Problem waktu install Planet 28 April 2006
Posted by indra in : Teknis , 7 comments
Saya pengen banget install Planet untuk agregasi blog-blog saya. Selama ini saya cuma mengandalkan Kinja untuk agregasi blog saya disini, itupun setelah konsultasi dulu via YM sama temen yang juga pakar blog, Priyadi. Maklumlah, namanya juga masih amatiran.
Hari ini saya mencoba install Planet di server saya. Menurut dokumentasi di website-nya, Planet membutuhkan Python versi 2.2 atau lebih. Saya cek di server saya, Python yang ada masih versi 1.5.2. Walah.
bash-2.02$ python
Python 1.5.2 (#17, Jun 6 2001, 02:45:56) [GCC 2.95.3 20010315 (release)] on bsdos4
Copyright 1991-1995 Stichting Mathematisch Centrum, Amsterdam
>>>
Terpaksa saya ubek-ubek ke website-nya Python untuk download versi terbarunya. Katanya, versi terakhir yang stabilnya adalah versi 2.4.3. Ada versi yang lebih baru lagi, 2.5, tapi masih alpha 1 release. Jadi saya download yang versi 2.4.3, terus saya install di home directory saya, *tidak* sebagai root. Jadi setelah di-compile, binary python-nya ada di home directory saya.
bash-2.02$ ~/python/Python-2.4.3/python
Python 2.4.3 (#1, Apr 27 2006, 14:46:13)
[GCC 2.95.3 20010315 (release)] on bsdos4
Type “help”, “copyright”, “credits” or “license” for more information.
>>>
OK, instalasi Python udah beres. Saya sekarang download Planet versi terakhir (yang ternyata masih versi 1.0), terus buka file INSTALL untuk melihat petunjuknya. Semua petunjuk sudah diikuti, termasuk meng-edit file config.ini untuk setting konfigurasi Planet-nya. File planet.py juga sudah saya modifikasi supaya memanggil python yang ada di directory saya (versi 2.4.3) dan jangan memanggil python lama yang ada di server (versi 1.5.2). Eh, ternyata pas saya run, tidak berhasil. Ini pesan error-nya:
bash-2.02$ ./planet.py ~/planet/indra/fancy/config.ini
Traceback (most recent call last):
File “./planet.py”, line 22, in ?
import planet
File “/usr/home/ip/planet/planet/__init__.py”, line 33, in ?
import dbhash
File “/usr/home/ip/python/Python-2.4.3/Lib/dbhash.py”, line 5, in ?
import bsddb
File “/usr/home/ip/python/Python-2.4.3/Lib/bsddb/__init__.py”, line 47, in ?
import _bsddb
ImportError: No module named _bsddb
Walah, kira-kira kenapa ya. Saya coba search Google tapi masih belum ketemu kira-kira penyebab pastinya apa. Ada yang bilang katanya environment Python-nya tidak ada modul bsddb-nya, tapi gimana cara install modul-nya?
Apa karena saya pakai BSDI (BSD/OS)?
Mungkin ada rekan-rekan yang mengalami problem yang sama dan punya solusinya?
Memasang BlogMap di Wordpress 26 April 2006
Posted by indra in : Teknis , 19 comments
Di blog saya yang lain, saya pernah menulis step-by-step guide untuk menampilkan BlogMap di blog kita. Petunjuk tersebut lebih untuk mereka yang menggunakan Blogger untuk blog mereka, baik yang menggunakan hosting blogspot.com maupun hostingan di server sendiri. Nah, sekarang, bagaimana cara memasang BlogMap di Wordpress?
Pada dasarnya, sama saja. Ada lima langkah utama yang harus dilakukan, yaitu:
1. Menentukan geo-tag lokasi kita;
2. Masukkan geo-tag tersebut ke template blog kita;
3. Daftarkan geo-tag tersebut ke BlogMap;
4. Dapatkan script untuk menampilkan BlogMap tersebut; dan
5. Masukkan script tersebut ke template blog kita.
Bedanya mungkin hanya di point (2) dan (5), kalau di Blogger, kan template blog itu kan ada di satu file yang bisa di-edit. Nah, kalau di Wordpress, file template mana yang harus di-edit? Nah, itu tergantung theme Wordpress yang Anda gunakan. Tiap theme punya daftar file template macam-macam, walaupun penamaan file biasanya diseragamkan.
Untuk step (2), geo-tag harus dimasukkan ke bagian header. Jadi, di Wordpress, yang harus kita edit biasanya adalah file header.php di directory theme Wordpress kita. Geo-tag-nya dimasukkan diantara baris <head> dengan </head>, dimana saja. Paling enak sih taro aja pas dibawah-nya <head>, jadi diatas <title> dan tag-tag lainnya diantara <head> dengan </head>.
Sementara, untuk step (5), script geo-tag-nya biasanya akan kita taro di side bar, jadi file template yang harus kita edit adalah sidebar.php, sama seperti kalau kita mau masukkan shoutbox, atau banner-banner lain di side bar.
Kalau di Wordpress, setelah file templates tersebut di-edit, perubahannya akan langsung kelihatan setelah kita reload halaman blog-nya. Jadi tidak perlu lagi melakukan republish seperti di Blogger.
Untuk detail petunjuk untuk step-step lainnya, Anda bisa lihat disini. Pada dasarnya prinsipnya sama saja. Selamat mencoba.
Repotnya masang Oggix di Wordpress 25 April 2006
Posted by indra in : Teknis , 13 comments
Walah, ternyata “membangun” sebuah blog berbasis Wordpress cukup repot juga buat seorang beginner seperti saya.
Mulai dari kesulitan ketika melakukan instalasi, dan walaupun Wordpress sudah benar-benar terinstall dengan baik, agak sulit juga mengutak-atik tampilannya biar lebih bagus.
Beda dengan blogger.com yang sudah menyediakan template macam-macam untuk digunakan, Wordpress hasil install-an sendiri cuma menyediakan dua themes basic saja. Kita harus hunting mencari themes Wordpress yang (kita anggap) bagus, terus themes-nya (istilah Wordpress untuk template) harus kita download ke server kita, dan taro di directory wp-content/ di blog root directory kita. Baru nanti pilihan template itu akan muncul di bagian Presentation > Themes.
Setelah template itu kita pake, baru kita bisa modifikasi supaya kita bisa masukin fitur-fitur tambahan seperti shoutbox, jam, dan lain-lain. Ini nih bagian yang paling repot. Soalnya kita tidak bisa memodifikasi template dari Wordpress Admin, melainkan harus diedit langsung template-nya. Kalau bagian sidebar yang mau dimodifikasi, berarti file yang harus diedit adalah sidebar.php, yang berlokasi di directory theme yang kita pakai.
Ngedit Link sama Blogroll sih ngga terlalu masalah. Masukin jam dari ClockLink.com juga tidak masalah. Yang masalah ini waktu masukkin shoutbox dari Oggix. Repotnya minta ampun. Entah kenapa, kode HTML Oggix yang biasa saya pasang di tiga blog saya di blogspot.com, tampilannya akan langsung tidak karuan setelah saya pasang di sidebar blog Wordpress saya. Lebar kotaknya jadi lebih besar, membuat sebagian komentar dalam kotak itu tidak terlihat. Walaupun saya akhirnya bisa menemukan problemnya disebabkan oleh penggunaan full smilies, namun tetap aja tampilannya beda walaupun sudah menggunakan opsi simple smilies.
Selain itu, entah kenapa, pada daftar link Teman yang menggunakan fasilitas Blogrolling, jarak antar namanya jauh banget, dua spasi. Jadinya, daftar Teman-nya memanjang ke bawah, dan tidak enak dilihat. Sampai sekarang saya masih belum tau bagaimana cara mengakalinya.
Apa lagi ya? Oh iya, BlogMap, visitor counter dan logo Blogfam belum sempat saya pasang. Mungkin besok saya baru sempet bisa pasang.
Akhirnya! 24 April 2006
Posted by indra in : Pengumuman , 4 comments
Akhirnya! Berhasil juga saya install Wordpress di server saya.
Tadinya saya bingung karena walaupun MySQL udah diinstall, dan saya udah bisa connect ke local database dari shell, tapi kok ini Wordpress kagak mau connect-connect juga. Padahal saya udah berhati-hati untuk mengikuti semua petunjuk dari sini. Ternyata, yang salah itu di socket-nya. Karena server shared, banyak proses MySQL di satu server, jadi waktu setting host ngga bisa cuma ‘localhost’ doang tapi harus men-set mysql socket file-nya juga. Weleh. Begini-lah yang namanya amatir.
Bentar yah, saya mau explore dulu. Biarpun saya udah pernah nyobain Wordpress di wordpress.com dan blogsome.com, tetep aja yang namanya amatiran mah kudu explore dulu.





