jump to navigation

Radio Komunitas Twitter Indonesia 31 January 2011

Posted by indra in : Kejadian Terbaru, Informasi, RKTI, Komunitas Twitter , 1 comment so far

RKTI Logo

Radio Komunitas Twitter Indonesia (RKTI) adalah sebuah radio Internet berbasis Shoutcast, yang awalnya saya buat hanya untuk menyalurkan hobi siaran saya dan sharing playlist dengan teman-teman di tanah air. Dulunya radio ini saya buat untuk teman-teman di IRC, namun karena dunia per-IRC-an sudah semakin sepi, akhirnya saya sharing playlist saya dengan teman-teman di Twitter.

Bagaikan gayung bersambut, siaran radio dengan DJ tunggal yang tadinya hanya seminggu sekali setiap Jum’at malam itu semakin banyak pendengarnya. Dan tidak hanya mendengarkan, banyak teman-teman di Twitter yang juga ingin mencoba siaran di radio itu. Akhirnya saya ajak juga rekan-rekan di Twitter untuk menjadi DJ dan siaran di radio tersebut.

Seiring dengan bertambahnya jumlah DJ yang siaran, radio tersebut pun semakin berkembang dan mulai semakin dikenal lebih luas di kalangan komunitas Twitter Indonesia. Di bulan November 2010, sudah ada sekitar 30 tweeps Indonesia yang ikut meramaikan kancah penyiaran di radio ini. Pada saat ini, berdasarkan jadwal siaran yang di-manage oleh rekan-rekan DJ dalam bentuk spreadsheet di Google Docs, tercatat sekitar 57 DJ yang pernah siaran di radio ini, walaupun tidak semuanya aktif siaran setiap hari.

Nama RKTI (Radio Komunitas Twitter Indonesia) pun diresmikan pada bulan Desember 2010, disusul dengan peluncuran situs resminya, http://rkti.net/ pada tanggal 24 Desember 2010, yang dibidani dan di-manage oleh Hedwigus (@hedwigus), salah seorang DJ RKTI. RKTI pun secara reguler mulai melakukan siarannya setiap hari selama 24 jam, dengan rata-rata 10-20 concurrent listeners setiap harinya. Jumlah pendengar tersebut belum termasuk mereka yang tidak terdeteksi jika mendengarkan RKTI melalui situs Shoutcast di http://www.shoutcast.com/, dan pendengar rekan-rekan IRC yang kadang masih suka mendengarkan RKTI melalui server radio lama yang di-host di Amerika Serikat, yang saya set me-relay server utama RKTI yang di-host di Singapura .

Mulai Januari 2011, seiring dengan pergantian tahun, RKTI mencanangkan untuk memberikan sajian dengan muatan tema yang berbeda dan regular per minggunya, termasuk salah satunya dengan meliput langsung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan komunitas Twitter di Indonesia. Beberapa liputan langsung yang disiarkan oleh RKTI tahun lalu diantaranya adalah event Bancakan bersama DJ @nugrahadi, event FOWAB #4 All About Freelance bersama DJ @moyocatur dan event Bandung Enterpreneur Forum: Back to Blog bersama DJ @donnyreza.

Bulan ini, RKTI juga meliput secara langsung acara StartupLokal Meetup v.9: Acquisition: take it or leave it bersama DJ @kokonic, interview dengan The Hermes team bersama DJ @rsenapati dan @hedwigus, serta acara WordCampID 2011 di Bumi Sangkuriang, Bandung bersama DJ @donnyreza. Di acara StartupLokal Meetup v.9 yang menghadirkan Satya Witoelar dan ceritanya mengenai akuisisi Koprol oleh Yahoo!, RKTI mencapai rekor jumlah pendengar sebanyak lebih dari 90 orang!

RKTI juga mulai menyajikan tema acara reguler setiap minggu-nya, seperti sajian tema cinta, diskusi tentang sepakbola, hingga sesi lagu-lagu drama Korea dan sesi Galau After Midnight. Para DJ RKTI juga mulai bereksperimen untuk melakukan siaran bersama melalui Yahoo! Messenger dan Skype, yang sangat berguna untuk memudahkan para DJ melakukan wawancara jarak jauh di RKTI.

Pendengar RKTI bisa me-request lagu selama ada DJ aktif yang mengisi radio dan bisa memutarkan lagu pesanan. Untuk memesan (request) lagu, pendengar bisa mention DJ yang sedang bertugas melalui Twitter. Informasi mengenai jadwal acara dan nama DJ yang mengudara akan diumumkan melalui akun Twitter @RKTI, yang secara reguler di-update oleh rekan-rekan admin RKTI: @rasjawa, @akuiniobenk, @hedwigus, @rsenapati, @donnyreza dan saya sendiri.

RKTI bisa diakses melalui URL streamingnya: http://r.rkti.net:8000/listen.pls dengan menggunakan Winamp, Windows Media Player, iTunes atau player favorit lain di komputer Anda, ataupun dengan menggunakan player di gadget handphone Anda. RKTI bisa didengarkan dengan menggunakan smartphones Blackberry, Android dan iPhone. Beberapa tipe smartphone Nokia terbaru juga bisa mendengarkan RKTI. Radio streaming RKTI juga bisa diakses dengan mengaktifkan player yang ada di situs RKTI, http://rkti.net/.

Jika Anda ingin memberikan masukan atau feedback untuk RKTI, jangan sungkan-sungkan untuk mengontak saya melalui e-mail ataupun Twitter. Anda juga bisa memberikan komentar di artikel blog ini. Oh iya, jika Anda juga tertarik untuk ikut siaran di RKTI, silahkan kontak saya. So far RKTI menganut sistem keterbukaan, siapa saja yang berminat, bisa untuk siaran di RKTI. Syaratnya hanya komputer yang dilengkapi dengan headset dan microphone, serta koneksi Internet yang memadai untuk streaming.

Yuk, mari kita beramai-ramai mendengarkan RKTI. :) Jangan lupa, follow akun Twitter RKTI untuk selalu memantau siapa DJ yang sedang siaran, atau topik apa yang sedang dibahas di RKTI. Sampai ketemu di udara. :) :)

Link terkait:

Update on 31-Jan-11, 10:28am SGT: perbaikan link dan kategori.

Reuni Bemonet Hari Ini 9 July 2010

Posted by indra in : Obrolan Santai, Kejadian Terbaru , add a comment

Para alumni Bemonet akan mengadakan acara reuni pada hari ini, Jum’at 9 Juli 2010, jam 18:00 di Urban Kitchen, Pacific Place, Jakarta. Acara reuni ini diprakarsai oleh salah satu alumni Bemonet yang juga sekarang terkenal sebagai pakar telematika paska video heboh para artis, Abimanyu Wahjoewidajat, dan dedengkot Bemonet yang juga mantan sysop Barong BBS yang merupakan pusat node Bemonet, T.A. Coen.

Selain Abi dan Coen, beberapa Bemonetters lain yang sudah konfirmasi akan hadir diantaranya adalah Harry Sufehmi, pasangan Kuncoro Wastuwibowo dan Enggar Dwipeni, Kukuh TW (kurang tahu apakah Gunawan “Wawang” TW mau ikutan juga?), Boyke Bader, Hilarion “RiO” Suharjo, Eko Prasetyo dan Indra K. Hartono. Sementara yang mungkin (“may be”) hadir diantaranya adalah Heryudi Ganesha, Derry Santoso, Jerry Djajasaputra, Catur “Joko” Sudiro dan Marcelus “Celloz” Ardiwinata. Johar Alam juga katanya “may be” hadir karena waktunya bentrok ama acara ulang tahun Detik jam 19:00.

Wah, kayaknya bakal seru banget nih reunian. Sayang saya nggak bisa datang, karena sedang tidak berada di Jakarta hari ini. Beberapa Bemonetters yang memastikan tidak dapat hadir diantaranya adalah Priyadi Iman Nurcahyo yang katanya lagi di luar kota, Eko Juniarto yang katanya lagi di luar pulau (Lombok, tepatnya), saya yang lagi di luar negeri (Singapura, tepatnya) dan Gerry Santoso (kembarannya Derry) yang lagi di luar benua (Australia, tepatnya).

Semoga sukses acara reuni-nya, guys! Good luck and have fun. I wish I can be there as well. Ditunggu foto-fotonya. :)

Promosi Garuda Indonesia Untuk SIN-JKT-SIN 29 June 2010

Posted by indra in : Komunitas Singapura, Informasi , 2 comments

Selama saya tinggal di Singapura, saya jarang naik Garuda Indonesia untuk pulang ke Jakarta. Alasan utama adalah harga. Harga tiket Garuda Indonesia cukup mahal dibandingkan maskapai penerbangan lainnya yang lebih “budget”. Kalau untuk pangsa pasar Singapura, Garuda Indonesia adalah airline kedua termahal setelah Singapore Airlines untuk penerbangan Singapura – Jakarta.

Itu sebabnya, saya dan keluarga lebih memilih alternatif penerbangan lain seperti AirAsia, Lion Air dan Jetstar (Valuair) karena harganya bisa jauh lebih murah, walaupun memang tetap tergantung kapan kita membeli tiket dan apakah waktunya peak atau tidak. Apalagi sejak jalur penerbangan Singapura-Jakarta dibuka (open skies), beberapa maskapai penerbangan lain yang lebih semi-budget (walaupun ngakunya full-service airline) seperti Sriwijaya Air dan Batavia Air pun berlomba untuk melayani jalur ini.

Namun, sekarang kelihatannya Garuda Indonesia sudah mulai berbenah. Menghadapi kompetisi yang kian ketat dari maskapai penerbangan budget dan semi-budget tersebut, Garuda Indonesia di Singapura memberikan promosi harga tiket murah untuk warga negara Indonesia yang tinggal di Singapura. Promosi ini tidak berlaku untuk warga negara asing. Informasi lebih lanjut mengenai promosi Garuda Indonesia tersebut bisa dilihat disini.

The BOBs Digelar Kembali 10 December 2009

Posted by indra in : Kejadian Terbaru, Informasi, Blogging , 1 comment so far

Mohon maaf atas keterlambatan saya meneruskan informasi ini.

Beberapa hari yang lalu, saya menerima e-mail dari Yuniman Farid, redaksi Indonesia di Deutsche Welle yang menginformasikan bahwa The BOBs, kompetisi blog internasional, kembali diselenggarakan oleh broadcaster terbesar di Jerman itu. Untuk penjurian dalam bahasa Indonesia, The BOBs akan kembali diwakili oleh Budi Putra, rekan blogger dan pendiri Asia Blogging Network yang sekarang bekerja sebagai country editor Yahoo! Indonesia.

Berikut cuplikan informasi dari mas Yuniman:

Jadwal penyelenggaraan The BOBs kali ini:
- 07.12.2009 - 14.02.2010 Tahap pendaftaran dan pengusulan blog dalam kompetisi.
- 15.03.2010 - 14.04.2010 Online voting Blog nominasi
- 15.04.2010 Pengumuman pemenang pada acara re:publica di Berlin
- 22.06.2010 Penyerahan penghargaan bagi pemenang pilihan juri pada acara Global Media Forum di Bonn.

Artikel singkat mengenai pembukaan The BOBs bisa dibuka di: http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4971261,00.html
Dan penjelasan lainnya mengenai kompetisi blog ini bisa dibuka di: http://www.thebobs.com/

Dari jadwal diatas, pendaftaran dan pengusulan blog untuk diikutkan dalam kompetisi sudah dibuka sejak tanggal 7 Desember 2009 yang lalu, dan masih akan dibuka hingga tanggal 14 Februari 2010. Jadi masih cukup banyak waktu untuk rekan-rekan blogger menata kembali blog-nya dan mengikutkan blog-nya dalam kompetisi tersebut.

Sekedar informasi, pemenang The BOBs kategori bahasa Indonesia tahun lalu adalah blog Media Ide, milik Pitra Satvika aka @anakcerdas.

Selamat mendaftarkan blog-nya di ajang kompetisi The BOBs! :)

Sesi Tanya Jawab Seputar Blogging 27 October 2009

Posted by indra in : Blogging , 5 comments

Dalam rangka Hari Blogger Nasional yang dirayakan oleh seluruh blogger Indonesia pada hari ini, Pitra “Media Ide” mengadakan sesi tanya jawab seputar blogging melalui media microblogging Twitter. Undangan sesi tanya jawab tersebut tentu saja mendapatkan respon positif para tweeps yang sempat membuat Pitra kewalahan, walaupun akhirnya beliau menjawab semua pertanyaan yang diajukan dan menulis rangkumannya disini. Mas Nukman Luthfie bahkan mendukung Pitra untuk menjadi ketua panitia (chairman) Pesta Blogger 2010. :)

Dalam kesempatan sesi tanya jawab tersebut itu, saya menanyakan soal Hari Blogger Nasional, yang dirayakan setiap tanggal 27 Oktober, apakah masih relevan mengingat Pesta Blogger, yang diadakan setiap tahun, tidak tepat diadakan pada hari tersebut? Hanya Pesta Blogger yang pertama diadakan pada tanggal 27 Oktober 2007, untuk tahun-tahun selanjutnya diadakan pada tanggal yang berbeda. Pitra menjelaskan bahwa Pesta Blogger selalu diadakan pada hari Sabtu, supaya banyak orang yang bisa datang. Kalau diadakan di hari tertentu lainnya (apalagi hari kerja), takutnya banyak yang tidak bisa datang.

Supaya Hari Blogger Nasional bisa dirayakan oleh blogger Indonesia tepat pada waktu Pesta Blogger diselenggarakan, saya mengusulkan agar Hari Blogger Nasional jangan dipatok ke tanggal tertentu (27 Oktober) seperti sekarang, tapi dibuat “floating” mengikuti tanggal Pesta Blogger diadakan untuk tahun tersebut. Mirip lah seperti Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha yang tanggal-nya juga floating setiap tahunnya, mengikuti kalender Hijriyah.

Ada beberapa pertanyaan lain seputar blogging yang cukup menarik, diantaranya adalah pertanyaan dari Rhesya, yang menanyakan kapan gerakan blogger aktif pertama marak di Indonesia. Pitra menjawab kalau Enda Nasution udah mulai nge-blog sejak tahun 2005, yang kemudian dikoreksi oleh Enda sendiri yang mengklarifikasi kalau beliau sudah nge-blog sejak tahun 2001. Saya sendiri menambahkan kalau blog di Indonesia sudah ada sejak tahun 2000, sambil memberikan tautan ke artikel lama saya mengenai sedikit sejarah blogger Indonesia di tahun 2000 yang saya ketahui, dimana pada waktu itu para blogger yang saya kenal adalah alumni BemoNet. Aulia juga menambahkan kalau Boy Avianto juga sudah mulai blogging sejak 2000, yang kemudian bales bilang kalau Thalia aka @turniptopia, yang kebetulan tetangga saya di Singapura, pertama ngeblog di tahun 1999 dan MASIH AKTIF sampai sekarang!

Rangkuman dari seluruh pertanyaan dan jawaban dari sesi tanya jawab seputar blogging tersebut bisa dilihat disini. Terima kasih, Pitra. :)

Tamu dari Bandung 15 October 2009

Posted by indra in : Komunitas Singapura, Kejadian Terbaru, Pengalaman , 3 comments

Beberapa minggu yang lalu, seorang rekan blogger asal Bandung yang sudah saya kenal sejak lama tapi belum pernah ketemu, kang Indra "Odonk" K.H., mengirim pesan di Facebook, mengabarkan kalau beliau dan pak Budi Rahardjo akan berkunjung ke Singapura tanggal 9-11 Oktober 2009. Hari Sabtu (10/10) kemarin, Pak Budi menulis komentar di blog saya ngajak ketemuan, sekalian aja sama pak Budi Putra, katanya. Kebetulan memang pak Budi Putra sekarang lagi di Singapura, setelah beliau ditunjuk oleh Yahoo! sebagai Country Editor untuk Yahoo! Indonesia. Saya sendiri sempat bertemu dan ngobrol dengan pak Budi Putra seminggu sebelumnya, di Starbucks Suntec City Mall.

Kita janjian untuk ketemuan di Lucky Plaza, Orchard Road, untuk makan malam di restoran Lucky Prata, yang terletak di lantai satu pusat perbelanjaan tersebut, tepat di sebelah restoran Ayam Penyet Ria. Setelah membangunkan Irza yang ketiduran di mobil, saya ketemu dengan pak Budi Putra di depan Lucky Plaza dan langsung menuju restoran Lucky Prata. Pak BR sudah menunggu disana bersama dengan kang Indra KH, kang Rully dan putri pak BR yang sekolah di Singapura.

1000 - Tamu dari Bandung

Dari kiri ke kanan: saya, pak Budi Putra, kang Indra KH, kang Rully dan pak Budi Rahardjo

Obrolan pun mulai mengalir dengan lancarnya, mulai dari misi kedatangan Pak BR dan team ke Singapura yang katanya dalam rangka "studi banding", sampai ke "terdamparnya" Pak Budi Putra di Singapura. Sebagai salah satu blogger Asia Blogging Network (ABN), kang Indra sempat menanyakan "nasib" ABN setelah Pak Budi Putra bergabung dengan Yahoo!, dan alhamdulillah Pak BP menegaskan bahwa ABN is his "baby" dan akan jalan terus, tidak akan ditinggalkan begitu saja. Jadi, untuk rekan-rekan blogger ABN, jangan khawatir. :)

Tanpa terasa, obrolan yang diselingi foto-foto terus berjalan dan karena Lucky Prata tidak buka sampai malam, kita pun pindah ke kafe The Coffee Bean and Tea Leaf yang terletak di Paragon, tidak jauh dari Lucky Plaza. Obrolan pun terus berlanjut dengan asyiknya, sampai pada akhirnya kita pun harus bubar karena harus mengejar batas jam malam yang diterapkan oleh asrama tempat putri pak BR tinggal.

Dua Blogger ABN Pindah ke Singapura 3 October 2009

Posted by indra in : Pengumuman , 7 comments

Banyak sekali blogger Indonesia di Singapura, yang dulu aktif nge-blog, sudah pindah ke negara lain, either meneruskan rantauan ke negara lain ataupun pulang ke Indonesia. Kalaupun masih ada yang tinggal di Singapura, para blogger tersebut, termasuk saya, sudah jarang sekali nge-blog, apalagi mengingat trend aktifitas microblogging melalui Twitter dan jejaring sosial melalui Facebook sudah meng-”outgrown” (pinjem istilah om Renatha) blog.

Sebagai contoh, bisa dilihat foto-foto gathering terakhir para blogger Indonesia di Singapura, dengan bintang tamu Pak Budi Rahardjo, pada bulan Desember 2007 yang lalu. Banyak rekan-rekan blogger yang ada di foto-foto itu yang sudah tidak tinggal di Singapura lagi, atau sudah tidak aktif nge-blog. Andri, Indi dan Rani, Goio, Fajri dan Arief sudah tidak tinggal di Singapura lagi. Sementara “sisa” para blogger yang masih di Singapura seperti saya, mbak Hany, Didik Achmadi juga sudah tidak terlalu aktif nge-blog.

Namun, seperti kata pepatah, people come and go, ada yang pergi tapi ada juga yang datang. Komunitas blogger Indonesia di Singapura kedatangan dua blogger yang cukup terkenal di ranah blogosphere Indonesia, yang pindah ke Singapura untuk bekerja.

Yang pertama, namanya sudah tidak asing lagi di dunia persilatan, eh, blogosphere Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Pak Budi Putra, full-time blogger pertama Indonesia dan juga CEO dari Asia Blogging Network (ABN). Beliau pindah ke Singapura setelah bekerja untuk Yahoo!, sebagai Country Editor untuk Yahoo! Indonesia. Beliau sementara ditempatkan di Singapura dulu sambil membantu Yahoo! setting-up kantor di Indonesia.

Saya sudah cukup lama kenal dengan Pak Budi, sejak beliau masih bekerja di Tempo Interactive. Dan setiap kali beliau mampir ke Singapura, pasti beliau akan selalu menyempatkan diri untuk janjian ketemu dengan saya, di sela-sela kesibukannya. :) Saya ingat pertama kali ketemu dengan beliau adalah ketika kami bertiga, bersama Pak Rane “JaF” Hafied, ngobrol di Starbucks Orchard Road, seberang hotel Meritus Mandarin tempat Pak Budi menginap. :)

Yang kedua adalah seorang blogger Indonesia yang juga kebetulan adalah salah satu blogger ABN. Beliau adalah Yessi Pratiwi, yang sekarang bekerja sebagai global marketing di Lux, yang bernaung di bawah perusahaan Unilever Asia. Saya pertama kali bertemu dengan beliau di acara buka puasa bersama komunitas IMAS di Masjid An-Nahdhah, Bishan, sekitar sebulan yang lalu.

Saya, tentu saja, sudah memasukkan blog Pak Budi dan Yessi ke daftar kontributor Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola, semoga berkenan. Selamat datang di Singapura. :)

#IndonesiaUnite: Kronologger dan Koprol 23 July 2009

Posted by indra in : Opini, Blogging , 12 comments

Terkait gerakan #IndonesiaUnite pasca ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, beberapa waktu yang lalu, saya sempat prihatin melihat penggunaan Twitter yang begitu meluas di kalangan microbloggers Indonesia untuk menyebarkan gerakan #indonesiaunite, sementara Kronologger tetap adem-ayem dan semakin sepi saja. Ini berarti, rekan microbloggers Indonesia masih lebih suka menggunakan produk luar negeri seperti Twitter, Plurk dan Facebook dibandingkan produk dalam negeri seperti Kronologger. Cukup ironis, gerakan yang mengajak Indonesia untuk bersatu itu ternyata dipopulerkan dan disebarkan menggunakan platform produk luar negeri, padahal ada similar platform yang merupakan karya anak bangsa Indonesia sendiri.

Kenapa banyak kroner (sebutan untuk pengguna Kronologger) yang meninggalkan Kronologger dan berpindah ke platform lain? Mencari jaringan yang lebih luas, mungkin? Saya kurang tahu. Padahal, Kronologger sudah menyiapkan all-in-one interface yang memfasilitasi kita untuk melakukan update Kronologger, Twitter, Plurk, Facebook dan banyak situs lainnya, secara otomatis, seperti yang selama ini saya lakukan. Tapi mungkin salah satu alasannya adalah karena kurangnya inovasi dari pengelola Kronologger untuk menjadikan situs microblogging tersebut lebih aktif dan dinamis. Hal ini yang mungkin perlu di-review kembali oleh Kukuh dan Asia Blogging Network selaku pengelola situs tersebut.

Di Twitter (tuh kan, bukan di Kronologger :P ), Veta mengingatkan saya kalau produk platform microblogging Indonesia bukan hanya Kronologger, tapi juga ada Koprol. Ini adalah situs microblogging berbasis lokasi yang digagas oleh Satya bersama rekan-rekannya dari SkyEight. Saya sebenarnya sudah mendaftar ke layanan situs itu sejak beberapa waktu yang lalu, tapi baru mulai benar-benar menggunakan layanan tersebut seminggu terakhir ini. Karena saya sudah terbiasa menggunakan interface di Kronologger untuk meng-update entry saya di Kronologger, Twitter, Facebook dan Plurk sekaligus, saya bertanya ke Kukuh apakah interface Kronologger bisa sekalian untuk check-in dan update Koprol. Menurut Kukuh, Koprol belum menyediakan API untuk itu.

Waktu saya coba konfirmasi ke Satya, memang Koprol secara resmi belum menyediakan layanan API, namun mereka bisa menyediakan layanan API tersebut, dengan full support, tentunya, kepada pihak-pihak tertentu yang memang berminat untuk melakukan integrasi. Menurutnya, Ivan Lanin juga pernah menunjukkan minat yang sama. Akhirnya, dengan pengalaman saya sebagai kompor — dalam segi positif, tentu saja :) — saya mengusulkan agar Kukuh langsung mengontak Satya. Dan alhamdulillah, saya dengar Kukuh dan Satya sudah bertemu waktu makan siang tadi untuk membahas integrasi ini.

Mari kita berdoa, semoga hasil pertemuan Kukuh dan Satya tadi siang bisa menghasilkan inovasi yang menguntungkan keduanya (Kronologger dan Koprol) dan bermanfaat bagi kita semua, microbloggers Indonesia. Dan, semoga inovasi-inovasi selanjutnya dari Kronologger dan Koprol bisa menarik microbloggers Indonesia untuk kembali menggunakan produk dalam negeri.

Indonesia, Unite!!

Planet Terasi Sudah Aktif Kembali 21 July 2009

Posted by indra in : Kejadian Terbaru, Blogging , 2 comments

Betapa senangnya saya membaca twit (posting Twitter) dari Ronny, pengelola Planet Terasi, yang mengumumkan kalau situs agregasi tersebut sudah aktif kembali. setelah tidak ada update terakhir sejak Juni 2009. Walaupun saya sudah tidak lagi terlalu aktif nge-blog (yes, blame it on microblogging :P ), saya tetap merasakan eksistensi aggregator seperti Planet Terasi masih dibutuhkan di dunia blogosphere Indonesia. Apalagi, Planet Terasi adalah tempat dimana para “sesepuh” blogger Indonesia berkumpul.

Bukan apa-apa, dunia blogosphere Indonesia sudah pernah mengalami kejadian dimana sebuah situs agregasi blog terkenal, Merdeka, mati begitu saja setelah pengelola-nya sibuk dengan hal lain dan tidak ada waktu untuk mengelola situs agregasi tersebut. Rekan blogger Daus sampai khawatir kalau Planet Terasi akan mengikuti jejak Merdeka, apalagi setelah membaca twit dari Ronny yang menyatakan kalau beliau juga banyak kesibukan lain.

Alhamdulillah, kekhawatiran Daus ternyata tidak terbukti. Planet Terasi sekarang sudah aktif kembali. Terima kasih, Ronny!

Kenapa Merdeka Dimatikan? 15 February 2009

Posted by indra in : Opini, Blogging , 14 comments

Walaupun saya tidak pernah menjadi anggota blog agregasi Merdeka, namun sampai sekarang, saya selalu bertanya-tanya kenapa blog agregasi tersebut dimatikan. Dan kelihatannya, I’m not the only one. Pujiono juga pernah menanyakan hal yang sama tahun lalu. Demikian pula halnya dengan Fatih, yang menanyakan hal yang sama hari ini. Malah beliau kayaknya baru tahu kalo Merdeka sebenarnya sudah lama mati, sejak Oktober tahun lalu (atau mungkin sejak akhir September, kalo menurut Pujiono).

Tidaklah mengherankan, jika banyak blogger Indonesia yang merasa “kehilangan” dengan matinya Merdeka. Pada masa jayanya dulu, Merdeka adalah salah satu blog agregasi yang populer di dunia blogosphere Indonesia. Merdeka juga adalah salah satu komunitas blogger Indonesia yang bisa dibilang cukup elit, mengingat proses penyaringan anggota Merdeka yang menggunakan sistem open submission dan voting. Basis pembacanya juga banyak. Suka atau tidak suka, Merdeka sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan blog di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak blogger Indonesia yang mempertanyakan alasan kenapa Merdeka dimatikan.

Kalo menurut komentar Andry di artikel-nya Pujiono, beliau belum ada waktu (dan tenaga) untuk re-born Merdeka. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya tidak terlalu banyak waktu dan tenaga yang diperlukan untuk me-maintain sebuah agregasi blog. If my memory didn’t fail me, seingat saya Merdeka menggunakan blog engine Wordpress dan plug-in FeedWordPress, sama dengan Planet Singapura yang saya kelola. Tidak banyak waktu dan tenaga yang diperlukan, sebenarnya, kecuali pada waktu kita ingin menambah atau menghapus dari daftar kontributor, atau jika ada masalah teknis seperti yang dialami Planet Singapura beberapa minggu yang lalu. Diluar itu, program sindikasi akan berjalan secara otomatis untuk meng-agregasi blog-blog para kontributor.

Saya mengerti kalau Andry sekarang sibuk mengurusi Blog Detik, apalagi beliau harus bekerja keras untuk menjaga uptime dan performance layanan blog tersebut, mengingat Blog Detik sangat populer dan laris digunakan banyak blogger Indonesia (termasuk saya) saat ini. Namun saya khawatir, apakah benar alasan kesibukan dan ketiadaan waktu (dan tenaga) merupakan alasan utama Merdeka dimatikan?

Di blog-nya yang dulu (yang juga sekarang sudah mati), Andry pernah menulis kalau blog sudah mati. Beliau kelihatannya berpendapat kalau blog itu sudah tidak punya masa depan. Apakah mungkin, alasan tersebut yang menyebabkan beliau tidak lagi semangat untuk mengelola Merdeka dan memutuskan untuk mematikannya? Adalah sangat disayangkan, jika sebuah komunitas blogger di Indonesia bisa hilang begitu saja, hanya karena pengelolanya kehilangan semangat nge-blog. Mudah-mudahan saya salah, I hope I was wrong.

Apapun jawabannya, saya berharap Merdeka bisa segera lahir kembali. Seperti yang ditanyakan oleh Andry di blog Pujiono, ada yang mau membantu? :)

Merdeka!  *eh belum 17 Agustus, ya?* :) :)