suka dengan lagu-lagu yang slow dan mellow. Dan apresiasi dia terhadap musik jauh lebih tinggi dibandingkan kakaknya, Inka yang sekarang sudah berusia lebih dari 6 tahun.

Bagaimanapun, saya melihat bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini, lagu-lagu dari Indonesia mulai merajai radio-radio Melayu di Singapura dan di Malaysia. Kalau dulu, persentase antara lagu Melayu (Malaysia/Singapura) dengan lagu Indonesia yang diputar adalah 70:30, sekarang sudah hampir 50:50, bahkan mungkin 40:60. Lagu-lagu yang sering diputar dan populer disini kebanyakan adalah lagu-lagu dari group musik dan bukan individual. Sebagai contoh: Ratu, Radja, Peter Pan, Ungu dan Dewa.

Mengapa lagu-lagu Indonesia bisa menyaingi lagu-lagu Melayu yang harusnya bisa lebih merajai pasar disini? Saya melihat kreativitas dari musisi-musisi Indonesia yang menjadi kunci sukses lagu-lagu Indonesia bisa berjaya disini. Kreativitas ini menjadikan lagu baru yang ditampilkan akan selalu berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya. Bandingkan dengan lagu-lagu Melayu hasil karya artis Malaysia atau Singapura, yang kayaknya lagunya gitu-gitu aja dari dulu. Tidak ada improvisasi, kreativitas dibandingkan lagu-lagu sebelumnya.

Saya hanya bisa bilang ke artis-artis Indonesia yang bisa menembus pasar Malaysia dan Singapura: keep up the good work! Sebagai orang Indonesia, tentu saya bangga kalau lagu-lagu Indonesia bisa digemari oleh teman-teman saya yang orang Singapura. Walaupun lagu-nya berjudul “Teman Tapi Mesra”… :)

Blogspot down? 9 May 2006

Posted by indra in : Teknis, Obrolan IT , 2 comments

Jam 9:30pm waktu Singapura, atau jam 8:30pm WIB. Tiga blog saya yang di-host di Blogspot tidak bisa diakses sama sekali. Demikian juga dengan blog-blog teman-teman saya lainnya yang juga di-host disana.

Sekarang sudah jam 9:43pm, problem-nya masih intermittent. Kadang saya bisa akses, kadang tidak. Kalaupun saya bisa akses, cuma bagian atasnya saja yang muncul. Ditunggu beberapa lama, akhirnya malah keluar pesan error: “The page cannot be displayed“.

Kemungkinan besar problem ini berhubungan dengan load, mungkin load server-nya yang tinggi, ataupun networknya yang congested. Mudah-mudahan ini hanya problem sementara yang tidak akan berkepanjangan.

Hmm.. apa perlu saya migrasikan aja semuanya ke sini ya? :) Saya gabung keempat blog saya disini, pisahin berdasarkan kategori. Tapi, ntar Planet Indra ngga ada gunanya lagi dong ya? :D

Alternatif lain, ya saya buat blog Wordpress baru untuk setiap blog saya itu. Jadi musti ada empat copy Wordpress di-install di server (termasuk yang ini), terus impor semua artikel dan komentar-nya dari Blogger. Jadi akan tetap ada 4 blog yang berbeda, tapi semuanya akan menggunakan Wordpress dan di-host di server saya. Planet Indra pun akan tetap diperlukan.

Hmm.. tapi nanti kalau saya kangen sama interface Blogger, gimana dong? :D

Namanya juga manusia, tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang dipunyai sekarang. :P :)

[English version]

Planet Indra 6 May 2006

Posted by indra in : Pengumuman, Teknis , 4 comments

Akhirnya, jadi juga impian saya untuk membuat situs agregasi blog-blog saya. Walaupun situs agregasi tersebut saya namakan Planet Indra, tapi sebenarnya situs itu tidak menggunakan Planet (hehehe, misleading ya namanya :P ). Mengingat saya tidak berhasil membuat Planet berjalan dengan baik di environment server saya, akhirnya saya menggunakan Gregarius.

Saya pertama kali “kenal” sama Gregarius setelah melihat site Amigos punya teman saya, Koen alias Kuncoro Wastuwibowo. Tampilan agregasinya yang menarik membuat saya juga tertarik untuk mencobanya. Dan ternyata, instalasinya jauh lebih mudah dibandingkan instalasi Planet yang lebih rumit.

Proses instalasinya mirip dengan proses instalasi Wordpress, saya tinggal siapkan database MySQL sendiri dengan username dan password tersendiri, download file-nya dari sini, dan lalu tinggal ikuti petunjuk instalasinya (yang cuma empat langkah, termasuk untuk memproteksi bagian admin-nya dengan password).

Nah, jadi sekarang, kalau bingung mau baca blog saya yang mana, silahkan kunjungi Planet Indra. Semua artikel di keempat blog saya ada terkumpul disitu. Lebih enak bacanya kan? :)

[English version]